APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengorbanan Cinta Sang Letnan

Pengorbanan Cinta Sang Letnan

Dua tentara elit Kopassus berlatar intelijen, Rey dan Alex, telah menjalin persahabatan sejak masa kecil. Namun, hubungan erat mereka kini diuji oleh perasaan cinta pada wanita yang sama. Di sela-sela perjuangan dan pengabdian besar mereka untuk negara, konflik batin yang sengit pun mulai membayangi. Takdir menuntut mereka menentukan pilihan sulit antara loyalitas pada tugas negara atau ego pribadi. Akankah cinta yang menang, atau justru persahabatan mereka yang hancur?
Bab
Bagikan

Bab 1

Lara, gadis cantik 23 tahun itu terkejut, ketika tiba-tiba Rey menggenggam jemarinya sambil menyodorkan sebuah kotak merah berbentuk hati.

Tampak sebuah cincin berlian berkilaun. Rey melambaikan tangannya dan memberi kode meminta mic pada seorang waitres, yang dengan segera menghampiri membawa nampan ditangannya berisi mic. Lelaki itu meraih mic, lalu menatap lekat kedua netra bening di depannya.

"Lara Angeswari ... Will you marry me?" Suara Rey menggema melalui mic yang dipegangnya, dengan tatapan penuh cinta.

"Jika kamu menerimanya, aku akan memboyong keluargaku, untuk melamarmu secara resmi di depan kedua orang tuamu."

Sontak seisi restoran yang sedang ramai pada jam istirahat makan siang itu menoleh pada mereka.

Restoran yang terletak di pusat kota itu selalu ramai dikunjungi. Selain desain interiornya yang mencuri perhatian, menu makanannya pun terbilang unik, karena menggabungkan masakan Nusantara dan Western.

Beberapa menu yang bisa dicoba diantaranya, Sandwich Oncom, Tenderloin Steak Sambal Matah, dan Spaghetti

Rawon yang merupakan favorit Lara. Seperti siang ini menu pilihan Lara Spaghetti Rawon di dampingi ice lychee tea.

Suasana restoran tiba-tiba seperti suara tawon yang berdengung. Lara terpana, hawa panas menjalari wajahnya, semburat merah merona di kedua pipinya.

Gadis cantik itu celingukkan memandang sekitarnya, dan benar saja mereka sedang menjadi pusat perhatian. Ia menjadi salah tingkah ternyata Rey melamarnya di tengah hari bolong disaksikan banyak pasang mata.

Dari awal mereka masuk memang sudah menyita perhatian pengunjung lainnya. Rey laki-laki 29 tahun berpangkat Letnan merupakan salah satu prajurit yang tergabung dalam komando pasukan khusus tempur, Kopassus.

Ia merupakan jebolan Intelegen, yang selalu berhasil dengan tugas- tugas rahasia negara. Jarang terlihat dengan seragam kebanggaannya, namun karena hari ini ada upacara Sertijab atau serah terima jabatan, setelah ceremonial Sertijab.

Rey terpaksa muncul dengan seragam kebanggaan abdi negara, di depan Lara untuk memenuhi janjinya. Sudah sering kali janji yang di buatnya gagal karena tugas yang mendadak.

Rey tahu kalau sering mengecewakan Lara, walaupun gadis itu tidak pernah mengungkapkan kekecewaannya, karena itu untuk memenuhi janjinya, terpaksa Rey memakai masker untuk menutupi wajahnya, karena waktu yang terbatas, tidak sempat untuk berganti pakaiannya.

Walaupun tertutup masker mata elang dan kening tebal yang berbaris rapi itu dapat memancarkan aura maskulin yang membuat pandangan mata semakin penasaran. Ditopang postur tubuh yang tinggi tegap, membuat semua mata yang menatap tak berkedip.

Berdampingan dengan seorang gadis yang juga tinggi semampai, kecantikan alami terpancar dari wajahnya yang terlihat babyface, dengan rambut pendeknya bak seorang Polwan. Memakai stelan berwarna kuning dipadu blazer abu-abu, seragam salah satu bank terpercaya di Indonesia.

Reynhard menatap penuh harap.

"Trima ... Trima ... trima ... " Suara riuh dari pengunjung restoran yang ikutan baper melihat pasangan yang sedang jatuh cinta itu.

"A-aku ... Yes." Lara mengangguk mengiyakan, karena tak sanggup berkata-kata lebih, tiba-tiba lidahnya terasa kelu. Sepasang mata indahnya mengerjab.

Dengan penuh perasaan Rey menyematkan cincin bertahta berlian itu ke jari manis Lara, lalu mengecup punggung tangan itu dengan lembut, walaupun tidak bersentuhan langsung dengan kulitnya karena Rey masih tetap memakai masker.

"Aku sangat mencintaimu." gumam Rey menatap intens pada manik Lara.

Terdengar siul-siul dan bisik-bisik dari pengunjung lainnya.

Lara mengusap sudut matanya, menahan gejolak di dalam dadanya. Mencoba untuk menyembunyikan perasaan karena banyak pasang mata yang memandang, namun rasa bahagia itu tetap terpancar dari wajah cantik nanp0 manis itu.

Gadis yang bekerja di sebuah bank itu sebelumnya bercita-cita berkarier dulu, tapi sejak mengenal Rey niatnya itu menguap, malah dengan anggukan cepat mengiyakan lamaran Rey. Dia telah jatuh dalam pesona Rey.

Tanpa mereka ketahui di sudut ruangan itu ada sepasang mata yang sedang memandang dengan hati yang nelangsa, menghempaskan asap rokoknya dengan kasar lalu melangkah keluar meninggalkan restoran itu.

"Kenapa terdiam?" tanya Rey sambil merapatkan kursinya ke arah Lara. Tangannya terulur mengusap sudut bibir Lara menghilangkan jejak minuman yang membuat bibir ranum itu basah. Di raihnya jemari lentik itu lalu menautkan kedua jemari mereka.

"Kamu biasanya heboh tapi kenapa sekarang membisu seperti ini?" Rey tertawa kecil dengan sikap Lara yang tak biasanya.

"Ini keputusan yang besar bagiku, dalam bayanganku ... tidak menikah muda. Aku ingin menikmati masa mudaku, aku takut tidak siap ... tidak siap untuk menghadapi permasalahan rumah tangga nanti. Takut tidak siap mendampingi seorang abdi negara. A-aku ... aku takut kamu tidak setia Mas .... " ujar Lara lirih.

Rasa yang membuncah di dalam ronggah dadanya antara bahagia namun juga terselip keraguan membuatnya tidak menyadari kalau suaranya masih bisa terdengar oleh pengunjung yang lainnya, karena mic yang tergeletak di atas meja mengarah ke arahnya.

"Ssstt ... " Rey menempelkan telunjuk di bibir Lara, jarinya bermain di sana, mengusap-usap benda kenyal itu dengan lembut. Sambil menatap kedua netra bening yang juga sedang memandangnya intens. Mereka terdiam untuk beberapa saat saling berbicara lewat tatapan mendamba penuh cinta.

"Ucapan adalah doa, kita akan memulai hidup yang baru, janganlah mengawali dengan kata-kata dan pikiran yang tidak baik," tukas Rey bijak sambil menyelipkan anakan rambut Lara dibalik telinga gadis itu.

"Jangan suruh aku untuk menunggu 2 tahun lagi sayang. Seperti yang kamu bilang akan menikah jika umurmu sudah 25 tahun. Aku membutuhkan rumah untuk pulang, aku merindukan seorang istri yang selalu menyambutku, hariku akan indah jika membuka mata di pagi hari yang pertama kulihat adalah dirimu. Jadilah Ibu dari anak-anakku."

Rey mencium punggung tangan Lara penuh cinta, di naikkan masker ke arah hidungnya, sehingga terlihat bibirnya yang seksi dengan senyumnya yang khas, di sesapnya dalam-dalam penuh perasaan lalu kembali menarik maskernya menutupi mulutnya.

Lara terpaku, hatinya menghangat. Percikan-percikan indah dapat di rasakan lewat sentuhan kecil lelaki yang sangat dicintainya itu.

"Aku tidak mempunyai Ayah dan Ibu sejak kecil, besar di Panti Asuhan. Kamu adalah cinta pertama dalam hidupku, dan aku janji akan menjadikanmu wanita terakhir dalam hidupku. Aku sampai mengambil keputusan ini karena aku yakin, pilihanku tidak salah, dan aku harap kamu pun tidak ragu padaku. Aku akan selalu setia." Lara menelisik kedua mata Rey, mencari kesungguhan di sana.

"I love you verry much ...." bisik Lara penuh cinta, hatinya berbunga-bunga.

Tak ada kata yang dapat mewakili perasaan bahagianya saat ini. Dan bisikan itu tetap masih terdengar di seluruh ruangan.

Sontak ruangan itu terdengar riuh kembali. Lara seperti dikembalikan ke dunia nyata, rona di wajahnya yang semula sudah menghilang muncul kembali.

Rey menatap intens pada mata indah itu, membawa genggaman itu di dadanya, lalu meraih mic yang sedari tadi tergeletak di atas meja.

Banyak pasang mata yang memandang ke arah mereka, terdengar bisik-bisik mereka seperti suara tawon.

Mata yang bagaikan elang itu memindai seisi ruangan, sambil memperbaiki letak masker untuk menutupi wajahnya, hari ini dia telah nekat untuk muncul di depan umum dengan seragam dinasnya, yang biasanya hanya di pakai di lingkungan markas. Hal itu karena tidak ingin melanggar janjinya lagi, entah sudah berapa kali Rey mengecewakan Lara dengan ketidak hadirannya.

"Aku juga sangat mencintaimu tapi satu hal yang harus kamu tau, dan perlu kamu pahami. Kamu hanya bisa menjadi yang kedua di hati ini." ujar Rey sambil menepuk-nepuk dadanya dengan genggaman tangan Lara, pelan.

Deg !

Suasana yang tadi mulai riuh tiba-tiba hening, berbagai macam pikiran berkecamuk dipikiran orang-orang yang ada di situ.

Mereka merasa tertohok mendengar pernyataan Rey. Kata-kata yang ditujukan untuk Lara tapi serasa mereka yang terluka. Geng cewe yang di sebelah meja serempak berdiri, seperti tak rela jika Lara dikecewakan. Tak rela jika lelaki pujaan mereka bukan tipe yang tak setia.

Apalagi Lara.

Bagaikan dihempaskan ke dasar jurang. Apa maksudnya sangat mencintai tapi hanya menjadi yang kedua? Apa maksudnya cinta pertama tapi menjadi yang kedua, Apa maksudnya menjadi wanita terakhir tapi hanya yang kedua? Apa Rey sengaja ingin mempermalukan Aku di depan orang banyak? Berbagai macam pertanyaan bergejolak di benak Lara.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bertahan Hidup di Dunia Komik
7.8
Delisha terbangun di zaman abad pertengahan sebagai putri bangsawan pasca kecelakaan tragis. Nahas, ia menjadi tokoh figuran yang baru menikah dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri. Sang suami rupanya merupakan sosok antagonis utama yang sangat licik dalam sebuah komik kerajaan. Demi menghindari ajal yang mengancam, Delisha harus berjuang bertahan hidup di dunia baru ini sembari menyusun rencana matang untuk menceraikan sang villain.
Sampul Novel Dia Kehilangan Segalanya
8.5
Ketika sahabat masa kecil Timo hamil, ia memilih menikahinya demi menjaga nama baik wanita itu. Timo mengabaikan kekasihnya yang juga tengah mengandung anaknya sendiri, dengan alasan bahwa sang sahabat tidak sekuat dirinya. Di tengah cemoohan publik yang menuduh bayinya sebagai anak haram, kekasihnya hanya menerima tatapan dingin dari Timo. Sadar bahwa dirinya tidak lagi menjadi prioritas, ia akhirnya memilih menggugurkan kandungannya dan merelakan Timo pergi demi mendampingi sahabat masa kecilnya tersebut.
Sampul Novel Kelahiran Kembali
9.1
Dianggap bodoh dan lemah, nona keempat keluarga Lu tewas tragis di tengah saudara-saudaranya yang berbakat. Namun, takdir berubah saat jiwa pembunuh bayaran abad ke-21 merasuk ke raganya. Terjebak di zaman kuno yang penuh konflik kekaisaran, ia harus bertahan hidup dengan prinsip membunuh atau dibunuh. Di tengah intrik istana yang rumit dan berbahaya ini, sebuah kisah romansa yang sangat unik pun dimulai.
Sampul Novel MANDUL
9.7
Bertahun-tahun membina rumah tangga tanpa kehadiran buah hati membuat hidup Izza dipenuhi tekanan. Setiap hari, ia harus tabah menghadapi cemoohan orang sekitar. Beban batinnya kian berat saat pihak keluarga mulai membandingkan dirinya dengan Asih, menantu baru yang langsung berbadan dua di bulan pertama pernikahan. Di tengah runtuhnya rasa percaya diri dan tuntutan keluarga yang menghimpit, sanggupkah Izza bertahan? Simak perjuangan batin Izza demi menjemput impiannya.
Sampul Novel Mengejar Cinta Pak Dosen
8.2
Agatha percaya cinta sejati datang sendiri, tapi takdir menyeretnya ke perjodohan dengan Bintang. Walau sang pria sempat menolak keras rencana ini, Agatha pantang menyerah untuk merebut hatinya. Namun, rintangan berat menghadang ketika sosok Aera, cinta pertama Bintang, terus membayangi pernikahan mereka. Sanggupkah perjuangan tulus Agatha meluluhkan perasaan Bintang, atau dia hanya akan berakhir sebagai pelampiasan dan pengganti yang tak pernah diharapkan?
Sampul Novel Tujuh Tahun Menikah, Hanya Sia-Sia!
9.3
Pernikahan Aksara Sanjaya dan Nareswari yang berjalan tujuh tahun terasa hampa tanpa kehadiran anak. Sang istri enggan mengandung karena takut merusak penampilan fisiknya, memicu keretakan dalam hubungan mereka. Di tengah situasi dingin ini, Aksara, sang CEO Sanjaya Corp, justru menemukan kenyamanan pada Rumi Kamila. Kepedulian serta kecerdasan sang sekretaris dalam mengurus segala kebutuhannya membuat hati Aksara luluh, hingga hubungan kerja mereka akhirnya melewati batas.