APKDock Logo
Sampul Novel Mengejar Cinta Pak Dosen

Mengejar Cinta Pak Dosen

8.2 / 10.0
Agatha percaya cinta sejati datang sendiri, tapi takdir menyeretnya ke perjodohan dengan Bintang. Walau sang pria sempat menolak keras rencana ini, Agatha pantang menyerah untuk merebut hatinya. Namun, rintangan berat menghadang ketika sosok Aera, cinta pertama Bintang, terus membayangi pernikahan mereka. Sanggupkah perjuangan tulus Agatha meluluhkan perasaan Bintang, atau dia hanya akan berakhir sebagai pelampiasan dan pengganti yang tak pernah diharapkan?

Mengejar Cinta Pak Dosen Bab 1

"Mas pacar!" seru seorang gadis dari tepi lapangan.

Panggilan itu sudah tak asing lagi di telinga Bintang. Aera berlari dari kejauhan menuju ke arahnya, dengan penuh semangat gadis itu memberikannya sebotol air mineral dan mengelap keringat di wajahnya.

Sudah hampir tiga tahun mereka berpacaran, Bintang tidak tahu kenapa dia bisa menerima cinta gadis manja ini. Setiap kali bersamanya, Bintang seperti sedang mengurus seorang bayi. Anehnya, sikap Aera yang menggemaskan dan kekanak-kanakan justru membuatnya semakin jatuh hati pada Aera.

Sebenarnya, adiknya Moona tidak begitu menyukai Aera sebagai kekasihnya. Katanya, "ngapain pacaran sama bocil?". Tetapi Bintang tidak peduli, baginya Aera adalah gadis yang paling dia sayang.

"Mau makan apa, aku yang traktir hari ini," ucap Aera bersemangat.

"Tidak, biar aku saja. Aku punya banyak uang," kata Bintang.

"Benar, Mas kan sudah selayaknya memberiku nafkah," kata Aera menyindir.

"Seharusnya kamu juga memasak untukku setiap hari, dan memastikan aku makan dengan baik," kata Bintang, mencium kening Aera dan berlari meninggalkannya.

Aera tersenyum malu, memperhatikan ke sekelilingnya. Dia masih duduk di tepi lapangan sambil menunggu Bintang mengganti baju. Dosen kesayangannya itu memang senang sekali bermain basket dan mencuri perhatian para gadis, untungnya Aera berhasil menjadi pemenangnya.

Setelah Bintang selesai, mereka berdua berjalan bersama sambil bergandengan tangan menuju ke kantin. Setelah memesan, makanan tiba dengan cepat.

"Ah, enak sekali makanannya, aku sudah lapar sejak tadi." Aera menyantap makanannya sambil menyuapi Bintang juga.

"Apa rencanamu hari ini?" tanya Bintang.

"Tidak ada, aku ingin berkencan dengan Mas."

"Hmm, hari ini aku harus mengajar les di rumah," kata Bintang.

"Siapa? Kenapa dia harus datang ke rumah, Mas? Biasanya Mas mengajar di sekolah. Apa dia perempuan?" tanya Aera, tampak khawatir.

"Itu karena dia anak dari teman papaku, jadi mau tidak mau aku harus setuju. Kamu sendiri bagaimana? Sudah belajar untuk skripsi?" balas Bintang, menatap Aera.

"Untuk apa belajar? Lagi pula aku tidak ingin bekerja, biar suamiku saja yang memberiku nafkah." Aera menatap Bintang.

Di usianya saat ini Aera memang sudah siap untuk menikah. Tapi Bintang? Entah mengapa sampai saat ini belum memberikan pertanda akan melamar Aera. Sebagai seorang wanita, Aera juga tidak mau meminta di nikahi lebih dulu.

"Mas, apa kau pernah tidur dengan perempuan?" tanya Aera secara tiba-tiba.

"Uhuk..." Bintang tersedak makanannya.

"Mas, kamu enggak apa-apa?" Aera segera memberikannya minum, Bintang terkejut dengan pertanyaan Aera.

"Kenapa kamu bertanya seperti itu, aku kan jadi malu," wajah Bintang memerah.

"Pernah?" tanya Aera, semakin penasaran.

"Tidaklah, kan kamu pacar pertama Mas. Memangnya semua orang yang berpacaran harus tidur bersama? Haruskah kita melakukannya juga?" tanya Bintang, menggoda Aera.

"Menurut Mas bagaimana? Orang-orang bahkan bertanya, apakah pacarku normal?" tanya Aera sedikit kesal.

"Ya, tentu saja Mas normal. Tapi, Mas tidak mau membuatmu merasa tidak nyaman jika terburu-buru," ungkap Bintang dengan jujur.

"Ya! Apanya yang terburu-buru?" tanya Aera sedikit tegas, "kita sudah hampir tiga tahun bersama, tapi Mas tidak pernah membicarakan soal masa depan hubungan kita!" Aera menghela nafas panjang, sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

"Aera, apa kamu berpikir Mas tidak serius denganmu selama ini?" tanya Bintang.

"Lebih tepatnya, aku merasa seperti simpanan." Aera tampak kesal.

Bintang memang sudah bertahun-tahun hidup sendiri, dan sekarang berpacaran dengan gadis polos seperti Aera. Dia masih ragu untuk mengenalkan Aera pada keluarganya, ia juga takut akan mengganggu kuliah dan mimpi-mimpi Aera selama ini.

"Aera!" panggil seseorang sambil melambai ke arah mereka berdua.

"Oh, hai, Ky! Lo balik kapan?" Aera balik menyapanya, pria itu datang menghampiri mereka dan bergabung di meja yang sama.

"Wah, Lo makin cantik ya sekarang. Apa kabar?" tanya Rocky, mengulurkan tangan.

"Bisa aja Lo, kabar gue baik kok." Aera meraih tangan Rocky.

"Ehem!" Bintang berdehem cukup keras, karena Rocky tidak segera melepaskan tangannya dari kekasihnya.

"Siapa?" tanya Rocky, menatap Bintang.

"Kenalkan, ini Mas Bintang, cowok gue!" kata Aera, menatap Bintang yang tersenyum bangga.

"Hah? Serius? Lo punya pacar? Gue kira Lo enggak suka sama cowok, ha ha ha," ucapnya dengan diiringi suara tawa yang renyah sambil menepuk bahu Aera.

"Ya! Tidak perlu sentuh-sentuh seperti itu!" Bintang menyingkirkan tangan Rocky dari pundak Aera.

"Oh, oke!" Rocky mengangkat tangannya, "tapi kita berdua cukup dekat loh," lanjutnya.

"Aera?" Bintang menatap Aera dengan tajam.

Aera tersenyum, dia selalu merasa dicintai begitu besar ketika melihat raut wajah Bintang yang cemberut itu. Dengan bibir yang sedikit condong ke depan, dan kerutan di kedua alisnya, sudah jelas sekali Bintang sedang cemburu.

Tidak ingin memperpanjang masalah, Aera segera menghentikan pembicaraan dan berpamitan pada Rocky untuk pergi. Bintang mengajak Aera ke rumahnya, karena Aera terus memaksa ingin ikut les bersamanya.

"Aku harus memastikan siapa yang akan les denganmu. Laki-laki atau perempuan, cantik atau tidak, dan yang pasti aku harus menjagamu dari gadis yang mencoba mendekatimu seperti di kampus." Aera terlihat sangat percaya diri.

"Mas juga tidak tahu siapa yang akan kita temui, ini adalah hari pertamaku mengajarnya. Sebenarnya malas, tapi karena ada kamu, Mas jadi semangat. Kamu tidak akan membuatnya kesulitan karena cemburu kan?" tanya Bintang.

"Apa? Cemburu? Sudah jelas Mas yang cemburu padaku tadi, benar kan?" tanya Aera, di balas oleh anggukan oleh Bintang.

Setiba di rumahnya, Bintang pergi ke dapur untuk membuatkan Aera minuman dan membawakan beberapa camilan. Rumahnya tampak sepi karena tak ada siapa pun di rumah. Adiknya Moona selalu pulang malam seperti biasa, dan orang yang akan belajar dengannya belum tiba.

Bintang terus memperhatikan Aera yang asyik menonton tanpa menghiraukannya lagi, ia mulai memberanikan diri untuk bersandar di pundaknya dan mengelus tangan Aera lembut. Dia bahkan tidak pernah bersikap romantis sebelumnya.

"Hm, bukankah tiga tahun adalah waktu yang cukup untuk berciuman? Bahkan kita bisa melakukan lebih dari itu," kata Aera, menatap Bintang.

Tanpa aba-aba, Bintang mencium bibir Aera cukup lama. Aera menjatuhkan makanan yang ada di tangannya, sepertinya dia terkejut. Dengan cepat, Bintang melepaskan ciumannya dan merasa bersalah.

"Aera, apa aku lancang?" tanya Bintang.

"Mas?" panggil Aera dengan lembut, sambil menyentuh ujung bibirnya.

"Hem?" jawab Bintang sambil menatapnya dalam, jantungnya berdebar lebih cepat.

Aera memegang kedua bahu Bintang dan mendorong tubuhnya ke sofa, Bintang menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Aera. Kali ini, dia juga dapat mendengar detak jantung Aera yang berdebar lebih cepat.

"Aera?" Bintang menatapnya dalam, memastikan apakah Aera baik-baik saja.

"Mas," ucap Aera semakin mendekat, Bintang bahkan bisa merasakan embusan nafasnya.

"Aera, mau melakukannya sekarang?" Bintang menarik lehernya Aera, sehingga tak lagi ada jarak di antara mereka berdua.

"Eum," bisik Aera di telinga Bintang, suaranya begitu lembut, membangkitkan sesuatu yang tak terlihat.

Bintang kembali mencium bibir Aera lebih berani dari sebelumnya, rasanya begitu hangat, mereka mulai memainkan lidahnya. Menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri seperti dalam drama yang sedang mereka tonton.

"Ah," sesekali Aera memberikan helaan nafas lembut di telinga Bintang.

Melihat Aera yang tak melakukan penolakan, aktivitas Bintang terus berlanjut. Bintang semakin ingin melakukan lebih dari pada ciuman. Dia bangkit dari posisinya, dan kini berbalik mendorong Aera berada di bawah kendalinya.

Bintang membuka satu persatu kancing kemejanya dan memperlihatkan tubuh kekarnya di hadapan Aera. Ia semakin berani menciumi bagian tubuh Aera yang lainnya, dan Aera pun tetap pasrah.

"Ah," Aera kembali menghela nafas. Baginya itu cukup menggelitik, tetapi menyenangkan.

Aera melingkarkan kedua tangannya di leher Bintang.

"Mas, apa aku boleh menyentuhnya?" tanya Aera, menatap ke arah bagian bawah Bintang.

Bintang menurunkan tangan Aera dari lehernya dan menyentuhkannya dengan nakal, membuat sensasi yang tak terbendung. Sepertinya Aera tidak bisa dihentikan lagi sekarang. Dia mulai menurunkan ritsleting milik Bintang dan berusaha memasukkan tangannya ke dalam, tetapi....

Tok! Tok! Tok!

Mereka mendengar suara pintu rumah di ketuk dan juga suara wanita yang berdehem dari seberang. Aera dan Bintang segera merapikan pakaian mereka dan berusaha duduk dengan benar. Mereka menoleh ke arah pintu, dan melihat bayangan seseorang di luar.

"Ah, Sial. Aku lupa menguncinya!" gumam Bintang pelan.

Dengan nafas tertahan, Bintang berdoa agar kedua orang tuanya tidak pulang lebih awal. Namun, saat dia mempersilakan orang tersebut untuk masuk, dia berharap semoga orang itu tidak melihat apa yang sedang mereka berdua lakukan.

Bintang bertanya-tanya, "siapa gadis yang baru dia lihat ini?"

Namun, lamunannya terpecah saat Aera menghampiri gadis itu keluar. Apa yang akan Aera lakukan?

Lanjut Membaca

Daftar Isi Mengejar Cinta Pak Dosen

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel bukan Wanita SIMPANAN
8.7
Akibat pengaruh alkohol, Cashe melewati malam penuh gairah yang tak terduga bersama seorang pria asing nan menawan. Tindakan nekat ini membuatnya melupakan statusnya sebagai keturunan bangsawan terhormat yang telah dijodohkan dengan pria dari kalangan elit. Kini, satu kesalahan fatal tersebut mengancam kehormatan dan reputasi keluarganya. Siapakah sebenarnya pria misterius itu, dan bagaimanakah cara Cashe menghadapi konsekuensi dari pengkhianatan yang terjadi?
Sampul Novel Cinta Bersemi Di Lokasi Proyek
8.1
Kehadiran seorang wanita di lokasi proyek memicu kesalahpahaman besar di antara para pekerja. Karena prasangka sepihak, semua orang di sana salah mengira dirinya sebagai wanita murahan yang bisa dipermainkan. Anggapan keliru tersebut membuat para pria di tempat kerja itu mencoba mendekatinya hanya demi mencari kesenangan pribadi. Di tengah lingkungan yang keras ini, ia harus bertahan menghadapi berbagai pandangan merendahkan dan godaan dari orang-orang di sekelilingnya.
Sampul Novel Hasrat Sang Guru
9.7
Dosen Sansekerta sekaligus praktisi yoga, Vidwan Surya, sangat dikagumi para mahasiswanya. Namun, pertemuannya dengan mahasiswi pendiam pencinta bahasa kuno, Grisse Anggara, memicu sebuah obsesi rahasia. Grisse yang lugu merasa tenang dengan kepedulian Vidwan, tanpa tahu ada hasrat besar sang guru untuk memilikinya. Begitu asmara mulai hadir, keraguan menyelimuti Grisse. Ia pun bimbang, apakah ini cinta sejati atau hanya nafsu belaka?
Sampul Novel Luka Abadi, Cinta Tak Berarti
9.3
Dunia sang protagonis hancur saat mengetahui anak angkatnya adalah hasil perselingkuhan suaminya, Yobel, dengan adiknya sendiri, bahkan didukung orang tuanya. Di tengah pengkhianatan ini, Yobel justru menolak cerai dan memohon ampun. Berpura-pura percaya, ia memberi Yobel waktu tujuh hari untuk membuktikan cinta. Namun, semua orang tidak menyadari bahwa sang istri sebenarnya telah meninggal tujuh hari lalu. Malaikat kematian hanya memberinya waktu singkat untuk kembali sebelum polisi meminta mereka mengidentifikasi jasadnya.
Sampul Novel Permainan Mustahil
9.7
Cairan anggur merah mengalir perlahan melewati leher jenjang hingga membasahi dadanya, membuat kemeja putih yang dikenakannya melekat erat pada tubuh yang gemetar. Meski didera rasa gugup yang hebat, ada ketegangan mendalam yang justru membangkitkan sensasi lain dalam dirinya. Untuk pertama kali dalam hidupnya, wanita ini secara sadar mengambil langkah berani untuk menggoda pria lain yang bukan suaminya, memulai sebuah permainan berbahaya yang dipenuhi misteri dan hasrat terlarang.
Sampul Novel Suami Cacatku Ternyata Sultan
9.1
Tepat sebelum akad, Vani dikhianati oleh Wisnu, calon suaminya yang berselingkuh dengan adiknya sendiri. Demi melunasi utang-utang Wisnu, ia terpaksa menikahi Gerry, kakak tiri mantan kekasihnya yang mengalami kelumpuhan. Di tengah kepedihan dan kekecewaan yang mendalam karena pernikahan paksa ini, Vani perlahan mulai menyadari bahwa di balik keterbatasan fisiknya, Gerry ternyata menyimpan rahasia besar mengenai identitas aslinya yang sebenarnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan