APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengantin Kecil Tuan Xavier

Pengantin Kecil Tuan Xavier

Nandini, gadis penjual bunga yang terasing dari keluarganya, harus menghadapi takdir tak terduga. Saat kakaknya kabur di hari pernikahan, Nandini dipaksa menjadi pengantin pengganti untuk bersanding dengan Tuan Xavier. Kini, kehidupan sederhana yang ia jalani berubah drastis. Ia terjebak dalam pernikahan mendadak yang tidak pernah ia bayangkan, serta harus bertahan di tengah tekanan kehidupan barunya bersama sang miliarder.
Bab
Bagikan

Bab 2

"SELAMAT DATANG BUDAKKU!" batin pria itu berbicara, tampak seringaian misterius terbit di bibir sexynya.

Xavier masih menatap gadis kecil yang sudah berstatus menjadi istrinya menggantikan kekasih yang kabur entah kemana. Tapi, dia tidak perlu khawatir karena pria itu sudah menyebar anak buah untuk mencari perempuan yang tidak tahu diri itu. Dia harus membayar semua perlakuannya yang telah membuat dia malu, dan untuk sementara adiknya lah yang akan menggantikan peran melaksanakan hukuman.

"Sampai kapan kau akan berdiri di sana hmm," ucap Xavier datar dan dingin.

Nandini perlahan mengangkat kepalanya, menatap laki-laki yang kini sedang duduk di pinggiran ranjang kecilnya. Ya Nandini di beri kamar yang mempunyai ukuran sangat kecil, berbeda dengan kedua kakaknya yang mempunyai kamar yang sangat luas. Tapi, bagi Nandini itu lebih baik daripada dia harus tinggal dan tidur di gudang yang kotor juga pengap.

"M--maaf, " cicit Nandini pelan.

Xavier menatap intens gadis itu. Ada rasa yang tak bisa dia artikan ketika menatap mata hazelnya yang berwarna coklat terang. Wajahnya yang cantik juga membuat dirinya tidak bisa berpaling, Xavier tidak menyangka jika Abrian dan Meylan mempunyai adik secantik ini, karena yang dia tahu jika Meylan hanya mempunyai satu saudara yaitu Abrian.

"Minta maaf untuk apa! Apa kamu mempunyai salah padaku?" suara bariton itu terdengar tegas dan datar. Di tambah dengan raut muka Xavier yang tegas dan terkesan dingin membuat nyali Nandini seketika menciut takut.

"A--aku meminta maaf k--karena aku terpaksa menggantikan posisi kakakku," ucap gadis itu pelan dan menundukkan kepalanya. "I--bu berkata jika aku hanya menggantikan sementara saja, kelak jika kakak kembali, dia. Dia akan kembali pada Anda," lanjutnya pelan.

Xavier tersenyum smirk. "Jika aku tidak mau, bagaimana hmm," tuturnya di sertai senyuman yang tipis.

Mendengar perkataan yang terucap dari bibir pria tersebut membuat Nandini mengangkat wajahnya, memberanikan diri kembali menatap laki-laki yang sudah berstatus suami. Ah suami? Hanya sekedar memikirkannya saja Nandini tidak berani. Keningnya mengkerut tampak heran dan tak mengerti akan maksud ucapannya. Ingin sekali dia menolak, tapi jika takdir sudah bertindak apa yang bisa dilakukannya.

"A--ku tidak tahu, " lirih Nandini.

Xavier terkekeh. "Kau.. Kau yang akan menggantikannya menjalani hukuman dariku! Bersiaplah!" ucapan datar itu terdengar menakutkan di telinga Nandini apalagi ketika melihat seringai di bibirnya.

"T--tapi kenapa harus aku! Salahku apa sehingga harus menggantikan kakakku! Ini tidak adil!" kepalanya menggeleng dan Nandini memberanikan membantah ucapan pria itu.

"Heh, baru kali ini ada perempuan yang berani membantah ucapanku!" monolognya.

"Cepatlah bersiap-siap, karena setelah ini aku akan membawamu tinggal bersamaku!" ujar Xavier datar.

Nandini menggeleng, dia tidak setuju. Dia tidak mau jika harus pergi meninggalkan rumah ini, meskipun selama tinggal di sini dia hanya mendapatkan siksaan. Berbeda cerita jika dia harus ikut dengan pria itu, tempat baru yang tentunya sangat asing baginya. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang tinggal di rumah suaminya, dia bahkan tak mengenal karena ini pertemuan pertamanya bersama dengan laki-laki dingin itu.

"M--maaf tapi aku tidak mau!" ucapnya pelan.

"Heh, sebaiknya kamu menurut, karena sekarang nasib hidupmu ada dalam genggaman tanganku!" ucap Xavier sinis lalu melangkah mendekati gadis itu. "Sebaiknya bersiap diri, jika tidak aku akan membawamu paksa keluar dari sini," bisik Xavier di telinga Nandini.

Tak terasa setetes air mata jatuh di pipi mulus Nandini. "Tuhan, berikanlah perlindunganmu padaku," batinnya menangis pilu. Meratapi nasib dan takdir yang tidak pernah berpihak padanya. Sejak kecil Nandini sudah di anggap sebagai pembawa sial bagi sang ibu. Entah apa yang menyebabkan wanita itu begitu tega dan kejam padanya.

"CEPATLAH!" geram Xavier.

Mau tidak mau dia pun menurut dan pasrah, gadis itu berjalan pelan menuju lemarinya untuk membawa beberapa pakaian lusuhnya. Pakaian bekas pakai sang kakak. Nandini tidak pernah membeli baju baru semenjak dia kecil, dia hanya akan memakai baju sisa pakai sang kakak perempuan.

Laki-laki tampan itu terus memperhatikan apa yang di lakukan gadis kecil di hadapannya. Dia dapat melihat baju-baju lusuh itu yang sepantasnya di pakai oleh seorang pembantu. Dan tanpa mengganti gaunnya, mereka langsung berangkat menuju mansion Xavier.

"Cepatlah! Waktuku sangat berharga!" tukas Xavier.

Lalu keduanya melangkah keluar dari kamar yang begitu sempit menurut Xavier. Sungguh dia tidak betah berlama-lama tinggal di kamar itu. Sudah kecil pengap pula! Pikir Xavier.

Ketika sampai di lantai bawah tampak wanita itu sedang duduk di sofa. Tanpa menyapa wanita yang berstatus mertuanya itu, Xavier terus melangkahkan kakinya. Nandini pun terpaksa mengikuti langkah kaki lebar pria itu.

"Ah, kalian akan langsung berangkat sekarang!" sumringah suara Rini ketika dia melihat sang menantu dan anaknya akan keluar dari rumah.

"Mengapa Ibu, mengapa engkau kejam sekali terhadapku, aku pun anakmu Bu, terlepas dari kesalahan apa yang pernah aku lakukan di waktu dulu," batin Nandini perih melihat senyuman lebar yang tercetak di wajah ibunya.

Xavier menatap mertuanya datar. Dia muak melihat ekspresi wanita itu. Ingin sekali dia melenyapkannya, tapi nanti setelah dia menemukan si Meylan yang brengsek.

"Hmm," jawab Xavier singkat.

Rini masih tersenyum lebar, "Ah ya mengenai acara resepsi nanti malam, apa tidak sebaiknya Nandini di sini terlebih dahulu, lalu nanti kita berangkat bersama ke hotel," ucap Rini dengan masih mempertahankan senyumannya.

Xavier menatap datar dan tersenyum sinis. "Sayangnya, tidak akan ada resepsi apapun. Karena aku sudah membatalkannya!" jawaban Xavier terdengar datar namun tersirat nada kepuasan tatkala dia dapat melihat wajah pias mertuanya itu.

Xavier melangkah gagah meninggalkan mertuanya. Sementara Nandini masih diam, dia masih menatap wanita yang sangat berarti dalam hidupnya itu. Karena Xavier merasa kesal menunggu lama, dia pun berteriak.

"NANDINI!" teriak Xavier membahana di rumah mewah itu, tak dia perdulikan orang-orang yang masih berada di sana. "CEPATLAH! " lanjutnya lagi dengan masih berteriak.

Seketika membuat Nandini tegang dan takut. Orang-orang yang berada di sana dapat melihat dengan jelas raut ketakutan dari wajah cantik gadis itu. Dia pun berjalan cepat guna untuk menyusul sang pria yang sudah berteriak seperti orang kesetanan.

"LELET!" ketus Xavier seraya memandang tajam gadis yang kini sudah berada di depannya.

Nandini terdiam tidak menjawab apapun. Dia pun mengikuti langkah lebar suaminya. Tapi ketika hampir sampai ke dekat mobilnya tiba-tiba Nandini melihat pergerakan seseorang yang mencurigakan.

"Tuan awas!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Yang Merebut Suami dan Anakku
9.4
Setelah delapan tahun pernikahan, sang suami nekat membawa selingkuhannya, Maudy, yang mengaku sakit kanker ke rumah. Sang istri dituntut menerima Maudy, bahkan putranya sendiri mengancam akan memutus hubungan jika ia menolak. Merasa dikhianati, ia memilih bercerai dan kembali merintis karier di industri desain hingga sukses. Ketika kebohongan penyakit Maudy terbongkar, mantan suami dan anaknya datang memohon dimaafkan, namun ia mengabaikan mereka demi prestasinya.
Sampul Novel Rahasia Kerajaan Terlarang: Petualangan Sensual di Dunia Fantasi
8.6
Tersesat di hutan membawa Aiden menemukan gerbang rahasia menuju kerajaan legendaris. Di dunia tersembunyi ini, ia bertemu Elara, seorang penyihir wanita yang sangat kuat. Di tengah kemegahan istana, mereka berdua berusaha mengungkap rahasia kelam serta ancaman kekuatan kegelapan. Seiring berjalannya waktu, benih cinta dan hasrat sensual mulai tumbuh di antara keduanya. Menghadapi intrik politik dan pengkhianatan, mereka harus bersatu untuk menyelamatkan kerajaan sekaligus melindungi hubungan mereka.
Sampul Novel Godaan Maut Ipar dan Mertua
8.9
Temukan pelarian sempurna dari penatnya rutinitas lewat rangkaian kisah yang menghibur ini. Dirancang khusus tanpa konflik berat, narasi ini menjadi teman istirahat ideal bagi pembaca dewasa yang ingin melepas stres. Nikmati alur ringan namun sarat makna mendalam yang siap membawa Anda hanyut dalam kesenangan murni. Sebuah karya pemulih jiwa yang adiktif, menyajikan kedamaian dan kesegaran di setiap lembarnya.
Sampul Novel Istri Jaminan Sang Laksamana
8.2
Demi mengamankan data rahasia negara yang krusial, Admiral Shawn Miller, Jenderal bintang satu termuda di AS, terpaksa menyetujui kesepakatan gelap dengan gembong mafia Yousef Kanishka. Ia harus menikahi putri Yousef, Kiran, sebagai jaminan dengan syarat mutlak tidak boleh menyentuhnya. Namun, Shawn sangat terkejut saat mengetahui bahwa jaksa cantik di pengadilan militer yang belum pernah ia temui sebelumnya ternyata adalah wanita yang kini sah menjadi istrinya.
Sampul Novel MUSIM DI ANTARA KITA
8.1
Pertemuan dua orang berusia empat puluh tahun terjadi saat keduanya masih dibayangi trauma perceraian masa lalu. Menjalani fase hidup yang baru, mereka menyadari bahwa merajut asmara di usia dewasa menyajikan rintangan yang jauh lebih kompleks. Konflik keluarga dari kehadiran anak-anak, bayang-bayang mantan pasangan, hingga benturan ambisi pribadi terus menguji hubungan mereka. Kisah perjuangan mencari arti cinta sejati di tengah rumitnya dinamika kehidupan.
Sampul Novel Teman Dalam Taqwa
9.0
Kisah inspiratif tentang keteguhan hati seorang wanita yang menghadapi ujian hidup dengan kesabaran dan keikhlasan tanpa batas. Demi menerima takdirnya, ia dengan lapang dada bersedia menjalani kehidupan rumah tangga dalam pernikahan poligami. Pengorbanan tulus serta ketabahan yang ia tunjukkan akhirnya membawa berkah luar biasa. Sebagai balasan atas keteguhan jiwanya, ia berhasil menemukan kebahagiaan sejati yang begitu manis dan tak pernah ia bayangkan sebelumnya.