APKDock Logo
Sampul Novel Pengantin Kecil Tuan Xavier

Pengantin Kecil Tuan Xavier

8.8 / 10.0
Nandini, gadis penjual bunga yang terasing dari keluarganya, harus menghadapi takdir tak terduga. Saat kakaknya kabur di hari pernikahan, Nandini dipaksa menjadi pengantin pengganti untuk bersanding dengan Tuan Xavier. Kini, kehidupan sederhana yang ia jalani berubah drastis. Ia terjebak dalam pernikahan mendadak yang tidak pernah ia bayangkan, serta harus bertahan di tengah tekanan kehidupan barunya bersama sang miliarder.

Pengantin Kecil Tuan Xavier Bab 1

Seorang pria tampan nan gagah terlihat sedang mematut diri di depan cermin. Sesekali tersungging senyum tipis di bibirnya yang seksi, senyum tak lepas dari bibirnya. Jas hitam berpadu dengan kemeja putih sangat pas di tubuhnya yang tinggi menambah ketampanan pria itu berkali-kali lipat.

Laki-laki yang bernama Xavier Romanov, hari ini akan melangsungkan pernikahan. Pernikahan impiannya bersama sang kekasih hati. Sudah lama sekali ia merencanakan semua, tapi baru kali ini terlaksana.

"Aku benar-benar tidak sabar," Xavier tersenyum dan mencoba untuk membuang nafasnya secara perlahan untuk menghilangkan rasa gugup yang menyerang dirinya.

Pernikahan impian yang akan terjadi, meski harus melangkahi sang kakak. Pria itu tidak ingin lagi menunda, dia ingin menjadikan sang kekasih hati sebagai RATU di dalam hidupnya. Sambil menunggu yang lain siap, dia meraih ponsel yang tergeletak di atas meja, mencoba untuk menghubungi sang calon istri. Tapi, sayang panggilan itu tidak terhubung malah nomor ponsel sang kekasih pun sekarang tidak aktif.

"Sepertinya kamu sengaja tidak mengaktifkan ponselmu. Dasar gadis nakal," gumam pria itu di iringi tawa kecil.

Rombongan pengantin pun bersiap berangkat menuju rumah mempelai. Beberapa iringan mobil mewah terlihat berjejer di jalanan. Dengan Xavier duduk bersama sang kakak. Arshaka tersenyum menatap sang adik. Dia rela dan ikhlas jika harus di langkahi dulu olehnya.

Karena bagi pria tampan itu, menikah bukanlah sebuah kompetisi. Bukan sebuah perlombaan, Arshaka menepuk bahu sang adik. Kini mereka sudah berjejer duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh Rini. Xavier sendiri sudah duduk di depan Penghulu. Pria itu sudah tidak sabar untuk melihat sang kekasih.

"Bagaimana sudah siap?" tanya Penghulu.

"Ya saya sudah siap," jawab Xavier tegas.

"Baiklah sebelum mengucap ijab kabul, boleh pengantin wanita di bawa kemari," ucap Penghulu.

Rini pun mengangguk dan beranjak menuju kamar sang putri lalu mengetuk pintu bercat biru itu. Lama wanita paruh baya itu menunggu tapi sayang pintu tak kunjung terbuka, perempuan itu membuka pintu yang kebetulan tidak terkunci. Alangkah terkejutnya dia ketika melihat jika kamar itu kosong.

"Kemana kamu Meylan! Jangan-jangan kamu malah kabur di hari pernikahanmu!" ucap Rini panik dan juga ketakutan sebab bila memang itu terjadi, hancur sudah hidupnya.

"Bagaimana, sudah siap?" tanya Penghulu untuk yang kedua kalinya.

Xavier terdiam, tangan pria itu mengepal, rahangnya mengeras. Dia menatap sekeliling, tidak mungkin jika kekasih hatinya kabur. Jika iya apa yang membuatnya pergi.

Laki-laki itu pun beranjak, menyusul calon mertuanya. Setelah sebelumnya dia meminta penghulu untuk menunggu sebentar. Sesampainya di kamar, alangkah kagetnya dia ketika mendapati kamar yang di tempati oleh kekasihnya itu kosong.

"Kemana dia!" tanya Xavier dingin.

Wanita paruh baya itu terhenyak kaget ketika mendapati pria yang menjadi calon suami putrinya, sudah berada di kamar. Wajah wanita itu pucat seketika, kala melihat raut muka Xavier yang sangat menakutkan. Dia hanya diam tidak bisa menjawab apapun.

"Maaf, Nak! Sepertinya Meylan, dia," ucap wanita itu terpotong. "Dia tidak ada di kamarnya!" lanjut wanita itu.

"Cepat cari dia, saya tidak ingin tahu! Pernikahan ini harus tetap berlanjut!" geram Xavier.

Wanita itu terdiam, tak lama ia pun keluar dari kamar itu. Sementara itu, Xavier lebih memilih menunggu di kamar itu tak lupa dia menghubungi anak buahnya. Dia memerintahkan mereka untuk mencari keberadaan perempuan itu.

Xavier tidak menyangka, jika kekasihnya akan berkhianat seperti ini. Dia terdiam memikirkan kesalahan apa yang sudah di perbuatnya. Tapi sayang, tidak ada cela ataupun kesalahan fatal yang di lakukannya hingga membuat perempuan itu pergi.

*

*

"Nandini," gumam wanita itu ketika melihat putri bungsunya sedang membantu orang-orang di dapur.

Lantas dia langsung menghampiri gadis kecil itu. Lalu menarik kasar tangan mungilnya, wanita itu menyeret tubuh kecil Nandini menuju sebuah kamar yang letaknya dekat dengan dapur. Dia mencengkram kuat lengan gadis itu, hingga tampak memerah, wanita itu juga menatap tajam gadis itu, hingga dia lebih memilih menundukkan kepalanya.

"Hari ini, kau akan menggantikan kakakmu, menikah dengan Tuan Xavier!" ucap wanita itu tegas.

"Mengapa harus aku yang menikah dengan kekasih kakak, Bu? Lantas kemana kakak?" tanya Nandini pelan.

Wanita yang bergelar ibu itu mendelik kala mendengar ucapan Nandini. Dia tidak suka jika gadis itu memanggilnya ibu. Bagi dirinya, gadis ini hanyalah pembawa sial.

Hari ini, wanita itu akan memaksanya menggantikan sang putri yang kabur entah kemana. Yang penting saat sekarang, pernikahan ini tidak batal. Jalan satu-satunya adalah menjadikan Nandini sebagai pengantin pengganti.

"Dengar ini! Kau tidak usah banyak bertanya, dan kau harus mau menggantikan posisi kakakmu! Jika kau tidak mau, maka kau sendiri akan tahu akibatnya!" ancam wanita paruh baya itu.

Nandini meringis kala merasakan cengkraman sang ibu semakin kencang. Ibunya begitu kuat kala memegang lengannya. Melihat kemarahan di mata sang ibu membuat Nandini takut.

"Tapi, Bu!" ucapan Nandini terpotong karena wanita itu sudah kembali menyeretnya. Membawa gadis itu pada orang yang akan meriasnya.

Sementara Xavier dia masih menunggu. Hingga beberapa menit kemudian, wanita itu kembali ke kamar putrinya dengan membawa seorang wanita yang sudah memakai baju pengantin. Wanita itu juga menjelaskan jika adik dari kekasihnya yang akan menggantikan posisi mempelai wanita.

Nandini menunduk, tidak berani menatap wajah kekasih dari kakaknya. Di mata Nandini, pria itu sangat dingin,jika pun mereka kebetulan bertemu, Nandini lebih memilih menghindar. Tapi hari ini, semesta seolah mempermainkannya.

Xavier menatap datar ke arah wanita cantik dan muda itu, raut muka pria itu masih menggambarkan sebuah amarah yang tertahan. "Bawa dia!" ucap Xavier dingin.

Kini, Nandini sedang terduduk di samping Xavier. Dan pria itu pun mulai mengucapkan ijab kabul dengan nama yang berbeda. Terdengar kasak kusuk dari mulut para undangan yang datang tapi Xavier tidak menggubrisnya.

Jantung Nandini—istri Xavier—berdebar dengan sangat cepat. Berulangkali dia berusaha mengatur napas, hingga suara seseorang menyadarkannya dan meminta untuk dia segera mengecup tangan sang suami.

Perlahan Nandini mengangkat kepala, memberanikan diri menatap wajah tampan itu. Keduanya saling beradu pandang. Entah mengapa Xavier seolah terhipnotis oleh mata hazel Nandini.

"Maaf ...!" Nandini mengucapkan kata itu lirih dalam hatinya.

"Kenapa kamu tega melakukan ini Meylan!" Xavier pun bergumam dalam hatinya, tangannya kembali terkepal.

Sepersekian detik kemudian Nandini berusaha meraih tangan Xavier. Pria itu tampak terpaksa mengulurkan tangannya. Nandini mengecupnya perlahan, bersamaan dengan itu cairan bening menetes.

Xavier merasakan hangatnya air mata itu. Dia pun repleks langsung menarik diri, kemudian bangkit hendak pergi. Namun, terhenti oleh suara perempuan yang bertugas sebagai MC acara.

"Mempelai pria sepertinya tidak sabar untuk menuju pelaminan. Tunggu sebentar, kita lakukan dulu sesi foto untuk kenang-kenangan, ya." ujar pria kemayu itu.

Fotografer mulai memberikan instruksi, mengarahkan sepasang suami-istri tersebut dengan berbagai pose. Xavier meminta untuk tidak terlalu banyak mengambil gambar tapi, ia malah diminta untuk mencium kening istrinya untuk foto terakhir setelah akad. Dengan wajah menahan amarah Xavier terpaksa melakukan apa yang di arahkan orang-orang yang menurutnya sangat memaksa.

"Dan sekarang pasangan pengantin baru kita silahkan menuju ke pelaminan, dan untuk yang mau memberikan selamat boleh ya bersiap-siap," ujar sang Mc.

Masih terdengar bisik-bisik orang-orang yang datang. Mereka tidak menyangka jika pengantin wanitanya di ganti oleh sang adik.

"Kasihan juga ya si Nandini, sudah sering di siksa oleh Ibu-Nya, sekarang di paksa untuk menggantikan kakaknya!" ucap salah satu tetangganya.

Rini mendelik mendengar bisik-bisik itu, jangan sampai apa yang mereka obrolkan sampai ke telinga menantunya. Tapi sayang sekali karena Xavier sudah mendengarnya. Iba tentu saja tidak justru dia akan menambah lagi penderitaan istri kecilnya.

Satu persatu para tamu undangan pun naik ke atas panggung. Kini tiba teman-temannya dan juga sang abang memberi selamat.

"Selamat Bro, gue nggak nyangka ternyata jodoh Lo anak kecil!" kekeh salah satu temannya.

Xavier mengepalkan tangannya hingga buku-buku di tangannya memutih. Wajahnya memerah menahan amarah. Mereka pun pergi begitu saja setelah puas mengejek sang teman.

Tak lama Arshaka Dewangga Romanov pria yang berusia 29 tahun, pria yang mempunyai wajah tegas namun lembut yang merupakan kakak dari sang pengantin pria.

"Selamat, semoga kamu bahagia. Meskipun ini bukanlah pernikahan yang kamu harapkan. Tapi Abang harap, kamu bisa menerima dia seutuhnya. Karena bagaimana pun, sekarang dia adalah istrimu," ucap Arshaka sembari menepuk punggung sang adik, lalu beralih menatap seorang gadis cantik yang memakai baju pengantin yang sangat pas dan cocok di tubuhnya. Gadis yang mungkin lebih pantas menjadi adik mereka.

"Selamat Dek, semoga bahagia," ucap Arshaka tulus.

Nandini hanya diam tanpa menjawab apapun.

Acara demi acara akhirnya selesai sudah. Kini pasangan baru itu sedang berada di dalam kamar mungil Nandini. Gadis itu menunduk memilin-milin gaunnya kebisaannya ketika gugup.

Xavier memandangi wajah yang tertunduk itu, dan menyeringai.

"SELAMAT DATANG BUDAKKU!! "

Lanjut Membaca

Daftar Isi Pengantin Kecil Tuan Xavier

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bayangan Cinta di Kota Tua
9.7
Mencari inspirasi di kota tua bersejarah, fotografer Sofia yang patah hati bertemu Adrian, penulis misteri yang duka akibat kematian istrinya. Meski dibayangi masa lalu masing-masing, ikatan emosional mulai tumbuh di antara mereka. Namun, kehadiran mantan kekasih Sofia serta rasa bersalah Adrian mengancam hubungan tersebut. Melalui keintiman dan pengorbanan, keduanya belajar menyembuhkan luka lama demi membangun masa depan baru bersama.
Sampul Novel Nyawa Dibalas Nyawa
8.8
Dua tahun silam, Indah dipaksa mengakhiri hubungan cintanya demi menikahi Rendra, tunangan adiknya yang tunanetra. Kini, setelah penglihatan sang suami miliarder pulih, keluarganya justru menuntut Indah mengembalikan posisi tersebut kepada Mella. Dianggap tidak layak menyandang status Nyonya Saputra oleh ayahnya sendiri, Indah tidak lagi peduli. Di ambang kematian yang kian mendekat, ia rela melepaskan segalanya demi menyaksikan pembalasan setimpal bagi mereka setelah dirinya tiada.
Sampul Novel Pekerjaan yang Mematikan Tantangan Seorang Test Sleepe
9.5
Tergiur upah tambahan, aku nekat menjadi penguji tidur di hotel misterius. Namun, keputusan ini membawaku ke dalam rangkaian tes tidur yang ganjil dan mengerikan. Mulai dari fenomena tubuh yang memuai secara aneh, teror penyanyi gaib, hingga ancaman sopir taksi berbaju kertas, maut kini mengintai setiap detik. Demi bertahan hidup, aku harus mempertaruhkan nyawa menembus zona mematikan dan membongkar rahasia kelam hotel ini sebelum terjebak selamanya di labirin maut.
Sampul Novel Simfoni Pembalasan
8.4
Karier pianis genius Athena hancur setelah kecelakaan misterius melumpuhkan tangannya. Di masa sulit itu, ia justru dikhianati oleh suaminya dan sahabat terdekatnya sendiri. Di tengah keterpurukan, hadirlah Arthur, sosok misterius yang menawarkan kerja sama untuk membalas dendam. Athena pun memulai langkah berbahaya demi menuntut keadilan. Akankah taktik ini berhasil, atau ia justru akan hancur dalam intrik yang penuh kelicikan?
Sampul Novel Terjebak Cinta Masa Lalu
9.8
Kecelakaan sang putri memaksa Amanda bertemu kembali dengan Pandu, mantan suaminya, setelah enam tahun berpisah. Selama ini, Amanda sukses menyembunyikan fakta tentang anak kembar mereka. Namun, rahasia besar tersebut kini terancam runtuh saat Pandu menyadari kemiripan fisik yang sangat mencolok pada putra Amanda. Di tengah situasi yang penuh emosi, Pandu pun menuntut penjelasan jujur apakah kedua anak itu adalah darah dagingnya yang sengaja disembunyikan.
Sampul Novel The Duke's Daughter
8.7
Nivea Del Castano, sang putri pemberontak yang jujur namun berhati dingin, mendapati dirinya sebagai reinkarnasi dari masa lalu. Di tengah bayang-bayang takdir kuno yang terus mengejarnya, hadirlah Matias Vander Lawrence membawa perubahan tak terduga dalam hidupnya. Kini, terjebak di antara garis takdir yang mengikat, Nivea dihadapkan pada pilihan sulit: terus berlari menghindari takdirnya atau bertahan demi cinta yang baru ia temukan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan