APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembalasan Dendam Seorang Ayah

Pembalasan Dendam Seorang Ayah

Kebaikan putriku menolong orang tua ke ambulans berujung petaka di sebuah desa. Ketika aku berhasil melacak keberadaannya, ia telah meregang nyawa akibat pelecehan kejam. Kepedihan ini kian mendalam saat pelaku dibebaskan dari jerat hukum hanya karena dinyatakan mengidap gangguan jiwa. Menghadapi ketidakadilan ini, aku memilih jalan ekstrem. Aku memutuskan untuk ikut menggila dan sengaja menjadi pasien gangguan jiwa demi menuntut balas langsung kepada pembunuh putriku.
Bab
Bagikan

Bab 1

Putriku berbaik hati memapah orang tua ke ambulans.

Siapa sangka, ambulans itu menuju ke sebuah desa.

Ketika aku menemukannya, dia sudah mati karena dilecehkan.

Aku menemukan pelakunya, tetapi pelakunya dibebaskan karena menderita gangguan jiwa.

Jadi, aku juga menggila dan menjadi pasien gangguan jiwa.

Setelah menerima telepon dari polisi, aku bergegas ke desa itu secepat mungkin. Begitu turun dari mobil, aku melihat tatapan penuh belas kasihan dari para polisi di sekitarku. Merasakan firasat buruk, aku meminta istriku menunggu di dalam mobil.

Saat melangkah masuk ke rumah itu, aku melihat putriku yang dulunya ceria, kini terbaring tak berdaya di ranjang semen dengan ditutupi jaket polisi wanita yang ada di sana.

"Lili ...."

Aku tidak percaya. Dengan lembut, aku memanggilnya, berharap dia akan bangun seperti biasa dan menjawabku. Namun, tidak ada respons sama sekali.

"Lili, bangun, ayo kita pulang .... Tidur di rumah, ya?" Aku mendekat ingin menggendongnya, tapi seorang polisi mencegahku.

"Pak Johnson, kami turut berduka ...." Tanganku gemetaran saat menggenggam polisi itu sambil bertanya, "Siapa pelakunya? Cepat tangkap orang yang membunuh putriku ...."

Aku menggertakkan gigi dengan marah. Ingin sekali rasanya aku menemukan pelaku itu dan menghukumnya sekarang juga. Namun, polisi itu hanya menggeleng dan menghela napas dalam-dalam.

Katanya, hal seperti ini sudah sering terjadi di desa itu. Pelakunya ada di desa ini dan pada dasarnya, setiap orang di desa itu adalah pelakunya.

Aku bertanya kenapa polisi membiarkan mereka berbuat semena-mena? Dengan nada putus asa, polisi itu menjelaskan bahwa semua penduduk desa tersebut menderita gangguan jiwa dan mereka tidak pernah menimbulkan korban jiwa sampai sekarang.

Namun, putriku adalah pengecualian yang tragis. Dia adalah satu-satunya korban jiwa sejak desa itu dikonfirmasi sebagai desa dengan penduduk berstatus gangguan jiwa.

Aku tidak percaya dan mencengkeram kerah polisi itu. "Putriku cuma ingin membantu ... bukan untuk kehilangan nyawanya ...."

"Turut berduka ...." Polisi juga tidak berdaya menghadapi para penderita gangguan jiwa ini.

Aku tak pernah menyangka, putriku yang begitu baik hati dan lembut, harus kehilangan nyawa karena kebaikannya sendiri.

Melihat aku tak kunjung keluar, istriku juga ikut masuk ke rumah itu. Hanya dengan sekali lihat, dia bisa langsung mengenali Lili. Dia langsung pingsan karena syok.

Dengan panik, aku membawa istriku ke rumah sakit. Saat pergi, aku sempat melihat penduduk desa itu mentertawakan kami dengan wajah tanpa malu.

"Putrimu lumayan juga," kata seorang pria di antara mereka tanpa suara. Aku mencengkeram erat kemudi mobil, nyaris saja menginjak gas dan menabrak mereka. Namun, melihat istriku yang masih pingsan di sebelahku, aku akhirnya berhasil menahan diri dari melakukan tindakan nekat itu.

....

Aku tidak percaya dengan kebetulan seperti ini. Mana mungkin seluruh penduduk desa mengalami gangguan jiwa? Bagaimana mereka bisa lolos dari jeratan hukum?

Di kantor polisi, aku bertemu dengan orang yang memimpin mereka. Dengan sikap tak acuh, dia melemparkan berkas medis ke wajahku, seolah-olah yakin aku tidak bisa berbuat apa-apa padanya.

"Namaku Alfred. Ini riwayat medisku, lihat baik-baik nama yang tertera." Aku menahan amarah sambil mengepalkan tanganku. Istriku yang baru pulih dari syok, memungut berkas itu dan memastikan bahwa diagnosisnya memang gangguan jiwa. Dia tidak kuat menahan beban ini dan mulai menangis tersedu-sedu.

Tak bisa lagi menahan diri, aku langsung maju dan mencengkeram kerah Alfred. Kemudian, aku menghantamnya dengan lututku sekuat tenaga. "Kalian ini manusia atau bukan? Kenapa kalian tega menghancurkan putriku! Kenapa bajingan seperti kalian nggak mati saja!"

Para polisi di sampingku terkejut dengan gerakanku yang cepat. Saat darah Alfred menetes, mereka baru maju untuk menghentikanku.

Setelah kupukul, Alfred menyimpan ekspresinya yang sombong sambil menyeka bekas darah di wajahnya.

"Ayo, pukul aku lebih keras kalau kau bisa! Tahu nggak, anakmu itu mengganggu sekali waktu dia minta tolong. Makanya, kami tambah jumlah 'teman bermain' supaya dia cepat diam."

"Tadinya kami sudah mau berhenti. Kalau bukan karena putrimu meninggal, kami masih ingin cari target selanjutnya."

Perkataan Alfred membuatku semakin emosi. Aku berteriak melepaskan diri dari cengkeraman polisi dan berlari ke arahnya. Dia tidak menghindar sama sekali.

Namun, tiba-tiba sebuah sentakan listrik mengenai pinggangku. Tubuhku menjadi kaku dan aku terjatuh tak berdaya. Aku menggertakkan gigi dan mencoba untuk bangkit, tapi tidak ada tenaga yang tersisa.

Aku tidak boleh tumbang sekarang. Putriku, Lili, masih menungguku ....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir
8.0
Saat menjalani pengambilan sel telur ketiga untuk bayi tabung, sang istri harus berjuang sendiri karena suaminya, Johannes, beralasan lembur. Tengah malam, ia terbangun dengan tubuh membengkak parah dan kesulitan bernapas. Dalam kondisi kritis, ia menghubungi Johannes. Namun, teleponnya justru diangkat wanita asing bersuara mesra. Keadaan kian mencekam saat terdengar suara cambukan dan erangan sebelum panggilan terputus, mengungkap misteri kelam di balik pernikahan mereka.
Sampul Novel Genius Liar
9.5
Indira Gianina mulai mencurigai Raefal Shahreza, suaminya yang pandai bersilat lidah. Ketika pengkhianatan Raefal terbongkar, Indira menghadapi pilihan sulit: bertahan demi sang buah hati atau mengakhiri pernikahan mereka. Sebagai istri yang kuat, ia enggan tinggal diam. Indira bertekad menyingkap seluruh kepalsuan suaminya dan menunjukkan harga dirinya di depan selingkuhan sang suami. Inilah kisah perjuangan seorang istri demi menjaga kehormatan keluarganya.
Sampul Novel Ipar adalah Maut Pernikahan
9.6
Dian terjebak dalam hubungan terlarang bersama Raihan, pria yang terkunci dalam pernikahan dingin. Walau terus dirongrong rasa bersalah pada suaminya, Galih, serta Laras yang merupakan sahabatnya, ia tak berdaya untuk lepas. Niat Dian untuk menjauh justru memicu obsesi Raihan yang makin menjadi. Keadaan kian genting saat Laras tiba-tiba mendatangi kamar Dian. Kini, rahasia kelam ini mengancam menghancurkan nama baik, persahabatan, dan seluruh masa depan Dian.
Sampul Novel PESUGIHAN BONDHO TURAH
8.6
Hancurnya jalan ke Desa Kayu Dawung memicu rentetan peristiwa kelam akibat keserakahan, kedengkian, dan sihir. Di balik akses yang rusak itu, takdir mempertemukan jiwa-jiwa serta entitas roh yang sebelumnya asing satu sama lain. Kisah panjang ini mengupas tuntas sisi gelap ketamakan manusia yang berpadu dengan rumitnya misteri cinta. Perpaduan tersebut pada akhirnya menciptakan jalinan nasib yang tidak terduga bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya.
Sampul Novel Pijat Tunanetra Kapal Pesiar
8.8
Kapal pesiar mewah Lautan menyimpan rahasia gelap setiap tahun baru, di mana deretan terapis tunanetra dihadirkan untuk melayani tamu elit. Demi menyelidiki hilangnya sang kakak, seorang wanita nekat memalsukan identitasnya sebagai pemijat buta agar bisa menyusup ke sana. Rencananya mulai goyah saat seorang pria berkuasa memilihnya dan membawanya ke kamar pribadi. Di bawah tatapan tajam sang miliarder yang menguji kebohongannya, ia harus bertahan dalam permainan berbahaya yang mengancam penyamarannya.
Sampul Novel WURAKE
8.3
Wurake adalah penganut ilmu hitam yang mengincar janin, bayi, serta ibu hamil dan nifas demi memuaskan dahaga mereka. Berbeda dengan Kuyang, sosok Wurake bisa berupa pria maupun wanita, dengan ancaman nyata yang mengintai siapa saja tanpa memedulikan umur atau gender korban. Kisah misteri berbalut horor fantasi ini merupakan karya fiksi belaka, sehingga jika terdapat kesamaan nama tokoh ataupun lokasi, hal tersebut hanyalah unsur ketidaksengajaan.