APKDock Logo
Sampul Novel Pembalasan Dendam Seorang Ayah

Pembalasan Dendam Seorang Ayah

9.3 / 10.0
Kebaikan putriku menolong orang tua ke ambulans berujung petaka di sebuah desa. Ketika aku berhasil melacak keberadaannya, ia telah meregang nyawa akibat pelecehan kejam. Kepedihan ini kian mendalam saat pelaku dibebaskan dari jerat hukum hanya karena dinyatakan mengidap gangguan jiwa. Menghadapi ketidakadilan ini, aku memilih jalan ekstrem. Aku memutuskan untuk ikut menggila dan sengaja menjadi pasien gangguan jiwa demi menuntut balas langsung kepada pembunuh putriku.

Pembalasan Dendam Seorang Ayah Bab 1

Putriku berbaik hati memapah orang tua ke ambulans.

Siapa sangka, ambulans itu menuju ke sebuah desa.

Ketika aku menemukannya, dia sudah mati karena dilecehkan.

Aku menemukan pelakunya, tetapi pelakunya dibebaskan karena menderita gangguan jiwa.

Jadi, aku juga menggila dan menjadi pasien gangguan jiwa.

Setelah menerima telepon dari polisi, aku bergegas ke desa itu secepat mungkin. Begitu turun dari mobil, aku melihat tatapan penuh belas kasihan dari para polisi di sekitarku. Merasakan firasat buruk, aku meminta istriku menunggu di dalam mobil.

Saat melangkah masuk ke rumah itu, aku melihat putriku yang dulunya ceria, kini terbaring tak berdaya di ranjang semen dengan ditutupi jaket polisi wanita yang ada di sana.

"Lili ...."

Aku tidak percaya. Dengan lembut, aku memanggilnya, berharap dia akan bangun seperti biasa dan menjawabku. Namun, tidak ada respons sama sekali.

"Lili, bangun, ayo kita pulang .... Tidur di rumah, ya?" Aku mendekat ingin menggendongnya, tapi seorang polisi mencegahku.

"Pak Johnson, kami turut berduka ...." Tanganku gemetaran saat menggenggam polisi itu sambil bertanya, "Siapa pelakunya? Cepat tangkap orang yang membunuh putriku ...."

Aku menggertakkan gigi dengan marah. Ingin sekali rasanya aku menemukan pelaku itu dan menghukumnya sekarang juga. Namun, polisi itu hanya menggeleng dan menghela napas dalam-dalam.

Katanya, hal seperti ini sudah sering terjadi di desa itu. Pelakunya ada di desa ini dan pada dasarnya, setiap orang di desa itu adalah pelakunya.

Aku bertanya kenapa polisi membiarkan mereka berbuat semena-mena? Dengan nada putus asa, polisi itu menjelaskan bahwa semua penduduk desa tersebut menderita gangguan jiwa dan mereka tidak pernah menimbulkan korban jiwa sampai sekarang.

Namun, putriku adalah pengecualian yang tragis. Dia adalah satu-satunya korban jiwa sejak desa itu dikonfirmasi sebagai desa dengan penduduk berstatus gangguan jiwa.

Aku tidak percaya dan mencengkeram kerah polisi itu. "Putriku cuma ingin membantu ... bukan untuk kehilangan nyawanya ...."

"Turut berduka ...." Polisi juga tidak berdaya menghadapi para penderita gangguan jiwa ini.

Aku tak pernah menyangka, putriku yang begitu baik hati dan lembut, harus kehilangan nyawa karena kebaikannya sendiri.

Melihat aku tak kunjung keluar, istriku juga ikut masuk ke rumah itu. Hanya dengan sekali lihat, dia bisa langsung mengenali Lili. Dia langsung pingsan karena syok.

Dengan panik, aku membawa istriku ke rumah sakit. Saat pergi, aku sempat melihat penduduk desa itu mentertawakan kami dengan wajah tanpa malu.

"Putrimu lumayan juga," kata seorang pria di antara mereka tanpa suara. Aku mencengkeram erat kemudi mobil, nyaris saja menginjak gas dan menabrak mereka. Namun, melihat istriku yang masih pingsan di sebelahku, aku akhirnya berhasil menahan diri dari melakukan tindakan nekat itu.

....

Aku tidak percaya dengan kebetulan seperti ini. Mana mungkin seluruh penduduk desa mengalami gangguan jiwa? Bagaimana mereka bisa lolos dari jeratan hukum?

Di kantor polisi, aku bertemu dengan orang yang memimpin mereka. Dengan sikap tak acuh, dia melemparkan berkas medis ke wajahku, seolah-olah yakin aku tidak bisa berbuat apa-apa padanya.

"Namaku Alfred. Ini riwayat medisku, lihat baik-baik nama yang tertera." Aku menahan amarah sambil mengepalkan tanganku. Istriku yang baru pulih dari syok, memungut berkas itu dan memastikan bahwa diagnosisnya memang gangguan jiwa. Dia tidak kuat menahan beban ini dan mulai menangis tersedu-sedu.

Tak bisa lagi menahan diri, aku langsung maju dan mencengkeram kerah Alfred. Kemudian, aku menghantamnya dengan lututku sekuat tenaga. "Kalian ini manusia atau bukan? Kenapa kalian tega menghancurkan putriku! Kenapa bajingan seperti kalian nggak mati saja!"

Para polisi di sampingku terkejut dengan gerakanku yang cepat. Saat darah Alfred menetes, mereka baru maju untuk menghentikanku.

Setelah kupukul, Alfred menyimpan ekspresinya yang sombong sambil menyeka bekas darah di wajahnya.

"Ayo, pukul aku lebih keras kalau kau bisa! Tahu nggak, anakmu itu mengganggu sekali waktu dia minta tolong. Makanya, kami tambah jumlah 'teman bermain' supaya dia cepat diam."

"Tadinya kami sudah mau berhenti. Kalau bukan karena putrimu meninggal, kami masih ingin cari target selanjutnya."

Perkataan Alfred membuatku semakin emosi. Aku berteriak melepaskan diri dari cengkeraman polisi dan berlari ke arahnya. Dia tidak menghindar sama sekali.

Namun, tiba-tiba sebuah sentakan listrik mengenai pinggangku. Tubuhku menjadi kaku dan aku terjatuh tak berdaya. Aku menggertakkan gigi dan mencoba untuk bangkit, tapi tidak ada tenaga yang tersisa.

Aku tidak boleh tumbang sekarang. Putriku, Lili, masih menungguku ....

Lanjut Membaca

Daftar Isi Pembalasan Dendam Seorang Ayah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Akibat Percaya Pekerja Magang
9.7
Ulah ekstrem seorang pekerja magang baru yang sok berhemat mulai mengacaukan kantor, mulai dari menukar hantaran klien bernilai puluhan juta dengan barang murah, hingga mematikan listrik saat lembur. Puncaknya, ia mengusulkan kerja tanpa dibayar di hari libur nasional. Saat saya memimpin penolakan demi membela rekan kerja, anak magang itu justru menuduh saya korupsi dan mendesak pemecatan saya. Anehnya, bos langsung menyetujuinya. Kini, saya menanti kehancuran perusahaan ini tanpa kehadiran saya.
Sampul Novel KANG CENDOL TERNYATA MILIARDER
8.4
Banyak orang meremehkan Irpan yang sehari-hari hanya terlihat sebagai penjual cendol biasa. Padahal, di balik kesederhanaan itu, ia adalah seorang miliarder yang menyembunyikan identitas aslinya. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Putri dalam sebuah kejadian tak terduga, memicu benih cinta di antara mereka. Akankah Putri menyadari kekayaan melimpah yang dimiliki Irpan? Mampukah Irpan terus menjaga rahasia besarnya di tengah kisah cinta mereka yang penuh kejutan?
Sampul Novel Mengemis nafkah suamiku
8.4
Ajeng Samudra menjalani pernikahan yang menyakitkan bersama Alfandra. Demi bertahan hidup, ia terpaksa mengemis nafkah kepada suaminya sendiri. Ironisnya, Alfandra justru mengutamakan finansial mantan istrinya dengan alasan anak, sembari melarang Ajeng bekerja. Di tengah tuntutan untuk hanya mengurus rumah, tekanan Ajeng kian memuncak akibat ibu mertuanya yang terus merongrong keuangan Alfandra. Kini, Ajeng terjebak dalam pusaran konflik ego dan finansial keluarga.
Sampul Novel Take Me Back to Switzerland
9.4
Demi meraih cita-cita menjadi dokter, Marsha rela menghabiskan seluruh waktunya untuk belajar demi beasiswa ke luar negeri. Dukungan orang terdekat selalu menyertai langkahnya. Sialnya, masa depan cerah yang dirancangnya hancur seketika saat ia mendapati dirinya hamil akibat satu kecerobohan. Kini, Marsha dihadapkan pada pilihan sulit untuk membeberkan rahasia tersebut. Sanggupkah ia menanggung perubahan hidup yang begitu drastis dan kembali bangkit?
Sampul Novel TARA
9.1
TARA
Bertahun-tahun Attara hidup dalam siksaan fisik dan batin oleh orang tuanya. Saat rahasia kelam masa lalunya mulai terbongkar, ia justru memilih menutup rapat kenyataan tersebut demi melindungi keutuhan keluarga yang telah membuangnya. Terjebak di antara kepedihan mendalam dan kejujuran, Tara kini berada di persimpangan jalan. Sanggupkah ia menyelamatkan dirinya dari kehancuran, ataukah rahasia yang ia sembunyikan justru akan meruntuhkan sisa hidupnya?
Sampul Novel Terjebak Cinta Mantan Buron
9.3
La Rossa, pembunuh bayaran andal, mendapat tugas mengeksekusi pewaris tunggal SKYLINE yang dikenal lumpuh dan idiot. Tak disangka, sang target ternyata menyembunyikan jati diri aslinya yang sangat berbahaya. Bukannya berhasil membunuh, La Rossa malah terjebak dan disandera oleh pria misterius itu di tempat persembunyiannya. Kini, ia dihadapkan pada dilema besar: mencari jalan untuk kabur atau justru selamanya terjerat dalam pelukan mantan buronan tersebut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan