APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pelaminan Tanpa Mempelai

Pelaminan Tanpa Mempelai

Sebagai sekuel Enam Tahun Tanpa Malam Pertama, kisah ini menyoroti kepedihan seorang wanita akibat dosa masa lalu orang tuanya. Kehidupannya hancur saat sang kekasih pergi meninggalkannya di hari pernikahan. Takdir rumit kemudian menyeretnya ke dalam ikatan rumah tangga bersama putra dari musuh bebuyutan keluarganya. Mampukah ia bertahan menghadapi pernikahan yang penuh konflik dan dilema batin mendalam ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Siwi tersentak dengan wajah membeku, saat Raka mengatakan akan membawanya ke Samarinda. Dia belum siap jika harus secepat ini berjauhan dari keluarga, terutama orang tuanya. Namun, Raka nampak bukan seorang lelaki yang mudah diajak bernegosiasi. Selepas semua tamu pulang, Raka meminta Siwi malam itu juga berkemas.

“Pekerjaanku di sini bagaimana, Mas?” tanya Siwi pada suaminya yang saat ini tengah berbaring di ranjang pengantin. Lelaki itu menatap langit-langit dengan perasaan sulit diartikan dengan sorot mata. Seperti ada yang disembunyikan, tetapi entah apa.

“Suami adalah raja dan kamu harus menurut. Tidak ada bantahan. Lekaslah berkemas dan kita terbang Ke Balikpapan besok subuh. Jangan lupa matikan lampu sebelum tidur,” pesan Raka sebelum lelaki itu berbalik memunggungi istrinya. Siwi hanya bisa menghela napas kasar dengan mata berkaca-kaca. Ini bukanlah pernikahan yang sesungguhnya. Tidak ada cinta, yang ada hanya siasat seorang Raka yang dia tidak akan pernah tahu, kapan luka itu akan digoreskannya.

Siwi mempercepat berkemas. Semua baju yang sering ia pakai, ia masukkan ke dalam koper berukuran besar dan juga sedang. Berkas pendidikan dan surat-surat penting lainnya sudah dia bawa serta. Lemari pakaian tidak sepenuhnya kosong. Siwi masih meninggalkan empat stel baju tidur batik dan juga beberapa stel pakaian dalam untuk di simpan di dalam lemari. Siapa tahu nanti dia berkunjung kembali ke rumah orang tuanya, maka tidak terlalu repot membawa banya barang. 

Setelah semua selesai, Siwi pun mencuci tangan dan ikut menyusul Raka tidur. Tidak lupa lampu kamar ia matikan terlebih dahulu. Udara malam yang dingin, seharusnya dilaluinya  bersama Zamir;calon suaminya yang kini lari entah kemana. Siwi berbaring miring ke kiri dan mendapati punggung naik turun Raka yang sudah terlelap. Inilah takdir yang harus dia jalani, menjadi istri dari seorang pria yang paling  membencinya. 

“Hati-hati di jalan ya. Jangan lupa telepon Papa begitu kalian sampai di Samarinda,” pesan Teja saat melepas kepergian putrinya bersama Raka. Siwi melepas pelukannya pada Bunda dan juga kedua adikya. Tak lupa peluk cium hangat dari Aji untuknya. “Kamu harus tetap berjaga. Jika sesuatu terjadi padamu, kabari Mas ya,” bisik Aji pada adiknya. Siwi hanya mengangguk, sambil mengusap air mata yang sudah membanjiri pipi sejak sarapan tadi.

“Jangan terlalu berlebihan! Aku bukan mau membawamu ke neraka,” tegur Raka dengan senyuman liciknya. Siwi menelan ludah, lalu menoleh pada keluarganya yang nampak tidak benar-benar siap melepas kepergiannya.

“Ayo, nanti kita ketinggalan pesawat. Mari Om, Tante, Mas, kami pamit!” Raka menarik Siwi masuk ke dalam taksi dengan tidak sabar. Lambaian tangan dari keluarganya, sebagai pertanda bagi seorang Siwi, bahwa ia harus berjuang dengan sekuat tenaga, menjadi istri yang bisa saja diabaikan oleh Raka.

“Ah … lega rasanya semua selsai sesuai rencana. Saatnya kita memulai permainan.” Raka tergelak. Tangan besarnya mencubit pipi Siwi hingga merah dan pedih. Gadis itu meringis kesakitan sambil memegangi pipi kiri yang terasa panas.

“Tidak usah takut. Aku tidak akan melukaimu dengan besi panas.” Siwi kembali mematung dengan leher teramat kaku. Apa maksud suaminya dengan permainan dimulai? Apa maksud dari ucapan besi panas? Apakah Raka akan melakukan KDRT padanya? Dengan gemetar, Siwi meremas erat rok panjang yang ia kenakan. Entah apa yang terjadi nanti, hanya satu pintanya pada Tuhan, agar selalu diberi kekuatan dan juga umur yang panjang.

Begitu turun dari taksi, Raka membawa Siwi masuk ke dalam lobi keberangkatan. Tanpa suara dan membiarkan Siwi kepayahan dengan kedua koper dan juga satu tas jinjing berukuran sedang. Raka sama sekali tidak menwarkan bantuan ataupun menoleh. Pria itu asik berjalan sendiri untuk melakukan check in.

“Tunggu di sini, aku mau membeli minum!” ujar raka pada istrinya. Siwi mengnagguk patuh, lalu duduk di seuah kursi tunggu sebelum masuk ke ruang menunggu keberangkatan. Hanay berselang sepuluh menit, Raka kembali dengan membawa satu cup minuman yang kini sedang dia nikmati. Lelaki itu hanya membeli untuk dirinya sendiri dan membiarkan Siwi tergugu dengan kelakuan Raka.

“Eh, sori. Aku hanya beli satu minuman. Kamu kalau haus, minum di pesawat saja ya,” kata Raka dengan cemooh. Lelaki itu kembali berjalan lebih dahulu, meninggalkan Siwi jauh di belakangnya.

Kening wanita itu berkerut, saat baru menyadari tujuan keberangkatannya. ‘Surabaya?’ bukannya Samarinda? Apa suaminya salah masuk terminal keberangkatan? Siwi berjalan cepat menyusul raka, maksud hati ingin memberi tahu suaminya, bahwa ini bukanlah ruang tunggu untuk keberangkatan ke Samarinda, melainkan ke Surabaya.

“Mas … tunggu! Kita salah tempat,” seru Siwi dengan napas terengah-engah menyusul suaminya. Raka yang baru saja duduk dengan nyaman di ruang tunggu, langsung menoleh pada Siwi dan melebarkan senyum mengejeknya.

“Jangan pernah percaya apapun perkataanku. Ketika aku bilang kita akan ke Samarinda, maka yang benar adalah kita akan ke Surabaya.” Raka kembali tergelak dan Siwi hanya bisa ikut duduk tak jauh dari suaminya dengan kebingungan. Apa maksud Raka sebenarnya? Siwi terus saja bermonolog.

“Aku akan membawamu ke tempat yang tidak akan pernah ada orang yang akan menemukanmu,” kata  Raka dalam hati.

Bersambung 



Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balada Sang Pemuas
9.3
Di balik citra santun yang mereka tunjukkan pada dunia, Andre dan Nadia diam-diam memendam gairah serta fantasi intim yang begitu membara. Pernikahan mereka pun beralih fungsi menjadi wadah rahasia untuk membebaskan segala hasrat terlarang yang selama ini terkekang oleh norma sosial masyarakat. Kisah ini menyoroti perjuangan sepasang kekasih dalam menjelajahi sisi terdalam diri mereka demi meraih kepuasan sejati, tanpa harus merusak batasan moral yang ada.
Sampul Novel Bukan Menantu Idaman Mama
8.6
Demi mempertahankan cintanya pada Alya, seorang pemuda berani menentang dominasi sang ibu. Mirna, sang ibu, menuntut pernikahan bisnis guna menjaga kestabilan perusahaan mereka. Ia menolak keras Alya yang merupakan seorang yatim piatu miskin. Bagi Mirna, pernikahan hanyalah alat demi keuntungan finansial. Namun, putranya menolak tunduk pada kendali keluarga dan memilih berjuang demi wanita pilihannya.
Sampul Novel Merebut Hati Suamiku
8.4
Pernikahan di lingkungan pesantren antara Kayshilla Chandra dan Aaraf Ibrahim terjadi karena perjodohan orang tua. Namun, Aaraf berterus terang belum bisa mencintai Kayshilla sebab masih mengharapkan wanita lain. Kenyataan pahit ini memaksa Kayshilla berjuang menghadapi bayang-bayang masa lalu sang suami. Di tengah badai ujian rumah tangga, sanggupkah ketulusan dan kesabaran Kayshilla mencairkan sikap dingin Aaraf demi meraih cinta seutuhnya?
Sampul Novel Michael Obsession
9.7
Michael Yates Hutomo sekian lama mengobsesi Casandra dan menunggu momen pas untuk merebutnya. Peluang itu hadir saat usaha Casandra di ambang kehancuran. Michael bersedia menolong, tetapi ia menuntut pernikahan sebagai imbalan. Demi melindungi aset keluarganya, Casandra terpaksa melepaskan sang kekasih. Walau fisiknya kini dalam cengkeraman miliarder itu, Casandra bertekad kuat bahwa hati dan cintanya tidak akan pernah bisa Michael miliki.
Sampul Novel My Home
8.9
Pernikahan dengan Orlyn adalah kebahagiaan bagi Cein, tetapi sang istri justru merasa terjebak dalam sangkar tanpa rasa cinta. Di kala Cein berjuang keras meluluhkan dinginnya hati Orlyn, bayang-bayang masa lalu yang kelam terus mengusik mereka. Tak hanya itu, Cein juga harus bertahan di tengah perjuangan melawan penyakit jantung yang menggerogoti tubuhnya. Akankah rumah tangga mereka bertahan saat pengorbanan dan rasa sakit terus menguji keteguhan hatinya?
Sampul Novel Satu-PD155
9.7
Sam tega menikahi Sinta hanya demi mendonorkan ginjal istrinya kepada Ayu, sahabat kecilnya. Sinta yang hancur karena hanya dijadikan alat medis memutuskan memalsukan kematiannya. Begitu Ayu pulih, kedok egoisnya terbongkar, membuat Sam menyesal dan menyadari cintanya pada Sinta. Lima tahun berselang, Sinta kembali sebagai sosok sukses. Penyesalan Sam sia-sia saat Ayu dipenjara akibat kejahatannya. Sam pun hidup merana, sedangkan Sinta kini bahagia bebas dari bayang-bayang masa lalu.