APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pasti Ada yang Mencintaimu

Pasti Ada yang Mencintaimu

Setelah enam tahun mendampingi Felix Darian, Silvia akhirnya mengutarakan keinginannya untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Namun, Felix menolaknya dengan canggung, berdalih bahwa fokus utamanya saat ini adalah mengamankan pendanaan penting bagi perusahaannya. Menanggapi penolakan tersebut dengan senyuman tenang tanpa beban, Silvia membiarkan Felix tenggelam dalam kesalahpahamannya. Felix tidak menyadari bahwa keputusan Silvia untuk menikah sudah bulat, hanya saja sosok pengantin pria yang dipilihnya bukanlah dirinya.
Bab
Bagikan

Bab 5

[Silvia, seberapa pun kamu ingin menikah, kamu nggak bisa memaksa orang menikah, 'kan?]

[Apa kamu pikir dengan membeli satu gaun pengantin bisa membuat Felix ingin menikahimu?]

[Dari dulu dia sudah berjanji hanya akan menikah denganku. Kamu jangan bermimpi.]

Dalam perjalanan, aku menatap pesan WhatasApp dari Yoana dengan rasa lelah yang menumpuk.

Aku menyetir keliling Kota Jawan selama berjam-jam, sampai lewat tengah malam. Angin yang dingin menusuk ke tulang. Baru setelah benar-benar menggigil, aku pulang ke rumah.

Yang mengejutkan, lampu rumah menyala terang benderang begitu aku membuka pintu.

Felix yang duduk di sofa langsung berdiri menyambutku. "Kenapa kamu baru kembali malam sekali?"

"Aku pergi jalan-jalan," jawabku.

Aku akan segera pergi, jadi aku ingin menatap kota tempatku hidup selama bertahun-tahun ini sekali lagi untuk sedikit lebih lama.

Felix mengangguk, lalu hendak memelukku. Aku tanpa sadar mundur selangkah.

Kening Felix tampak berkerut halus. "Apa kamu masih marah?"

"Tadi siang aku sudah mengatakan hal yang kasar. Kalau kamu nggak mau bekerja, kamu nggak perlu bekerja, oke?"

"Asal kamu bahagia. Itu lebih penting dari segalanya."

Mendengar kata-kata Felix, aku hanya menundukkan kepala. Ada sedikit ironi di mataku, tetapi aku tidak ingin memperpanjang masalah. "Beberapa hari lagi adalah ulang tahunmu. Apa kamu sudah ada rencana?"

Sebelum pergi tadi pagi, aku sempat melihat kalender. Aku baru sadar kalau sehari sebelum tanggal yang aku rencanakan untuk pergi adalah hari ulang tahunnya.

Itu juga adalah hari jadi kami.

"Tentu saja aku akan pulang untuk merayakannya berdua denganmu."

Felix mengulurkan tangan untuk meraihku dengan hati-hati. Saat dia melihat aku tidak menolak, barulah dia terlihat benar-benar merasa tenang. Dia memelukku, lalu bergumam, "Silvia, aku selalu merasa belakangan ini kamu tampak berubah."

"Kamu terlalu banyak berpikir," balasku.

Aku perlahan-lahan melepaskan diri dari pelukannya. "Aku kedinginan, aku mau mandi."

Dulu, Felix pasti akan langsung sadar kalau seluruh tubuhku sedingin es.

Sekarang, aku bahkan tidak yakin siapa yang sebenarnya sudah berubah.

"Oh ya, kenapa sikat gigi dan gelas kumurku nggak ada?"

Felix tiba-tiba bertanya dari belakang.

Aku menundukkan pandanganku.

Di rumah ini, yang hilang bukan cuma dua barang itu.

Namun, perhatiannya juga sudah lama pergi.

Wajar saja kalau dia tidak menyadarinya.

Aku menjawab dengan acuh tak acuh, "Perlengkapan mandi itu harus diganti secara rutin. Di lemari kamar mandi masih ada yang baru."

Aku masuk ke kamar untuk mandi.

Ponsel yang ada di atas kasur terus berbunyi.

Begitu keluar, aku lagi-lagi melihat pesan dari Yoana.

Sore tadi dia sempat mengirimkan pesan bernada provokatif, tetapi aku tidak berniat membalasnya.

Namun, dia jelas tidak berniat untuk berhenti.

Pesannya terus masuk, satu per satu.

Saat melihat aku tidak membalas, dia malah mengirimkan tangkapan layar.

Itu adalah obrolannya dengan Felix.

Pesan itu bukan hanya dari dua bulan terakhir.

Ada yang dari setahun, bahkan dua tahun lalu.

Sebagian besar, pesan itu adalah pesan satu arah dari Felix.

[Yoana, aku mengikuti saranmu. Aku punya pacar sekarang. Dia sangat baik, senyumnya mirip denganmu.]

[Yoana, tiap kali aku bersama dengannya, rasanya seperti kembali ke masa-masa kita nggak terpisahkan dulu.]

[Yoana, bagaimana kabarmu akhir-akhir ini? Semalam aku bermimpi tentangmu. Aku sangat merindukanmu.]

[Yoana, aku mungkin akan menikah. Aku nggak bisa mengecewakannya.]

[Dia sudah menemaniku melalui banyak kesulitan selama bertahun-tahun ini. Semua yang aku punya sekarang, karier yang sukses, mobil, rumah di Kota Jawan, semua adalah berkat dia ....]

Setelah mengirimkan pesan-pesan itu, Yoana akhirnya mulai membalas.

Begitu tahu Felix membeli dua apartemen di pusat Kota Jawan, bahkan salah satunya sedang direnovasi menjadi unit mewah, mereka langsung saling jatuh cinta.

Pesan mereka berubah menjadi obrolan manis sehari-hari.

Aku tahu dengan baik bahwa setiap kali Felix pulang mabuk dari jamuan kerja, aku akan bangun pagi-pagi, memasakkan bubur untuknya. Namun, apa yang dia lakukan? Dia mengambil foto, mengirimkannya ke Yoana.

[Pagi ini aku makan bubur. Bagaimana dengamu?]

Ketika pohon lemon yang aku tanam akhirnya berbuah. Felix langsung mengirimkan foto pada Yoana.

[Lihat, menakjubkan bukan? Nanti kalau sudah agak besar, aku akan mengambil yang paling besar untukmu. Aku akan bawakan ke kantor untuk kamu seduh.]

Tanganku yang memegang ponsel tidak bisa berhenti gemetar.

Aku memang sudah tahu kalau aku hanya dijadikan pengganti. Namun, mengetahui sesuatu dan menyaksikan buktinya secara langsung, itu adalah dua hal yang sangat berbeda.

Meski aku baru saja mandi air hangat, tubuhku terasa dingin sampai ke tulang.

Aku ingin tertawa. Tertawa, sampai akhirnya mataku memerah.

Aku menangis bukan karena merasa dikhianati.

Namun, ini karena aku, Silvia Raider, ternyata benar-benar sudah menjadi bayangan orang lain selama bertahun-tahun.

Momen-momen manis yang aku anggap adalah milik kami, semua justru dia bagikan pada orang lain.

Aku menahan air mataku dengan paksa, lalu mengetik balasan. [Tengah malam begini bukannya tidur, tapi malah mengingat masa lalu.]

Yoana langsung membalas, [Silvia, jangan bersikap nggak tahu diri! Meskipun kamu nggak pergi, yang akan dinikahi Felix tetap adalah aku. Aku tahu kalau kamu enggan melepas perusahaan karena sebentar lagi perusahaan akan masuk ke bursa saham. Tapi karena kamu sudah membantunya membangun perusahaan, aku akan memberimu saran untuk sadar diri. Nanti aku akan menyuruhnya memberimu uang pesangon 200 juta.]

[Lagi pula, begitu kamu meninggalkan Felix, kamu nggak akan bisa mendapatkan pria sekaya dia lagi.]

Dua ratus juta.

Entah apakah itu cukup untuk membayar biaya satu meja pesta pernikahan Keluarga Quinn.

Baru saja aku selesai membaca pesan itu, pintu kamar tiba-tiba didobrak terbuka.

"Silvia, kenapa kamu menjual jam tangan yang aku berikan padamu?" tanya Felix.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Digoda Gairah Masa Lalu
9.0
Demi mengubur memori kelam, Alicia berganti identitas menjadi Annisa. Namun, takdir mempertemukannya lagi dengan Palma, pria masa lalu sekaligus ayah kandung anak sulungnya. Kemunculan Palma memicu kemarahan sang istri, Dewi. Di tengah konflik yang memanas, Annisa justru memilih Radit sebagai pasangan hidupnya. Menjelajahi Bandung hingga Mesir, keteguhan hati mereka diuji. Akankah godaan masa lalu meruntuhkan kesetiaan, atau ketulusan cinta Radit yang menjadi pemenang?
Sampul Novel Dua Tahun, Tapi Dia Pilih yang Polos
8.0
Dua tahun dihabiskan demi memuaskan sang kekasih, Aidan Jace, bahkan sampai berjuang lulus kuliah lebih cepat demi janji pernikahan. Namun, pengkhianatan pahit terungkap di sebuah bar saat Aidan meremehkan kesetiaan tersebut di depan teman-temannya dan memuji gadis lain yang dianggap lebih polos. Rasa sakit hati ini memicu keputusan besar untuk berbalik arah. Tanpa ragu, sebuah proyek rahasia negara diambil demi mendedikasikan sisa hidup sepenuhnya untuk bangsa, meninggalkan masa lalu yang sia-sia.
Sampul Novel JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN
9.3
Tiga tahun menjadi asisten detektif Arsen dalam misi berbahaya, Leina diam-diam mencintainya. Namun, Arsen selalu menolak perasaan itu karena jurang usia dan ancaman musuh yang mengintai pekerjaan mereka. Meski terluka oleh sikap dingin sang detektif, Leina enggan menyerah. Bahaya kini mengancam saat para musuh mulai mengincar Leina untuk menjatuhkan Arsen. Akankah Arsen tetap menjauh demi melindunginya, atau justru menyerah pada cinta?
Sampul Novel Modern maid
9.5
Kisah cinta modern ini menyoroti lika-liku hubungan asmara yang terhalang oleh jurang status sosial. Perasaan cinta yang tumbuh di hati seorang asisten rumah tangga terhadap majikannya memicu konflik batin yang mendalam. Di bawah bayang-bayang tuntutan sosial dan pandangan miring lingkungan sekitar, kesetiaan mereka diuji. Mereka harus menghadapi dilema berat dan pengorbanan besar demi memperjuangkan akhir bahagia yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Sampul Novel Pewaris yang Ingin Mereka Singkirkan
9.1
Maya, mantan pewaris manja, dijebak oleh tunangan dan putri kandung keluarganya hingga dipenjara empat tahun. Usai bebas, ia menikah dengan Karel, pria yang dicap sampah masyarakat. Namun, dunia terkejut saat Maya mengungkap rahasianya sebagai peretas jenius dan ahli perhiasan. Saat keluarganya memohon ampun, Karel ternyata adalah pengusaha legendaris yang sangat memuja istrinya. Kini, aksi balas dendam mereka dimulai.
Sampul Novel Skandal Calon Adik Ipar
8.8
Pertemuan tak sengaja di Bangkok saat urusan bisnis mengubah takdir Rafael. Setelah membantu mengurus paspor Arin yang hilang, tunangan Dhea ini malah jatuh hati pada calon adik iparnya sendiri. Arin mencoba mengubur perasaannya demi sang kakak, walau Rafael mulai goyah dengan rencana pernikahannya. Ketegangan memuncak kala Rafael nekat membatalkan pertunangan. Keputusan itu menyulut benci di hati Arin, meski ia tak kuasa membohongi cinta mendalamnya.