APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pasti Ada yang Mencintaimu

Pasti Ada yang Mencintaimu

Setelah enam tahun mendampingi Felix Darian, Silvia akhirnya mengutarakan keinginannya untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Namun, Felix menolaknya dengan canggung, berdalih bahwa fokus utamanya saat ini adalah mengamankan pendanaan penting bagi perusahaannya. Menanggapi penolakan tersebut dengan senyuman tenang tanpa beban, Silvia membiarkan Felix tenggelam dalam kesalahpahamannya. Felix tidak menyadari bahwa keputusan Silvia untuk menikah sudah bulat, hanya saja sosok pengantin pria yang dipilihnya bukanlah dirinya.
Bab
Bagikan

Bab 6

Felix masuk sambil membawa ponselnya, langsung bertanya dengan nada menekan.

Aku melirik sekilas. Memang benar itu adalah iklan yang aku unggah.

Harga yang aku tawarkan sangat rendah. Hari itu juga, jamnya langsung terjual.

Aku tersenyum, lalu mengarang cerita, "Itu bukan milikku. Bukannya Liana juga membeli sepasang jam tangan dengan suaminya? Sekarang dia ingin menggantinya dengan model yang baru, jadi dia memintaku membantu menjualkannya."

"Begitu, ya ...."

Felix tampaknya hanya setengah memercayaiku, tetapi pandangannya mulai melunak. "Silvia, akhir-akhir ini aku memang terlalu sibuk. Mungkin aku kurang perhatian pada perasaanmu. Kalau ada yang membuatmu merasa nggak senang, kamu harus mengatakannya padaku. Jangan dipendam, oke?" ujar pria itu.

Aku menundukkan kepala sambil membalas, "Baiklah."

"Setelah ibuku meninggal karena sakit tahun lalu, aku hanya memilikimu."

Felix memelukku seperti harta karun yang berharga. Nada suaranya seperti penuh janji, tetapi juga terselip rasa bersalah, "Percayalah, apa pun yang terjadi, kamu adalah orang yang paling penting untukku."

Aku percaya.

Felix.

Dulu, aku percaya dengan sepenuh hatiku.

Aku menghirup aroma samar mawar dari tubuhnya. "Ini sudah malam. Mandilah dulu, lalu istirahatlah."

"Peluk aku sebentar lagi."

Felix menolak untuk melepas pelukannya, dagunya menyentuh pucuk kepalaku. "Silvia, apa ada yang sedang mengganggu pikiranmu? Setelah aku menyelesaikan urusan beberapa hari ini, kita bisa membicarakannya."

Aku tertawa kecil.

Sibuk mengantre membeli kue untuk Yoana? Sibuk menyiapkan mobil penuh mawar sebagai kejutan?

Felix harus menyembunyikan semua ini dariku, sekaligus harus bisa menyenangkan Yoana. Pria ini memang sedang sibuk.

Dia menundukkan kepala menatapku, suaranya terdengar lembut, "Kenapa matamu merah? Apa kamu baru saja menangis?"

"Aku ...."

Baru saja aku hendak menjawab, ponselnya tiba-tiba berdering.

Begitu melihat nama penelepon, Felix langsung melepaskan pelukannya, lalu berjalan keluar sambil menerima telepon.

Entah apa yang dikatakan lawan bicaranya, tetapi wajah Felix langsung berubah.

Pada saat ini, udara begitu dingin, tetapi Felix bahkan tidak repot-repot mengambil jaket. Dia langsung berlari keluar hanya dengan kemeja tipis.

Kebiasaan selama bertahun-tahun membuatku tanpa sadar memanggilnya, "Felix!"

Namun, pria itu sama sekali tidak menggubris.

Terakhir aku melihatnya sekepanikan ini adalah waktu rumah sakit mengeluarkan pernyataan kondisi kritis untuk ibunya.

Aku berjalan ke jendela, menatap Porsche hitamnya melaju menembus gelap malam.

Telingaku seakan masih bisa mendengar kalimatnya barusan, "Silvia, kamu adalah orang yang paling penting untukku."

Namun, itu tidak penting lagi sekarang.

Selama beberapa hari berikutnya, aku sangat sibuk.

Aku akan pergi dari sini. Jadi, orang-orang yang perlu aku temui harus aku datangi satu per satu.

Malam itu, aku memegang spidol, menatap kosong sejenak, lalu akhirnya mengguratkan satu garis lagi di kalender.

Besok adalah hari ulang tahun Felix.

Itu juga hari terakhirku di kota ini.

Setelah memesan kue ulang tahun untuk Felix, aku menggunting semua foto kami bersama yang tergantung di dinding, lalu membuangnya ke tempat sampah.

Segala hal yang berkaitan denganku di rumah ini sudah benar-benar dibersihkan.

Mungkin karena beberapa hari ini aku telat meminum obat, aku terbangun pagi-pagi dengan sakit perut yang luar biasa.

Ketika mendirikan perusahaan dulu, hanya ada aku dan Felix yang bekerja di sana.

Kami begitu sibuk sampai harus makan dan tidur di kantor.

Demi membela Felix di depan ayahku, sejak lulus kuliah aku tidak lagi meminta uang sepeser pun dari rumah.

Saat modal usaha tersendat, satu bungkus mi instan akan kami bagi dua untuk menghemat uang.

Di malam hari, kami masih harus menghadiri jamuan bisnis.

Felix memiliki toleransi alkohol yang rendah, jadi sebagian besar alkohol masuk ke perutku.

Pernah sekali aku sampai terkena perforasi lambung karena minum alkohol. Dokter bahkan memarahi Felix habis-habisan. Pria itu menjagaku di rumah sakit. Mata pria yang tingginya lebih dari 180 sentimeter itu tampak memerah seperti anak kecil.

Dia berkata aku sudah terlalu banyak menderita karena mengikutinya.

Dia juga berkata bahwa Felix Darian tidak akan mengecewakan Silvia Raider seumur hidupnya.

Sekarang aku sadar.

Janji itu hal yang bahkan belum tentu bisa dipercaya bahkan saat diucapkan.

Aku bangun dari tempat tidur sambil memegangi perutku. Setelah memakan sepotong roti tawar, aku meminum obat.

Namun, efek obatnya relatif lambat. Rasa sakitku malah menjadi makin parah. Aku meringkuk di sofa dengan keringat dingin yang terus keluar.

Aku mengeluarkan ponsel dengan susah payah untuk menelepon Felix.

Tidak ada yang menjawab.

Sepertinya Felix memang sangat sibuk.

Bahkan dia tidak punya waktu untuk menjawab satu panggilan dari pacarnya.

Aku baru tahu betapa sibuknya Felix beberapa hari ini saat Liana meneleponku.

Katanya Felix sudah beberapa hari tidak masuk kantor.

Proyek masih belum selesai dikerjakan, banyak dokumen yang menunggu ditandatangani.

Liana bahkan mulai merasa cemas. "Silvia, meski dia sudah terobsesi dengan cinta, apa kamu juga ikut terobsesi? Meski kalian sibuk mengurus pernikahan sekali pun, jangan melupakan urusan kantor! Tolong bujuk Felix, suruh dia cepat kembali ke kantor!"

"Oh ya, aku dengar minggu depan Pak Steven dari Perusahaan Investasi Rowan akan menggelar pernikahan. Felix harus mencari cara untuk mendapatkan undangan itu. Dia harus pergi ke Kota Bana untuk berkenalan, lalu mengambil hatinya. Asalkan Steven Quinn setuju, penawaran kita pasti akan aman."

"Tunggu."

Sebenarnya aku sudah setengah linglung karena sakit yang menyiksa. Namun, begitu mendengar kalimat terakhir, aku langsung tersentak. "Siapa nama orang dari Perusahaan Investasi Rowan yang kamu katakan tadi?"

"Steven Quinn!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Digoda Gairah Masa Lalu
9.0
Demi mengubur memori kelam, Alicia berganti identitas menjadi Annisa. Namun, takdir mempertemukannya lagi dengan Palma, pria masa lalu sekaligus ayah kandung anak sulungnya. Kemunculan Palma memicu kemarahan sang istri, Dewi. Di tengah konflik yang memanas, Annisa justru memilih Radit sebagai pasangan hidupnya. Menjelajahi Bandung hingga Mesir, keteguhan hati mereka diuji. Akankah godaan masa lalu meruntuhkan kesetiaan, atau ketulusan cinta Radit yang menjadi pemenang?
Sampul Novel Dua Tahun, Tapi Dia Pilih yang Polos
8.0
Dua tahun dihabiskan demi memuaskan sang kekasih, Aidan Jace, bahkan sampai berjuang lulus kuliah lebih cepat demi janji pernikahan. Namun, pengkhianatan pahit terungkap di sebuah bar saat Aidan meremehkan kesetiaan tersebut di depan teman-temannya dan memuji gadis lain yang dianggap lebih polos. Rasa sakit hati ini memicu keputusan besar untuk berbalik arah. Tanpa ragu, sebuah proyek rahasia negara diambil demi mendedikasikan sisa hidup sepenuhnya untuk bangsa, meninggalkan masa lalu yang sia-sia.
Sampul Novel JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN
9.3
Tiga tahun menjadi asisten detektif Arsen dalam misi berbahaya, Leina diam-diam mencintainya. Namun, Arsen selalu menolak perasaan itu karena jurang usia dan ancaman musuh yang mengintai pekerjaan mereka. Meski terluka oleh sikap dingin sang detektif, Leina enggan menyerah. Bahaya kini mengancam saat para musuh mulai mengincar Leina untuk menjatuhkan Arsen. Akankah Arsen tetap menjauh demi melindunginya, atau justru menyerah pada cinta?
Sampul Novel Modern maid
9.5
Kisah cinta modern ini menyoroti lika-liku hubungan asmara yang terhalang oleh jurang status sosial. Perasaan cinta yang tumbuh di hati seorang asisten rumah tangga terhadap majikannya memicu konflik batin yang mendalam. Di bawah bayang-bayang tuntutan sosial dan pandangan miring lingkungan sekitar, kesetiaan mereka diuji. Mereka harus menghadapi dilema berat dan pengorbanan besar demi memperjuangkan akhir bahagia yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Sampul Novel Pewaris yang Ingin Mereka Singkirkan
9.1
Maya, mantan pewaris manja, dijebak oleh tunangan dan putri kandung keluarganya hingga dipenjara empat tahun. Usai bebas, ia menikah dengan Karel, pria yang dicap sampah masyarakat. Namun, dunia terkejut saat Maya mengungkap rahasianya sebagai peretas jenius dan ahli perhiasan. Saat keluarganya memohon ampun, Karel ternyata adalah pengusaha legendaris yang sangat memuja istrinya. Kini, aksi balas dendam mereka dimulai.
Sampul Novel Skandal Calon Adik Ipar
8.8
Pertemuan tak sengaja di Bangkok saat urusan bisnis mengubah takdir Rafael. Setelah membantu mengurus paspor Arin yang hilang, tunangan Dhea ini malah jatuh hati pada calon adik iparnya sendiri. Arin mencoba mengubur perasaannya demi sang kakak, walau Rafael mulai goyah dengan rencana pernikahannya. Ketegangan memuncak kala Rafael nekat membatalkan pertunangan. Keputusan itu menyulut benci di hati Arin, meski ia tak kuasa membohongi cinta mendalamnya.