APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PAK DOSEN

PAK DOSEN

Ayumi Larasati dan dosennya, Reza Syahrial, terpaksa menjalani pernikahan rahasia demi memenuhi perjodohan keluarga. Kehidupan kampus mereka menjadi penuh tekanan karena harus menyembunyikan status sebagai suami istri. Terlebih lagi, Ayumi dilarang berpacaran oleh orang tuanya, sedangkan Reza masih dibayangi trauma masa lalu. Di tengah konflik pribadi dan tuntutan profesionalitas, mampukah keduanya menjaga rahasia besar ini agar tidak terbongkar ke publik?
Bab
Bagikan

Bab 2

Ayu POV

"Acara akad nikahnya harus segera digelar. Untuk resepsi bisa ditunda dulu sampai Ayu lulus kuliah," ucap Mama kepada calon ibu mertua gue. Keduanya sangat asik sampai mengabaikan pendapat gue.

And here i am...

Duduk manis di dalam kamar menunggu Pak Reza selesai mengucap akad nikah di depan Papa dan penghulu. Siger sunda menjadi tema yang gue pakai karena keluarga besar gue asli sunda sedangkan keluarga besar Pak Reza aslin Yogyakarta.

Meski terpaksa menikah dengan pilihan orang tua gue kira gue ngga akan deg degan dan ngga bisa tidur malemnya. Ternyata gue sepanik itu menghadapi hari ini.

Mama gue yang paling panik karena tahu anaknya punya kantong mata yang besar. Beruntungnya gue punya MUA yang bisa mengcover kekurangan di muka gue dengan apik.

Segala pujian dilontarkan ke gue karena gue pangling banget dan keinget waktu puluhan tahun lalu Mama nikah sama Papa.

"Geulis pisan si neng. Janten inget si Mama basa nikah. Meni mirip pisan," ucap Uwa Odah, kakaknya Mama. (Cantik banget si neng. Jadi inget Mama waktu nikah.)

"Nuhun Wa."

"Sing janten kulawarga anu sakinah, mawaddah sareng warohmah ya neng." Aku mengaminkan doa yang baik-baik. (Semoga jadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah ya neng.)

"Saur si Mama tos akad neng langsung di candak ku si Aa na ka bumi si Aa nya." (Kata si mama sehabis akad neng langsung di bawa si Aa ke rumahnya ya.)

"Muhun Wa. Si Mama jeung si Papa sih nu miwarang. Soalnya Ibu mertua nyalira di bumi. Pan Bapak tos teu aya janten meh aya batur di bumi cenah. Padahal neng mah hoyong tinggal didieu sareng mama papa," ucap ku murung.

(Iya Wa. Si Mama sama si Papa sih yang nyuruh. Soalnya Ibu mertua sendirian di rumah. Kan Bapak mertua udah ngga ada jadi biar ada temen dirumah katanya. Padahal neng mah pengennya tinggal disini sama Mama Papa.)

"Ari tos nikah mah neng wayah na kedah ngiring kemana suami nyandak. Teu kenging alim di candak da tos kewajiban isteri kedah ngiring kamana suami angkat." (kalau udah nihah sudah seharusnya ngikut kemana suami bawa. Ngga boleh menolak karena sudah kewajiban isteri ngikut kemana suami pergi.)

"Muhun wa." (Iya Wa)

Disaat tengah menunggu, tiba-tiba hape gue berdering. Gue langsung mengangkat telepon dari Fitri.

"Iya Fit. Kenapa?"

"Yu, elo dimana? Jam segini kok belum nongol," ucap Fitri terdengar was was.

"Gue masih dirumah Fit. Kenapa?"

"What!! Elo masih tanya kenapa?! Gila lo ya. Elo mau mati apa di jam pelajarannya Pak Eza. Buruan datang!"

Gue menggigit bibir bawah gue. "Gue ngga bisa datang ke kampus Fit. Sorry."

"Hah?! Kok dadakan sih. Tahu gitu kan gue ikutan bolos."

"Panjang ceritanya. Udah dulu ya bye."

Gue memutus sambungan telepon karena salah seorang WO mengabarkan kalau Pak Reza dan rombongan keluarganya sudah tiba dirumah. Saat ini Fitri pasti sedang ngambek-ngambek ngga jelas karena obrolannya terputus. Tapi apa mau dikata saat ini gue lagi ngga bisa ngobrol lama.

Ya.

Gue lagi menunggu Pak Reza mengucap ijab kabul di hadapan Papa, penghulu dan para saksi. Bisa di lihat dari layar televisi Pak Reza tegang banget.

"Sah."

"Alhamdulillah," seru sodara-sodara yang menemani gue di dalam kamar. Ya. Ayumi Larasati kini telah resmi menjadi isteri Reza Syahrial yang notabene dosen killernya di kampus.

Sial! Gue mewek!

Gue menyeka air mata yang meluncur begitu saja. Gue ngga tahu kenapa gue nangis. Apakah gue menangis bahagia karena telah menikah atau menangis sedih karena kehidupan bebasnya akan terenggut oleh kewajiban yang harus ia jalankan sebagai seorang isteri.

- POV Ayu End -

***

Entah sudah berapa kali dirinya seharian ini menghela nafas berat. Pernikahan Ayu dan Eza hanya di gelar sederhana saja. Tidak ada resepsi dan mengundang banyak tamu undangan melainkan hanya akad nikah yang dihadiri oleh kedua keluarga besar saja.

Pasca akad nikah, hari itu juga Ayu di boyong ke rumah orang tua Eza. Barulah disitu Ayu menangis sedih karena harus tinggal berjauhan dengan kedua orang tuanya. Maklumlah Ayu anak bungsu cewek satu-satunya. Kedua kakak laki-lakinya sudah menikah dan tinggal terpisah dengan orang tua.

Eza membawa Ayu ke rumahnya karena Ibunya sudah sepuh dan butuh teman untuk mengobrol. Apalagi Ayu adalah menantu wanita pertama dirumah mereka. Ayu mau ngga mau manut sama Eza yang kini sudah jadi suaminya.

Mamanya selalu mengingatkan kalau apapun yang terjadi, Ayu harus mendengarkan ucapan suaminya dan tidak boleh membangkang.

"Masih belum kelar nangisnya?" ucap Eza dengan santainya setelah keluar dari kamar mandi.

Ayu menatap tajam pria menyebalkan di hadapannya. "Belom lah. Siapa yang bikin aku mewek kayak gini!"

"Kamu lah masa aku."

"Kamu tahu! Kenapa harus langsung pisah sama papa mama sih! Aku mau tinggal sama mereka."

"Sana pulang. Tapi jangan kaget kalo papa mama masuk rumah sakit gara-gara anaknya di cerai karena keluar dari rumah suami tanpa ijin."

Ayu mencebik kesal. "Ngancem mulu maennya!" Ia memilih masuk kamar mandi dan segera mendinginkan kepalanya yang sedari tadi panas.

"Awas lu ye. Jangan harap minta hak sebagai suami!"

Tiga puluh menit kemudian Ayu keluar dari sana sudah lengkap mengenakan pakaian tidur bermotif winnie the pooh. Rambutnya yang panjang tergerai agak basah.

Eza yang tengah membuka laptop sontak tertawa melihat pakaian tidur yang dikenakan oleh isterinya di dalam pengantin mereka.

"Ngapain elo ketawa. Emang ada yang lucu!"

"Dasar bocil bocil!"

"Bodo!"

Ayu melirik ranjang dan sofa bed dikamar. Ia bingung mau tidur dimana. "Jangan tidur di ranjang. Sono tidur di sofa aja. Geli aku lihatnya," ucap Eza yang kembali memeriksa pekerjaannya.

Ayumi mengambil bantal, guling dan juga selimut dari lemari pakaian. Ia merebahkan tubuhnya di sofa. Lagi lagi Eza menyindirnya.

"Kasihan amat sih itu Winnie The Pooh. Salah apa itu Winnie the Pooh dipake kamu."

"Berisik!!"

Ayu melempar bantal kecil ke arah suaminya. Eza berhasil menghindar. Tawanya semakin kencang dan itu membuat Ibu mertuanya mengetuk pintu kamar mereka.

"Mampus lu. Ibu datang!"

"Sana bukain pintu."

"Kok aku sih. Kamu aja yang buka."

"Kamu lebih dekat sama pintu. Udah bukain cepet!"

Ayu mendengkus. Ia melangkah ke pintu dan membuka pintu kamar untuk mertuanya.

"Iya Bu. Ada apa?"

"Kalian ngga lagi berantem kan? Dari bawah ibu denger kalian kayak lagi berantem," ucap Dewi.

"Hah? Berantem? Ngga kok Bu. Mas Eza jahilin Ayu mulu dari tadi." Ayumi memberengut kesal.

"Oalah... Ibu kira kalian lagi cek cok." Dewi menatap putranya. "Mbok ya jangan di jahili terus toh bojo ne Mas. Nanti kalau Laras ndak kerasan disini piye cubo? Ibu ndak punya temen ngobrol nanti."

Laras adalah nama panggilan Dewi untuk mantu perempuannya.

"Iya Bu. Ngga akan."

"Ya sudah. Kalian cepat istirahat. Besok kalian harus kembali ke kampus kan."

"Iya bu. Ibu juga selamat istirahat."

Dewi tersenyum. Ayumi menutup pintu kamar dan kembali ke sofa. Ia memunggungi suaminya dan tak lama ia pun terlelap ke alam mimpi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Lain Hanyalah Tamu
8.7
Tujuh kali menikah dan diceraikan oleh pria yang sama demi wanita lain membuat perasaan wanita ini mati rasa. Dari mencoba mengakhiri hidup hingga belajar pergi tanpa suara, ia telah melewati semua kepedihan. Kini, saat kekasih lama suaminya kembali, ia memilih menyodorkan surat cerai atas inisiatif sendiri. Sang suami mengira ini hanyalah bagian dari siklus pernikahan kembali yang biasa mereka lakukan, tanpa menyadari bahwa kali ini istrinya benar-benar pergi selamanya.
Sampul Novel Bukan Takdirku Mati Dalam Api
9.7
Hidup Gita hancur setelah dikhianati Dzaki, kekasih yang memanfaatkannya demi Rosa. Selain merampas karya desainnya, mereka tega meracuni Gita dan membakarnya di dalam villa. Beruntung, ia selamat, memalsukan kematiannya, lalu kabur ke Milan. Tiga tahun kemudian, Gita kembali ke Jakarta memakai identitas baru sebagai desainer top bernama Gia. Saat Dzaki syok melihat kemiripannya, Gita pun memulai rencana balas dendam matang terhadap para pengkhianat tersebut.
Sampul Novel Cinta Beda Usia
9.8
Mengisahkan kehidupan seorang janda yang mendadak berubah pada suatu malam. Saat terbangun dalam kondisi setengah sadar untuk pergi ke kamar mandi, langkahnya terhenti di depan kamar anak laki-lakinya yang telah menginjak usia 18 tahun. Pintu kamar tersebut tampak sedikit terbuka, menyisakan celah kecil. Dari dalam ruangan itu, ia sayup-sayup mendengar suara napas yang terengah-engah, memicu rasa ingin tahu sekaligus kecemasan mendalam tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Sampul Novel Harga Simpanan Sembilan Belas Tahunnya
9.7
Lima tahun pernikahan membuatku percaya Christoper Wijaya telah berubah. Nyatanya, saat ayahku sekarat membutuhkan donor sumsum tulang, dia malah sibuk menemani selingkuhannya, Iris, hingga ayahku berpulang. Demi melindungi perempuan itu, Christoper tega menumbalkanku dalam berbagai situasi berbahaya dan merampas warisanku. Begitu aku memutuskan pergi dan menuntut cerai, dia yang tidak tahu kematian ayahku malah mengirim pesan soal donor. Pengkhianatan ini telah dimaafkan.
Sampul Novel Om Duda and Me
8.0
Azalea, seorang siswi SMA yang memikat, memendam rasa pada Kenzo, duda kaya sekaligus paman sahabatnya. Sejak kepergian sang istri saat melahirkan anak mereka, miliarder itu memilih menutup diri dari cinta. Perbedaan usia yang membentang lebar tidak menyurutkan niat Azalea untuk mendekati Kenzo. Ia bertekad meruntuhkan sikap dingin pria tersebut dan mengusik hidupnya yang tenang. Mampukah keteguhan hati gadis muda ini mencairkan kebekuan sang duda?
Sampul Novel Pelecehan Yang Menjadi Obsesi (Aku Dan Suami)
7.9
Rumah tangga Angga dan Ratih awalnya sangat harmonis dan bergelimang materi bersama putri mereka. Namun, kebahagiaan keluarga kecil ini hancur seketika saat rumah mereka disatroni pencuri. Tak sekadar menjarah harta, penyusup tersebut juga memaksa mereka melakukan tindakan di luar batas. Insiden tragis malam itu tidak hanya menyisakan trauma berat, tetapi juga memicu obsesi psikologis yang berbahaya. Akankah pernikahan mereka mampu bertahan setelah melewati malam kelam tersebut?