APKDock Logo
Sampul Novel Bukan Takdirku Mati Dalam Api

Bukan Takdirku Mati Dalam Api

9.7 / 10.0
Hidup Gita hancur setelah dikhianati Dzaki, kekasih yang memanfaatkannya demi Rosa. Selain merampas karya desainnya, mereka tega meracuni Gita dan membakarnya di dalam villa. Beruntung, ia selamat, memalsukan kematiannya, lalu kabur ke Milan. Tiga tahun kemudian, Gita kembali ke Jakarta memakai identitas baru sebagai desainer top bernama Gia. Saat Dzaki syok melihat kemiripannya, Gita pun memulai rencana balas dendam matang terhadap para pengkhianat tersebut.

Bukan Takdirku Mati Dalam Api Bab 1

"Kita akan mencampakkannya setelah koleksi musim panas selesai!"

Tawa Dzaki, kekasihku selama tiga tahun, terdengar jelas dari balik pilar kapal pesiar, menghancurkan duniaku dalam sekejap.

Ternyata, hubungan manis kami hanyalah skenario balas dendam demi Rosa, wanita yang memfitnahku mencuri desainnya.

Tidak cukup hanya memanfaatkanku sebagai desainer bayangan, mereka memberiku obat yang merusak organ secara perlahan.

Bahkan, mereka merencanakan kebakaran di sebuah villa untuk melenyapkan jejakku selamanya, seolah-olah itu kecelakaan tragis.

Aku mendengar Dzaki setuju untuk "memberiku pelajaran" terakhir itu dengan dingin.

Hatiku hancur berkeping-keping menyadari pria yang kucintai ternyata adalah monster yang ingin membunuhku.

Tapi aku tidak akan mati semudah itu.

Aku memalsukan kematianku di dalam kobaran api villa itu, meninggalkan cincin tunangan kami di samping mayat palsu, dan terbang ke Milan.

Tiga tahun kemudian, aku kembali ke Jakarta sebagai Gia, desainer kelas dunia yang dingin dan tak tersentuh.

Saat Dzaki menatapku di runway dengan wajah pucat pasi seperti melihat hantu, aku tersenyum miring.

"Maaf, Tuan. Anda salah orang. Gita yang bodoh itu sudah Anda bunuh tiga tahun lalu."

Permainan baru saja dimulai, Sayang.

Bab 1

Gita Hasan POV:

"Kita akan mencampakkannya setelah koleksi musim panas selesai!" Suara tawa Dzaki Rafsanjani memenuhi dek kapal pesiar mewah di Labuan Bajo. Tawa itu seperti sambaran petir yang menghantam jantungku. Aku bersembunyi di balik pilar, terhuyung, dunia berputar.

Dzaki, kekasihku, pria yang kucintai selama tiga tahun terakhir, sedang tertawa terbahak-bahak bersama teman-temannya. Ia memegang segelas sampanye, matanya berbinar, tapi bukan karena cinta padaku. Bukan karena ulang tahun ketiga hubungan kami, yang seharusnya kami rayakan malam ini.

Aku melihat tatapan kosong di matanya. Hanya kegembiraan semu, seperti topeng yang ia kenakan. Apakah aku berhalusinasi? Apakah kelelahan karena mendesain koleksi busana Rosa Cokrohadisuryo selama berbulan-bulan tanpa henti membuat pikiranku kacau?

"Gita benar-benar bodoh," Arbi, sahabat Dzaki, menimpali. Ia tergelak, "Dia pikir kita benar-benar mendukungnya? Dia pikir Dzaki mencintainya?"

Jantungku mencelos. Kata-kata itu menancap, menusuk, merobek.

"Tentu saja," Rosa, dengan suara manja yang selalu membuatku muak, menambahkan. "Dia sangat naif. Begitu mudah dimanipulasi."

Manipulasi. Kata itu menggema di kepalaku. Tenggorokanku tercekat. Keringat dingin membasahi punggungku.

"Ingat saat dia mencuri desainku waktu kuliah?" Rosa melanjutkan, dengan nada seolah-olah mendongeng. "Hancur debutku. Tapi karma itu nyata, Gita, kan?"

Mencuri desain? Fitnah itu lagi. Aku tidak pernah mencuri apapun! Aku yang selalu menjadi bayangan, bekerja keras agar Rosa bersinar.

"Dan Dzaki, pahlawanku," Rosa mendesah manja, "Dia bersumpah akan membalas dendam untukku. Membuatnya jatuh cinta, menghancurkan kariernya, lalu membuangnya."

Dunia terasa runtuh. Udara menipis. Mual menyerang, perutku bergejolak hebat. Aku mencengkeram pilar, berusaha agar tidak jatuh. Ini nyata. Ini bukan halusinasi.

Dzaki. Kekasihku. Pria yang selalu kuanggap sempurna. Dengan senyumnya yang menawan, tatapan mata penuh perhatian, sentuhan lembut yang melumpuhkanku. Semuanya palsu. Setiap kata manis, setiap janji, setiap ciuman. Sebuah kebohongan yang dirangkai sempurna.

Aku mengingat malam pertama kami. Dia memegang tanganku, menatapku dalam-dalam, mengatakan aku adalah wanita paling tulus yang pernah ia temui. Aku begitu bahagia, begitu buta. Aku memberikan segalanya, cinta dan bakatku, semua demi dia. Aku rela menjadi desainer bayangan Rosa, karena Dzaki bilang itu untuk mendukung "karier masa depan kita".

"Dia percaya semua omong kosongku," suara Dzaki terdengar lagi, dipenuhi ejekan. "Percaya bahwa aku mendukung mimpinya, padahal aku hanya memanfaatkannya untuk Rosa. Dia bahkan menolak tawaran beasiswa ke Milan demi aku."

Tawaran beasiswa ke Milan. Impian seumur hidupku. Impian yang kukubur dalam-dalam demi Dzaki, demi "cinta" yang ia janjikan.

Jadi, semua ini adalah jebakan. Aku hanyalah pion dalam permainan balas dendamnya. Alat untuk membalas Rosa, yang dia anggap adiknya. Rosa, yang memfitnahku mencuri desainnya di kampus, menghancurkan debutnya. Rosa, yang menangis dan memutarbalikkan fakta di depan Dzaki. Dan Dzaki, yang buta karena kedekatan masa kecil, percaya pada setiap kebohongan Rosa.

Aku merasa remuk. Lebih dari sekadar patah hati. Jiwaku hancur berkeping-keping. Aku merasa seperti lelucon, badut yang menari di atas panggung yang Dzaki dan Rosa siapkan. Mereka menertawakanku, mengolok-olok perasaanku, dan aku tidak menyadarinya.

Tiba-tiba, Dzaki menoleh. Matanya menyapu sudut tempatku bersembunyi. Senyumnya pudar. Jantungku berdetak kencang, memukul-mukul rusukku seperti ingin keluar. Aku tahu dia melihatku. Aku tahu dia tahu aku mendengar semuanya.

Aku tidak sanggup lagi. Aku berbalik, berlari sekuat tenaga, tidak peduli ke mana arah kakiku membawaku. Tangisan tertahan pecah menjadi isak tangis yang menyakitkan. Aku berlari menembus keramaian pesta, melewati wajah-wajah asing yang tidak mempedulikanku.

Kakiku tersandung, aku jatuh tersungkur di dek yang licin. Lututku tergores, tapi rasa sakit fisik tidak sebanding dengan luka di hatiku. Aku terbaring di sana, terengah-engah, air mata membasahi pipiku. Bodoh. Aku sangat bodoh.

Ponselku bergetar dalam genggaman. Layarnya menunjukkan nama "Ibu". Aku melihatnya. Ibuku. Keluargaku yang kutinggalkan, yang kuhiraukan demi pria kejam ini.

"Gita, sayang, Ibu dan Ayah akan pindah ke Italia. Semua sudah diurus. Kau ikut kami, kan?" Suara Ibu terdengar penuh harap.

Italia. Milan. Impian yang kukorbankan. Dulu, aku akan menolak tanpa ragu, demi Dzaki. Tapi kini, Dzaki telah menunjukkan wajah aslinya. Aku tahu apa yang harus kulakukan.

Napas kuambil dalam-dalam. "Ya, Bu," suaraku serak tapi tegas. "Aku ikut."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Bukan Takdirku Mati Dalam Api

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Godaan Sang Mantan Istri
9.7
Rumah tangga Altair Nanggala dan Zoe Zivana yang tampak harmonis sebenarnya terasa hambar karena dibangun terpaksa demi keturunan. Keadaan kian rumit saat mantan istri yang dicintai Altair, Naura Zoffany, kembali hadir. Dahulu mereka berpisah karena Naura dituduh mandul, padahal ia menyembunyikan kehamilannya demi melindungi sang bayi dari mertua. Kini, kembalinya Naura menguji komitmen Altair pada Zoe yang rapuh.
Sampul Novel Jerat Cinta Saudara Tiri
8.2
Arjun Wira Mahendra dan Gea Sandi Pamukti selalu terlibat perseteruan sengit. Sebagai saudara tiri yang sama-sama keras kepala, pertemuan mereka tidak pernah damai dan selalu diwarnai pertengkaran. Namun, di balik permusuhan tersebut, perlahan muncul perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan mereka pun menjadi sangat rumit. Kini, keduanya harus menghadapi rintangan besar berupa penolakan dari orang tua mereka. Akankah jalinan asmara penuh konflik ini berhasil bertahan?
Sampul Novel Maria
9.3
Masa lalu yang kelam merenggut seluruh impian Maria. Usai dikhianati oleh sang kekasih, ia harus menanggung beban berat karena mengandung tanpa pertanggungjawaban. Penderitaannya kian mendalam ketika kedua orang tuanya meninggal dunia, tak mampu bertahan di tengah cemoohan publik yang menghancurkan kehormatan keluarga mereka. Kini, Maria harus berjuang sendirian dalam kepedihan, menghadapi kenyataan pahit akibat kesalahan fatal yang telah merusak hidupnya.
Sampul Novel Pesona Wanita Pilihan CEO
8.0
William, sang CEO Johnson Corporation, menolak keras desakan Michael untuk menikahi putri Mr. Franklin. Meski diancam kehilangan seluruh kekayaannya, ia enggan menjadi boneka keluarga seperti Jeremy. William bahkan menantang ayahnya untuk menikahi wanita itu sendiri. Kemarahan Michael memicu konflik besar. Kini, William dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan kemewahan warisan atau pergi demi memperjuangkan kekasih pilihannya.
Sampul Novel Rahasia Suami Adik
8.1
Tiga tahun berpacaran berakhir sia-sia bagi Viany tepat sehari sebelum pertunangan. Usai menemukan bukti transaksi prostitusi di ponsel calon suaminya, ia langsung pergi membawa koper malam itu juga tanpa keributan. Setelah sempat hidup mengembara hingga tubuhnya menjadi sangat kurus, Evelyn, sahabat baiknya, merasa iba dan mengajaknya tinggal bersama. Namun, keputusan tersebut justru memulai kehidupan baru yang canggung, hingga akhirnya Viany melakukan sesuatu yang menyakiti adiknya.
Sampul Novel Terbakar oleh Sang Alpha: Amarahku, Pembalasannya
8.7
Kenan, cinta masa kecil sekaligus belahan jiwa takdirku, tega berkhianat demi melindungi Laras, seorang Omega. Ia membiarkanku terluka dan dihina di depan publik demi wanita itu. Baginya, aku hanya alat politik demi takhta. Di malam penyatuan, aku memilih bangkit dan menolaknya di hadapan semua orang. Aku memutuskan bersanding dengan Alpha rival yang jauh lebih menghargai diriku sebagai ratu sejatinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan