APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Oriaga Niel, Cintailah Aku

Oriaga Niel, Cintailah Aku

Satu bulan membina rumah tangga dengan Oriaga Niel, CEO brand Gregorious, Amanda merasa hidupnya bagai di neraka. Pernikahan tanpa cinta ini hanya menjadi sarana pelampiasan nafsu dan dendam masa lalu sang suami kepada keluarganya. Amanda begitu terhina karena diperlakukan layaknya alat pemuas belaka. Terjebak dalam kebencian mendalam, ia merasa seperti tawanan yang telah dibeli selamanya oleh Oriaga, pria dingin yang berambisi kuat untuk menghancurkannya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Amanda, aku akan mengantarmu pulang." Jeff masih berusaha meski perempuan bermata biru itu tetap menolaknya.

"Aku baik-baik saja, ini hanya mabuk ringan. Aku masih bisa mengemudi. Tetaplah di sini, Jeff. Jika kau meninggalkan acara ulangtahunmu, bagaimana dengan orang lain? Mereka ingin bersenang-senang denganmu." Amanda berharap Jeff bisa memahami keinginannya.

Mereka berdiri di sudut ballroom, menyewa ruangan luas pada sebuah hotel terkenal di kota ini untuk acara ulang tahunnya bukanlah hal sulit, sebab Jeff terlahir sebagai putra tunggal kaya raya dan siap mewarisi bisnis keluarganya.

"Tapi—"

"Jeff, tenanglah. Aku akan menghubungimu jika sudah sampai di rumah."

Pria itu mendengkus, ia terlihat kecewa, tapi tak bisa berbuat banyak. "Aku harus mengalah?"

"Tentu saja, aku sangat menghargaimu. Jadi, tetaplah di sini. Aku baik-baik saja." Amanda tersenyum, ia menyentuh lengan Jeff, aroma alkohol menyeruak dari bibirnya. "Aku pulang sekarang, selamat bersenang-senang."

Amanda meninggalkan pria itu dan keluar dari pintu yang dijaga dua pria berbadan kekar, Jeff tentu kesal, usahanya kembali gagal.

Jeff sangat menyukai Amanda, perempuan itu bekerja pada perusahaan milik ayah Jeff sebagai sekretaris, tapi setiap usaha Jeff untuk mendekati Amanda belum menunjukan tanda-tanda bahwa gadis itu luluh, sebab Amanda selalu bersikap hangat terhadap orang lain, tak ada bedanya ketika Amanda menghadapi Jeff maupun pria lain.

"Kepalaku terasa sangat pening." Wanita dengan dress putih pada tubuhnya berjalan sempoyongan saat menghampiri lift, sejujurnya Amanda membutuhkan teman untuk mengantarnya hingga basement, tapi semua orang sibuk berpesta, ia sungkan mengganggu mereka.

Pintu lift terbuka, Amanda menuduk seraya menyentuh kepalanya ketika memasuki lift, ia bahkan belum menyadari jika seorang pria berjas maroon sudah berdiri di sana.

"Apa aku minum terlalu banyak?" Amanda bergumam, ia berdiri pada sisi kiri pria tinggi di sampingnya, wanita itu bersandar pada dinding lift. "Sangat pening."

Lalu, tiba-tiba.

Hoek.

Amanda memuntahkan cairan bening dari mulutnya dan mengotori lantai lift.

"Sial! Seharusnya pergi ke toilet sebelum memasuki lift, untung saja tidak ada—" Ia terdiam setelah menoleh pada sisi kanan dan menemukan orang lain berdiri memperhatikannya.

Wanita itu menyipit seraya menahan mual pada perutnya, ia berusaha mengingat apa pun dari pria yang terus menatapnya tanpa berkedip, seolah saling berbagi sinyal, dan Amanda sibuk menerjemahkannya.

"Apa aku mengenalmu?" tanya Amanda, ia masih menguasai separuh kesadarannya.

Pria itu memiringkan kepala dan tersenyum meremehkan. "Aku terkejut karena bertemu gadis dari keluarga arogan setelah bertahun-tahun menghilang."

"Kau—" Amanda kembali membungkuk untuk memuntahkan isi perutnya.

"Perbuatanmu sangat merugikan orang lain, cleaning service akan mendapat tekanan dari atasannya karena sikap burukmu saat ini. Apa kau bisa berpikir?" Pria itu kembali mencemooh, ia tak peduli pada kondisi perempuan di dekatnya.

"Ori, Oriaga Niel. Apa aku benar?" Amanda berusaha bersikap normal, ia mengusap sisa muntahan pada sudut bibirnya dan kembali menatap pria itu.

"Baguslah karena masih mengenalku. Jika tidak—kemungkinan karena kau menemukan pria yang seharusnya dikucilkan oleh keluargamu."

"Kenapa tiba-tiba membahas masa lalu?"

"Karena aku ingin membicarakannya, Amanda Claire." Oriaga cukup ketus, bola matanya menjadi lebih lebar dengan barisan alis yang menyatu.

"Tapi, aku tidak pernah menghinamu."

"Benarkah? Tapi, kau hanya diam ketika mereka melakukannya. Kau tak pernah membelaku di depan siapa pun, kau ingat!" Oriaga marah.

Saat itu, pintu lift terbuka, Amanda keluar dan berjalan menjauh meski pening di kepalanya belum lenyap.

Oriaga sempat diam membiarkan wanita itu pergi, tapi tiba-tiba tubuhnya bergerak menghampiri Amanda yang hampir mencapai mobilnya pada parkiran basement.

Oriaga mencekal lengan Amanda sebelum menariknya pada sisi sebuah pilar, punggung Amanda harus membentur pilar karena tarikan Oriaga cukup kuat.

"Apa. Apa yang kau inginkan, huh! Kepalaku terasa pening, aku harus segera pulang. Menyingkirlah." Amanda berusaha menghindar, tapi Oriaga benar-benar berniat menahan wanita itu.

"Kau mabuk? Apa kau baru saja menemui seorang pria di tempat ini? Kau menjadi jalang dan terlibat prostitusi?" Oriaga menuduhnya tanpa ragu.

"Oriaga, kalimatmu terlalu jahat."

"Benarkah? Ini pantas kau dapatkan."

"Sepertinya kau banyak berubah."

"Tentu saja." Oriaga menyeringai. "Roda berputar terlalu cepat untukku."

Amanda tersenyum, kepalanya bersandar pada pilar, ia membenci situasi yang terjadi karena tak bisa melawan pria di depannya, mabuk menjadi pilihan buruk dan telanjur terjadi. Seharusnya Amanda menginjak kaki Oriaga menggunakan ujung heels miliknya, lalu melarikan diri.

"Lagipula apa urusanmu jika aku menjadi jalang dan berhubungan seks dengan siapa pun. Apa kau akan marah?" Amanda tertawa. "Seluruh kehidupanku bukanlah urusanmu. Kita sudah lama tak berinteraksi, saat kembali bertemu—kau mengatakan banyak hal buruk."

Oriaga terdiam, tapi tetap mencekal Amanda karena wanita itu terus berusaha melepasnya.

"Lepaskan aku. Apa kau ingin mendapatkan—"

Hoek.

Sekali lagi, situasi menjadi semakin buruk ketika Amanda tak sengaja memuntahkan isi perutnya pada jas maroon milik Oriaga.

Ia menatap mata pria itu, tampak dingin dan mengintimidasi.

"Aku harus segera pergi ke mobilku dan mengambil tisu untuk membersihkan jasmu." Amanda berharap Oriaga mengabulkan keinginannya.

Namun, pria itu masih diam, ia mengeluarkan ponsel dari saku celana dan menghubungi seseorang.

Arah matanya enggan berpaling dari wajah Amanda, membuat sedikit rasa takut pada diri wanita itu muncul.

Amanda sadar jika Oriaga benar-benar berbeda.

"Buka gerbang mansion di utara untukku dan persiapkan segalanya sekarang. Aku akan menginap di tempat itu," perintah Oriaga pada seseorang yang menjawab teleponnya, lalu kembali menyimpan ponsel.

Ia menunduk memperhatikan noda pada jasnya.

Amanda menelan ludah.

"Aku—"

"Kau bertanya, apa yang aku inginkan darimu? Sekarang, aku menginginkanmu." Oriaga menarik wanita itu ke arah lain, situasi di parkiran basement sangat sepi, hanya ada mereka di sana, tapi pada beberapa sudut kamera CCTV yang terpasang dapat merekam situasi sekitar.

"Apa maksudnya? Apa maksudmu!" Ia semakin kehilangan tenaga karena muntah berkali-kali, Oriaga pintar memanfaatkan momen.

"Aku menginginkanmu. Masih kurang jelas?" Ia memaksa wanita itu masuk ke mobil dan memasang sabuk pengaman, lalu menunduk di depan wajah Amanda. "Jika kau benar seorang jalang, inilah pekerjaanmu. Aku bisa membayar sebanyak mungkin yang kau inginkan."

Ketakutan semakin menguasai Amanda. "Oriaga—"

"Diamlah." Oriaga menutup pintu dan duduk di balik kemudi. "Jika kau masih berusaha, aku akan menjatuhkanmu di jalan raya saat mobil melaju kencang. Kau menginginkanya?"

"KAU SUDAH GILA!!!"

"Terima kasih karena telah menyadarinya."

Mobil bergerak keluar dari basement, Amanda terkunci oleh situasi, ia menyentuh kepala peningnya tanpa bisa memberontak atau melarikan diri, dan Oriaga tersenyum penuh arti seolah melihat kemenangan di depan mata.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten
8.0
Hancur akibat rumor impoten yang membuat kekasihnya pergi, Liam Benjamin menyelamatkan Sheeta, wanita hamil mantan PSK yang berniat mengakhiri hidup di laut. Di tengah keputusasaan, Liam justru menawarkan pernikahan kontrak padanya. Padahal, Liam sebenarnya pria perkasa yang hanya terbelenggu kutukan masa lalu. Di balik ikatan perjanjian penuh misteri dan rahasia ini, mampukah benih-benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Cinta satu malam dengan boss
9.0
Seorang wanita terkejut saat bos miliardernya mengajukan penawaran tak biasa. Tanpa dilandasi cinta, pria berkuasa yang dikelilingi banyak wanita itu secara dingin menegaskan bahwa dia hanya menginginkan tubuhnya demi kepuasan fisik semata. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit dalam hubungan tanpa status yang murni transaksional ini, terus mempertanyakan alasan di balik keputusan sang bos memilih dirinya sebagai pemuas hasrat pribadi.
Sampul Novel Cinta Yang Terenggut
7.9
Satu dekade membina rumah tangga, pernikahan Jonathan dan Theresia hancur akibat depresi karena belum dikaruniai anak. Lelah menghadapi siksaan fisik serta mental, Jonathan memutuskan menggugat cerai istrinya. Saat proses perceraian berlangsung, ia terpikat pada Karin, sekretarisnya yang berhati lembut. Namun, Theresia enggan menyerah dan berjuang mempertahankan pernikahan mereka. Sanggupkah Jonathan lepas dari sang istri, ataukah ada maksud terselubung di balik ketulusan Karin?
Sampul Novel Meniti Ulang di Usia Senja
9.6
Sebuah album foto yang ditemukan saat membersihkan rumah di hari ulang tahun pernikahan mengungkap rahasia menyakitkan. Selama dua puluh tahun, dari usia 40 hingga 60 tahun, sang suami diam-diam mengambil foto pernikahan tahunan bersama cinta sejatinya, lengkap dengan tulisan "Cinta abadi selamanya". Menyadari dirinya tidak pernah dicintai, sang istri memutuskan untuk berhenti mengurus rumah tangga, anak, hingga cucu. Setengah hidupnya mungkin telah sia-sia, tetapi kini ia siap meniti ulang takdirnya sendiri.
Sampul Novel Saat Istriku Memilih Mati
8.0
Kematian mendadak sang istri yang mengakhiri hidupnya sendiri menyisakan kepedihan mendalam bagi suami dan ketiga anak lelaki mereka yang masih kecil. Tanpa peringatan apa pun, rahasia kelam di balik keputusan tragis ini perlahan terkuak. Sang suami, yang awalnya merasa telah membangun keluarga yang ideal, kini harus menghadapi dampak buruk dari perilakunya selama ini. Di bawah tekanan dari pihak mertua, ia kini hanya bisa menyesali kesalahan masa lalu yang mustahil untuk ia ubah kembali.
Sampul Novel Ternyata Jodoh Selalu di Sampingku
9.0
Tiga tahun setelah malam penuh gairah dengan seorang penguasa elite Kota Persy yang memanggilnya "Putri Kecil", sang protagonis harus menghadapi kenyataan pahit. Ketika ia menyatakan cintanya pada Farel, Nia Candra kembali. Demi cinta pertamanya itu, Farel tega membiarkannya ditabrak mobil, merusak peninggalan ibunya, hingga menjebloskannya ke penjara. Kecewa dan menyerah, ia memutuskan pergi ke Kota Appia untuk menikah dengan pria lain, membuat Farel panik mencarinya ke penjuru kota.