APKDock Logo
Sampul Novel Orderan Kue Untuk Hari Pertunangan Suamiku

Orderan Kue Untuk Hari Pertunangan Suamiku

8.3 / 10.0
Tiga tahun pernikahan yang kukira harmonis hancur seketika saat rahasia gelap suamiku terungkap. Di balik punggungku, dia telah berselingkuh dan mengkhianati kesetiaanku. Meski duka mendalam menyelimuti hati, aku menolak meluapkan kemarahan secara membabi buta. Dibandingkan amukan emosional yang sia-sia, aku memilih menyusun rencana matang untuk membalas perbuatannya secara elegan dan penuh perhitungan.

Orderan Kue Untuk Hari Pertunangan Suamiku Bab 1

Orderan Kue Untuk Hari Pertunangan Suamiku

"Mbak, rumahnya yang sebelah mana ya? Ini aku sudah ada di pertigaan kompleks," kataku di telepon pada Raisa, pelangganku.

"Lurus aja Mbak, rumah nomer tiga sebelah kiri, cat warna oranye. Nanti aku tunggu di depan ya. Mbak pakai kendaraan apa?" ucapnya.

"Oke. Aku pakai mobil warna putih Mbak. Aku meluncur ya," kataku sambil mengendarai mobil pelan.

Seorang wanita cantik berambut sebahu di cat warna cokelat melambai ke arahku.

"Mbak Dita!" teriaknya.

Aku pun langsung memarkirkan mobil tepat di depan rumahnya. Sebuah rumah yang tak begitu besar dengan teras memberikan kesan asri serta berbagai tanaman bunga indah menghiasi sekitar. Terlihat bangunan ini masihlah baru.

"Masak bingung sih, Mbak. 'Kan tadi sudah ku sharelok," katanya saat aku keluar dari mobil.

"Sedikit sih, Mbak. Biasa kan kadang shareloknya itu melenceng. Kukira kemarin dekat lo Mbak, eh ternyata lumayan jauh dari rumahku," kataku sambil membuka bagian belakang mobilku.

"Kubantuin ya, Mbak. Lah memangnya Mbak Dita baru ya di kota ini?" tanyanya sambil membantuku menurunkan kue tart dan puding hias.

"Nggak baru baru juga sih, ya sekitaran dua tahun. Tapi aku jarang sekali keluar rumah," kataku.

Kamipun masuk ke dalam rumah, dan dia mempersilakanku duduk. Ruang tamu bergaya minimalis itu, sudah dihias dengan backdrop dan segala macam hiasan bernuansa emas, dengan tulisan HAPPY ENGAGEMENT RAISA N WISNU, tulisan sama yang kutuliskan pada puding dan kue tart yang telah di pesan tadi.

"Istirahat dulu, Mbak. Diminum dulu sirupnya. Pasti capek ya? Jadi free ongkir, 'kan?" katanya yang duduk di sebelahku.

"Ya lumayan sih, Mbak. Pasti dong, sesuai kesepakatan awal tetap free ongkir," kataku sambil meneguk segelas sirup yang telah dihidangkan.

"Makasih ya, Mbak. Puas banget deh pesen di Mbak Dita. Bagus banget semuanya, sesuai ekspektasi!" ujarnya.

"Alhamdulillah deh kalau suka. Eh acaranya kapan ya ini?" tanyaku

" Nanti sehabis magrib."

"Tunanganya orang mana, Mbak? Beruntung banget dia dapat calon istri yang cantik seperti Mbak Raisa ini," kataku.

Ucapanku tadi bukanlah bualan semata. Namun pada kenyataanya, Raisa ini sangatlah cantik, dengan kulit putih bersih, hidung mancung, lesung pipit, pandai berdandan dan bentuk tubuh yang proporsional, perfek pokoknya. Tentu sangat berbanding terbalik denganku.

"Orang lumayan jauh sih Mbak. Dari kota sebelah. Cukup lama sih aku pacaran sama dia, sudah lebih dari setahun," jelasnya.

"Wah semoga acaranya nanti lancar dan segera menuju ke pelaminan ya , Mbak."

"Amiiin. Nanti pokoknya pas acara nikahanku, semua kue dan snack boxnya, aku pesan sama Mbak Dita saja. Oh iya, bentar ya Mbak. Aku ambil uang dulu, sampai lupa,"ucapnya sambil tersenyum.

Kemudian Raisa masuk ke dalam rumah. Aku hanya duduk sendiri di sofa. Aku pun mengagumi ruangan minimalis itu, meski agak sempit karena penataannya yang pas, jadi ruanhan ini terasa lega dan nyaman. Saat aku menoleh ke belakang, mataku menatap satu foto yang sontak membuatku terbelalak.

Foto Raisa yang memakai kaos kopel berwarna hitam itu tengah memeluk seorang pria, yang wajahnya begitu mirip dengan Mas Chandra, suamiku. Pikiran buruk seketika melintas di benakku.

Setelah melihat keadaan sekitar aman, aku pun segera memotret foto itu. Kurasa aku tak salah lagi, laki-laki di foto itu adalah Chandra, laki-laki yang telah menjadi suamiku sejak tiga tahun yang lalu. Wisnu Chandra Mahardika, itulah namanya.

"Ini Mbak uangnya. Tolong dihitung dulu," katanya sambil mengangsurkan uang itu padaku.

"Itu foto calon suaminya ya, Mbak?" tanyaku.

"Iya bener banget, Mbak. Mbak Dita kenal dengan Mas Wisnu?"

"Nggak kok, Mbak. Serasi saja dan cocok banget. Pasti dia juga sangat beruntung mendapatkan calon istri seperti kamu," sahutku.

Aku sungguh sangat yakin bahwa itu adalah Mas Chandra, tetapi sebisa mungkin kutahan emosi, aku ingin cari tahu lebih dalam lagi.

"Makasih ya, Mbak. Justru aku yang beruntung mendapatkan dia, karena dia itu pria yang kaya banget lo, Mbak. Pimpinan perusahaan Adi Jaya dan juga seorang kontraktor. Dialah yang merenovasi rumah orang tuaku jadi seperti ini. Dan saat kita nikah nanti, dia akan menghadiahi aku sebuah rumah lo," ujarnya dengan mata berbinar.

Wow pimpinan perusahaan ya? Hebat sekali Mas Chandra berbohong dan membanggakan diri. Padahal perusahaan itu adalah milik papaku, dan dia di sana hanyalah karena aku yang menyuruhnya. Dan menjadi kontraktor pun bermodal dari uang investasiku saja.

"Hebat sekali dong dia. Dulu pertama kenal di mana Mbak, bisa dapat laki-laki seperti itu?" tanyaku lagi.

"Dulu 'kan aku kerja di sebuah cafe, Mbak. Dan dia sering kesana. Setelah jadian aku tak boleh lagi bekerja, bahkan dia telah membuatkanku cafe sendiri, yang sudah enam bulan ini aku kelola," katanya bangga.

Keterlaluan kamu, Mas. Kaugunakan uangku untuk memodali simpananmu yang cantik ini!

"Wah beruntung banget ya Mbak. Tapi kelihatannya usia kalian jauh berbeda ya, Mbak? Apa nggak takut kalau misalnya di luar ternyata dia sudah beristri?" tanyaku yang sudah mulai capek menahan emosi.

"Umur 'kan tak jadi masalah yang penting kita sama-sama mau. Kalau soal istri sih aku nggak tahu pastinya, katanya sih masih single. Kalaupun seandainya dia sudah beristri, tak masalah sih bagiku, yang penting dia bisa memberikan apa yang kumau," katanya.

Waduh kelihatannya si Raisa ini alim, ternyata jahat juga ya. Aku pun segera mengakhiri obrolan ini. Dari pada nanti aku tak kuat lagi memahan emosi.

"Wah, ceritanya pantang mundur ya, Mbak. Ya sudah Mbak aku pamit dulu ya, sudah sore nih," kataku sambil keluar dari rumah itu.

"Iya, makasih Mbak. Hati hati ya," katanya sambil melambaikan tangan saat aku mulai menjalankan mobilku.

Sebenarnya semua itu, sudahlah cukup menjelaskan bahwa laki laki tadi adalah suamiku yang telah tega menduakanku. Namun aku masih butuh bukti yang lebih kongkret.

Aku pun ingat dengan perkataan Mas Chandra, yang memang tadi pagi katanya akan pulang telat karena banyak sekali pekerjaan di kantor. Kulihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul lima sore, dan acara itu akan diadakan setelah magrib, jadi kuputuskan untuk tak pulang saja, mengintai acara itu dari dekat.

Aku pun berbalik arah, kembali menuju rumah Raisa. Aku mencari tempat mengintai di sekitar sini. Dan akhirnya aku menemukan tempat parkir yang pas, jarak tiga rumah saja dari rumah Raisa. Kurasa dia ataupun Mas Chandra tak akan mengira jika ini mobilku.

Aku pun menunggu di dalam mobil dengan sabar . Hingga waktu yang telah ditentukan telah tiba. Kubuka mataku lebar-lebar, agar aku tak kehilangan jejak. Lumayan lama menunggu, hingga akhirnya sebuah mobil Pajery berwarna putih susu parkir tepat di depan rumah Raisa. Tak salah lagi, itu adalah mobil Mas Chandra, hadiah pernikahan dari almarhum papaku dulu.

Aku pun mulai merekam apa yang ada di hadapanku. Dari dalam mobil itu turunlah Mas Chandra yang memakai pakaian batik rapi. Dengan diantar oleh laki-laki dan perempuan yang aku tak mengenalnya. Mereka membawa beberapa seserahan.

Benar benar jahat kamu, Mas. Aku tak menyangka kamu yang selama ini sayang dan sangat baik padaku ternyata tega berbuat seperti ini. Namun saat ini aku dilema, haruskah sekarang juga kuhancurkan acara pertunangan itu? Ataukah aku harus main cantik saja menghadapi semua ini?

Lanjut Membaca

Daftar Isi Orderan Kue Untuk Hari Pertunangan Suamiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Crazy Marriage (Pernikahan Paksaan)
9.2
Di usia 19 tahun, Vintari terpaksa mengubur mimpinya demi pernikahan kontrak akibat perjodohan orang tua. Bersanding dengan Zeus Ducan yang jauh lebih dewasa terasa bagai siksaan, sementara Zeus hanya menganggapnya gadis ceroboh yang merepotkan. Namun, ketika rasa nyaman mulai hadir, sebuah kenyataan pahit terbongkar. Zayn, lelaki yang selama ini dicintai Vintari, rupanya adik tiri dari suaminya sendiri. Kini, ia terjebak dilema rumit antara Zeus dan cinta masa lalunya.
Sampul Novel DI ATAS RANJANG MAFIA
9.7
Michele Lazzaro Riciteli, bos mafia Roma yang bengis, mengidap kondisi medis langka. Tubuhnya mati rasa terhadap rasa sakit fisik, sekaligus tidak bisa merasakan kepuasan seksual. Namun, takdirnya berubah total usai malam intim bersama Meghan Crafson, satu-satunya wanita yang mampu memulihkan disfungsinya. Enggan kehilangan kenikmatan itu, Michele pun nekat menculik Meghan. Rahasia besar apa yang sebenarnya disembunyikan oleh wanita tersebut?
Sampul Novel Ketika Karma Berbicara
8.2
Setelah delapan tahun menempuh pendidikan di Jerman, kepulanganku untuk memimpin Cakra Group justru disambut kekacauan. Seorang wanita tiba-tiba menyerangku secara fisik di lobi perusahaan, menuduhku sebagai wanita penggoda yang mengejar kekasihnya, Bakti Rahadi, yang kini menjabat sebagai direktur. Tak hanya mendapat kekerasan fisik dan fitnah dari orang-orang sekitar, tas edisi terbatas serta segel berharga pemberian ayahku pun dirusak. Mereka meremehkanku dan mengira barang-barang berhargaku palsu, tanpa menyadari identitas asliku serta nilai ganti rugi yang tak akan sanggup mereka bayar seumur hidup.
Sampul Novel Mendadak Dinikahi Om-Om
9.6
Demi membiayai pengobatan sang ibu setelah kecelakaan tragis, Nala terpaksa menyetujui pernikahan darurat dengan Bastian Wilantara, pria asing yang menyelamatkannya. Seiring waktu, pernikahan yang semula dingin mulai diwarnai perasaan cinta. Namun, kedamaian itu terusik ketika Nala menemukan rahasia mencurigakan yang disembunyikan Bastian. Begitu motif asli di balik pernikahan mereka terungkap, Nala kini dihadapkan pada pilihan sulit untuk bertahan atau pergi.
Sampul Novel Pelukan Cinta yang Membara dan Sabar
8.4
Tiga tahun lamanya aku bertahan dengan sikap dingin Marco, sang Alpha yang selalu beralasan ingin melindungiku yang lemah. Namun, di hari jadi kami, ia justru meninggalkanku sendirian di tengah jalanan gelap berbadai demi mengejar Sarah, serigala betina yang disebutnya sebagai cinta sejati. Di saat aku hancur dan terpuruk, hadirlah sesosok Alpha misterius yang sangat kuat. Melalui tatapan mata peraknya yang tajam, ia langsung mengklaim diriku sebagai miliknya dengan geraman penuh proteksi.
Sampul Novel Sonia ( Pasangan Jiwa )
8.8
Satu malam intim bersama Hendra menjadi kenangan yang terus membelenggu hidup Sonia. Ketika pria itu tampaknya sudah melupakan segalanya, Sonia justru terjebak dalam rasa rindu yang mendalam selama bertahun-tahun. Meski sadar bahwa perasaan tulusnya tidak terbalas, ia memilih tetap setia menanti dalam sepi tanpa pernah mencari pengganti. Di tengah ketidakpastian ini, mampukah Sonia memenangkan hati Hendra, atau ia ditakdirkan selamanya hidup dalam kesendirian?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan