APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Om Kos

Om Kos

Kehidupan Mariska di Surabaya runtuh setelah memergoki kekasihnya berselingkuh dan kehilangan tempat tinggal. Di masa sulit ini, ia pindah ke kos milik Ares, pemuda rupawan yang secara mengejutkan melamarnya. Namun, kehadiran Ares justru memicu ingatan kelam tentang tragedi masa lalu keluarga Mariska. Di tengah keunikan para penghuni kos lain, Mariska berjuang bertahan hidup, sementara Ares perlahan menyadari bahwa perempuan itu adalah cinta masa kecilnya yang sempat hilang.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ares tersentak bangun dari tidurnya.

Lagi-lagi dia dihantui mimpi yang sama.

Mimpi yang indah, akan tetapi selalu berhasil membuatnya terbangun di tengah malam dan teringat kembali akan pahitnya kenyataan.

"Chika ...," bisiknya, lalu tersenyum pahit.

Dia menoleh ke samping tempat tidurnya, di mana dia meletakkan sebuah smart digital clock di atas nakas.

Angka hijau dari lampu LED di jam waker tersebut menunjukkan pukul 03.27 am. Terlalu awal untuk memulai hari, tapi terlalu pagi baginya untuk mencoba tidur kembali. Ares menghela napas panjang dan bangkit dari tempat tidurnya.

Dia memilih untuk bangun saja, dia bisa mengisi waktu dengan berolah raga lalu memasak sarapan untuk dirinya sendiri dan para penghuni lain di rumahnya. Dia mengganti celana piyama berbahan satin yang dipakainya dengan celana training berwarna hitam lalu mengenakan kaus di tubuh yang tadinya bertelanjang dada, kemudian berjalan keluar dari rumahnya untuk jogging.

Ditatapnya langit yang masih gelap. Matahari bahkan belum saatnya terbit.

'Harusnya saat itu aku nggak pergi,' sesalnya akan keputusannya pindah ke Singapore sebelas tahun yang lalu.

'Kalau aku tetap tinggal, aku nggak akan kehilangan Chika,' rutuknya pada sang takdir dan berlari lebih cepat memutari kompleks perumahan yang masih sepi.

Masih jelas ingatannya, yang terjadi 11 tahun yang lalu ...

'Cuma empat tahun,' batin Ares Dwipangga yang sedari kecil sangat bangga bila dipanggil dengan sebutan Ade, singkatan dari namanya.

Empat tahun lagi dia akan pulang kembali ke Indonesia dengan ijazah S1 dari universitas pilihan ayahnya di Singapura. Dia akan mengambil S2 di Indonesia saja, mungkin S3 juga, janjinya pada diri sendiri.

Dia punya cita-cita yang tinggi, yaitu meneruskan perusahaan turun-temurun keluarganya yang terus berkembang dan mulai menguasai pasar Asia Tenggara. Cita-cita yang sudah ditanamkan oleh ayahnya semenjak ia masih kecil sekali.

Sebenarnya tak mengapa baginya menuruti perkataan orang tua, tak ada buruknya. Namun makin ke sini, makin enggan hatinya menjauh dari Chika, gadis yang seusia dengan adiknya dan sudah dikenalnya sejak lahir ke dunia.

Orang tua Chika adalah partner bisnis merangkap sahabat ayahnya. Rumah mereka pun cukup dekat, bisa ditempuh hanya dengan 10 menit jalan kaki, membuat mereka otomatis tumbuh bersama. Terlebih orang tua mereka kerap kali melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, bahkan luar negeri yang sampai berhari-hari lamanya, dan mereka ditinggalkan bersama supaya lebih mudah diawasi.

Suatu waktu Ares sedang menghabiskan waktunya di taman yang terletak di halaman samping rumahnya. Dia duduk di bawah pohon, memegang sebuah buku yang tampak seperti sedang dibacanya. Namun, siapa yang tahu bahwa pikirannya sedang melayang-layang jauh, yang sama sekali tak ada hubungannya dengan isi buku tersebut.

Ditatapnya Chika dan adiknya, Armilla, dari kejauhan. Mereka berdua sedang duduk berhadapan di bangku taman.

Botol-botol cat kuku berserakan di meja yang letaknya ada di antara mereka. Tetesan cat dari botol pewarna kuku yang tak sengaja tersenggol menodai gaun putih yang mereka kenakan. Mereka berdua sama-sama cantik, ceria, dan cerdas. Dengan warna kulit dan tinggi badan yang sama, terlebih ibu-ibu mereka gemar memakaikan gaun dan aksesoris berdesain senada, membuat mereka tampak seperti sepasang anak kembar.

Menjadi anak-anak dari keluarga dengan kelas ekonomi selevel ini membuat orangtua mereka terlalu paranoid untuk mengirim mereka bersekolah di sekolah umum, terlebih dengan maraknya penculikan anak yang diberitakan di media. Maka dari itu sejak kecil sampai pendidikan setara SMA, mereka diharuskan untuk menjalaninya bersama di rumah, walaupun beberapa kursus masih mereka jalani di luar rumah. Hal ini membuat hubungan mereka lebih erat karena seringkali mereka bertiga hanya punya satu sama lain untuk bergaul.

Chika baru menginjak usia sebelas tahun, akan tetapi Ares tak dapat memungkiri ketertarikannya pada gadis yang selama ini dianggapnya sebagai adik tersebut. Perasaan sayang yang tadinya hanya sebatas kakak kepada adiknya kini mulai bersemi menjadi cinta, seiring dengan Chika beranjak remaja. Paras cantik, kecerdasan, kepribadian, dan perhatiannya berhasil membuatnya terpikat.

'Ini cuma Singapore-Indonesia, aku akan sering pulang,' batinnya lagi. Uang bukanlah masalah bagi mereka, baginya harga tiket pesawat tidak seberapa.

Itulah mengapa dia terus mengulur waktu untuk memberitakan perihal kepindahannya ke Singapore pada Chika. Tak kuasa hatinya bila harus berpamitan pada gadis itu, si cantik pasti akan merajuk dan menangis, bahkan mungkin membencinya.

Sampai akhirnya tinggal dua hari lagi waktunya dia pergi dan dia terpaksa memberi tahu gadisnya.

"Kenapa baru sekarang Bang Ade kasih tau Chika?! Kita jadi gak punya waktu buat farewell party! Bang Ade nggak sayang sama Chika??" rutuk Chika setelah menerima pernyataan perihal keberangkatan Ares.

Belum sempat Ares menjawab, Chika sudah berlari pulang sambil menangis. Keesokan harinya tak seperti biasanya, Chika tak datang ke rumahnya. Ares yang merasa bahwa Chika butuh waktu untuk bersedih, membiarkannya.

Di hari keberangkatannya, hatinya sesak menyaksikan betapa bengkak mata Chika akibat terlalu banyak menangis, tak rela melepas 'Bang Ade-nya' pergi. Armilla, adik kandungnya bahkan tak sesedih itu.

Di terminal keberangkatan, dia berlutut di hadapan gadis manisnya, dan berjanji, "Chika sayang, Bang Ade janji akan cepat lulus, juga sering pulang untuk menemui Chika. Kalian juga bisa main ke Singapore sesekali buat ketemu Abang. Kalau Abang sudah lulus dan pulang ke Indonesia nanti, abang nggak akan tinggalin Chika lagi."

"Janji, ya?" tanya Chika dengan suara serak akibat terlalu banyak menangis, hingga tak tidur semalaman.

"Janji," ucapnya sambil memeluk gadis kecil tersebut, mencium puncak kepalanya untuk menyimpan memori akan wangi natural dari sosok Chika.

Namun, kenyataan berkehendak lain.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Harta Tahta Kesayangan Duda
8.9
Hidupku yang unik mendadak berubah saat seorang duda tenang mulai mengejarku. Ingin rasanya aku menghindar, tetapi pesona anaknya yang sangat menggemaskan terus membuatku ragu. Walau ada rasa takut terlihat cepat tua jika mendampinginya, gelimang hartanya tentu sulit diabaikan. Begitu dia datang melamar, aku pun menuntut syarat untuk mempunyai bayi yang lucu. Di luar dugaan, respons santainya kini membawa masa depan kami pada sebuah keputusan yang tak disangka-sangka.
Sampul Novel Hati Lunara
8.4
Kisah Lunara Ustman menyoroti kehangatan kasih keluarga dan persahabatan, di tengah jerat cinta segitiga unik yang menuntut pengorbanan. Menghadapi kerinduan mendalam pada orang tuanya serta cobaan hidup yang perih, Luna memilih berserah pada takdir Tuhan. Ia terus berjuang melewati badai demi meraih kedamaian dan kebahagiaan sejati, sembari meyakini bahwa setiap rahasia di balik kepedihannya akan berakhir indah.
Sampul Novel Kehancuran Yang Direncanakan
8.9
Nayla kehilangan segalanya dalam semalam ketika memergoki pengkhianatan tunangan dan sepupunya, tepat saat orang tuanya tewas dibunuh secara sadis. Kini nyawanya terancam sebagai saksi kunci yang paling dicari. Dalam pelariannya, ia nyaris ditabrak oleh Reza, seorang pria asing yang kemudian menjadi tempatnya berlindung. Nayla terpaksa memalsukan identitasnya demi keselamatan diri, tanpa menyadari bahwa sosok penyelamatnya itu juga menyembunyikan sebuah rahasia gelap yang mematikan.
Sampul Novel Ketika Aku Menjadi Ibu Susuan Profesional
9.8
Memiliki produksi ASI yang berlebih membawa berkah sekaligus perubahan besar dalam hidup seorang wanita. Ia memutuskan untuk mengambil pekerjaan sebagai seorang ibu susuan profesional. Pada awalnya, ia mengira tanggung jawabnya hanya sebatas memberikan ASI dan menyusui bayi yang membutuhkan. Namun, kenyataan yang ia hadapi di lapangan ternyata jauh lebih rumit dan tidak sesederhana bayangannya. Berbagai rahasia dan dinamika hubungan baru mulai mengubah arah hidupnya secara tidak terduga.
Sampul Novel Mahkota Sang Dewi
8.2
Bagi Husein, akad nikah adalah ikrar suci untuk melindungi sang istri. Sebaliknya, Mutia menganggap pernikahan ini sebagai beban berat yang harus segera diakhiri, terutama karena hatinya telah milik orang lain. Ketika takdir menyatukan mereka dalam rumah tangga tanpa cinta yang setara, sanggupkah keduanya bertahan? Hubungan penuh keterpaksaan ini pun menjadi ujian berat bagi kesetiaan serta pengorbanan mereka.
Sampul Novel Menantu Tak Diharapkan
7.9
Cakra menjalani masa kecil yang berat bersama paman dan bibinya. Kehidupannya semakin rumit ketika sang paman terlilit utang besar kepada sebuah keluarga terpandang. Demi melunasi kewajiban tersebut, Cakra terpaksa menjadi menantu di keluarga kaya itu melalui pernikahan kontrak. Alih-alih hidup tenang, perbedaan status sosial yang jurang justru membuat Cakra harus menerima kebencian, sikap dingin, serta penolakan ekstrem dari mertua barunya.