APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel OLD VIRGIN (WHEN I LOVED YOU)

OLD VIRGIN (WHEN I LOVED YOU)

Shereen Edwarida, seorang wanita karier sukses, menutup rapat hatinya akibat trauma masa lalu yang mendalam. Ia ditinggalkan oleh kekasihnya tepat sebelum pernikahan demi perempuan lain. Meski dicap perawan tua oleh lingkungan sekitar, Shereen tetap memilih sendiri dengan dukungan keluarga dan sahabat. Namun, pertahanannya goyah saat sang mantan kembali untuk menebus kesalahan. Akankah ia memberikan kesempatan kedua di tengah bayang-bayang luka lama?
Bab
Bagikan

Bab 1

Udara yang begitu sejuk ketika tengah berada di sebuah taman ini, perasaanku begitu sangat tenang dengan cuaca hangat yang sangat menyejukkan hati. Awalnya dalam fikiranku tersirat kabar yang begitu tak mengenakan. Pikiranku sangat gundah karena sampai sekarang lelaki yang kusebut jodoh, sampai sekarang tidak kunjung datang.

Masa lalu yang membuatku merasa pahit karena sebuah kenangan yang sama sekali sulit untukku lupakan. Jujur, hati ini masih sangat rapuh tatkala mengingat lelaki dari masa lalu. Banyak lelaki yang datang melamar untuk menjadikanku sebagai istri. Tapi tidak segan aku menolak para lelaki tersebut dengan alasan masih trauma, aku bukan tidak percaya pada lelaki, Akan tetapi, masih ingin menyendiri saja. Kalau sudah waktunya menikah pasti aku juga akan menikah dengan pria pilihanku sendiri.

Kedua orang tuaku sering meminta aku untuk segera menikah, tapi aku belum memiliki kekasih yang benar-benar tulus mencintaiku. Mama sampai khawatir dengan keadaanku, sampai-sampai beliau berniat akan membawaku ke psikolog untuk mengetahui kondisiku. Apalagi Mama sampai merasa sakit hati mendengar ucapan tetangga yang menghina dan mengucap bahwa aku adalah perawan tua.

Aku pun menolak ajakan Mama, menurutku sama sekali tidak butuh ahli psikolog karena aku bukan sakit, melainkan hanya kecewa sakit hati oleh seorang lelaki, aku hanya butuh menyendiri saja.

''Shereen ....!'' ucap seseorang memanggil, aku langsung memutar tubuh dan menatap siapa gerangan yang memanggil.

Ternyata yang memanggil adalah sahabatku--Boy, dia berlari kecil menghampiriku, tidak lama kemudian ia duduk di sampingku. Kebetulan sekarang aku tengah berada di taman yang begitu indah dan membuat hati terasa sangat sejuk.

"Shereen, kamu kenapa berada di sini? Sendiri lagi!'' tanyanya menatap ke arahku tanpa kepastian.

"Aku hanya bosan saja di rumah, Boy. Jadinya aku di taman sejak tadi.'' aku tersenyum menatap sekilas kearahnya.

Boy menundukan pandangan, ''Aku kira kamu tengah ngapain disini, sebab dari tadi aku lihat, kamu tengah melamun. Coba deh kamu cerita dan katakan sejujurnya,'' ucapnya memintaku untuk memberikan penjelasan.

''Nggak kok, aku sama sekali tidak melamun. Hmm ... kamu ngapain ke sini? Tidak biasanya ke taman ini?'' tanyaku mengalihkan pembicaraan.

''Awalnya aku hanya ingin berkunjung saja, eh tahunya ada kamu disini. Ya sudah, aku ke sini saja temani kamu,'' jelasnya. "Aku kira kamu sedang berkhayal tentang masa lalumu bersama mantan kekasih yang dulu pernah meninggalkanmu, Shereen." Boy menatapku kembali, ia seakan tahu apa yang tengah aku rasakan.

"Bukan. Aku tidak mungkin memikirkan masa laluku yang pastinya akan membuatku sakit hati dan aku sudah melupakannya," sahutku berbohong. Padahal memang benar aku tengah memikirkan mantan kekasihku.

"Bagus, kalau kamu tidak memikirkannya lagi. kamu itu harus menatap ke depan, Shereen, berpikir positif saja mungkin kamu sama dia tidak berjodoh,'' ujarnya menasehati.

Aku tertegun dan mengangguk, "Iya, Boy, mungkin Tuhan tidak merestui hubunganku dengan dia, makanya dia tega ninggalin aku. Tapi sekarang aku sudah berusaha ikhlas dan menerima takdir.''

"Tuh, kan, benar. Kamu sedang mikirin pria brengsek itu lagi," Boy memandang, membuatku tersentak karena keceplosan.

"Sudah, ah, aku tidak mau berdebat. Hmm ... kalau begitu, aku mau pulang saja!'' tanpa mendengar tanggapan Boy, aku segera bangkit dan berlali pergi meninggalkannya.

"Shereen ... tunggu aku!"

Boy berteriak, aku sama sekali tidak menggubrisnya dan tak ingin berhenti berlari.

Kemudian, dirasa cukup jauh, aku berjalan pelan. Tubuhku sangat capek sekali akibat berlari tadi. Untungnya aku telah tiba di depan rumah. Terlihat Mama tengah duduk santai sembari menikmati kopi hangatnya, aku pun langsung menyapanya dengan ramah.

"Hai, Ma.'' sapaku sambil mencium pipinya, lalu aku duduk di sebelah Mama, sambil mengedarkan punggung di bahu kursi.

"Kamu dari mana saja, Shereen?" tanya Mama menatap, aku segera menegak minuman air putih, kebetulan ada teko kecil di sampingku.

"Aku baru saja dari taman,'' jelasku mengedarkan pandangan menatap mama.

"Kenapa sampai berlari begitu?"

"Tidak apa, Mah.''

"Oh iya, Shareen. Tadi ada teman kamu datang kesini, ia menanyakan kamu tapi Mama sama sekali tidak tahu kalau kamu sedang di taman," ucap Mama memberitahu.

"Siapa Mah? Apa Mama tahu namanya?" tanyaku penasaran

"Katanya namanya Silvy. Mama juga sama sekali belum pernah mendengar atau melihat Silvy sebelumnya? Apa betul ia teman kamu?" tanya Mama, aku mencoba mengingat siapa Silvy. Perasaan aku sama sekali tidak punya teman bernama Silvy.

"Dia bilang apa, Mah?"

"Dia hanya memberikan secarik kertas ini saja. Mama tidak tahu isi suratnya apa,'' Mama memberikan secarik kertas padaku, aku segera meraihnya.

Aku perhatikan secarik kertas berwarna biru muda, aku ingin membukanya di kamar saja.

"Aku mau istirahat dulu ya, Mah!" kataku sambil berjalan ke arah kamar.

Mama hanya menatap kepergianku tanpa menjawab ucapanku.

Aku melangkah ke kamar, gegas duduk di ranjang tempat tidur. Setelah itu, aku lekas membuka dan membacanya,

[Hai, wanita cantik! Maafkan aku karena dulu aku pernah menyakitimu, aku memang salah karena pernah meninggalkan kamu. Aku sangat berharap ingin kembali bersamamu berajut kasih. Jujur, aku sangat menyesal atas apa yang pernah aku torehkan luka di hatimu. Mungkin kamu sudah bisa menebak siapa aku, yang jelas aku menulis surat ini hanya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya dan jika berkenan, aku berharap ingin memilikimu kembali. Aku berjanji tidak akan pernah mengulangi kejadian serupa. Maaf, aku tidak bisa menemuimu sekarang. ini pun aku menyuruh Silvy--temanku untuk mengantarkan surat ke rumahmu.]

Aku berhenti sejenak membaca surat ini, isinya hanya satu lembar. Aku bisa menebak siapa yang mengirim pesan. Ini pasti dari Revan, aku tahu itu. Tulisannya sangat mirip dengan Revan--Mantan kekasihku dulu.

Aku tersenyum kecut menatap tulisan di secarik kertas yang sedang aku pegang ini, ia ternyata sudah menyesal karena telah meninggalkan aku. Dan berniat ingin balikan denganku. Aku tidak akan sudi kembali dengan dia. Luka yang ia torehkan sangat dalam dan itu sangat sakit jika aku kenang masa lalu aku bersama Revan.

Lebih baik, aku tidak usah melanjutkan membaca surat ini. Dadaku seakan sesak dan bergemuruh hebat ketika membaca. Surat ini lebih pantas di buang saja, karena aku tidak sudi menerima Revan kembali menjadi kekasihku.

Aku berdiam diri di kamar menatap kearah luar jendela, sebentar lagi langit akan gelap seperti hatiku yang sudah tidak terang untuk menerima kembali lelaki. Memeluk boneka kesayangan menjadi keseharianku jika aku tengah sendiri. Aku jadi ingat temanku Boy, ia juga pernah mengatakan jika ia sangat mencintaiku. Tapi, aku hanya menganggapnya sebagai sahabat saja tidak lebih dari tahu.

Tok ... Tok ... Tok ...

"Shereen ... buka pintunya! Mama mau masuk.'' Mama berteriak kencang memanggil namaku berulang kali, tanpa fikir panjang aku segera membuka pintu.

BERSAMBUNG....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asa di Ujung Senja
7.9
Demi melunasi utang orang tuanya, Nada terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi cucu Ndoro Brata. Ia harus menikahi Abian, seorang pemuda playboy yang mendadak buta akibat kecelakaan, setelah calon istri aslinya melarikan diri. Kemalangan itu mengubah Abian menjadi pria dingin dan pemarah. Di tengah sikap kasar suaminya serta tekanan berat dari keluarga konglomerat tersebut, Nada kini harus berjuang sekuat tenaga bertahan dalam pernikahan yang penuh luka dan air mata.
Sampul Novel Dia, Yang Mudah Dihibur
8.6
Setelah diabaikan lagi di hari Idul Adha demi cinta sejati Brian yang meminta bantuan memperbaiki lampu, sang protagonis memilih melepaskan hubungan mereka. Lewat sebuah unggahan media sosial yang memperlihatkan keintiman Brian dengan wanita tersebut, ia tidak lagi marah melainkan langsung meminta putus. Brian yang terlalu percaya diri mengira pacarnya hanya sedang merajuk dan akan kembali luluh seperti biasa. Namun, ia tidak menyadari bahwa kepatuhan itu kini telah sirna sepenuhnya.
Sampul Novel Dimanjakan suami kontrak
9.1
Sama-sama dikhianati di masa lalu membuatku sepakat menikah kontrak tanpa cinta dengan seorang duda kaya. Rencanaku hanya melahirkan, mengambil bayaran, lalu pergi demi masa depan adikku. Namun, aku justru terjebak dalam konflik para penguasa. Saat aku menegaskan hubungan kami tidak berarti apa-apa, dia malah meresmikan pernikahan kami secara nyata. Kini, di tengah bahaya yang mengintai, sang suami kontrak justru berdiri paling depan untuk melindungiku.
Sampul Novel Pernikahan Berliku & Perceraian
9.8
Sienna terbangun di dunia novel sebagai karakter antagonis. Demi menghindari akhir yang tragis dan tetap hidup mewah, ia memutuskan untuk menikahi Darren, pria kaya yang kerap cemburu karena sikap genitnya. Meski pernikahan mereka terpaksa terjadi karena kehamilan, Sienna yakin Darren akan menceraikannya demi sang pahlawan wanita. Namun, saat waktu berlalu, Darren justru menolak melepas Sienna dan selalu marah setiap kali ia meminta cerai.
Sampul Novel Wanita Dambaan Sang Bilionaire
9.7
Caid Walton, miliarder rupawan berumur 26 tahun, terkenal dengan julukan Lady-Killer karena kekuasaannya. Ia kerap berganti pasangan dan tak pernah berpacaran lebih dari tiga bulan. Namun, reputasi tersebut runtuh seketika saat ia mengenal Relova Luvena. Bukannya ditinggalkan seperti para wanita terdahulu, Lova justru berhasil mengacaukan hidup Caid dan menguji batas kesabarannya. Kini, sang penakluk wanita itu malah dibuat tak berdaya olehnya.
Sampul Novel You Are My Heart
8.6
Sebuah proyek kerja mempertemukan kembali Cia Li, seorang ahli botani, dengan sang Presdir sukses bernama Ling Yue. Reuni ini menguak kembali memori masa lalu yang diselimuti kesalahpahaman besar. Cia Li mengira cintanya bertepuk sebelah tangan, sedangkan Ling Yue telanjur percaya bahwa Cia Li membencinya. Di tengah perbedaan profesi yang kontras, kini mereka harus menghadapi gejolak perasaan lama. Akankah luka masa lalu itu bisa disembuhkan demi menyelesaikan kisah cinta mereka yang tertunda?