APKDock Logo
Sampul Novel Pernikahan Berliku & Perceraian

Pernikahan Berliku & Perceraian

9.8 / 10.0
Sienna terbangun di dunia novel sebagai karakter antagonis. Demi menghindari akhir yang tragis dan tetap hidup mewah, ia memutuskan untuk menikahi Darren, pria kaya yang kerap cemburu karena sikap genitnya. Meski pernikahan mereka terpaksa terjadi karena kehamilan, Sienna yakin Darren akan menceraikannya demi sang pahlawan wanita. Namun, saat waktu berlalu, Darren justru menolak melepas Sienna dan selalu marah setiap kali ia meminta cerai.

Pernikahan Berliku & Perceraian Bab 1

Darren melangkah ke ruang tamu yang sepi, perasaan tak menentu semakin meresap ke dalam dirinya. Ia sudah beberapa kali mencoba mengabaikan sikap Sienna yang terus-menerus menggoda pria tampan di acara-acara sosial, atau berbicara manis dengan wanita cantik di sekitar mereka, namun rasanya, kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Ada sesuatu yang tidak bisa lagi ia biarkan berlalu begitu saja.

Sienna, dengan segala pesona dan kecantikannya, memang tak bisa lepas dari perhatian orang lain. Tak jarang Darren merasa risih dan cemas ketika istrinya itu lebih banyak tersenyum pada orang lain ketimbang padanya. Ada rasa cemburu yang semakin membara di dalam dirinya, perasaan yang tidak bisa ia tutupi lagi.

"Kenapa harus seperti ini, Sienna?" gumam Darren pada dirinya sendiri, sambil menatap meja makan yang sudah terhidang dengan makanan yang tak tersentuh. Seperti biasa, Sienna hanya akan makan jika ada acara besar, atau jika perasaan malasnya tidak datang. Tapi malam ini berbeda. Ia tidak hanya merasa cemburu terhadap perhatian Sienna, tetapi juga terhadap ketidakpastian yang semakin jelas. Mungkin, ini semua adalah ujung dari hubungan mereka. Ia sendiri tidak tahu lagi.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka, dan Sienna muncul dengan gaun tidur satin yang tipis, yang menambah kilau kecantikannya. Ia melangkah masuk dengan langkah anggun, seperti selalu, namun kali ini ada sesuatu yang berbeda dalam tatapannya-sebuah senyuman yang tipis, seperti tahu ada yang sedang dipikirkan oleh Darren.

Darren mengangkat wajahnya dan menatap istrinya yang semakin mendekat. Ada kecanggungan yang terasa antara mereka. Sienna berhenti beberapa langkah di depannya, menatapnya dengan tatapan penuh pertanyaan.

"Apa yang sedang kamu pikirkan, Darren?" tanyanya, suaranya terdengar lembut, namun Darren bisa merasakan ada sesuatu yang tersembunyi di balik kata-kata itu.

Darren tidak langsung menjawab. Ia justru berdiri dan berjalan menuju jendela, menatap keluar seolah mencoba mencari jawaban dalam kegelapan malam. "Aku tidak tahu, Sienna," jawabnya pelan. "Aku hanya merasa... aku mulai muak dengan semua ini."

Sienna mengerutkan keningnya. "Apa yang kamu maksud?" Ia mencoba mendekat, namun Darren menggelengkan kepala, menahan dirinya untuk tidak mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya diucapkan.

"Aku muak dengan sikapmu yang selalu menggoda orang lain, entah itu pria atau wanita," kata Darren, suaranya tegang, namun tidak bisa ia sembunyikan lagi. "Aku sudah mencoba untuk bersabar, tapi rasanya semakin berat. Apakah kamu tidak melihat bagaimana perasaanku?"

Sienna terdiam, matanya terbuka lebar, namun ia segera menyembunyikan kebingungannya di balik senyuman yang dibuat-buat. "Darren, kamu terlalu cemas. Bukankah itu hanya bagian dari kehidupan sosial? Aku hanya... berinteraksi, tidak lebih. Tidak ada yang salah dengan itu, kan?"

Darren mendekat dan berhenti tepat di depan Sienna. Ia menatap wajah cantik istrinya, yang tampaknya begitu tenang, namun Darren bisa merasakan sesuatu yang lebih dalam dari hanya sekadar senyuman manis itu. "Tapi kamu tahu, Sienna. Kamu tahu bagaimana perasaanku setiap kali kamu tersenyum manis pada pria lain, atau berbicara dengan wanita-wanita itu seperti kamu tidak punya suami."

Sienna menghela napas, merasa sedikit jengkel dengan tuduhan yang menurutnya tidak adil. "Darren, aku hanya... aku hanya ingin hidup seperti orang lain. Aku tahu, aku punya kamu, tapi itu tidak berarti aku harus membatasi diriku. Kamu bisa mengontrol hidup kita, tapi tidak hidupku, kan?"

Darren merasa ada sesuatu yang membakar di dadanya. Ia menahan amarahnya yang mulai muncul. "Aku tidak mengontrol hidupmu, Sienna. Tapi aku tidak akan diam saja jika kamu terus bersikap seperti ini."

Sienna tersenyum tipis, lalu melangkah mundur, seolah memberi ruang bagi Darren untuk menenangkan dirinya. Namun di dalam hatinya, ia merasa bingung. Apakah selama ini ia salah dalam berpikir tentang pernikahan mereka? Apakah Darren tidak pernah mengerti bahwa hidup mereka bukan hanya tentang anak yang sedang dikandungnya, tetapi juga tentang rasa bebas yang ia cari?

"Darren, aku tahu kamu cemas. Tapi percayalah, aku tidak akan pernah meninggalkanmu," jawab Sienna, suara lembut namun ada sedikit nada yang penuh teka-teki. "Aku hanya ingin menikmati hidup, seperti orang lainnya. Mungkin kamu bisa lebih santai sedikit."

Tapi Darren tidak merasa santai. Ia merasa ketegangan ini semakin memuncak, dan kini, ia harus berbicara lebih terbuka. "Kenapa kamu tidak pernah berbicara tentang perceraian? Aku tahu kita hanya menikah karena anak kita, dan aku tahu kamu berpikir aku akan menceraikanmu begitu saja setelah ini berakhir, kan?"

Sienna terdiam, terkejut dengan pengakuan Darren yang begitu langsung. Ia tidak pernah membayangkan Darren akan mengatakan hal itu, meskipun ia tahu dalam hati bahwa pernikahan mereka memang tidak sepenuhnya dilandasi oleh cinta. Namun, ada rasa yang lebih mendalam di antara mereka, meskipun Sienna belum bisa sepenuhnya memahaminya.

Darren mendekat lagi, kali ini lebih dekat daripada sebelumnya. "Tapi kamu salah, Sienna," katanya, suaranya lebih serius. "Aku tidak akan menceraikanmu, bukan karena kamu hamil, tetapi karena aku sudah memilih untuk tetap bersamamu. Meskipun kamu merasa terjebak dalam pernikahan ini, aku tidak akan membiarkanmu pergi."

Sienna terdiam, merasa bingung dan tidak tahu harus berkata apa. Ia melihat dalam mata Darren, ada sesuatu yang berbeda dari biasanya-ada keteguhan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia tahu, bahwa untuk pertama kalinya, suaminya itu benar-benar serius.

"Jadi," Sienna akhirnya berbisik pelan, "Apa yang akan terjadi dengan kita?"

Darren menarik napas panjang, lalu menatap Sienna dengan tatapan yang penuh arti. "Apa yang akan terjadi, kita yang tentukan. Tapi malam ini, untuk pertama kalinya, kita tidur bersama tanpa bicara tentang perceraian. Kita mulai dengan itu."

Sienna merasa ada semacam ketegangan yang berubah menjadi kehangatan di antara mereka. Perlahan, ia merasa seolah segala hal yang pernah ia ragukan, mulai bergeser. Mungkin, hanya mungkin, hidup ini memang memiliki jalan yang lebih baik daripada yang ia bayangkan.

Malam itu, keduanya tidur dalam keheningan, terikat oleh takdir yang masih belum mereka pahami sepenuhnya. Dan entah mengapa, Sienna merasa sedikit lega. Mungkin ini adalah awal dari perjalanan baru, yang akan membawa mereka ke arah yang tak terduga.

Akhir Bab 1

Bab ini menekankan ketegangan antara dua karakter utama, Darren dan Sienna, serta memperkenalkan konflik internal yang mereka rasakan, meskipun ada ketidakpastian dalam hubungan mereka. Semoga ini membantu dalam mengembangkan cerita lebih lanjut!Tentu! Berikut adalah **Bab 1** yang lebih panjang, dengan pengembangan cerita dan dialog yang lebih mendalam sesuai dengan sinopsis dan alur yang telah diubah:

---

**Bab 1: Cemburu yang Membara**

Darren melangkah ke ruang tamu yang sepi, perasaan tak menentu semakin meresap ke dalam dirinya. Ia sudah beberapa kali mencoba mengabaikan sikap Sienna yang terus-menerus menggoda pria tampan di acara-acara sosial, atau berbicara manis dengan wanita cantik di sekitar mereka, namun rasanya, kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Ada sesuatu yang tidak bisa lagi ia biarkan berlalu begitu saja.

Sienna, dengan segala pesona dan kecantikannya, memang tak bisa lepas dari perhatian orang lain. Tak jarang Darren merasa risih dan cemas ketika istrinya itu lebih banyak tersenyum pada orang lain ketimbang padanya. Ada rasa cemburu yang semakin membara di dalam dirinya, perasaan yang tidak bisa ia tutupi lagi.

"Kenapa harus seperti ini, Sienna?" gumam Darren pada dirinya sendiri, sambil menatap meja makan yang sudah terhidang dengan makanan yang tak tersentuh. Seperti biasa, Sienna hanya akan makan jika ada acara besar, atau jika perasaan malasnya tidak datang. Tapi malam ini berbeda. Ia tidak hanya merasa cemburu terhadap perhatian Sienna, tetapi juga terhadap ketidakpastian yang semakin jelas. Mungkin, ini semua adalah ujung dari hubungan mereka. Ia sendiri tidak tahu lagi.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka, dan Sienna muncul dengan gaun tidur satin yang tipis, yang menambah kilau kecantikannya. Ia melangkah masuk dengan langkah anggun, seperti selalu, namun kali ini ada sesuatu yang berbeda dalam tatapannya-sebuah senyuman yang tipis, seperti tahu ada yang sedang dipikirkan oleh Darren.

Darren mengangkat wajahnya dan menatap istrinya yang semakin mendekat. Ada kecanggungan yang terasa antara mereka. Sienna berhenti beberapa langkah di depannya, menatapnya dengan tatapan penuh pertanyaan.

"Apa yang sedang kamu pikirkan, Darren?" tanyanya, suaranya terdengar lembut, namun Darren bisa merasakan ada sesuatu yang tersembunyi di balik kata-kata itu.

Darren tidak langsung menjawab. Ia justru berdiri dan berjalan menuju jendela, menatap keluar seolah mencoba mencari jawaban dalam kegelapan malam. "Aku tidak tahu, Sienna," jawabnya pelan. "Aku hanya merasa... aku mulai muak dengan semua ini."

Sienna mengerutkan keningnya. "Apa yang kamu maksud?" Ia mencoba mendekat, namun Darren menggelengkan kepala, menahan dirinya untuk tidak mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya diucapkan.

"Aku muak dengan sikapmu yang selalu menggoda orang lain, entah itu pria atau wanita," kata Darren, suaranya tegang, namun tidak bisa ia sembunyikan lagi. "Aku sudah mencoba untuk bersabar, tapi rasanya semakin berat. Apakah kamu tidak melihat bagaimana perasaanku?"

Sienna terdiam, matanya terbuka lebar, namun ia segera menyembunyikan kebingungannya di balik senyuman yang dibuat-buat. "Darren, kamu terlalu cemas. Bukankah itu hanya bagian dari kehidupan sosial? Aku hanya... berinteraksi, tidak lebih. Tidak ada yang salah dengan itu, kan?"

Darren mendekat dan berhenti tepat di depan Sienna. Ia menatap wajah cantik istrinya, yang tampaknya begitu tenang, namun Darren bisa merasakan sesuatu yang lebih dalam dari hanya sekadar senyuman manis itu. "Tapi kamu tahu, Sienna. Kamu tahu bagaimana perasaanku setiap kali kamu tersenyum manis pada pria lain, atau berbicara dengan wanita-wanita itu seperti kamu tidak punya suami."

Sienna menghela napas, merasa sedikit jengkel dengan tuduhan yang menurutnya tidak adil. "Darren, aku hanya... aku hanya ingin hidup seperti orang lain. Aku tahu, aku punya kamu, tapi itu tidak berarti aku harus membatasi diriku. Kamu bisa mengontrol hidup kita, tapi tidak hidupku, kan?"

Darren merasa ada sesuatu yang membakar di dadanya. Ia menahan amarahnya yang mulai muncul. "Aku tidak mengontrol hidupmu, Sienna. Tapi aku tidak akan diam saja jika kamu terus bersikap seperti ini."

Sienna tersenyum tipis, lalu melangkah mundur, seolah memberi ruang bagi Darren untuk menenangkan dirinya. Namun di dalam hatinya, ia merasa bingung. Apakah selama ini ia salah dalam berpikir tentang pernikahan mereka? Apakah Darren tidak pernah mengerti bahwa hidup mereka bukan hanya tentang anak yang sedang dikandungnya, tetapi juga tentang rasa bebas yang ia cari?

"Darren, aku tahu kamu cemas. Tapi percayalah, aku tidak akan pernah meninggalkanmu," jawab Sienna, suara lembut namun ada sedikit nada yang penuh teka-teki. "Aku hanya ingin menikmati hidup, seperti orang lainnya. Mungkin kamu bisa lebih santai sedikit."

Tapi Darren tidak merasa santai. Ia merasa ketegangan ini semakin memuncak, dan kini, ia harus berbicara lebih terbuka. "Kenapa kamu tidak pernah berbicara tentang perceraian? Aku tahu kita hanya menikah karena anak kita, dan aku tahu kamu berpikir aku akan menceraikanmu begitu saja setelah ini berakhir, kan?"

Sienna terdiam, terkejut dengan pengakuan Darren yang begitu langsung. Ia tidak pernah membayangkan Darren akan mengatakan hal itu, meskipun ia tahu dalam hati bahwa pernikahan mereka memang tidak sepenuhnya dilandasi oleh cinta. Namun, ada rasa yang lebih mendalam di antara mereka, meskipun Sienna belum bisa sepenuhnya memahaminya.

Darren mendekat lagi, kali ini lebih dekat daripada sebelumnya. "Tapi kamu salah, Sienna," katanya, suaranya lebih serius. "Aku tidak akan menceraikanmu, bukan karena kamu hamil, tetapi karena aku sudah memilih untuk tetap bersamamu. Meskipun kamu merasa terjebak dalam pernikahan ini, aku tidak akan membiarkanmu pergi."

Sienna terdiam, merasa bingung dan tidak tahu harus berkata apa. Ia melihat dalam mata Darren, ada sesuatu yang berbeda dari biasanya-ada keteguhan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia tahu, bahwa untuk pertama kalinya, suaminya itu benar-benar serius.

"Jadi," Sienna akhirnya berbisik pelan, "Apa yang akan terjadi dengan kita?"

Darren menarik napas panjang, lalu menatap Sienna dengan tatapan yang penuh arti. "Apa yang akan terjadi, kita yang tentukan. Tapi malam ini, untuk pertama kalinya, kita tidur bersama tanpa bicara tentang perceraian. Kita mulai dengan itu."

Sienna merasa ada semacam ketegangan yang berubah menjadi kehangatan di antara mereka. Perlahan, ia merasa seolah segala hal yang pernah ia ragukan, mulai bergeser. Mungkin, hanya mungkin, hidup ini memang memiliki jalan yang lebih baik daripada yang ia bayangkan.

Malam itu, keduanya tidur dalam keheningan, terikat oleh takdir yang masih belum mereka pahami sepenuhnya. Dan entah mengapa, Sienna merasa sedikit lega. Mungkin ini adalah awal dari perjalanan baru, yang akan membawa mereka ke arah yang tak terduga.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Pernikahan Berliku & Perceraian

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea, kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta bantuan gurunya. Insiden tak terduga di ruang guru tersebut mengubah segalanya. Rahasia ini menjadi awal mula hubungan asmara mereka yang rumit, menantang, dan penuh risiko.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya saat koma, tetapi setelah sadar, ia malah menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi meninggalkan segalanya dan menuju bandara.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung pelik. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke dalam lingkaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi kata kasar dan adegan dewasa, gadis lugu ini terjebak dalam cinta segitiga yang rumit. Saksikan perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi melampiaskan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikahinya. Tentu saja Zahra terkejut dan langsung menolak rencana gila tersebut. Tak menyerah, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menjadi pengantin pengganti. Akankah Zahra menerima kesepakatan itu? Sanggupkah ia menjalani biduk rumah tangga sebagai istri pengganti dari pria sedingin Rayhan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan