APKDock Logo
Sampul Novel Obsesi Liar Mantan Bosku

Obsesi Liar Mantan Bosku

8.3 / 10.0
Dunia Cindy Andriana Halim runtuh ketika sang suami kalah judi dan menjadikannya jaminan utang. Ia kini terjebak dalam cengkeraman Sebastian Arson, mantan atasan yang menuntut tubuhnya demi melunasi semua utang tersebut. Sebastian pulang ke Indonesia dengan ambisi gelap untuk menguasai Cindy sepenuhnya. Di hadapan pilihan melunasi utang besar atau mempertahankan harga dirinya, sanggupkah Cindy lolos dari jeratan pria penuh kuasa itu?

Obsesi Liar Mantan Bosku Bab 1

“Straight flush!” ucap bandar mengarahkan tangannya pada Sebastian Arson. Sebastian menaikkan ujung bibirnya melengkungkan seringai kemenangan atas permainan poker malam ini. Ia memimpin dan memenangkan permainan tersebut dengan nilai tertinggi. Kartunya dijejerkan oleh bandar agar pemain lain dapat melihat terutama Melvin Hadinata.

Napas Melvin menderu lebih keras. Peluh keluar dari dahinya. Ia menyeka keringat dingin tersebut tanpa bisa menghentikannya keluar. Ia kalah besar malam ini. Matanya memejam beberapa kali.

“Bagaimana sekarang? Apa lagi yang mau kau pertaruhkan, Melvin?” tanya Sebastian dengan sikap angkuhnya. Sebelah jemarinya masih menggesekkan ujung kartu di atas meja poker. Bandar membereskan kartu-kartu untuk dikocok jika pemain hendak melanjutkan.

“Kasih aku kesempatan sekali lagi ....” Melvin mencoba memohon.

“Cih, kau uda kehilangan uang, mobil, saham, rumah.” Sebastian menunjuk dengan tatapan tajamnya.

“Apa lagi yang tersisa? Oh iya, Cindy, dia istrimu, kan?” Sebastian melanjutkan. Melvin tercekat. Ia menggelengkan kepalanya.

“Gue akan bayar semua utang ....”

“Ckckck, No, Melvin! Kamu gak akan bisa bayar empat miliar sekaligus malam ini. Trust me, it’s a bullshit!” Sebastian mengolok lalu melemparkan sebuah chip seharga puluhan juta ke meja bandar.

“Tip dariku!” ucapnya angkuh. Bandar itu mengangguk sekali dan berterima kasih.

“Terima kasih, Tuan!”

Pandangan Sebastian kembali pada Melvin yang mulai putus asa dengan utangnya. Ia meninggikan dagu dan menyeringai sekali lagi.

“Aku punya solusi untuk kamu, Vin. Aku akan kasih satu kali kesempatan lagi tapi aku mau taruhan yang paling besar sekarang. Pilihannya hanya ada dua, nyawa atau istrimu?” ujar Sebastian memberikan penawaran yang mencekik. Melvin seketika menelan ludah pahit nan kering dari tenggorokannya.

Selagi ia berpikir, dua orang pria berjas rapi yang merupakan pengawal Sebastian Arson berdiri di belakang kursi Melvin Hadinata. Melvin makin tercekat. Ia ketakutan dan sekilas menoleh ke belakang.

“Tapi ....”

“Pilih sekarang!” tegas Sebastian sambil mempermainkan chip judi poker di antara jemarinya.

Napas Melvin naik turun makin tidak tenang. Berkali-kali ia menyeka keringat di dahinya. Setan dalam dirinya terus berbisik agar ia melanjutkan permainan. Peluang itu masih ada. Meski kecil bukan berarti ia tidak bisa menang. Matanya tajam naik menatap Raynor.

“Oke, tapi aku juga mau taruhan yang gak kalah besar. Aku pertaruhkan Cindy tapi aku mau 50 persen saham Mohen Grup yang kamu pegang!” ucap Melvin menunjuk pada Sebastian.

Sebastian tersenyum lalu tertawa terbahak-bahak beberapa saat. Ia mengangguk kagum pada kebodohan berbalut keberanian yang ditunjukkan oleh Melvin.

“Kau benar-benar penjudi sejati, Melvin! Oke, aku berikan 50 persen saham Mohen Grup. Gak hanya itu. Kalau kamu menang, aku akan mengembalikan semua uang yang sudah aku menangkan tadi beserta uang empat miliar yang kamu pinjam ... cash!” Sebastian makin menaikkan jumlah taruhannya. Mata Melvin langsung berbinar saat mendengar besarnya taruhan yang akan ia tukar dengan istrinya, Cindy.

“Tapi kalo aku yang menang, Cindy jadi milikku malam ini!” imbuh Sebastian.

Raut Melvin berubah tapi ia sempat berpikir sesaat sebelum akhirnya mengangguk. Sebastian menjentikkan jarinya pada pengacara sekaligus tangan kanannya, Lefrant Emir. Lefrant menyodorkan sebuah dokumen untuk ditandatangani oleh Melvin.

“Apa ini?” tanya Melvin mengernyit heran.

“Tanda tangan aja. Itu cuma perjanjian hitam di atas putih di antara kita. Nanti kamu bisa baca,” jawab Sebastian masih bersandar santai. Melvin tidak punya waktu membaca semuanya. Ia terpaksa menandatangani dokumen itu sebelum permainan dimulai. Tidak ada pemain lain kecuali mereka berdua. Meja poker kembali panas dengan pertaruhan besar yang memperebutkan seorang wanita─Cindy Andriana Halim.

Sementara itu, Cindy mondar-mandir di kamarnya menunggu sang suami, Melvin yang tidak kunjung pulang. Melvin mengatakan jika ia hanya sebentar ke kafe untuk menemui temannya. Tak ayal, lebih dari tiga jam lamanya dan pria itu belum kembali.

“Ke mana sih kamu, Mas? Kenapa sampai sekarang kamu gak pulang juga?” Cindy merengek pelan dan kembali duduk. Ia bahkan sudah melewatkan makan malam romantis yang ia persiapkan untuk Melvin. Sayangnya Melvin tidak kembali sama sekali.

Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Cindy sudah duduk pasrah di kursi meja makan. Ia meniup lilin yang sudah nyaris habis terbakar. Cindy masih diam memilin jemarinya di atas meja. Bukan rasa lapar yang ia rasakan melainkan kecewa. Ini bukan kali pertama Melvin berbohong dan menyakiti perasaannya. Air mata itu jatuh begitu saja dan punggung jemari Cindy menyekanya lembut.

“Kamu di mana sih, Mas?” Cindy menyebut pelan. Bel pintu kamar berbunyi tak lama kemudian. Cindy segera menoleh ke belakang dan tersenyum. Buru-buru ia mengeringkan air matanya dan bergegas membuka pintu.

“Mas ....” Cindy terdiam dan mundur sedikit demi sedikit. Seorang pria yang tidak ia kenal muncul di depannya diikuti oleh beberapa orang yang segera memenuhi kamar presidential suite tersebut.

“Siapa kalian?” Cindy balik bertanya. Pria berkacamata yang masuk lebih dulu diam memandang Cindy. Dari balik tubuhnya keluar seorang pria lain. Pria itu mengalihkan pandangan dari pemandangan kamar pada sosok Cindy.

Ia menyisiri tubuh Cindy dari atas sampai bawah dengan pandangan matanya yang tajam. Ujung bibirnya terangkat dan ia makin mendekat pada Cindy yang tampak cemas.

“Hai, Cindy. Masih ingat aku?”

Cindy lantas mengernyitkan keningnya menatap pria yang belum pernah dilihatnya, Ia menggeleng dengan polos. Pria itu mengernyit keheranan lalu memerintahkan semua orang untuk keluar dengan jentikan jarinya. Tanpa bicara semua pergi kecuali Sebastian Arson.

“Anda siapa?” tanya Cindy lagi tidak mengerti.

“Jangan pura-pura tidak mengenalku, aku adalah pemilikmu sekarang. Tugasmu adalah melayaniku. Jadi lepaskan pakaianmu!” Sebastian memerintahkan tanpa senyuman. Cindy tercengang tak mengerti. Kenapa seorang pria tiba-tiba datang dan bicara seperti itu?

“Anda ini siapa?” Cindy masih bertanya kali ini dengan nada kesal. Sebastian hanya menyeringai sinis lalu berjalan ke arah kamar. Ia membuka pintu lalu melepaskan kancing jas dan memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana.

“Apa yang Anda lakukan?” Cindy yang kebingungan mengekori Sebastian masuk ke kamarnya. Pintunya masih terbuka dan ia berdiri di depan pintu.

“Aku gak suka menunggu lama. Lepaskan saja pakaianmu sekarang ....”

“Jangan kurang ajar! Keluar dari sini!” Cindy balik mengusir Sebastian. Sebastian berbalik dengan sikap angkuh dan dingin memandang Cindy dari atas sampai bawah. Ia mendengkus pelan lalu menggelengkan kepalanya.

“Aku gak suka wanita yang suka melawan. Jadi sebaiknya kita selesaikan ini dengan mudah.”

“Keluar!” seru Cindy. Sebastian menarik sebelah tangan Cindy lalu mendorongnya ke ranjang. Ia melepaskan jasnya lalu melempar sembarangan. Kedua tangannya mencekal tangan Cindy dan tubuhnya menindih tubuh wanita itu. Seketika Cindy panik dengan apa yang terjadi. Matanya terbelalak kaget sekaligus ketakutan.

“Kamu harus tidur denganku atau bayar utang Suamimu sekarang. Kalau tidak, jangan salahkan aku jika kamu tidak akan pernah bisa pulang!” desis Sebastian mengancam lalu menggigit bibir Cindy dan menjamah tubuhnya.

“Lepaskan aku, aahhkkk!”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Obsesi Liar Mantan Bosku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Di Balik Topeng Bodyguard
9.1
Alice mengandung anak dari bodyguard-nya, Leo, yang dipandang rendah sang ayah. Walau ditentang, pernikahan tetap terjadi hingga Alice menyadari kekejaman asli suaminya. Saat menderita, Alice juga mencurigai Deborah, ibu tirinya, sebagai pembunuh ibu kandungnya. Bersama bodyguard lain bernama Deny, Alice berusaha menguak misteri kelam ini. Namun, misi tersebut justru perlahan mengungkap identitas asli Deny serta rahasia cinta masa lalu mereka.
Sampul Novel Gadis Titisan Harimau Putih
8.1
Naiya, seorang guru kontrak menawan, dipindahkan Faisal ke Desa Blang Bungong demi rencana rahasia. Akibat cemburu, Laila menyewa dukun untuk menghabisi Naiya, tetapi gagal karena Naiya merupakan titisan harimau putih sakti. Sementara itu, desa tersebut diteror kutukan Nyai Beulangong yang menumbalkan gadis-gadis kepada jin. Saat Faisal menyekap Naiya, Razi bertaruh nyawa untuk menyelamatkannya. Akankah cinta Razi disadari Naiya di tengah ancaman para dukun jahat?
Sampul Novel Kau Adalah Obatku
8.5
Gathering kantor di pemandian air panas pegunungan berubah rumit saat akses jalan pulang tertutup, memaksa semua orang menginap. Bagi sang protagonis, ini pertama kalinya ia bermalam di luar, memicu kepanikan karena kondisi fisik khususnya yang rahasia tak sengaja diketahui orang lain. Terdesak, ia terpaksa meminta bantuan kepada rekan kerja pria yang paling pendiam. Namun, keputusan tersebut justru menyeretnya masuk ke dalam jebakan tak terduga yang sulit ia hindari bersama pria itu.
Sampul Novel my first love is paman
8.5
Pascatragedi berdarah yang menewaskan orang tuanya, Heira Attaya, siswi SMA dengan kepribadian ganda, kini tinggal bersama pria yang sangat ia cintai. Namun, hidupnya terguncang saat ia menemukan bukti bahwa sang pujaan hati terlibat dalam kematian keluarganya. Di tengah kenyataan pahit tersebut, sebuah peristiwa besar terjadi dan mengubah segalanya, hingga akhirnya Heira menghilang secara misterius tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.
Sampul Novel Obsesi Cinta Mafia Kejam
8.4
William Henry, gembong mafia berdarah Italia-Indonesia, mendarat di Jakarta untuk menuntut balas atas kematian ayahnya kepada Thomas Hartono. Rencana balas dendamnya goyah seketika saat ia terobsesi pada Wulan, putri tunggal sang musuh. Walau Wulan sudah bertunangan, hasrat gelap William mendorongnya menghalalkan segala cara untuk merebutnya. Kini ia terjebak dilema antara dendam masa lalu atau obsesi cintanya. William bersumpah takkan membiarkan siapa pun memiliki Wulan jika ia gagal mendapatkannya.
Sampul Novel Penyesalan Cinta Terdalam Mantan Suami
9.4
Tepat pada hari ulang tahun ke-27 sekaligus peringatan pernikahan ketiga mereka, Felisha menerima kejutan pahit dari suaminya, Zarend Richardy. Bukan hadiah manis, melainkan selembar surat cerai yang disodorkan pria itu. Zarend menandatanganinya dengan dingin demi menuruti keinginan Valerie yang keras kepala. Baginya, perceraian ini hanyalah formalitas belaka agar Valerie mau menerimanya kembali. Felisha kini harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya meminta tanda tangannya tanpa rasa bersalah.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan