APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Obsesi Gila Sang Billionare

Obsesi Gila Sang Billionare

Mars Callesthene King, pebisnis ulung sekaligus bos mafia yang kejam, menaruh obsesi gelap pada Vanylla Emerald Wright di tengah perseteruan bisnis dengan keluarga wanita itu. Meski Vanylla sangat membenci Mars dan melarikan diri hingga ke Inggris, sang miliarder tetap memburunya tanpa ampun. Di bawah lindungan Jared, kakak laki-lakinya, Vanylla terus dibayangi jerat hasrat sang iblis. Akankah benih cinta dapat tumbuh di tengah obsesi berbahaya yang mengancam ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

MANCHESTER, INGGRIS

"Vanylla, apa kamu sudah siap?" ujar Katrine yang mengitip dari balik pintu kamar Vanylla sambil menyengir manis. Vanylla tersenyum lebar lalu mengangguk. Ia keluar dari kamar dengan menenteng sebuah tas dan kamera. Vanylla berjalan riang keluar rumah bersama Katy.

Vany dan Katy berencana akan pergi ke sebuah galeri lukisan yang baru dibuka di dekat kampus mereka di Manchester. Vanylla sangat menyukai lukisan dan ia memang punya bakat menggambar. Namun ia belum memiliki kepercayaan diri untuk menjual hasil lukisannya atau memamerkan nya pada orang lain selain hanya Katrine dan keluarganya.

Keduanya berjalan bersama masuk ke dalam galeri dan Vanylla langsung mengambil beberapa foto sambil terus mengagumi satu persatu lukisan yang dipamerkan. Wajahnya benar-benar bersinar karena bahagia. Vanylla begitu menyukai lukisan dan ingin menjadi salah satu pelukis terkenal nantinya.

"Mereka benar benar indah!" puji Vanylla bergumam berkali kali pada Katy panggilan kecil bagi Katrine. Dan Katy hanya tersenyum melihat betapa bahagianya Vanylla menikmati lukisan-lukisan itu.

"Selesai dari sini, aku ingin mengenalkan kamu pada seseorang," bisik Katy sambil menarik Vanylla kesisinya. Vanylla jadi mengernyitkan kening heran.

"Oh tidak Katy, jangan berpikir untuk menjodohkanku lagi!" jawab Vanylla menjatuhkan bahunya dengan wajah cemberut dan nada kecewa.

"Memangnya kenapa, dia laki laki yang tampan, Vany!" Katy langsung memberikan jempol di depan wajah Vanylla mempromosikan pria yang tak dikenal Vanylla sama sekali.

"Aku bilang aku tidak mau!" sunggut Vanylla dan melenggos pergi. Katy mendengus dengan napas kesal setengah mati. Umur Vanylla sudah 20 tahun tapi belum pernah berkencan dan pacaran. Ia bahkan belum pernah berciuman.

‘Oh Tuhan, wanita macam apa yang belum pernah berciuman di umur 20 tahun di abad ini, aku rasa hanya Vanylla orangnya!’- gerutu batin Katy.

"Ayolah, aku sudah tiga kali gonta-ganti pacar tahun ini, aku ingin kamu pacaran juga!" tambah Katy masih bersikeras dan terus mengikuti Vanylla. Tapi temannya itu langsung menggelengkan kepalanya.

"Kalau kamu mau pacaran apa aku harus pacaran juga, no!" sanggah Vanylla masih asik mengambil foto dan mencoba tak peduli pada rengekan Katy.

"Kita kan bisa berkencan ganda?" tawar Katy dengan pandangan menggoda. Vanylla hanya menoleh sedikit dan mengernyitkan keningnya dengan tatapan wajah aneh.

"Ayolah Vany, coba saja dulu. Diia temannya Peter, kamu pasti akan suka. Percayalah padaku!" Katy masih terus mengekori Vanylla dan sibuk merayunya agar mau berkencan buta. Wajahnya terus menyengir masih terus menggoda.

Vanylla paling kesal jika sudah begini, Katy suka sekali memaksakan keinginannya. Dia akan terus merayu sambil membawa bawa persahabatan mereka. Katy adalah teman Vanylla dari kecil, mereka tumbuh bersama lalu sekolah bersama sampai bahkan sekarang kuliah bersama.

Vanylla anak yang cerdas ia hampir menyelesaikan studi arsiteknya di Manchester Inggris diumurnya yang baru 20 tahun. Sedangkan Katy yang dua tahun lebih tua darinya memilih jurusan bisnis untuk ikut terlibat dalam bisnis Ayahnya. Tinggal satu bulan lagi maka Vanylla dan Katrine akan wisuda dan pulang kembali ke Los Angeles.

Vanylla yang terus menerus dirayu dan didesak akhirnya mengangguk pasrah saat ditarik teman baiknya itu ke sebuah cafe yang dapat dicapai setelah naik subway. Cafe itu dekat dengan apartemen tempat mereka tinggal.

Sesampainya mereka di cafe tersebut, mata Katy langsung mencari-cari kekasihnya Peter Shawn yang ternyata sudah duduk di ujung sudut kafe. Katy melambaikan tangannya sambil kemudian menarik Vanylla yang berjalan malas. Terlihat Peter duduk bersama seorang pria tampan yang sedang mengaduk minumannya.

Pria itu berambut cepak, berkaos polo berpatern dengan celana pendek dan memakai sweater yang diikat dibahunya. Ia memakai kaca mata hitam yang diletakkan di atas kepalanya. Peter dan temannya itu langsun tersenyum pada Katy dan Vanylla yang datang menghampiri.

Vanylla yang cantik dan polos memakai kaos bentuk dress dengan rok di atas lutut dan kemeja denim biru. Rambutnya coklat bergelombang dan ia memakai boot kesukaannya. Manis, imut, cantik dan tidak bisa menutupi kepolosannya.

Pria di sebelah Peter langsung memandang Vanylla tanpa berkedip. Dan Vanylla hanya tersenyum tipis memamerkan lesung pipinya yang cantik.

"Hai Vany, perkenalkan ini temanku namanya Greg Hartman." Greg langsung memberikan tangannya pada Vanylla dan ia pun menyambut jabat tangan Greg sambil tersenyum malu.

"Hai namaku Greg Hartman, panggil saja aku, Greg," ujar Greg memperkenalkan diri sambil tersenyum lebar

"Vanylla Wright!" jawab Vanylla pelan dan singkat.

"Wow!" gumam Greg pelan dan nyaris tak terdengar. Vanylla memang tidak mendengar gumaman itu karena wajahnya berpaling dan mendengar Peter bicara. Greg tidak bisa menutupi kekagumannya pada Vanylla, gadis itu benar benar cantik. Vanylla lalu disuruh duduk oleh Katy di sebelah Greg karena tempat di sebelah Peter pasti di duduki oleh Katy.

"Kalian baru darimana?" tanya Katy pada Peter berbasa-basi sambil meminum kopinya. Vanylla ikut memesan coklat panas dari pada kopi, ia tidak suka kafein.

"Oh aku baru menemani Greg berlatih golf. Dia ada kompetisi minggu depan." Greg tersenyum dan meminum kopinya. Vanylla hanya diam saja dan mendengarkan mereka bicara.

"Vanylla, Greg adalah salah satu atlet golf di kampusmu!" Greg lalu melirik pada Vanylla yang ikut melirik tapi raut wajahnya biasa saja.

"Jadi kamu berkuliah di University of Manchester?" tanya Greg sambil melihat mata Vanylla dan ia hanya tersenyum tipis sambil mengangguk.

"Oh ya, ambil fakultas apa, kenapa aku tidak pernah melihatmu?" sambungnya lagi.

"Arsitektur dan seni." Mata Greg membesar lalu tersenyum.

"Uhmm, aku mengambil bisnis dan management tahun terakhir. Seminggu lagi aku akan wisuda," tambahnya masih tersenyum. Vanylla hanya membalas senyum dan menunduk. Mata gadis ini benar benar besar dan indah- pikir Greg

"Vanylla juga tahun terakhir, ia akan wisuda satu bulan lagi bersamaku" ujar Katy tiba tiba sambil menyedok cheese cake yang ia pesan. Greg mengangguk sambil mengernyitkan keningnya.

"Memangnya kalau aku boleh tau, berapa umurmu Vanylla?" tanya Greg.

"20 tahun!" Mata Greg membesar seklai lagi lalu terus mengangguk dan tersenyum.

"Berarti kamu gadis yang cerdas, kamu bisa lulus dengan umur semuda itu. aku saja baru berusia 25 tahun dan menyelesaikan kuliahku!" puji Greg tersenyum manis pada Vanylla.

"Greg juga cerdas Vany. Dia bisa menyelesaikan kuliah dan mendapat beasiswa dengan menjadi atlet golf profesional. Aku rasa ... sebentar lagi dia juga akan menggantikan Tiger Woods, hahaha!" celetuk Peter sambil terkekeh kecil. Vanylla hanya tersenyum tipis menanggapi promosi Peter pada temannya.

Sisa sore itu mereka habiskan dengan mengobrol, tentu saja yang banyak bicara adalah Katy dan Peter yang sesekali berciuman lalu Greg menimpali beberapa kali dan Vanylla yanga hanya menjawab jika ditanya. Sampai ponsel Vanylla berdering, Kakaknya menelepon

"Ya Jared!" jawab Vanylla sambil tersenyum. Greg yang mendengar sedikit suara Vanylla mengernyitkan keningnya. Siapa itu Jared?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DIONESA
8.9
Kepindahan ke sekolah baru membawa perubahan besar bagi Sasa, terutama saat ia dipasangkan sebangku dengan Dion, cowok dingin yang tertutup. Di tengah masa adaptasinya, Sasa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sang ayah telah memiliki kekasih baru. Kesedihan Sasa rupanya mampu menyentuh hati Dion yang semula apatis. Ia pun mulai membuka diri demi menghibur Sasa. Kebersamaan ini menyingkap rahasia masa lalu Dion, sekaligus menumbuhkan benih cinta yang manis di antara mereka.
Sampul Novel Jatuh Dalam Pesonamu (Enigma: Teka-teki)
8.9
Demi menyembunyikan rahasia besar keluarga, Numa dan Afkar terjebak dalam perjodohan penuh teka-teki. Tanpa kesepakatan tertulis, keduanya dipaksa bekerja sama menghadapi hubungan yang rumit dan ambigu. Afkar menegaskan bahwa aliansi nyata ini sangat penting demi melindungi ketenangan hidup mereka dari gangguan luar. Di tengah sikap Numa yang mendambakan perhatian, mereka harus memecahkan misteri mendalam yang mengikat takdir mereka dalam romansa modern yang penuh ketegangan ini.
Sampul Novel Pernikahan Terpaksa Mafia
9.5
Demi melunasi utang sang ayah dan mendapatkan perlindungan, Laluna Cattline terpaksa menikah dengan Leonidas Draven. Pewaris teknologi yang berjiwa bebas ini kini terperangkap dalam dunia gelap bos mafia New York tersebut. Pernikahan ini hanyalah transaksi bisnis bagi Leonidas, namun menjadi penjara bagi Laluna. Di tengah intrik kejam dan rahasia masa lalu, keteguhan Laluna justru mulai menyentuh hati dingin Leonidas. Mampukah Laluna bertahan atau akan hancur?
Sampul Novel Skandal Cinta Pilot Angkuh
8.4
Senyum ceria Lara justru menyulut kebencian di hati Ardan Pradipta. Pilot berdarah dingin itu merasa terusik karena kebahagiaan Lara terus membangkitkan trauma masa lalunya. Namun, sebuah insiden tak terduga membuat keduanya terdampar di pulau terpencil. Di sana, keangkuhan Ardan perlahan terkikis oleh pesona Lara. Sayangnya, kepulangan Ardan sudah ditunggu oleh tunangan yang setia menantinya. Akankah perasaan ini bersemi atau terkubur menjadi skandal?
Sampul Novel Suamiku, Nerakaku!
8.8
Tujuh tahun pengabdian cinta kepada Kennedy hancur seketika saat penculikan mengerikan terjadi. Alih-alih menyelamatkan istrinya, Kennedy justru menolak membayar uang tebusan karena terhasut oleh sekretarisnya yang menganggap ini cara terbaik untuk mendisiplinkannya. Setelah melewati siksaan yang bagaikan neraka, sang istri akhirnya tersadar dan memilih melepaskan hubungan ini. Namun, saat dia memutuskan untuk pergi selamanya, Kennedy justru bersujud sambil menangis demi mendapatkan pengampunan.
Sampul Novel Wanita Penghibur untuk Suamiku
8.9
Didorong rasa putus asa dan cinta, Naura mengambil langkah nekat dengan menyediakan wanita penghibur untuk sang suami. Di tengah kepedihan rumah tangga yang menyiksa, ia tetap bertahan demi membalaskan dendam kematian keluarganya. Sebagai satu-satunya korban selamat dari kecelakaan maut yang merenggut nyawa orang tuanya, Naura masih dihantui trauma hebat saat melihat mereka tewas terbakar di dalam mobil. Ingatan kelam itulah yang kini memicu tekadnya mencari keadilan.