APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Nyonya Tak Bucin Lagi

Nyonya Tak Bucin Lagi

Kesempatan kedua hidup dipakai Grace Wijaya untuk segera menceraikan William Sanjaya. Trauma akibat mati tragis di rumah sakit jiwa setelah delapan tahun mencintainya membuat Grace enggan bertahan. Awalnya William bersikap dingin dan mengabaikan keputusan itu. Namun, ia menyesal saat melihat Grace bertransformasi menjadi wanita karier sukses yang dikelilingi banyak pria. Ketika William memohon untuk rujuk, Grace dengan tegas menolak karena telah sembuh dari kebutaan cintanya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Grace berbalik lalu teriak, "Siapa yang menyuruhmu membuangnya? Ambil!"

Petugas resepsionis tidak takut padanya. "Nggak perlu repot-repot seperti ini, CEO kami nggak akan melihatnya. Setiap saat kamu mengirimkannya, beliau akan menyuruh kami membuangnya!"

Dulu, Grace khawatir William bekerja terlalu keras, jadi bersusah payah memberinya makanan, pakaian untuk menghilangkan stres.

Grace juga menulis kepadanya seperti tokoh utama dalam novel dan mengungkapkan perasaannya yang tulus.

Ternyata begitulah cara William menyikapi kekhawatirannya.

Bahkan petugas resepsionis berani membuang barang-barangnya sesuka hati!

Grace menatap dingin ke arah petugas resepsionis. "Entah William melihatnya atau nggak, kamu nggak punya hak untuk membuang barang! Ambil!"

Petugas resepsionis itu mengerutkan bibirnya dan berkata, "Ya, akan aku ambil. Kamu hanya pura-pura menjadi istri CEO, tapi ternyata dicampakkan."

"Kamu ...."

"Apa yang terjadi?"

Grace baru saja ingin menyuruh pihak lain meminta maaf, tiba-tiba suara pria yang serius terdengar.

Grace menoleh dan melihat bahwa orang yang berbicara adalah asisten William, Antony Zulaiman.

Orang yang berdiri di samping Antony adalah William yang mengenakan setelan jas hitam.

William bertubuh tinggi dan tampan. Meski berwajah dingin tapi tetap memiliki pesona maskulin.

Dulu, ketika Grace melihatnya, jantungnya akan berdetak lebih cepat, wajahnya akan memerah dan akan dengan malu-malu memanggilnya, tapi sekarang Grace sama sekali tidak ingin mengatakan sesuatu padanya.

"Nyonya," sapa Antony dengan sopan.

Grace tidak begitu puas seperti sebelumnya.

Dari awal sampai akhir, dia bukanlah istri yang diakui William.

Kata "Nyonya" hanyalah untuk basa-basi.

"Apa yang terjadi?"

Antony tidak tahu apa yang dipikirkan Grace, jadi bertanya lagi ke petugas resepsionis.

Petugas resepsionis itu melirik ke arah William dan menjawab dengan sedih, "Pak William bilang nggak akan menerima sesuatu dari Nyonya, tapi Nyonya terus memaksaku untuk memberikannya pada Pak William. Aku nggak berani melanggar peraturan, jadi ...."

Setelah mendengar ini, William mengerutkan kening dan bertanya pada Grace, "Siapa yang menyuruhmu menindas orang lain di sini!"

Grace menyatakan kejadian yang sebenarnya terjadi. "Aku nggak menindasnya, juga nggak memaksanya. Dia melemparkan barang-barang aku, jadi aku ...."

"Cukup!" William menyela dengan kesal, "Masih saja cari-cari alasan! Grace, kamu benar-benar keji!"

Tanpa mengetahui apa yang terjadi, William langsung memarahinya.

Pantas saja petugas resepsionis berani menuduhnya.

Dalam benak William, Grace selalu bersikap jahat.

Grace tidak repot-repot menjelaskannya dan hanya tersenyum dengan acuh tak acuh. "Sebentar lagi kamu nggak perlu menahannya lagi."

Grace mengambil tas dokumen itu dan berkata, "Aku sudah membuat perjanjian perceraian. Sebelum Kantor Catatan Sipil tutup, lebih baik lakukan dulu saja."

Setelah mendengar ini, Antony dengan tenang melambaikan tangan pada petugas resepsionis dan mengambil beberapa langkah.

"Aku sudah menelepon bahkan mengirimkan pesan, tapi nggak ada jawaban, jadi aku datang ke perusahaan."

Setelah mengatakan ini, Grace menyerahkan tas dokumen itu pada William.

William tidak mengambilnya dan berkata, "Grace, baru beberapa hari saja kamu sudah nggak sabar. Sekarang mau ganti cara untuk buat masalah lagi?"

Grace masih tersenyum tipis. "Percuma aku menjelaskannya lagi, kamu juga nggak akan percaya. Cara terbaik adalah pergi ke Kantor Catatan Sipil sekarang."

Melihat senyum acuh tak acuh Grace yang belum pernah dilihat sebelumnya dan tatapan matanya yang terlihat tanpa dasar William sedikit mengerutkan kening.

Grace tanpa malu-malu mengejarnya selama bertahun-tahun, bahkan mencoba segala cara untuk menikah dengannya.

Sekarang Grace mau menceraikannya?

Benar-benar lelucon!

Mungkin Grace mendengar tentang metode ini di suatu tempat dan menggunakannya untuk menarik perhatiannya!

"Kamu buru-buru sekali ke Kantor Catatan Sipil, apa nanti akan ada drama di sana?"

William mencibir. "Grace, apa kamu nggak punya pekerjaan lain selain menggangguku setiap hari?"

Apa yang dulunya merupakan cinta sepenuh hati dari Grace, ternyata hanya sebuah keterpaksaan dan keterikatan di mata William.

Grace sekali lagi senang karena sudah sadar sepenuhnya.

Grace mengeluarkan surat perjanjian cerai dari tas dokumen dan berkata, "Kamu bisa menandatanganinya sekarang. Ini akan selalu membuktikan bahwa aku nggak akan mengganggumu lagi."

Melihat surat perjanjian cerai di hadapannya, kesabaran William habis dalam sekejap.

Grace bersikeras untuk bercerai, William tentu saja akan menuruti kemauannya!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Rahasia sang Fuckboy
8.7
Demi Edgar Emiliano, si playboy sekolah, Vania Clarista rela melepaskan kemewahan hidupnya. Namun, cinta buta itu berujung luka saat ia hamil dan ditinggalkan berjuang sendiri. Vania pun memilih pergi menjauh demi kehormatan keluarganya, lalu membangun hidup baru secara mandiri. Enam tahun berselang, anaknya kini tumbuh besar. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali, ataukah Vania bakal tetap bertahan sendirian tanpa Edgar?
Sampul Novel Dituduh sebagai Menantu Durhaka
9.5
Saat ayah mertuanya terjatuh dan mengalami stroke hingga bersimbah darah, sang menantu justru membersihkan lantai dengan tenang tanpa memanggil bantuan. Di kehidupan sebelumnya, ia mencoba menyelamatkan mertuanya, tetapi sang suami mengabaikan teleponnya demi cinta pertamanya. Akibatnya, sang ayah meninggal, dan suaminya yang murka membunuhnya dengan kejam. Kini, setelah bereinkarnasi kembali ke hari fatal tersebut, ia memutuskan untuk membiarkan waktu berlalu tanpa melakukan apa pun.
Sampul Novel Istri Kedua Sang Penguasa
8.7
Demi melunasi utang judi sang ayah tiri, Aurora Safitri terpaksa menyetujui pernikahan sebagai istri kedua Alvaro Ricolas. Alvaro sendiri merupakan miliarder menawan yang kesepian lantaran istri pertamanya lebih fokus mengejar karier di luar negeri. Di balik kekayaannya, ia sangat mendambakan kehadiran seorang pendamping. Kini, Aurora harus menjalani kehidupan baru di sisi pria berkuasa tersebut. Akankah pernikahan ini menumbuhkan cinta, atau justru membawa kepedihan?
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menikah dan menjadi istri keempat Tuan Thakur, tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup, kecuali maut memisahkan atau suaminya sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?
Sampul Novel Lidah Menantu
9.5
Sikap santun sang menantu rupanya hanya topeng. Kini, Mak Esah harus menghadapi lisan tajam dan perilaku tidak sopan dari istri anaknya tersebut. Di balik perubahan drastis ini, Mak Esah mencium adanya sebuah rahasia besar yang sengaja ditutupi darinya. Konflik batin dan ketegangan di antara mereka pun kian memuncak. Sanggupkah Mak Esah bertahan dari tekanan mental yang menderanya? Mampukah semua misteri dan kebenaran yang tersembunyi akhirnya terbongkar?
Sampul Novel Suara Bayi di Ponsel Suamiku
9.0
Pernikahan Suci yang tenang mulai diguncang keraguan setelah ia mendengar tangisan bayi misterius di telepon suaminya. Meski sempat mengabaikan kecurigaan tersebut, berbagai keanehan lain justru terus bermunculan. Perlahan, tabir misteri mulai terbuka dan membongkar rahasia kelam yang selama ini disembunyikan sang suami di balik sikap manisnya, menyeret Suci pada kenyataan pahit yang tak pernah ia duga sebelumnya.