APKDock Logo
Sampul Novel Noda Penyesalan

Noda Penyesalan

8.5 / 10.0
Malam pertama yang seharusnya indah bagi Zahra justru berujung petaka. Beberapa jam setelah ijab kabul, Raja, suaminya yang berprofesi sebagai perwira polisi, langsung menjatuhkan talak. Padahal, seluruh proses pernikahan mereka berjalan tanpa hambatan. Zahra dituduh tidak perawan lagi hanya karena tidak berdarah saat berhubungan intim. Fitnah kejam ini seketika menghancurkan hati dan hidup Zahra dalam sekejap akibat penolakan sang suami.

Noda Penyesalan Bab 1

"Zahra Amelia binti Basri Ahlan, aku ceraikan kamu sebagai istriku. Hari ini dan detik ini kamu, aku bebaskan dari kewajiban," ucap Mas Raja saat setelah kami melakukan malam pertama. Bagai ribuan belati menusuk jantungku tepat pada detaknya aku terkulai lemas.

Bagaimana bisa setelah proses akad pernikahan yang dilakukan beberapa jam yang lalu Mas Raja menjatuhkan talak setelah kami melakukan hubungan. Tanpa alasan yang jelas, dan tanpa aku tahu apa salah dan dosa ini, dia melakukan itu di malam pertama hari pengantin.

Bunga-bunga mawar masih terhampar di ranjang dengan semerbaknya yang harum. Bahkan hiasan kamar pengantin masih tertata apik dalam kamar, tapi … dia menjatuhkan harga diri setelah melakukan sentuhan malam pertama.

Aku menangis menutup mata sembari terisak merasakan sakit. Baru saja aku serahkan mahkota yang paling berharga pada Mas Raja. Bertahun-tahun aku menjaga kehormatan ini, dan kupersembahkan pada suami tercinta pada hari dimana kami sudah resmi menikah.

"Mas ….!" suaraku tercekat di tenggorokan. Kupandang tubuh lelaki yang baru beberapa jam lalu resmi menjadi suami. Tubuhnya yang tinggi kekar sangat tampan. "Apa salahku?"

Mas Raja menarik nafas panjang saat ingin melanjutkan kalimatnya.

"Kamu tidak perawan."

Ser....

Jantungku terasa diremas-remas mendengar ucapan Mas Raja. Baru saja kami melakukannya satu jam yang lalu. Dia berhasil mengoyak keperawananku dengan susah payah. Sialnya! Mas Raja mengatakan kalau aku tidak suci.

"Apa … maksudmu, Mas?" tanyaku heran. "Bukankah kamu yang tadi melakukannya hingga membuatku terasa sakit dan perih?"

Lagi-lagi Mas Raja kembali menarik nafas panjang.

"Kamu tidak suci, Zahra. Saat aku melakukannya tidak ada bercak darah yang tumpah di atas sprei putih ini," tunjuk Mas Raja pada sprei bermotif putih polos yang dihiasi kelopak mawar merah. Mulutku ternganga mendengarkan kalimatnya.

"Robeknya selaput dara tidak mengeluarkan darah bukan berarti tidak suci, Mas."

Mas Raja terdiam.

Entah apa yang dipikirkannya saat ini. Penyesalan karena sudah menjatuhkan talak atau dia masih memikirkan ucapanku barusan.

"Maaf, Zahra. Aku menikahimu karena menganggapmu bisa menjaga kehormatan dan akan menyerahkan mahkota yang paling berharga padaku. Nyatanya aku salah, kamu sama saja dengan gadis murahan menjual diri!" dengkusnya.

"Mas aku mohon! Percayalah! Aku benar-benar masih suci. Belum pernah sekalipun disentuh laki-laki," ucapku memelas. Kupeluk lutut Mas Raja sambil terisak di sana, memohon belas kasihan.

Mas Raja melonggarkan pelukanku dan membantu berdiri. Netra kami saling bertemu dan bertatapan pada manik yang hitam. Nyaris tidak ada jarak diantara kami berdua yang sedang berdiri berhadapan.

"Aku bisa membedakan perempuan suci atau perempuan yang pura-pura suci, Zahra. Kamu sudah membohongiku. Untuk itu aku menceraikanmu malam ini. Besok akan aku urus surat perceraian kita di pengadilan."

Tubuhku ambruk dan lunglai seketika terjerembab ke lantai granit yang mengkilap berwarna krem. Ada yang terasa perih di sini, kini wajahku terlihat sayu. Mata ini juga sembab karena banyak menangis. Di luar sana para tamu undangan baru saja pulang memberikan kado dan amplop pernikahan, bahkan janur kuning pun masih berkibar tertiup angin.

Namaku dan namanya berdiri tertulis di sebuah kertas berbentuk hati melambai di antara janur kuning. Menuliskan selamat berbahagia Raja, dan Zahra. Tenda pernikahan berikut pelaminan masih terpampang di pelataran rumah dengan dihiasi bunga-bunga nan indah. Sementara aku disini setelah menghabiskan malam pertama suami mencampakkanku begitu saja.

"Kamu boleh pergi setelah besok fajar menyingsing sebelum Papa dan Mama terbangun. Aku tidak ingin mereka bertanya lebih lanjut tentang masalah kita," ucapnya kemudian. Aku beringsut dari tempat duduk hendak melangkah pergi.

"Tidak usah menunggu besok Mas, sekarang juga aku akan pergi dari sini. Terima kasih kamu sudah memberikan kebahagian sesaat. Terima kasih juga sudah menghadiahi talak. Asal kamu tahu, Mas kalau cintaku ini suci padamu. Begitu juga dengan kehormatanku. Hanya karena tidak ada darah yang keluar kamu katakan aku tidak suci. Kegadisan wanita tidak dilihat dari keluarnya selaput dara, Mas. Kamu bisa bertanya pada dokter medis tentang masalah ini."

Setelah berkata demikian ku kemasi pakaian yang tadi sudah disusun dalam lemari jati milik Mas Raja. Aku masukkan beberapa gamis ke dalam koper yang biasa dipakai untuk membawa pakaian.

"Ini sudah lewat tengah malam, Zahra. Kamu mau pergi kemana? Panti asuhan tempat kamu tinggal jaraknya dua jam dari sini. Itu pun memakai kendaraan pribadi ditempuh. Sebaiknya besok saja kamu pergi setelah fajar. Aku masih mengizinkan kamu tinggal beberapa jam di kamar ini sampai besok pagi," ujarnya.

"Jangan takut, Mas. Aku masih punya Allah yang akan melindungiku ke mana pun aku pergi. Berada di sini semakin membuatku sesak karena kamu sudah menolakku," ucapku datar. Tanpa menoleh kearah Mas Raja aku terus saja menyusun pakaian dan hijab yang tadi digantung.

Tidak banyak barang yang aku bawa dari panti asuhan karena Mas Raja melarangnya. Saat menjadi istrinya ia berjanji akan memenuhi semua kebutuhanku baik nafkah lahir maupun batin. Mas Raja adalah anak seorang pengusaha kaya raya. Ayahnya pemilik perusahaan nomor satu dalam negri, hartanya tidak habis dalam tujuh turunan meski dinikmati anak dan cucunya.

Mas Raja hanya dua bersaudara yang tinggal berdua bersama kedua orang tuanya, tapi mereka berdua tidak ada yang memiliki keturunan pebisnis seperti kedua ayah dan ibunya. Mas Raja memilih profesi sebagai seorang polis sedangkan adiknya yang bernama Regan seorang dokter. Dilahirkan dari keluarga kaya tidak membuat mereka berdua hidup dalam kemewahan bergelimang harta, mereka mengikuti gaya hidup sederhana.

Lain denganku yang hanya seorang gadis yatim piatu yang tinggal di panti asuhan karena tidak mempunyai orang tua. Sejak aku lahir sudah ditemukan di depan panti asuhan dengan terbungkus kardus dan di selimuti kain bedung tipis. Hanya ada keterangan dalam secarik kertas yang dititipkan mereka saat itu, kalau namaku Zahra Amelia binti Basri Ahlan.

Nama ibuku adalah Adiba binti Bahrum. Hanya dua keterangan itu yang menyatakan identitasku sampai sekarang karena pihak panti tidak mengetahui siapa ayah dan bunda yang sudah melahirkanku ke dunia. Aku dibuang di panti asuhan milik Umi Ayesha yang sekarang menampung banyak anak terlantar.

Umi Ayesha wanita yang baik hat, panti asuhan Al-Jannah yang didirikan bersama suaminya di atas bangunan rumah seluas seribu meter persegi. Mereka tidak mempunyai anak hanya tinggal berdua menikmati masa pensiunnya. Untuk itulah kedua manusia berhati malaikat, sepakat membangun panti asuhan guna menampung anak terlantar dari hasil uang yang mereka tabung selama puluhan tahun.

"Ini, cincin pernikahan kita, Mas. Aku kembalikan padamu. Sudah tidak ada gunanya lagi aku menyimpannya di jari manisku. Toh, status kita tidak lagi menjadi suami istri sekarang," ucapku sembari menyerahkan cincin pernikahan belah rotan seberat sepuluh gram ke tangan Mas Raja.

Setelah menyerahkan cincin pernikahan dan mengembalikan mahar pinangan, aku pun pergi meninggalkan kamar pengantin dengan menyeret koper. Bumi tempatku berpijak seakan ringan tidak menampung tubuh ini. Kutelusuri ruang tamu yang masih berhiaskan lampu tumblr warna-warni dengan berjalan pelan. Aku tidak ingin menimbulkan suara kegaduhan di tengah malam buta saat mereka sedang terlelap dalam mimpinya.

"Kakak Ipar, kau mau kemana?" tanya Regan menghentikan langkahku.

Aku berbalik dan menoleh ke arahnya. Dia sudah berdiri di depan ruang tamu masih memakai pakain jas dokter, mulutnya menganga lebar ketika memperhatikan tangan kanan ini menyeret sebuah koper dan paper bag.

"Aku akan pergi meninggalkan rumah ini, Regan," jawabku menunduk. Rumah besar dan mewah ini tidak cocok untuk seorang gadis yatim piatu dan sebatang kara sepertiku.

"Tapi, kenapa? Apa Abang Raja memarahimu?" tanyanya lagi.

Aku menggeleng pelan. "Tidak."

"Lalu?"

"Abangmu Raja sudah menjatuhkan talak malam ini juga. Untuk itu aku harus pergi meninggalkan rumah ini, tidak mungkin bertahan dengan rasa sakit ini."

"Apa? Talak?" Regan shock mendengar kalau abangnya Raja sudah menjatuhkan talak di malam pertama.

Aku mengangguk. "Iya, Regan. Kami sudah resmi berpisah hari ini."

"Apa dia sudah gila hah? Istri baru dinikahi sudah dijatuhkan talak?" Regan terlihat sangat marah. Tangannya terlihat mengepalkan tinju, giginya terdengar gemeretak menahan emosi.

Sedetik kemudian Regan menarik tanganku dan membawa menemui Mas Raja di dalam kamar, entah apa yang akan dilakukan dia.

"Ayo kakak ipar ikut aku! Masalah ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Aku akan memberi Abang Raja pelajaran. Seorang polisi boleh saja keras mentaati hukum negaranya. Tetapi bukan berarti dia bisa bebas menjatuhkan talak kepada istrinya," ucap Regan marah. Dia masih saja menyeretku dan membawa masuk kedalam kamar pengantin kami.

"Hentikan, Regan! Aku tidak mau ada keributan di sini. Biarkan aku pergi dengan damai. Mas Raja sudah bukan suamiku lagi," sergahku.

Regan masih memaksa untuk menemui Mas Raja, tapi aku bersikeras menolak ajakannya. Hingga tiba-tiba dia berteriak dengan lantang di depan pintu kamar pengantin memanggil-manggil nama Mas Raja.

"Raja, keluar kau sekarang juga dari kamar! Jangan jadi orang pengecut bersembunyi di balik selimut," ucap Regan keras.

Teriakkan Regan sudah membangunkan penghuni rumah yang terlelap dari mimpi indah mereka. Terlebih lagi papa dan mamanya, mantan mertuaku spontan keluar mendengar suara kegaduhan.

Mas Raja keluar sembari bertelanjang dada sembari menenteng botol air mineral. Tak dapat dihindari Regan langsung memukulkan tinjunya ke arah wajah pria itu. Mas Raja terjatuh terjerembab di atas lantai granit. Sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.

Mama dan papanya yang melihat kedua anaknya bertengkar di tengah malam buta segera datang dan bertindak berniat memisahkan kedua kakak beradik utu. Namun, sayang Regan masih saja terus menghadiahi wajah mantan suamiku dengan bertubi-tubi pukulan hingga wajah Mas Raja babak belur.

"Regan hentikan," teriak papanya.

***

Bersambung.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Noda Penyesalan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel DENDAM INDRIANA
9.0
Dunia Indriana hancur seketika setelah pernikahan mendadaknya dengan Andi. Tak hanya kehilangan ayah tercinta, ia juga harus menghadapi kenyataan pahit menjadi janda dalam semalam. Terungkapnya perselingkuhan dan pengkhianatan keji seketika memusnahkan kepercayaannya pada cinta. Kini, putri terpandang yang terluka ini bangkit dengan kemarahan membara. Ia bertekad membalas dendam pada semua orang yang telah merusak hidupnya. Sanggupkah ia melewati ujian berat ini?
Sampul Novel Hukum Sang Pewaris Cacat
8.7
Pasca kematian istrinya, Don mafia Damon Valenti frustrasi karena Enzo, bayinya, terus menolak susu formula. Di tengah situasi kritis ini, ia bertemu Isabella Moreno yang baru saja kehilangan anaknya. Damon pun menawarkan sebuah kontrak kerja dingin agar Isabella bersedia menjadi ibu susuan bagi Enzo. Namun, kelembutan Isabella justru memicu obsesi gelap dalam diri Damon. Sang penguasa mafia kini terjerat gairah berbahaya pada wanita yang seharusnya hanya menjadi pekerja.
Sampul Novel Ketua Geng Itu Suamiku
8.0
Ayu, siswi pintar penerima beasiswa di SMA Garuda, terpaksa menikah muda dengan Bin, ketua geng motor Garuda Steel yang penuh masalah. Kehidupan tenang Ayu seketika runtuh usai melihat langsung pertarungan mematikan suaminya. Sembari berusaha keras untuk lulus sekolah, Ayu didera kebimbangan karena kepedulian yang ditunjukkan Iky, sahabat suaminya sendiri. Kini, mereka harus bersatu melawan musuh bersama sekaligus menyelesaikan cinta segitiga yang rumit.
Sampul Novel Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an
8.7
Setelah delapan tahun membina rumah tangga, Lina Watson mengambil keputusan sulit untuk meninggalkan keluarganya demi pergi ke ibu kota dalam waktu setengah bulan. Hubungan yang renggang membuat putranya, Alan, tidak lagi menganggap Lina sebagai ibu dan memilih tinggal bersama ayahnya. Di tengah kepedihan ini, Lina membulatkan tekad untuk memulai lembaran baru hanya bersama putrinya, Alicia. Sang guru yang telah lama menantinya di ibu kota pun hanya bisa mendukung langkah berani Lina untuk melepaskan masa lalunya yang penuh luka.
Sampul Novel Menikahi Ayahnya Setelah Terlahir Kembali
8.1
Setelah tewas mengenaskan bersama kedua anaknya akibat tabrakan maut yang disebabkan oleh suaminya yang mabuk, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia terbangun di masa lalu, tepat saat pria yang dicintainya dan ayah pria tersebut sedang terpengaruh obat perangsang. Di kehidupan sebelumnya, ia memilih sang pria pujaan hingga berujung pada pernikahan dingin yang penuh kebencian. Kini, ia bertekad mengubah takdirnya dengan menolong sang ayah dan memilih menjadi ibu tiri mantan suaminya.
Sampul Novel UNPERFECT MARRIED
9.2
Keberhasilan Kaira sebagai istri membuat Sunny merasa terasing dan tertekan. Demi melepaskan beban tersebut, ia berselingkuh dengan Diva, murid menulisnya sendiri. Saat Kaira mengetahui perselingkuhan ini, tidak ada amarah yang meledak-ledak. Alih-alih melabrak suaminya, ia memilih menuangkan segalanya ke dalam karya tulis terbaru. Lewat untaian kalimat yang ia susun secara perlahan, Kaira tengah merancang sebuah pembalasan yang sangat menyiksa bagi Sunny.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan