APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Nikah Siri : Cinta Dibalik Bayang-Bayang

Nikah Siri : Cinta Dibalik Bayang-Bayang

Kehancuran menerpa hidupku ketika perselingkuhan Dimas terbongkar. Suamiku rupanya telah menikah siri secara rahasia dengan Nadia, sahabat dekatku. Komitmen pernikahan kami kini hancur lebur, memaksaku memilih antara mempertahankan rumah tangga atau menyelamatkan harga diri. Penyelidikan yang kulakukan justru mengungkap berbagai kenyataan pahit yang kian melukai perasaan. Di persimpangan jalan ini, aku harus menentukan sikap: bertahan demi cinta yang dikhianati atau pergi untuk memulihkan diri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku duduk di lantai kamar, menundukkan kepala dan membiarkan air mataku jatuh begitu saja. Rasa sakit yang datang begitu mendalam, lebih dari yang pernah aku bayangkan. Aku tidak tahu berapa lama aku terdiam seperti itu, hanya berusaha menenangkan diri, tapi setiap kali aku memikirkan wajah Dimas, dan tatapan kosong dari Nadia, rasa sakit itu datang lagi. Seolah ada lubang besar yang menganga di dadaku, menyedot semua harapan dan kebahagiaan yang pernah ada.

Setelah beberapa waktu, aku bangkit dengan susah payah. Kamar ini, yang dulunya terasa begitu hangat dan penuh kenangan indah, kini terasa asing. Setiap sudutnya seolah mengingatkanku pada kebohongan yang telah dipendam, pada janji-janji manis yang kini terasa kosong.

Aku menghapus air mata yang membasahi pipi, mencoba untuk berpikir jernih. Aku harus membuat keputusan. Tidak mungkin aku terus hidup dalam kebingungan seperti ini, terus terperangkap dalam pengkhianatan yang telah mengoyak hatiku. Tapi, entah mengapa, pikiranku kembali teringat pada Dimas. Apa yang membuatnya begitu tega melukai aku dan memilih Nadia? Apakah dia benar-benar mencintaiku? Atau semuanya hanya kebohongan belaka?

Aku keluar dari kamar dan melangkah menuju ruang tamu. Di sana, Dimas dan Nadia masih duduk, berbicara pelan, namun aku bisa merasakan ketegangan yang semakin menebal di udara. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka katakan lagi padaku. Hati mereka mungkin penuh penyesalan, tapi itu tidak cukup untuk menghapus luka yang kini menganga di hatiku.

"Nadia, Dimas," aku memanggil mereka dengan suara serak. "Aku ingin tahu satu hal." Aku berhenti sejenak, mencoba menenangkan diriku, tapi air mata yang tak kunjung berhenti membuat kata-kataku hampir terhenti. "Kenapa kalian berdua memilih jalan ini? Kenapa harus menyembunyikan semuanya dariku? Apa aku tidak cukup berarti bagimu, Dimas?"

Dimas menatapku dengan mata penuh penyesalan, namun itu tak mengurangi rasa sakit yang ada di hatiku. "Rina, aku tahu aku salah. Aku benar-benar menyesal," katanya dengan suara parau. "Ini bukan keputusan yang mudah. Aku terjebak dalam keadaan yang sulit. Tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku masih mencintaimu. Aku hanya... aku hanya merasa bingung, dan aku tidak tahu bagaimana cara keluar dari semuanya."

"Benarkah?" jawabku, suara penuh kepahitan. "Kamu merasa bingung, dan itu membuatmu menikahi Nadia secara diam-diam? Bagaimana dengan semua janji yang kamu buat? Apa kamu hanya berkata seperti itu agar aku bisa memaafkanmu begitu saja?"

Nadia menunduk, tidak berani menatapku. "Rina, aku tidak tahu harus mulai dari mana. Aku tidak pernah berniat untuk menyakiti kamu. Tapi... aku mencintai Dimas. Kami berdua... kami berdua hanya ingin punya anak, dan itu yang membuat kami mengambil keputusan ini. Aku tahu ini salah, dan aku minta maaf."

Tapi aku tak bisa mendengarnya lagi. Kata-kata itu tak lagi berarti apa-apa. "Kamu tahu, Nadia," aku berkata dengan suara yang teramat keras, "saat aku melihat kalian berdua tadi, aku merasa seolah ada sesuatu yang sangat berharga dalam hidupku yang hilang begitu saja. Aku merasa sangat bodoh, sangat naif, telah mempercayakan persahabatan kita. Aku tahu kamu sahabatku, tapi ternyata kamu bukan orang yang bisa aku percayai."

Aku merasakan sesuatu yang sangat pedih di dadaku saat mengucapkan kata-kata itu. Aku tak pernah menyangka sahabat yang kuanggap sebagai saudara akan mengkhianatiku seperti ini. Aku merasa sangat kehilangan, dan dalam perasaan itu, aku mulai merasa kebingungan. Bagaimana bisa aku begitu terperangkap dalam semua ini? Bagaimana bisa seseorang yang pernah aku anggap sebagai teman, serta suamiku, bisa melakukan ini padaku?

Dimas mendekat, ingin meraih tanganku, namun aku menarik tangan itu begitu cepat, tidak memberi kesempatan padanya. "Jangan, Dimas," aku berkata dengan nada terputus-putus. "Jangan coba mendekat. Aku sudah lelah dengan semua ini."

Aku berjalan menuju pintu depan, berusaha menenangkan diri. "Aku butuh waktu," aku melanjutkan, dengan suara yang tegang. "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan, tapi aku tidak bisa tinggal di sini lagi. Aku... aku tidak bisa berpura-pura semuanya baik-baik saja."

Dimas berdiri terpaku, wajahnya penuh penyesalan, namun aku bisa melihat ada sedikit keputusasaan di sana. "Rina, jangan pergi. Tolong, kita bicarakan ini," katanya dengan suara parau. "Aku benar-benar mencintaimu. Ini semua... aku tidak tahu harus bagaimana lagi."

"Jangan katakan itu padaku, Dimas," jawabku tajam. "Kamu sudah memilih jalanmu, dan aku harus memikirkan apa yang terbaik untuk diriku. Cinta yang kamu tawarkan sekarang... tidak cukup untuk menghapus rasa sakit ini."

Aku membuka pintu dan melangkah keluar tanpa menoleh lagi. Aku tidak ingin melihat mereka berdua lagi. Tidak sekarang. Hanya keheningan yang menemani langkah kakiku. Setiap langkah terasa berat, dan aku tahu aku tidak bisa kembali ke kehidupan yang dulu. Semua telah berubah.

Keesokan harinya, aku bangun dengan perasaan yang sama beratnya. Aku duduk di pinggir tempat tidur, mencoba memikirkan langkah berikutnya, namun semuanya terasa kabur. Aku tak bisa lagi mempercayai apa yang ada di sekitarku. Dimas, Nadia, dan bahkan diriku sendiri. Semuanya terasa asing.

Aku meraih ponsel dan membuka pesan yang belum sempat kubaca semalam. Ternyata ada pesan dari teman-temanku, yang merasa khawatir setelah tidak mendengar kabar dariku. Aku hanya membalas dengan kata-kata singkat, memberitahukan mereka bahwa aku sedang baik-baik saja. Padahal, di dalam hati, aku benar-benar bingung. Tidak ada yang baik-baik saja. Semuanya terasa gelap.

Aku tahu aku harus memilih. Terus bertahan dalam hubungan yang penuh luka ini atau memilih untuk meninggalkan semuanya dan mencari kebahagiaanku sendiri. Tetapi bagaimana jika aku sudah terlalu terluka untuk mempercayai cinta lagi?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Cinta Romantis di IKN
9.1
Di tengah megahnya proyek IKN, takdir mempertemukan Aiden, seorang arsitek ambisius, dengan Clara, aktivis lingkungan yang idealis. Perbedaan pandangan sempat memicu ketegangan, namun kolaborasi dalam konsep pembangunan hijau perlahan menumbuhkan benih cinta. Saat konflik prinsip dan godaan karier di luar negeri menguji komitmen mereka, keputusan besar harus diambil. Pada akhirnya, keduanya memilih bertahan di ibu kota baru demi menjaga cinta dan impian hijau mereka.
Sampul Novel Cinta yang Terkhianati
8.1
Rumah tangga Aulia dan Arman tak lagi hangat, hanya menyisakan kepedihan akibat tabiat buruk Arman yang dingin dan gemar bermabuk-mabukan. Badai besar datang ketika Rika membeberkan bahwa Arman berselingkuh dengan Maya. Kecewa berat, Aulia enggan melanjutkan kepura-puraan ini. Ia langsung melabrak suaminya untuk menuntut kejelasan. Meski Arman tak berkutik, hati Aulia telah telanjur hancur. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau melangkah pergi demi harga diri.
Sampul Novel Hasrat Liar Sang PILOT
9.6
Kehidupan Adrian, kapten pilot tampan berumur 35 tahun sekaligus seorang ayah, penuh dengan godaan di dunia penerbangan. Dikelilingi para pramugari menawan, ia tak mampu membendung hasrat liarnya dan mulai mendekati rekan-rekan kerjanya demi memuaskan nafsu terpendam. Di sisi lain, sang istri yang bernama Dewi tentu tidak tinggal diam menghadapi perselingkuhan ini. Akankah rumah tangga mereka bertahan di tengah badai pengkhianatan? Simak konflik panas pernikahan mereka.
Sampul Novel Kekuatan Hati, Kekuatan Cinta
7.9
Alira Santika, gadis berusia 19 tahun, terpaksa merelakan hubungannya dengan Raka demi pernikahan kontrak dengan pewaris ningrat bernama Dimas Aditya Wiratama. Keputusan ini ia ambil demi membiayai pengobatan ibunya. Namun, kehidupan barunya dipenuhi penderitaan akibat kekejaman Cynthia, istri pertama Dimas. Tanpa perlindungan dari suaminya, Alira harus berjuang sendirian menghadapi berbagai intrik kejam keluarga tersebut. Mampukah ia bertahan di tengah badai pengkhianatan ini?
Sampul Novel Ketika Cinta Telah Mati dan Harapan Pupus
8.7
Saat hipotermia dan penyakit jantungnya kambuh di puncak gunung, Chloe Winata diabaikan oleh dua teman masa kecilnya yang lebih memilih menyelamatkan Lucia. Setelah berhasil bertahan hidup dari maut tanpa kepedulian mereka yang malah asyik berpesta, Chloe menyadari persahabatan belasan tahun mereka telah sia-sia. Kecewa dan kehilangan harapan, Chloe akhirnya memutuskan untuk menyerah pada hubungan masa lalu tersebut. Ia pun menghubungi ayahnya dan menyatakan kesediaannya untuk menerima perjodohan dengan putra dari Keluarga Januar.
Sampul Novel MENANTU KONTRAK
9.2
Pasca diusir ibu tirinya, hidup Anindya yang sulit berubah saat ia menerima pernikahan kontrak dengan Reivan. Reivan adalah miliarder dingin yang trauma akan masa lalunya. Pernikahan ini diatur oleh Nyonya Nadia demi mengabulkan keinginan terakhir Nenek Zylvana yang sakit keras. Kehadiran sang nenek yang manja perlahan mencairkan jarak di antara mereka. Sayangnya, ego Reivan memicu konflik hebat yang memaksa Anindya mempertaruhkan nyawa demi cinta saat rahasia mulai terungkap.