APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Nikah Kontrak Dengan CEO Dingin

Nikah Kontrak Dengan CEO Dingin

Nadine Arwen menghadapi kemalangan besar setelah ayah tirinya menjualnya ke muncikari. Namun, takdir mempertemukannya dengan Leonardo Ethan, miliarder dingin yang membelinya demi memenuhi tuntutan pernikahan sang kakek. Leonardo mencari istri yang suci, tetapi ia menyimpan niat terselubung. Di balik gelimang harta, Nadine justru tersiksa oleh sikap dingin dan obsesi misterius sang suami. Mampukah Nadine bertahan dalam belenggu pernikahan kontrak tanpa cinta ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi berikutnya, Nadine terbangun dengan perasaan tercekam. Kamar besar yang menjadi tempat tidur pengantin malam sebelumnya terasa begitu dingin dan hampa. Matahari sudah mulai mengintip dari balik tirai tebal, tetapi suasana hatinya sama kelamnya seperti hari-hari sebelumnya. Tak ada senyum di wajahnya, tak ada sapaan hangat dari suaminya. Malam itu, Leonardo bahkan tidak kembali ke kamar setelah meninggalkannya sendirian.

Nadine menarik napas panjang, mencoba menguatkan diri. Dia tahu bahwa pernikahan ini bukan tentang cinta, tetapi kenyataan yang dia hadapi lebih buruk dari yang dibayangkannya. Sejak pernikahan kemarin, tak ada satu pun kata lembut yang terucap dari mulut Leonardo. Dan sekarang, dia harus menjalani kehidupan baru sebagai istri seorang pria yang memperlakukannya seperti hantu di rumahnya sendiri.

Saat Nadine hendak turun dari tempat tidur, suara pintu yang terbuka membuatnya menoleh. Leonardo berdiri di ambang pintu, mengenakan setelan jas yang rapi seperti biasa, wajahnya tetap dingin dan tanpa emosi.

"Kita perlu bicara," ujarnya tanpa basa-basi.

Nadine hanya mengangguk pelan, menelan kepahitan yang menyelimuti tenggorokannya. "Baik, aku mendengarkan."

Leonardo melangkah masuk ke dalam kamar, tangannya menyelip di saku celananya, berdiri tegap di dekat jendela. "Mulai sekarang, kita harus menjalani kehidupan sesuai aturan yang aku tentukan. Jangan mengharapkan apa pun dariku yang melibatkan cinta atau kasih sayang. Pernikahan ini hanyalah sebuah kontrak. Kau ada di sini untuk menyelamatkan reputasiku dan memenuhi tuntutan kakekku."

Kata-kata itu terdengar menusuk telinga Nadine. Meski dia sudah tahu ini sebelumnya, mendengarnya secara langsung dari mulut Leonardo tetap membuat hatinya terasa perih. "Aku mengerti," jawab Nadine lirih, menundukkan pandangannya.

"Kau akan tinggal di rumah ini, tapi jangan mencampuri urusan pribadiku. Aku tidak akan menuntut banyak darimu, kecuali kau harus menjaga dirimu sebagai istri yang layak di mata orang-orang di luar. Semua harus tampak sempurna di hadapan mereka."

Nadine mengangkat wajahnya sedikit, menatap Leonardo dengan tatapan penuh pertanyaan. "Dan... bagaimana dengan hubungan kita?" tanyanya pelan, mencoba memahami batasan yang sedang ditetapkan suaminya.

Leonardo menoleh sebentar, menatapnya dengan dingin. "Hubungan kita adalah bisnis. Tidak lebih."

Pernyataan itu jelas dan tegas, seakan menutup semua harapan yang mungkin Nadine miliki tentang hubungan yang lebih baik. Dia tidak mengharapkan banyak sejak awal, tetapi kata-kata Leonardo menegaskan bahwa tidak akan ada ruang bagi perasaan di antara mereka.

"Lalu, apa yang kau harapkan dariku?" Nadine mencoba untuk tetap tenang meski hatinya hancur.

"Jaga reputasi kita di luar. Tidak ada skandal, tidak ada masalah. Di dalam rumah ini, kau bebas melakukan apa pun, selama itu tidak mengganggu jadwalku atau pekerjaanku. Jangan coba-coba mendekatkan diri secara emosional. Ini bukan pernikahan normal."

Nada bicara Leonardo seakan memisahkan dunia mereka menjadi dua bagian yang tidak akan pernah bersatu. Nadine merasakan dadanya sesak, tetapi dia tahu, tidak ada pilihan lain.

"Dan jika kau melanggar aturan itu..." Leonardo menatapnya tajam, memperingatkan. "Kau tidak akan suka konsekuensinya."

Nadine terdiam, tak mampu berkata apa-apa lagi. Ancaman itu begitu nyata, begitu dingin. Ia tahu, Leonardo bukan pria yang bisa dia tantang atau ajak bernegosiasi. Hidupnya kini sepenuhnya ada di bawah kendali suaminya-suami yang bahkan tidak pernah benar-benar menerimanya sebagai istri.

Setelah memberikan instruksi itu, Leonardo melangkah keluar tanpa sepatah kata lagi, meninggalkan Nadine terjebak dalam pikirannya sendiri. Ia merasa seperti boneka yang ditempatkan dalam sangkar emas. Kamar mewah ini, gaun mahal yang disiapkan untuknya, semua hanya ilusi kebahagiaan yang tidak pernah menjadi nyata.

---

Hari-hari berlalu dengan cepat, tetapi tidak banyak yang berubah. Nadine hidup dalam kesunyian di rumah besar itu, berusaha menyesuaikan diri dengan aturan yang ditetapkan oleh Leonardo. Setiap hari, dia bangun lebih awal, menikmati sarapan sendirian di ruang makan besar yang selalu kosong. Leonardo sering kali pergi pagi-pagi sekali, sibuk dengan urusan bisnisnya, dan pulang larut malam. Kadang-kadang, Nadine bahkan tidak melihatnya sama sekali selama beberapa hari.

Setiap langkahnya selalu terukur, takut menimbulkan masalah. Meskipun Leonardo jarang berbicara padanya, dia bisa merasakan tatapan dingin itu setiap kali mereka berpapasan di rumah. Seperti pengawasan yang tidak terlihat, selalu memastikan bahwa dia mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Malam itu, Nadine duduk sendirian di ruang tamu besar, matanya menatap kosong ke arah buku yang sedang dibacanya. Hatinya terasa kosong, seakan-akan ia telah kehilangan segala sesuatu yang berarti dalam hidupnya. Saat itulah pintu utama terdengar terbuka, dan suara langkah kaki Leonardo yang khas mendekat.

"Kau masih terjaga?" suara itu tiba-tiba terdengar dari belakangnya.

Nadine tersentak, menoleh dan mendapati Leonardo berdiri di ambang pintu. Dia mengenakan jas yang masih rapi, wajahnya terlihat letih, tetapi tetap tanpa ekspresi.

"Ya, aku tidak bisa tidur," jawab Nadine pelan, meskipun dia tahu suaminya mungkin tidak peduli dengan alasannya.

Leonardo berjalan masuk, melemparkan kunci mobilnya ke meja dan duduk di sofa di seberang Nadine. Keheningan panjang menyelimuti mereka berdua. Nadine merasa canggung, tetapi tidak tahu bagaimana memulai percakapan yang lebih bermakna. Sejak pernikahan mereka, komunikasi di antara mereka selalu terasa dingin dan formal.

"Bagaimana pekerjaanmu hari ini?" Nadine akhirnya mencoba memecah keheningan, meskipun dia tahu itu mungkin sia-sia.

Leonardo mengangkat alis, seolah heran mengapa Nadine repot-repot bertanya. "Lancar," jawabnya singkat tanpa menunjukkan minat untuk melanjutkan percakapan.

Nadine mengangguk pelan, merasa bodoh karena mencoba. Suasana kembali hening, hanya suara jam dinding yang terdengar memenuhi ruangan.

Namun, tiba-tiba Leonardo menatapnya dengan lebih serius. "Nadine, aku ingin kau ingat sesuatu," ucapnya pelan namun tegas. "Pernikahan ini hanyalah formalitas. Jangan pernah berpikir lebih dari itu. Jangan coba-coba mencari perasaan di antara kita, karena kau tidak akan menemukannya."

Kata-kata itu terasa seperti hantaman keras bagi Nadine. Dia menundukkan kepalanya, menahan luka yang semakin dalam.

"Aku mengerti," jawabnya singkat, menelan perasaan pahit yang mulai menguasai hatinya.

Leonardo berdiri, berjalan menuju pintu tanpa menoleh lagi. "Bagus," gumamnya sebelum meninggalkan Nadine sendirian di ruang tamu yang semakin terasa hampa.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bercinta Denganku Lagi, Dokter Jacob?!
8.1
Jacob Carson Indrajaya, dokter forensik blasteran Australia-Indonesia, menghadapi kejadian aneh di RS Dr. Sarjito saat sesosok jasad korban pembunuhan tiba-tiba bangkit tanpa memori. Jacob pun menamainya Jane dan merawatnya di rumah hingga mereka berdua saling jatuh cinta. Siapa sebenarnya Jane? Mengapa dia diincar untuk dibunuh? Ikuti perjuangan Jacob mengungkap misteri kelam dan memecahkan teka-teki besar di balik identitas asli wanita yang dicintainya.
Sampul Novel Cinta Palsumu Menghancurkan Hidupku
9.4
Bagi Pratama, Dewi cuma persinggahan sementara sebelum ia kembali pada kekasih lamanya. Usai dicampakkan begitu saja, Dewi dibiarkan hancur menghadapi hinaan keluarga Pratama. Di tengah kepedihan mendalam akibat janji-janji palsu tersebut, takdir mempertemukan Dewi dengan Reza. Kehadiran pria ini membawa ketulusan nyata yang jauh berbeda dari pengkhianatan masa lalu. Kini, Dewi harus memilih: tetap menutup diri atau berani membuka hati kembali di bawah bayang-bayang trauma.
Sampul Novel Dalam Pelukan Sang Miliarder
9.7
Demi menyelamatkan panti jompo tempat tinggalnya dari rencana penggusuran, Raissa nekat menemui Arkhan Alvaro, seorang miliarder dingin dan kejam. Namun, Arkhan justru mengajukan syarat tak terduga: panti tersebut akan aman jika Raissa bersedia menjadi miliknya sepenuhnya. Kini, Raissa terjebak dalam dilema besar antara kehormatan diri dan pengorbanan. Hubungan yang diawali dengan paksaan ini pun mulai memicu badai emosi yang mendalam di antara keduanya.
Sampul Novel Duet Maut Janda dan CEO Badass
8.2
Pasca bercerai, Vina Pryanika (29) terjepit kesulitan finansial. Di bawah pengaruh alkohol, ia tidak sengaja menampar Eros Gaharu, seorang CEO teknologi yang terkenal kejam dan pemarah. Sebagai bentuk balasan, Eros meniduri Vina yang tidak berdaya. Di tengah konflik ini, Vina bertekad menghancurkan keluarga mantan suaminya. Keduanya pun bersekutu dalam kolaborasi mematikan demi menuntaskan dendam masing-masing. Akankah kemitraan ini menumbuhkan rasa yang tak terduga?
Sampul Novel Misi pangeran mermaid
8.2
Tirta, pangeran duyung berumur enam belas tahun, mengemban tugas penting ke daratan demi memenuhi ramalan kuno berusia seratus tahun. Ditemani kakaknya, Natasya, ia harus beradaptasi di dunia manusia. Namun, rencana itu terusik saat Tirta terpikat oleh Bella pada pertemuan pertama mereka. Kini, ia dihadapkan pada rintangan perbedaan dunia yang sulit ditembus. Bisakah jalinan asmara ini bertahan di kala misi besar mengancam takdir mereka?
Sampul Novel The Bastard Bodyguard
8.2
Demi membalas dendam atas kematian ibunya yang dihabisi oleh Lucas Franklyn, Oliver Reynald menyamar menjadi pengawal pribadi putri bungsu pria itu. Pria berumur dua puluh tujuh tahun tersebut sengaja menjebak sang putri dalam jerat asmara untuk melancarkan misinya. Namun, sebuah rahasia besar yang tak terduga perlahan terkuak. Akankah pembalasan dendam sang pengawal berjalan mulus sesuai rencana?