APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mysterious Love

Mysterious Love

Sebagai pewaris tunggal kerajaan bisnis internet dan bos CyberTech, hidup Chen Qianqian tampak sempurna. Namun, desakan keluarga memaksanya segera mencari pasangan di usia tiga puluh tahun. Pertemuan tak sengaja dengan Bai Chou Fei, putra pemilik jaringan rumah sakit ternama, menjadi titik balik. Chou Fei akhirnya menerima lamaran Qianqian demi sebuah pernikahan sandiwara. Kini, keduanya harus menghadapi badai emosional. Akankah pernikahan pura-pura ini berakhir dengan luka atau cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Presdir Chen, rapat hari sudah selesai. Ada yang kamu ingin lakukan lagi?”

Sebuah pertanyaan terlontar lagi bibir Zheng Jing Lin yang baru saja selesai menutup ipad di tangannya. Gadis dengan usia terpaut beberapa tahun di bawah Chen Qianqian tampak menatap penuh ke arah bos wanitanya.

Chen Qianqian adalah seorang wanita berdarah dingin nan kejam. Ia memimpin perusahaan sang ayah yang selama ini menjadi objek perebutan harta warisan ayah tirinya. Entah bagaimana bisa sang ibu memilih suami seperti itu, tetapi dirinya nyaris tidak mempercayai.

“Tidak. Kamu bisa kembali, Jing Lin,” jawab Qianqian menggeleng singkat menerima ipad milik sekretarisnya.

Mendengar hal tersebut, Jing Lin pun langsung melebarkan kedua matanya antusias. Sebab, ia jarang sekali mendapatkan liburan dari sang bos, sampai kali ini benar-benar memberikan kesempatan dirinya untuk menikmati hidup setelah bekerja keras selama beberapa tahun.

“Xie xie, Presdir Chen!” ucap Jing Lin membungkuk singkat dengan begitu bersemangat. “Jadwal minggu ini telah aku siapkan, kalau ada perubahan aku akan langsung menghubungimu.”

Qianqian mengangguk singkat.

Setelah itu, Jing Lin pun bergegas meninggalkan ruangan bosnya sebelum berubah pikiran. Jelas saja suasana hati Qianqian begitu mempengaruhi lingkungan sekitar. Sebab, wanita itu memiliki tingkat emosional cukup tinggi sehingga mudah tersinggung dan marah jika ada sesuatu mengganggu hatinya.

Kini seorang wanita genap berusia kepala tiga itu tampak memutar kursi kerjanya menghadap tepat ke arah tiga jendela besar yang memperlihatkan gedung pencakar langit. Qianqian mengembuskan napas panjang sambil melakukan spinning pen di tangan kanannya.

Sesaat tatapan Qianqian mengarah kosong dengan kepala lurus seakan tengah memperhatikan sesuatu, meskipun pada kenyataannya pikiran wanita itu tengah mengarah pada sesuatu.

Benda pipih yang berada di atas meja kerja itu terdengar berdering pelan membuat Qianqian memutar kursinya seperti semula, kemudian mengambil ponselnya memperlihatkan panggilan dari seseorang.

Chen Qianqian tersenyum kecut, lalu mulai menempelkan benda pipih tersebut di telinga kanannya. Ia bangkit dari tempat duduk sambil meraih tas bahu miliknya yang berwarna hitam senada dengan setelan pakaian hari ini. Begitu mewah dengan campuran elegan disetiap pernak-pernik melekat di tubuhnya.

“Hello, Mom! What’s going on?” sapa Qianqian.

“Aiya, Qianqian, Mama dengar kamu hari ini selesai kerja lebih cepat,” ucap seorang wanita paruh baya terdengar seakan mengharapkan sesuatu.

“Shi, zhen me la?” tanya Qianqian tanpa sadar mengernyitkan keningnya bingung menyadari sang ibu terdengar mengharapkan sesuatu.

Untung saja ketika Qianqian menaiki elevator, tidak ada satu karyawan pun yang masuk membuat wanita itu dapat dengan mudah turun tanpa memberhentikan diri sama sekali. Sekaligus memberikan kebebasan pada dirinya untuk tetap bersikap manis pada sang ibu.

“Qianqian, Mama sudah menjanjikan kamu untuk pergi kencan buta. Kamu mau, ‘kan?”

“Aah!!?” Qianqian terbelalak terkejut mendengar sang ibu yang begitu menyebalkan. “Ma, bukankah kita sudah sepakat untuk tidak membicarakan masalah ini lagi?”

Sejenak Qianqian ingin sekali protes dengan sang ibu yang selalu ikut mencampuri urusan asmara dirinya sampai menjanjikan banyak kencan buta. Kali ini dirinya tidak bisa melarikan diri dengan alasan pekerjaan, sebab wanita paruh baya itu akan sangat menyebalkan.

“Ayolah, Qianqian!” rayu wanita paruh baya itu terdengar memelas.

Chen Qianqian mengembuskan napasnya kasar, lalu menolak, “Aku tidak akan pergi apa pun yang terjadi. Lagi pula aku sudah muak bertemu dengan mereka, Ma. Tidak ada yang benar-benar serius berhubungan denganku.”

“Kali ini Mama mohon, Qianqian. Mama yakin kamu akan menyukainya,” ucap wanita paruh baya itu berusaha meyakinkan anaknya.

“Dari mana kencan buta sekarang?” tanya Qianqian memilih untuk mengalah dibandingkan harus berdebat lebih lama dengan sang ibu.

Mendengar anaknya memilih mengalah, Nyonya Besar Liu pun mendadak senang, lalu menjawab, “Kamu lihatlah restoran yang dekat dengan kantor. Mama sudah menyuruh dia untuk datang ke sana, agar kamu tidak memiliki alasan lagi.”

“Aiya, Ma!!” Qianqian berusaha mengembuskan napas menenangkan perasaannya agar tidak durhaka melawan sang ibu. “Hao! Aku akan ke sana sekarang. Sudah, ya. Aku tutup dulu.”

Setelah itu, Qianqian memasukkan ponsel mahalnya ke dalam tas bahu dan melenggang dengan tatapan datar tanpa menanggapi banyak sapaan yang terlontar dari para bawahannya. Mereka tampak terbiasa dengan sikap Qianqian hanya diam dan memilih untuk mendahulukan pemimpin perusahaan tersebut.

Kini langkah kaki Qianqian tampak berdiri tepat di depan perusahaan dengan tatapannya mengitari ke segala arah. Entah kenapa ia mulai bingung mencari restoran yang dimaksud oleh sang ibu, sebab wanita paruh baya itu memang tidak mengatakan apa pun tentang nama restoran tersebut.

Akhirnya, ingatan Qianqian pun mengarah pada salah satu restoran yang selama ini menjadi kesukaan sang ibu ketika datang berkunjung. Membuat wanita itu memilih melangkah melewati beberapa ruko sekaligus gedung perusahaan yang berdampingan dengan gedung milik dirinya.

Qianqian menatap ke arah depan restoran yang dijaga oleh satu pelayan berwajah cantik dengan memberikan brosur untuk mempromosikan makanan baru. Walaupun sikapnya yang dingin nan arogan di depan siapa pun, wanita itu masih mengerti cara menghormati seseorang dengan menerima brosur tersebut sebelum akhirnya dilipat begitu kecil dan dibuang ke dalam tong sampah tanpa sepengatahuan pelayan perempuan tadi.

“Ada yang bisa dibantu, Nona Chen?” tanya pelayan tersebut dengan senyuman manis, sebab Qianqian memang sering kali datang, sehingga dikenal oleh nyaris seluruh pelayan.

“Meja pesanan ibuku,” jawab Qianqian singkat.

“Ikuti aku!” Pelayan tersebut melangkah lebih dulu dengan sesekali menoleh ke arah Qianqian yang acuh tak acuh menatap sekeliling restoran.

Selama melangkah beberapa kali dan menaiki satu anak tangga yang memperlihatkan lantai lebih privat dengan ruangan per ruangan tertutupi rotan. Membuat Qianqian mengembuskan napas panjang ketika menyadari sang ibu benar-benar berniat menjodohkan dirinya pada lelaki mana pun.

Pelayan yang mengantarkan Qianqian pun terhenti tepat di ruangan tertutup paling ujung di lantai tersebut. Ia mengetuk pintu gesernya singkat, kemudian mulai mendorong ke arah samping dengan memperlihatkan seorang lelaki tampan tengah membaca koran di letakkan di atas meja.

“Nona Chen, di sini tempatnya! Silakan masuk,” titah pelayan itu dengan senyuman manis yang begitu sopan.

Qianqian mengangguk singkat, lalu membalas, “Terima kasih!”

Setelah itu, pelayan yang mengantarkan Qianqian tadi pun melenggang pergi. Sedangkan Qianqian tampak mendudukkan diri tepat di hadapan seorang lelaki berpakaian jas formal dengan rambut tersisir rapi.

Jelas saja kesan pertama Qianqian melihat lelaki itu adalah seorang pebisnis. Bisa dilihat cara berpakaian dan duduk tegak lelaki itu penuh percaya diri. Membuat Chen Qianqian mengernyit tanpa minat melihat lelaki di hadapannya jauh di luar ekspetasi dirinya akan melihat lelaki lebih absurd pilihan sang ibu yang entah bagaimana caranya bisa menemukan mereka semua.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Terkekang Oleh Majikan
8.3
Sejak remaja, Dian mendedikasikan hidupnya sebagai asisten keluarga Firdaus. Kehidupan tenangnya seketika berubah saat putra sulung keluarga itu, Niko, kembali untuk mengelola bisnis. Walau telah memiliki istri, Niko justru terobsesi pada Dian dan bertekad menjadikannya tawanan cinta rahasia. Tinggal di rumah yang sama membuat tekanan dari Niko kian gencar, membuat Dian terjebak tanpa celah untuk lari. Di tengah kepungan obsesi sang majikan, sanggupkah Dian lolos dari jeratannya?
Sampul Novel Cermin
8.7
Pasca-kecelakaan, Inestia Rossi bisa melihat hantu dan mendeteksi kematian. Baginya, cermin adalah satu-satunya media yang jujur mengungkap wujud asli mereka. Di tengah trauma cinta, ia bertemu Rangga, pria skeptis yang memberinya keberanian. Meski kerap terancam kasus mengerikan di apartemennya, Ines pantang menyerah. Walau konflik keluarga sempat memisahkan mereka, takdir mempertemukan keduanya kembali untuk berjuang dalam status hubungan yang baru.
Sampul Novel Cinta Setelah Perceraian: Kasih Sayangnya yang Terlambat
9.8
Tiga tahun Giselle bertahan dalam pernikahan dingin, hanya menerima kebencian dari Lucian. Begitu menyerah dan memilih cerai, ia bangkit sebagai CEO rival yang disegani. Satu demi satu identitas rahasianya terkuak, mulai dari peretas andal hingga desainer elite. Lucian yang dulu memandang sebelah mata kini berbalik mengejarnya dengan obsesi besar. Namun, meski sang mantan suami memohon kesempatan kedua, bagi Giselle semuanya sudah terlambat.
Sampul Novel Hancur Karena Janji Palsu Suamiku
9.2
Ananda tulus merawat Prabu yang lumpuh hingga sembuh, tetapi dibalas pengkhianatan lewat perselingkuhan suaminya dengan Safira. Penderitaan kian berat saat Asma, adik Ananda, dilecehkan kakak Safira. Prabu enggan menolong hingga Asma nekat mengakhiri hidup. Kekejaman Safira memuncak saat ia merusak makam Asma demi kucingnya. Meski Prabu akhirnya menyesal dan menghancurkan Safira, semua terlambat. Ananda dengan dingin menolak mentah-mentah permohonan maaf suaminya.
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menikah dan menjadi istri keempat Tuan Thakur, tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup, kecuali maut memisahkan atau suaminya sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?
Sampul Novel Terjerat Cinta Papa Bujang
9.1
Sera ditarik paksa oleh Sehan menuju balkon sesaat setelah mereka meninggalkan kamar Aydan. Meski Sera memohon agar dilepaskan dan bersedia gajinya dipotong untuk menyelesaikan persoalan, Sehan menolak keras solusi uang itu. Ia justru menuntut pelayanan pribadi dari Sera sebagai gantinya. Terkejut dengan tuntutan tersebut, Sera menolak dengan tegas dan menekankan bahwa ia bukanlah wanita simpanan. Ketegangan hebat pun kini menyelimuti keduanya.