APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Sexy Sister

My Sexy Sister

Jeremy, seorang pria mapan, tak kuasa menahan daya tarik Sashi, adik tirinya yang begitu menawan dan polos. Hubungan mereka pun tumbuh menjadi ikatan asmara yang sangat intim. Sayangnya, jalinan cinta terlarang ini menghadapi rintangan besar saat keluarga memaksa Sashi menikah demi ekspansi bisnis. Sashi kini dihadapkan pada dilema berat: mempertahankan cintanya pada Jeremy atau menyerah demi melindungi masa depan sang kekasih serta kejayaan perusahaan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sashi jejak salah satu kaki Jeremy, dia sudah terbawa suasana tadi, nyaris dia terbang, nyatanya sang kakak hanya bercanda.

Tapi, untuk apa juga dia berharap pada candaan kakaknya itu?

Setelah memesan beberapa menu, Jeremy mengambil duduk tepat di depan Sashi, di tempat ini tak ada yang tahu kalau Sashi adalah adik tiri Jeremy karena memang belum diperkenalkan dengan resmi, keberadaan Sashi sebagai anak gadis masih disembunyikan dengan alasan ingin menjaga keturunan wanita di keluarga Laksana.

“Terima kasih,” ujar Jeremy sambil tersenyum manis pada pelayan yang mengantar.

Sashi mendengus, siapa yang tak akan suka disenyumi oleh kakaknya itu, bahkan orang di tepi jalan saja ingin mendapatkan senyuman dari kakaknya itu.

“Makan, Sas!” ajaknya.

“Hem, aku mau yang itu aja, nggak mau makan daging, diet!”

“Kamu lagi makan sayur? Kok nggak bilang ke aku sih!”

“Kok Kakak protes sih!” Sashi membalas dendam kali ini, salah sendiri dia dibuat berdebar, terus dihancurkan begitu saja.

Jeremy yang menyadari perubahan dan kecewa adiknya itu lantas berpindah duduk ke samping Sashi, dia tahu setiap kali Sashi berubah mood di dekatnya, terkadang mereka bisa sangat dekat satu sama lain, terkadang bisa bertengkar karena hal kecil seperti ini.

Dia ambilkan apa saja yang Sashi inginkan, sama seperti yang Jeremy lakukan, tangan Sashi lantas mengambilkan apa saja yang kakak tirinya itu suka, keduanya lalu melempar senyum dan berakhir pada tawa mengikik.

“Bisa nggak Kakak itu jangan iseng, aku tuh berdebar kalau Kakak kayak gitu ...” adunya.

“Kamu ngeluh kalau Kakak jutek, terus lagi kalau dideketin, mau kamu apa coba?”

“Ya, sewajarnya aja sama aku, Kak!” Sashi mengunyah gulungan kubisnya.

Jeremy berpikir sejenak, kemudian dia gulungkan sayuran dicampur saus kacang, dia suapkan pada Sashi.

“Cuman ke kamu, Kakak begini, Sas.” Akunya lirih.

Sashi mengangkat kedua alisnya, maksudnya dia sedang bertanya ‘kenapa’ karena saat ini mulutnya sangat penuh.

Sementara Jeremy mengulum senyum, dia selipkan anak rambut yang menjuntai ke depan wajah, berpindah kebalik telinga Sashi.

“Nggak ada yang bisa deket sama aku, kecuali satu wanita.”

“Siapa?” Sashi mengambil sushi salmon di depannya.

“Kamu, cuman kamu!”

Uhuk!

Sashi tepuk dadanya, dia terkejut bukan main karena di sini Jeremy mengatakan seorang ‘wanita’, sedangkan Sashi bukan wanita yang ada dipandangan Jeremy seharusnya, dia itu adik tiri, tidak bisa dipandang sebagai wanita, apalagi kedua orang tua mereka sudah menikah.

Dengan cekatan Jeremy berikan minumnya, dia usap punggung Sashi, bahkan sampai membawa Sashi ke pelukannya.

“Kak, jangan gini deh ... kan, nggak pantes aja!”

“Kaak ...” Sashi mendongak, Jeremy hanya tersenyum sebelum mendekapnya lagi.

Hangat, dia tahu pelukan Jeremy selalu hangat seperti ini, dan entah kenapa hubungannya dengan Clara itu selesai, padahal kalau dipikir mereka itu pasangan yang cocok, Sashi membiarkan sejenak tubuhnya dipeluk, dia anggap ini bentuk kasih sayang Jeremy padanya, mengingat Jeremy tak bisa sedekat ini dengan papa dan mama, bahkan pada ibu kandungnya sendiri.

Satu wanita itu Sashi, gadis itu tak habis pikir, tapi dia diamkan saja kali ini.

***

Sesampainya di rumah, hanya ada maid yang menyambut keduanya, mama dan papa sepertinya sedang ke luar kota tanpa memberi kabar lebih dulu.

Dan sejak dulu di sinilah peran Jeremy pada Sashi, bisa dibilang yang paling mengerti Sashi adalah Jeremy, melebihi papa dan mama.

“Kak, aku mau mandi, kamu kunci pintunya ya!”

Jeremy mengangguk, dia tampak baru saja memutus sambungan teleponnya, Sashi sama sekali tak mendengar percakapan kakak tirinya itu, yang jelas rumah menjadi sangat sepi setelah dia menutup pintu kamarnya.

Dengan bersenandung ria, Sashi habiskan sore harinya dengan membersihkan diri tanpa melirik waktu sama sekali, begitu bibirnya dirasa pucat, dia bangkit dan mulai membilas tubuhnya di bawah guyuran shower.

Kaki jenjangnya yang seputih susu itu berhenti tepat di depan walk in closet, masih banjir dengan tetesan air, dilihatnya Jeremy meneguk kopi susu di dekat jendela kamarnya.

Sashi mendekap kedua lengannya, beruntung dia memakai handuk kimono. “Kakak kok di sini, ngapain?”

“Rumah lagi sepi, kamu mandinya lama, Kakak khawatir kamu kenapa-napa, ini mau Kakak dobrak kalau kamu nggak ke luar,” jelasnya, membuat Sashi tergelak, tawa yang segera menular kepadanya.

Jeremy angkat cangkirnya, lalu dia endak melangkah ke luar, tak ada pikiran apapun saat dia di kamar ini, tapi begitu melihat rambut basah Sashi, dia rasa kewarasannya dipertaruhkan, Jeremy memilih ke luar saja.

“Kakak tunggu kamu di dapur, cepat!”

“Emm ... di sini aja kali, Kak. Aku gantinya cepet kok, sekalian aku mau tanya tugas bentar, tungguin!”

Ah, mereka sudah lama bersama seperti ini, sampai tak ada kecemasan dan canggung sama sekali, bahkan Sashi biasa saja dengan santainya berganti baju, walaupun memang ada penutupnya, tapi kan di kamar ini ada pria dewasa.

Jeremy meraup wajahnya, perasaan di hatinya tak bisa dia tahan, dia menilai Sashi lebih dari sekadar adik tiri, bila dia ditanya siapa wanita idamannya, tentu dia akan menjawab itu Sashi.

Dan itu yang menjadi alasan kenapa dia melepas Clara, tak lain karena dia ingin fokus hanya pada satu wanita yang akan dia perjuangkan, dia mencintai Sashi sebagai seorang pria pada wanita.

“Kakak kok ngelamun, mikirin apa? Mau balikan sama mantannya?”

Jeremy berdecak, dia bangkit sejenak, mengambil tas ransel Sashi. “Mana tugas kamu, buruan!”

“Ih, iya-iya ... kalau aku bahas mantan aja nggak mau, dasar!”

“Ah, iya!” Sashi angkat kedua tangannya, Jeremy sudah mau akan menjewer telinganya saja.

Sashi tunjukkan rangkuman tugas yang akan dia bahas mulai besok bersama ketiga temannya, lebih tepat lagi di rumah ini, Jeremy mengizinkan semua itu walaupun di awal dia syok karena mereka ingin berkenalan dengan dirinya, bukan niat mengerjakan tugas dengan benar.

Walau bibirnya menjelaskan banyak hal akan tugas itu, matanya terus memandang teduh wajah cantik Sashi, putih dan menggemaskan, pasti akan sangat nyaman bila bisa bersama Sashi selamanya, menjadikan gadis itu satu-satunya wanita dalam hidupnya.

Ya, hanya ada satu wanita yang ada di dalam benaknya saat ini, Sashi bila ada yang bertanya, entah kenapa gadis itu serasa dominan baginya yang selalu teguh dan ingin diakui.

“Kak, yang ini kayaknya harus diuji lagi nggak sih? Aku pakai sistem yang versi ke berapa?”

“Cantik.”

Sashi mendongak, seketika senyum Jeremy hilang. “Apa, kenapa?”

“Ngaco sukanya deh!”

"Heh, kamu tanya apa? Coba ulangi lagi, kali ini nggak akan ngelamun, Kakak janji deh!!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayiku dibunuh Pelakor, Suamiku Tak Peduli
8.9
Setelah didorong dari tangga oleh Mariana, cinta pertama suaminya, sang istri kehilangan bayinya dan sekarat di rumah sakit Grup Dariawan. Putranya yang masih kecil memohon pertolongan pada ayahnya, Ridwan. Namun, sang suami justru menuduh istrinya berpura-pura demi mencari perhatian. Ridwan bahkan melarang dokter memberikan perawatan medis dan mengusir anaknya sendiri demi melindungi Mariana. Akhir tragis menjemput ibu dan anak ini, meninggalkan jasad dingin yang takkan pernah kembali.
Sampul Novel Dendam Putri Liar Sang CEO
9.3
Dikhianati sang ayah yang menjualnya pada CEO dingin, Fahreza Murni, wanita ini mengira telah menemukan cinta sejati. Namun, Fahreza justru memberikan pusaka ibunya kepada Elok, perempuan manipulatif yang menghina warisan itu. Setelah dipaksa masuk rehabilitasi, kasih sayang kini berubah jadi benci. Saat Fahreza datang memohon ampunan, ia menerima pria itu kembali demi satu tujuan: menghancurkan Murni Group dari dalam sebagai pembalasan dendamnya.
Sampul Novel DIONESA
8.9
Kepindahan ke sekolah baru membawa perubahan besar bagi Sasa, terutama saat ia dipasangkan sebangku dengan Dion, cowok dingin yang tertutup. Di tengah masa adaptasinya, Sasa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sang ayah telah memiliki kekasih baru. Kesedihan Sasa rupanya mampu menyentuh hati Dion yang semula apatis. Ia pun mulai membuka diri demi menghibur Sasa. Kebersamaan ini menyingkap rahasia masa lalu Dion, sekaligus menumbuhkan benih cinta yang manis di antara mereka.
Sampul Novel Membalas Pengkhianatan Suami & Sahabatku
8.1
Saat ingin merawat suami yang sakit, aku justru mendapati Mas Reza bermesraan dengan Joyce, sahabatku sendiri. Tanpa rasa bersalah, Mas Reza malah menceraikanku secara kejam dan merebut semua hartaku. Di titik terendah ini, aku bersumpah tidak akan tinggal diam atas kejahatan mereka. Pengkhianatan ini harus dibayar tuntas. Kini, aku bangkit untuk merebut kembali kebahagiaan yang dirampas sekaligus membalas dendam pada mereka yang telah menghancurkan hidupku.
Sampul Novel Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius
8.8
Pasca kematian ayahnya, hidup Aurora Vallen berubah drastis akibat desakan pernikahan kontrak dari CEO misterius, Kael Vireaux. Kael hanya memanfaatkan Aurora sebagai alat balas dendam masa lalunya. Namun, keberanian tak terduga dari Aurora perlahan mengikis rencana dingin tersebut. Di balik pernikahan formal ini, keduanya kini bimbang antara terjebak oleh dendam lama yang menyakitkan atau memilih tunduk pada benih asmara yang mulai tumbuh di antara mereka.
Sampul Novel THE SECRET BEHIND DEATH
8.3
Albian yang dulunya dikenal sebagai mahasiswa berprestasi, ramah, dan sopan, kini mengalami perubahan drastis dalam hidupnya. Setelah terbangun dari koma akibat sebuah insiden misterius, ia dianggap aneh oleh lingkungan sekitar. Perubahan ini membuatnya terasing dan didera kesepian mendalam. Bahkan, orang-orang terdekat serta sosok yang ia cintai memilih pergi menjauh. Kini, ia harus berjuang menghadapi kenyataan pahit tersebut sendirian.