APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Savior Is My Ex

My Savior Is My Ex

Anitta Gladisa terdesak tanpa arah saat berupaya kabur dari sang ayah. Di tengah situasi genting ini, pertolongan hanya bisa ia dapatkan dari Keanno Arkantara. Masalahnya, Keanno merupakan mantan pacar yang dulu pernah ia sakiti. Kini, demi bertahan hidup, Anitta harus membuang harga dirinya dan memohon belas kasih sang mantan. Apakah Keanno akan luluh dan menolongnya, atau justru mengabaikan Anitta yang sedang menderita?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sungguh pagi yang sangat kacau menurutku. Keanno datang kekamar hotel tempatku berada dan membangunkanku menyuruhku untuk bersiap-siap karena aku akan ikut dia kembali ke jakarta.

Dan disinilah kami berdua sekarang terjebak ditengah tengah kemacetan kota jakarta yang tejadi pada siang hari karena siang hari adalah jam-jam orang makan siang yang membuatku menghela napas karena perutku kembali berbunyi dan syukurlah tidak sekeras saat aku masih berada dihotel tadi malam.

Aku tidak mempedulikan perutku yang lapar atau pun Keanno yang sedang menatapku dengan datar. Aku masih memikirkan siapa orang yang berbisik ditelingaku tadi malam dan mencuri ciuman pertamaku yang tentunya bukan Keanno, karena Keanno baru kembali saat pagi hari.

"Apa kau ingin makan dulu?" aku dengan cepat menatap Keanno yang bertanya kepadaku dengan suara yang tidak seperti sebelumnya.

"Apa boleh?" tanyaku balik padanya. Keanno menatap kearahku dengan senyum tipis.

"Tentu saja." tubuhku menegang seketika saat Keanno tersenyum. Keanno benar benar tersenyum bukan dan itu bukan hayalanku semata saja kan?

Aku kembali menatap kearah depan dalam diam. Keheningan kembali tercipta diantara aku dan Keanno. Sampai Keanno memarkirkan mobilnya disalah satu cafe yang ada dijakarta timur.

Keanno turun dari mobil dan aku segera menyusulnya. Aku dan Keanno melangkah memasuki cafe dengan Keanno yang melangkah lebih dulu dan aku yang hanya mengikutinya dengan melangkah terdatih-datih. Karena kaki yang masih sakit dan untungnya Keanno membelikan aku Sandal untuk ku pakai.

Aku dan Keanno duduk berhadapan, Keanno memilih tempat duduk didekat jendela agar bisa memperhatikan orang orang yang ada diluar Cafe. Pelayan cafe pun datang menanyakan pesanan kami.

"Pak, Bu ingin memesan apa?" tanya pelayan pria itu pada ku dan Keanno.

"Kopi hitam satu." Pelayan pria itu mulai menulis pesanan Keanno dan setelah itu Menatap kearahku.

"Kentang goreng, ayam caramel dengan nasi dan Lemon tea satu." Pelayan Pria itu tersenyum kearah ku dan aku pun membalasnya. Setelah selesai mencatat pesanan ku Pelayan pria itu pun pergi. Aku kembali menatap arah depan dimana Keanno sedang duduk.

"Cihh...!" desis Keanno dangan wajah yang menahan marah dan menatap keluar yang membuatku bingung.

'Ada apa dengannya?' aku bertanya didalam hati.

Saat pesanan kami sudah datang kami berdua masih saja tidak ada yang berbicara sepatah kata pun yang jujur saja membuat ku bosan tetapi aku juga takut memulai pembicaraan dengan Keanno yang sepertinya dalam suasana hati yang tidak baik.

Aku dan Keanno kembali kedalam mobil setelah selesai makan dan Keanno yang Selesai membayar. Didalam mobil keadaan masih hening seperti biasanya.

Sampai aku dan Keanno sampai didepan rumahnya yang sangat megah hingga membuat aku terkagum-kagum. Keanno turun dari mobil dan aku menyusulnya dibelakang. Aku mengikuti Keanno yang melangkah memasuki rumahnya dengan kepala yang menunduk.

"Keanno akhirnya kamu pulang. Baby Al, dari tadi tidak mau berhenti menangis pada hal mamah sudah memberinya susu formula dan mengendongnya sepertia dia merindukanmu."

Aku mengangkat kepalaku dan seketika terkejut dengan apa yang aku lihat. Tante Kartika- Mamah dari Keanno sedang mengendong bayi perempuan. Aku lalu melihat bayi itu dan Keanno bergantian.

"ANITTA...?" Tante Kartika terkejut melihat ku yang berada di belakang Keanno yang membuat Keanno menoleh kearahku.

"Owekk owekk owekk.." bayi dalam gendongan Tante Kartika masih saja menangis walaupun tante Kartika sudah mengendongnya dan menepuk pantat bayi itu dengan pelan.

"Keanno mengapa Anitta ada disini..?" tanya Tante Kartika pada Keanno dengan Ke bingungan.

"Dia akan menjadi Baby Sitter Alyana, Mah. Mah bisa memberikan Alyana padanya. Ano keatas dulu." ucapan Keanno barusan sungguh membuat ku kembali terkejut bahkan aku bisa melihat dari wajah Tante Kartika bahwa dia juga tak habis pikir dengan Keanno.

Tante Kartika menatapku setelah Keanno pergi menaiki tangga dan menghilang dibalik salah satu pintu. Aku yang ditatap seintens itu oleh Tante Kartika memilih menundukan kepala.

"Tante, sungguh tidak tau apa yang terjadi antara kamu dan Keanno. Tapi Tante berharap kamu bisa menjaga Baby Al dengan baik dan tolong sayangi Baby Al dengan sepenuh hati Ani." aku mengangkat kepala ku yang tadi menunduk dan menatap Tante Kartika tidak mengerti.

Bayi yang ada digendongan tante Kartika yang bisa aku panggil dengan Baby Al yang tadinya menangis didalam gendongan Tante Kartika seketika berhenti menangis saat sudah berada didalam gendonganku yang membuatku dan Tante Kartika takjub.

"Sepertinya dia menganggapmu seperti ibunya.." ucap Tante kartika.

"Tapi saya bukan ibunya tante." jawabku setelah lama terdiam.

"Tante tau itu Ani. Tapi lihat lah bayi perempuan imut ini. Dia seperti memiliki ikatan denganmu." Tante Kartika tersenyum pada ku dan membuat ku menatap bayi dalam gendonganku.

"Boleh aku tau nama panjangnya...?"

"Tentu saja, Alliyana Putri Pradipta. itu nama panjang dari Baby Al."

"Tante boleh aku bertanya satu lagi?"

"Apa lagi yang ingin kau tanyakan Anitta, tante akan menjawabnya? tetapi bila kau ingin menanyakan dimana ibu dari Baby Al, tante tidak bisa menjawabnya. Hanya Keanno lah yang bisa menjawabnya." Tante Kartika tersenyum pada ku dan mengusap rambutku.

Sungguh jawaban dari tante kartika membuat banyak pertanyaan bersarang dikepalaku saat ini. Tante Kartika menepuk pundakku yang membuatku kembali melihat kearahnya.

"Anitta, tante ada urusan. Bila kau ingin pergi kekamarmu atau kekamar baby Al kau bisa minta tolong pada Bi Aminah. Sebentar tante panggilkan dulu."

Saat Tante kartika pergi memanggil Bi Aminah aku memilih duduk disofa ruang tamu rumah Keanno dengan baby Al yang ada di gendonganku. Saat aku kembali melihat Baby Al. Baby Al sudah tertidur yang membuat ku tersenyum dengan tulus.

"Anitta. Ini Bi Aminah dan Bi ini Anitta baby sitternya Baby Al." Ucap tante Kartika yang membuatku berdiri dan tersenyum pada Bi Aminah.

"Neng Anitta bisa panggil saya Bi Ami aja." ucap Bi Aminah.

"Bibi juga bisa panggil saya Ani aja kok Bi." Balasku.

"Kalau begitu Tante pergi dulu." aku dan Bi Ami pun menganggutkan kepala.

"Neng kok bisa Baby Alliyananya tidur Anteng banget kaya gitu neng. Sama bi Ami aja 30 menit baru mau diam baby Al nya." Bi Ami menatapku dengan menyengir.

"Saya juga gak tau Bi padahal baru pertama kali ini saya ketemu sama Baby Al." Jawabku dengan senyum tipis.

"neng mah hebat kalau gitu. Neng mau saya antarkan ke kamarnya? Kayanya neng capek..?" tanya bi Ami padaku.

"Boleh bi. Sekalian pindahin Baby Al ke kamarnya."

Aku dan Bi Aminah melangkah kearah kamar Baby Al terlebih dahulu dengan bi Ami berada didepan. Bi Ami yang merasa aku tidak berada disampingnya. Menoleh ke balakang dan menatapku dengan terkejut.

"Ya tuhan neng kakinya kenapa..?" tanya bi Ami khawatir aku terharu melihat bi ami yang khawatir dengan keadaanku.

"Gak papa kok bi. Cuma lecet dikit."

"Beneran neng gak papa."

"Iya bi, gak papa." Aku meletakan baby Al kedalam tempat bayi yang ada di kamarnya.

"Tapi kalau kaki neng sakit neng bilang aja sama bi ami biar bibi bantu untuk obatin neng." Aku menganggutkan kepalaku dan tersenyum sebagai jawabannya. "Ayo neng sekarang bi ami tunjukkan kamar neng." Ajak bi ami

"Iya bi." aku dan Bi Ami Membalikan badan ingin pergi dari kamar Baby Al yang ada dilantai dua. Namun sebelum kami berdua benar-benar keluar. Keanno sudah berdiri didepan kamar Baby Al dengan tatapan datar dan dingin.

"Anitta ikut saya sekarang." Setelah mengatakan itu Keanno melangkah pergi. Aku menoleh kearah bi ami.

"Bi, saya ikut tuan dulu ya bi." Bi ami menganggutkan kepalanya.

Sekarang aku harus terbiasa memanggil Keanno dengan sebutan Tuan karena sekarang dia adalah majikan ku dan aku sebagai pengasuh anaknya. Aku tersenyum pahit.

Aku melangkah mengikuti Keanno atau Tuan Keanno dari belakang. Sebenarnya apa yang ingin dia lakukan kepadaku? Kenapa dia membuatku memiliki banyak pertanyaaan dan dimana sebenarnya ibu dari baby Al berada? Kenapa aku merasa familiar dengan wajah baby Al yang mungkin masih berusia 5 bulan itu?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Semalam Dengan Miliarder
9.1
Akibat dikhianati temannya, Melinda, gadis desa berumur 21 tahun, melewati malam penuh gairah bersama Lukas, seorang CEO terpandang. Kehamilan tak terduga dari hubungan itu kini mengancam reputasi sang miliarder. Lukas pun bimbang antara mempertahankan citranya atau bertanggung jawab atas janin tersebut. Di tengah konflik status sosial dan intrik keluarga yang kelam, mampukah cinta tumbuh di antara mereka, ataukah ambisi pribadi justru akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Derita Cinta Sang Pelakor
8.7
Via tega meninggalkan Jason demi mengejar kemewahan bersama Dimas, seorang miliarder yang telah beristri. Meski Dimas berdalih pernikahannya tanpa cinta, ia tetap panik saat Via menuntut kejelasan hubungan. Rumitnya jalinan asmara terlarang ini kian memuncak ketika sebuah rahasia besar terbongkar: Dimas ternyata kakak ipar Via sendiri. Kenyataan pahit ini memicu pergolakan batin hebat yang siap menghancurkan hidup mereka.
Sampul Novel Gairah di Kota kecil
8.2
Nikmati kisah asmara modern yang hangat dengan latar sebuah kota kecil yang sunyi namun sarat emosi. Lembar demi lembar novel ini menyajikan kedekatan emosional dan interaksi intim yang membara di antara para tokohnya. Pembaca diimbau bersikap bijaksana, karena alur cerita yang disajikan secara mendalam ini dirancang untuk memicu imajinasi serta fantasi romantis tentang hubungan fisik yang sangat mendalam dan terasa begitu nyata.
Sampul Novel Gairah panas sang presdir
8.0
Pengkhianatan masa lalu mengubah Joshua menjadi pria dengan gairah seksual berlebih yang tak terkendali. Luka batin akibat perselingkuhan itu mengubah perilakunya secara drastis. Di tengah kondisi ini, takdir mempertemukannya dengan seorang mahasiswi muda secara tidak terduga. Akankah hubungan dengan gadis tersebut mampu menyembuhkan trauma mendalam Joshua dan memulihkan dirinya yang dulu, ataukah kehadiran sang mahasiswi justru membuat situasi hidupnya semakin rumit?
Sampul Novel Hasrat Kakak Tiri
9.6
Dua belas tahun di New York tak mampu menghapus obsesi Bryan Alexander pada adik tirinya, Deanisa Melody. Kini, sang CEO playboy harus menghadapi takdir saat Nisa mendadak menjadi asisten pribadinya. Meski bertekad menjaga jarak dan memperingatkan Nisa agar tetap profesional di kantor, Bryan terus tersiksa oleh perasaan lamanya. Batasan kerja pun diuji saat ia berjuang keras menahan hasrat mendalam terhadap gadis yang selalu menjadi candu baginya.
Sampul Novel JALAN PULANG
8.0
Dua puluh tahun merantau hingga sukses, seorang wanita karier memutuskan kembali ke kampung halamannya. Keputusan ini membawanya bernostalgia dengan kenangan pahit masa lalu, mulai dari luka masa kecil hingga cinta pertamanya. Di tanah kelahirannya, ia dipertemukan lagi dengan sang mantan kekasih. Kini, ia harus menghadapi konflik batin dan mengambil keputusan krusial demi masa depannya. Ini adalah kisah perjuangan emosional untuk berdamai dengan sejarah hidupnya sendiri.