APKDock Logo
Sampul Novel My Lovely Teacher

My Lovely Teacher

8.7 / 10.0
Zayn Abidzar, murid SMA bermasalah dengan keluarga yang retak, hampir menyelesaikan sekolahnya. Takdir mempertemukannya dengan Evelyn Green, seorang guru muda, lewat kejadian tak terduga. Pertemuan itu membuat mereka saling berbagi kepedihan masa lalu, termasuk pengkhianatan yang melukai Zayn. Perlahan, cinta terlarang tumbuh di antara guru dan murid ini. Mereka pun terpaksa menyembunyikan hubungan ini dari lingkungan sekolah. Sanggupkah keduanya bertahan tanpa ketahuan?

My Lovely Teacher Bab 1

Disebuah kamar hotel, Zayn berbaring dengan seorang gadis muda. Usia mereka tak jauh berbeda.

"Alice, selamat ulang tahun!" tiba-tiba saja ia membawa sebuah goodie bag yang sebelumnya sudah diletakkan di nakas.

"Kamu masih ingat hari ultahku?" Gadis itu bersemangat.

Alice membuka isi dari goodie bag. Ia terbelalak tak percaya.

"Eh, ini kan tas yang kulihat pas kencan kita waktu itu," ucapnya sungguh senang.

"Kamu bilang tasnya manis kan? Jadi aku membeli hadiah itu untuk ultahmu," sahut Zayn tersenyum melihat pacar tersayangnya.

"Tapi kan harganya mahal, gak apa-apa nih? Kalau gak salah lihat harganya hampir lima juta," Alice mengingat.

"Kalau cuma segini sih kecil," Zayn tertawa lebar.

"Zayn, terimakasih banyak ya!" Alice tak sanggup berkata-kata.

"Oh iya ada lagi kejutan untukmu," Zayn mengeluarkan sesuatu dari dalam dompetnya.

"Tadaaaa....aku sudah berhasil mendapatkan SIM lho. Lain kali kita bisa naik mobil," ucapnya bersemangat.

"Wah... Zayn. Aku makin menyukaimu," sahut Alice memeluk erat tubuh pria didepannya.

"Sebenarnya sudah dua Minggu ini aku bekerja sambilan mati-matian untuk ngedapetin semua ini," batin Zayn bangga telah membuat pacarnya senang.

Zayn dan Alice adalah murid dari sekolah yang sama. Mereka masih belajar di bangku SMA. Tahun ini merupakan tahun terakhir mereka di sekolahnya. Alice dan Zayn berpacaran dalam waktu sebulanan ini.

*****

"Oi Zayn, kamu gak lupa sesuatu kan?" Tanya teman satu genknya.

"Apa sih kalian ini," gerutu Zayn.

"Itu lho kencan massal sama cewek-cewek dari sekolah sebelah," ucap temannya.

"Pilih yang manis-manis aja Zayn!" seru teman satunya.

"Rendi, Tommy. Kalian ini cewek mulu isi kepalanya." Zayn mulai malas meladeni mereka.

Saat itu masih jam istirahat. Jadi mereka asyik mengobrol.

"Sepertinya aku tidak bisa ikutan kencan massal itu deh," cengir Zayn.

"Hah... serius? kalau begitu percuma aja dong," sahut Rendi.

"Aku gak mungkin ikut bersama kalian kan?" tanya Zayn.

"Ah iya, sekarang kamu sudah punya Alice. Hebat juga kamu bisa berkencan dengan cewek tercantik di sekolah kita ini. Kalian lagi mesra-mesranya kan?" tanya Tommy.

"Mesra-mesranya apaan?" Zayn bersemu merah.

"Tapi emang iya sih, kayaknya ia beda dari cewek-cewekku yang dulu," Zayn menerawang jauh.

Ia ingat kalau Alice selalu menemaninya makan siang. "Ya, walaupun sering terlambat setidaknya Alice berusaha untuk menemani aku," batinnya.

Tiba-tiba Zayn berdiri dan meninggalkan teman satu genknya.

Tommy yang melihatnya seolah malas dan tersenyum kecut. Ada raut wajah yang tak bisa diartikan oleh orang lain.

"Dasar tuh anak, kita malah di tinggal," kesal Rendi.

"Sudahlah, biarkan saja dia! Paling mau ke kelasnya Alice," tebak Tommy.

"Alice, aku percaya padamu. Aku yakin dengan hubungan kita ini," batinnya.

Bel berbunyi, mereka semua berhamburan masuk kedalam kelas masing-masing.

Zayn masih memikirkan Alice. Ia tak bisa fokus pada pelajarannya di depan.

Bel pulang sekolah berbunyi nyaring. Murid-murid berceloteh riang. Mereka berhamburan keluar kelas.

Seperti biasa, Zayn menyusul ke kelas Alice. Tapi ia lupa kalau pelajaran terakhir Alice adalah olahraga. Jadi, ia pergi ke ruang ganti perempuan.

"Ruang ganti ceweknya berisik sekali sih," gerutunya.

Zayn tidak jadi mengetuk pintu itu. Ia mendengar mereka menyebut namanya.

"Beneran kamu cuma main-main dengan Zayn? dasar cewek iblis," suara gadis lain yang tidak Zayn kenal.

"Hei, aku kan gak minta dibeliin tas itu. Dia yang beliin sendiri lho," sahut Alice.

Zayn masih menguping pembicaraan mereka.

"Benarkan itu suara Alice?" tanyanya pada dirinya sendiri.

"Tapi kamu tidur dengannya kan?" tanya suara gadis lainnya.

"Iya juga sih, abisnya enak. Jadi ketagihan deh," Alice tersenyum lebar.

Zayn mengintip lewat celah pintu. Ia melihat mereka. Dan benar saja, Alice dan kawan-kawan satu genknya masih disana.

"Kasian juga sih si Zayn. Padahal kamu kan udah punya pacar beneran." Ucap gadis satunya.

"Zayn Abidzar, sungguh malang nasibmu!" sahut gadis lainnya.

Alice hanya tersenyum meremehkan. Zayn yang melihat itu semua jadi muak dengan kelakuan Alice. Dalam hati muncul keraguan.

"Benarkah itu? kamu pasti bohong kan Al," batin Zayn masih meragukannya.

Ia mengambil smartphone miliknya dan melihat sebuah nama.

Dengan satu kali klik, nama Alice sudah dihapus.

Zayn menerawang, mengingat kenangan indahnya bersama Alice selama sebulan ini. Ia berjalan sempoyongan seperti orang yang kehilangan keseimbangan.

Seminggu kemudian

Disebuah kelas.

Seorang guru muda membagikan hasil ujian uji coba muridnya. Ia memanggil nama-nama murid dikelas itu.

"Zayn, Zayn Abidzar!" pekik wanita muda itu.

Ada beberapa muridnya yang menahan tawanya ketika ia memanggil Zayn. Sementara yang ia panggil tertidur pulas di bangkunya.

"Astaga ini anak ternyata tidur. Hey Zayn bangun!" guru itu memukul meja Zayn.

Zayn terperanjat karena gurunya sudah berada di depannya dengan kondisi tangan yang bersedekap dan raut wajah yang garang.

"Kamu ini, mesti Ibu panggil berapa kali baru kamu mau dengar?" gerutunya.

Zayn mengambil kertas hasil ujiannya. Ia mengacuhkan gurunya.

"Anak jaman sekarang memang kurang ajar," batin Evelyn kesal.

Bel istirahat berbunyi. Semua murid keluar dari dalam kelas. Zayn yang mengantuk keluar paling akhir.

"Zayn Abidzar," panggil Elyn.

"Ada apa lagi sih Bu? sekarang waktu saya untuk beristirahat," keluhnya.

"Akhir-akhir ini kamu kenapa sih? sering bengong pas pelajaran.

Kalau mau diterima di Universitas, kamu harus lebih giat belajarnya!" Evelyn menasehati Zayn.

"Nih! perbaiki ya! hari Jumat harus sudah Ibu terima, mengerti?" Ia menyerahkan lembaran soal tambahan untuk Zayn.

"Berisik," lirih Zayn.

"Eh, apa yang kamu bilang?" Evelyn mulai meradang.

"Kubilang berisik! siapa yang mau masuk Universitas?" Zayn mengambil kertas itu dan mengepalnya. Ia berjalan pergi meninggalkan gurunya.

"Huh, aku tak menyangka murid disekolah ini tabiatnya aneh-aneh," keluhnya.

Tommy mengikuti Zayn yang menjauh dari ruang kelasnya. Ia melihat Zayn dan gurunya telah meributkan sesuatu.

"Zayn, tunggu aku!" ia setengah berlari.

"Tommy," Zayn menoleh kearahnya.

Mereka berdua pergi ke atap sekolah. Mereka menyalakan rokoknya dan menghisapnya dalam. Begitulah kelakuan mereka di sekolah.

"Sebentar lagi liburan tengah semester terakhir kita di sekolah nih," Tommy memulai pembicaraan.

"Iya, memangnya kenapa?" Zayn seakan tak peduli.

Tiba-tiba saja Tommy berbicara diluar topiknya tadi.

"Kenapa? kamu nyesel ya udah mutusin Alice?" Tommy mengungkit.

"Bukan begitu," Zayn tak melanjutkan ucapannya.

"Ceritain saja sama aku! kita kan teman," ucap Tommy.

"Oh iya, hari ini kita ke Pub Brown yuk! Ada segunung cewek yang nungguin kamu disana!" Tommy mengedipkan matanya.

"Kamu bisanya hanya mengajakku ke tempat seperti itu," Zayn tersenyum kecut.

"Ayolah Zayn! mumpung kita masih muda," Tommy tertawa renyah.

Zayn hanya mengangguk saja. Ia membuang puntung rokok ke sembarang arah dan menginjaknya.

Mereka berdua kembali kedalam kelas karena bel sudah berbunyi.

Lanjut Membaca

Daftar Isi My Lovely Teacher

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu
8.1
Diana, gadis yatim piatu, berhasil menjadi istri pria terkuat di kota walau tanpa rasa cinta. Tiga tahun berlalu, kabar kehamilannya justru dibalas dengan surat cerai akibat salah paham tentang kesetiaan mereka. Ketika Diana hendak melangkah pergi, suaminya malah berbalik arah dan mengakui cinta tulusnya. Kini Diana bimbang di antara benci dan kasih sayang. Haruskah ia menetap demi sang calon bayi, atau memilih pergi selamanya?
Sampul Novel Kalau Jodoh Takkan Kemana
8.1
Asmitha Nindiva hancur setelah Saga Anggara, sang tunangan, memilih bersama Marcella Anggita. Saat terpuruk, hadirlah Fahri Mahendra yang menemani dan membantunya memulihkan diri. Namun, ketika Asmitha mulai bangkit, hubungan Saga dan Cella justru berakhir. Saga pun datang lagi untuk merebut kembali hati Asmitha. Kini, Asmitha dihadapkan pada kebimbangan besar: kembali ke pelukan masa lalunya bersama Saga, atau membuka lembaran baru dengan Fahri yang tulus mencintainya.
Sampul Novel Mati Satu Tumbuh Seribu
8.6
Sehari sebelum pernikahan megahnya, Kiara mendapati aula acaranya dirusak oleh seorang wanita asing yang menuduhnya sebagai pelakor dan perebut suami orang. Fitnah kejam tersebut membuat kerumunan massa dan pihak hotel menghakimi Kiara hingga ia mengalami keguguran. Namun, fakta sebenarnya justru sebaliknya. Galang, sang tunangan, ternyata menggunakan kekayaan Kiara untuk berselingkuh di belakangnya. Menyadari pengkhianatan ini, sang miliarder wanita langsung membatalkan pernikahan dan bersiap menghancurkan hidup Galang beserta selingkuhannya tanpa ampun.
Sampul Novel RAHASIA AYAH ANAKKU
9.1
Tekanan hidup Kania mendadak sirna setelah CEO tampan, Nick Sebastian, mengklaim dirinya sebagai pacar. Walau menjadi sasaran kecaman publik, Kania terpaksa menjalani sandiwara itu. Tak disangka, kepura-puraan mereka justru berujung pada malam penuh keintiman di apartemen Nick. Kejadian tak terduga tersebut seketika mengubah jalan hidup Kania selamanya, membawanya masuk ke dalam pusaran romansa dewasa yang sangat mendalam.
Sampul Novel THE LADIES
9.7
Arlyn, Zemi, dan Agnes merupakan tiga perempuan cerdas berprestasi yang memiliki karier cemerlang di Jakarta. Di balik kesuksesan tersebut, mereka justru kerap kali dikhianati dan ditipu dalam urusan asmara. Karena jengah terus terluka, ketiganya sepakat membuat komitmen 'No Man, No Cry' demi fokus pada masa depan tanpa lelaki. Namun, sanggupkah mereka mempertahankan ikrar tersebut saat cinta yang baru datang menguji keteguhan hati mereka?
Sampul Novel Warisan Sang Monster
9.6
Bosan dengan kekayaannya, triliuner Alexander Volkov memilih menyamar sebagai tunawisma. Di jalanan, ia bertemu Elara, seorang ibu tunggal miskin yang dibuang keluarganya demi mengobati sang putri yang sakit keras. Kebaikan Elara yang tulus berbagi makanan menyentuh hati Alexander. Saat Elara terancam kehilangan hak asuh anaknya, Alexander membongkar identitas aslinya. Ia siap menolong, asalkan Elara bersedia menjadi kekasihnya dan menyerahkan satu malam bersamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan