APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Iceberg

My Iceberg

Akibat salah paham, Prana Guntara yang kaku dan otoriter tega mengusir istrinya, Ganistra Yunata. Ia tidak tahu bahwa sang istri pergi dalam kondisi mengandung anaknya. Setelah empat tahun berpisah, takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, sikap Prana kini berubah drastis. Ia menjadi sangat protektif dan terobsesi untuk mendapatkan Ganistra kembali. Prana pun bertekad tidak akan membiarkan wanita itu pergi dari sisinya untuk kedua kalinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bola plastik itu menggelinding di area mall megah yang sedang banyak pengunjungnya, lalu bersarang di bawah kaki seseorang. Di belakangnya berlari seorang bocah laki-laki kecil sekitar tiga tahunan. sepertinya sedang mengejar bola itu.

Tubuhnya yang mungil, tampak bulat berisi, seperti bola yang di kejarnya. Wajah yang tampan, terlihat sangat menggemaskan.

Sementara di tempat lain lagi yang tidak begitu jauh dari sana, seorang perempuan cantik berambut panjang hendak mengejar anaknya yang bernama Gagah. Langkahnya terhenti seketika.

Deg! 

Ia mengenali siapa pemilik sepatu itu,  yang berdiri menjulang tinggi di hadapan anak laki-laki kecilnya. Dengan segera tubuh ramping itu menyelinap ke belakang sebuah pilar besar penompang bangunan mall, secara diam-diam. Dengan hati cemas, ia terus memperhatikan lokasi Gagah dan laki-laki tinggi itu berada.

Wajah Gagah terangkat, saat mengetahui bola miliknya tertahan di kaki seseorang yang tidak dikenalnya.

"Bolaku" tunjuknya mengarah pada sepatu lelaki itu. "Danan ijak bolaku." katanya lagi secara lantang. Sepertinya marah karena barang milik dia, ada di bawah sepatunya.

Namun, karena raut wajah ciliknya sangat tampan, mimik marahnya malah terlihat lucu. Yang punya sepatu itu tersenyum, mulai tertarik dengan sikap beraninya.

"Bolamu baik-baik saja, kamu tidak usah marah." ucapnya dengan suara rendah. Kemudian dia mengambil bola itu dari bawah sepatunya.

Dan entah kenapa, sepertinya dia ingin sejenak menahan bocah tampan yang lucu ini, padahal seumur hidup belum pernah bercengkrama dengan anak-anak. Dia tidak begitu menyukainya.

"Danan abil, itu punaku." tunjuk Gagah lagi pada bola yang di pegang lelaki itu. Suara cadelnya terdengar lucu.

Tubuh jangkungnya berjongkok, berusaha menyesuaikan dengan tinggi badan Gagah. "Kalau bola ini mau kembali, kamu harus memintanya." 

Mata Gagah membulat. "Nda mau! itu punaku." mulutnya cemberut.

"Mintalah!" kata laki-laki itu, semakin senang mengganggunya. Kenapa anak ini, begitu menyita perhatiannya? Dia jadi bingung sendiri.

"Nda mauuu ...!" teriaknya lagi. Bibirnya sudah sangat mengerucut.

"Anak baik kalau menginginkan sesuatu, harus memintanya dengan sopan." Dia semakin mencadai Gagah yang semakin marah, malah semakin lucu dan terlihat menggemaskan.

Sepertinya Gagah sudah mulai tidak sabar, dia melangkah lebih mendekati dan menyambar bola dari tangannya. Laki-laki itu pun sengaja membiarkan bola dengan mudah di dapatkannya.

Gagah langsung berlari menjauh, sambil membawa bola plastik dan sempat melirik kembali kepadanya yang sudah berdiri. Tangan kecilnya melambai sambil tersenyum. Dan dia tertegun melihat senyumnya. 

Senyumnya! Mengingatkan dia pada seseorang. Dia jadi tertegun untuk sesaat, wajah anak itu seperti cermin dirinya sendiri. Tidak mungkin! Sangkalnya. Tidak percaya pada apa yang dilihat matanya sendiri.

Dia sempat mengedarkan pandangannya. Tidak mungkin bocah itu sendirian di mall sebesar ini, tetapi tidak ada tanda-tanda yang mendekati bocah itu. Saat melihatnya lagi, ternyata Gagah sedang duduk manis di sebuah kursi. Di sekitar konter makanan cepat saji, karena memang mereka sedang berada di area food court. Seakan sedang menunggu seseorang. 

Anak pintar dan patuh, pikirnya segera berlalu. Tanpa merasa khawatir lagi yang sekilas sempat dirasakannya tadi. Pikiran dia, takut diracuni lagi oleh hal yang menurutnya tidak mungkin.

Ganistra Yunatha yang biasa dipanggil Ganis, adalah ibu dari anak lucu itu. Segera keluar dari persembunyiannya, Setelah yakin kalau Laki-laki yang menahan bola anaknya, tidak terlihat lagi.

"Mami ...." teriak Gagah, saat melihat Ganis menghampirinya.

"Gagah, Mami mencarimu, lain kali jangan lari-lari di tempat seperti ini." tegurnya dengan nada lembut.

"Mami, bolana ang lali-lali ... aku halus takap." Gagah berusaha membela diri. Tangannya ditangkupkan, seolah sedang menangkap bola.

"Hmm ... bolanya tidak punya kaki, ya? Dan kaki Gagah yang kecil ini, kalah kencang sama bola yang tidak punya kaki ... huh! Kalau Gagah mau menang, harusnya Gagah taruh bolanya di lapangan berumput, bukan di sini."

"Iyaa, Mami. Bolana nda puna kaki, tapi bisa belali kecaaang." celotehnya.

"Bola ajaib." komentar Ganis asal. Menanggapi pemikiran anaknya, secara praktis saja.

"Ndak adaib, Mami. Latai ini licin, ndak cepeti lumput."

OMG!!! Kalau sudah begini, Ganis suka kehabisan akal untuk menjawab kalimat-kalimat cerdas anaknya. Padahal usia Gagah baru tiga tahun lebih, sekolah saja belum, tetapi mengenal hurufpun sudah tahu.

"Gagah mau ice cream ?" tanyanya, untuk mengalihkan perhatian. Akan tetapi, dijawab secara spontan oleh Gagah. Terlihat sangat antusias.

"Gagah mau es klim, Mami ...."

"Yuk, kita cari ice cream-nya."

Anak itu berjikrak kegirangan, sambil berpegangan pada lengan maminya. Meloncat-loncat secara zigzag.

Ternyata anak ini sudah melupakan kejadian tadi saat pertemuannya dengan laki-laki yang menahan bolanya, sebelum sempat menceritakan padanya.

Hampir saja, pikir Ganis. Dunia ini memang sempit.

"Gagah mau es krim rasa apa?" tanya Ganis, saat mereka sudah duduk mau memesan es krimnya.

"laca ... emm ... stobeli, sama laca ... emm ... cotlat!" serunya dengan mimik yang sangat menggemaskan.

Tidak begitu lama, pesanan yang diharapkan sudah datang. cup kecil es krim itu penuh dengan topping warna-warni.

"Wow!" mata Gagah membulat. Terlihat gembira melihatnya.

Sebelum menyuapkan es krim ke mulutnya, bocah cilik itu melihat dulu ke maminya. "Mami, napa ndak beli ec klimna?"

"Mama lagi gak enak perutnya, sayang. Udah, Gagah aja yang habisin es krimnya, ya?" 

"Mami cakit?" tanyanya sedikit menunjukan rasa kekhawatirannya. "pelica ke dotel, Mami." 

"Sakitnya Mami, gak harus diperiksa kedokter, Gagah. Mami masih kuat seperti biasanya." jawab Ganis, sambil menyikukan lengannya seperti binaragawan. Membuat Gagah tertawa. "Ayo, dimakan es krimnya, keburu cair nanti."

Gagah baru menyuapkan es krim ke mulutnya, setelah merasa yakin maminya tidak apa-apa. 

Ganis membiasakan untuk tidak selalu membantu anaknya makan, supaya mandiri. Ia lebih memilih mengelap bibir atau pipinya yang belepotan terkena makanan, karena tidak sepenuhnya masuk ke mulut kecilnya.

"Mami, tatut dicutik, ya? Ndak mau ke dotel." ternyata Gagah masih membahas soal sakitnya. Ia jadi menyesal telah membuat khawatir anaknya dengan memberi alasan yang sebenarnya asal saja. Tidak berpikir sama sekali akibatnya. Beginilah kalau punya anak pintar dan kritis. Tidak mudah untuk diyakinkan.

"Danan tatut dicutik, Mami. Kan Mami biang, kaa di didit cemut lacana." Ganis jadi tersenyum dibuatnya.

"Mami juga gak pernah takut disuntik, sayang. Dokter juga tidak sembarang kasih suntik ke yang sakit." ia kembali mengelap pipi gembil Gagah, dengan tisu.

"Abis, Mami." Gagah menggeser cup es krimnya, menjauh dari badannya. Topping-nya banyak yang berceceran di meja, juga di lantai bawahnya. "Pemenna banak ang jatuh, Mami." ia turun dari kursi kecilnya, melihat-lihat ke lantai.

Ganis terpaksa turun dan menghampiri anaknya. "Jangan ambil yang sudah jatuh ke bawah, sudah tidak bersih lagi, sayang." lalu menarik tisu yang tadi diselipkan di dadanya. Sebelum anak itu mulai makan es krimnya, supaya tidak mengotori bajunya. 

"Pulang, yuk!" ajaknya kemudian, yang diangguki oleh Si tampan ciliknya ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DICERAI KARENA MANDUL
8.3
Hidup Kala hancur setelah diceraikan karena dituduh mandul dan dikhianati suaminya. Di tengah keputusasaan dan luka hati yang hebat, ia meratapi nasib buruknya. Namun, takdir mempertemukannya dengan Sheryl Amanta Versha, gadis kecil yang dibuang oleh ibu kandungnya sendiri. Kehadiran Sheryl membawa harapan baru bagi Kala. Walau sempat menyangkal perasaannya, Kala kini harus menghadapi gejolak emosi baru yang menguji kekuatannya untuk bangkit kembali.
Sampul Novel Ibu Susu Bayi Presdir
8.2
Kehidupan Liana berubah total setelah malam misterius lima tahun lalu. Kini, ia terkejut saat menyadari bahwa bos barunya, CEO Ethan Alvaro, merupakan ayah kandung dari putranya, Noel. Meski Ethan tidak mengingat dirinya, rahasia masa lalu perlahan mulai terungkap dan memicu kecurigaan. Liana berupaya menjauh demi melindungi sang anak, tetapi Ethan justru terus mendekat. Akankah kebenaran ini membuat Ethan merebut Noel, atau ia justru menerima Liana kembali?
Sampul Novel Mahkota Pewaris yang Dikhianati
9.0
Nyaris tewas akibat pengkhianatan orang tua dan keempat kakaknya demi seorang penipu, Emilia, sang pewaris sah Keluarga Hewitt, kini bangkit tanpa rasa takut. Sebagai dokter ternama sekaligus penilai harta karun berbakat, ia membungkam semua ejekan lewat kemampuannya. Saat dikucilkan karena dibuang oleh keluarganya sendiri, klan paling terpandang di kota justru hadir melindunginya dan memperlakukan Emilia bagai permata berharga.
Sampul Novel Mainan Tuan Muda
9.2
Fiona dirundung ketakutan saat Arion mengungkap rahasia kelamnya. Identitas aslinya sebagai wanita sewaan kini diketahui oleh murid paling berbahaya di sekolah. Semua berawal dari ketidaksengajaan Arion yang membeli kesucian Fiona, yang kini menjadi awal petaka panjang. Terobsesi dan enggan melepaskan Fiona, Arion bertekad menjadikan gadis malang itu sebagai mainan pribadinya. Hidup Fiona kini sepenuhnya terjebak dalam cengkeraman kendali sang tuan muda.
Sampul Novel Pewaris yang Ingin Mereka Singkirkan
9.1
Maya, mantan pewaris manja, dijebak oleh tunangan dan putri kandung keluarganya hingga dipenjara empat tahun. Usai bebas, ia menikah dengan Karel, pria yang dicap sampah masyarakat. Namun, dunia terkejut saat Maya mengungkap rahasianya sebagai peretas jenius dan ahli perhiasan. Saat keluarganya memohon ampun, Karel ternyata adalah pengusaha legendaris yang sangat memuja istrinya. Kini, aksi balas dendam mereka dimulai.
Sampul Novel Sweet Stalker
8.8
Anya, seorang penguntit profesional, jatuh hati pada kliennya sendiri yang bernama Senopati Rajata. Seno, playboy kaya raya dari keluarga Dwisastro, awalnya memakai jasa Anya untuk menyelidiki tunangannya. Namun, ia justru terpikat oleh daya tarik Anya. Ketika hubungan mereka mulai dekat, hambatan besar muncul dan memisahkan keduanya. Akankah cinta mereka bertahan melewati segala rintangan dan perbedaan yang ada?