APKDock Logo
Sampul Novel DICERAI KARENA MANDUL

DICERAI KARENA MANDUL

8.3 / 10.0
Hidup Kala hancur setelah diceraikan karena dituduh mandul dan dikhianati suaminya. Di tengah keputusasaan dan luka hati yang hebat, ia meratapi nasib buruknya. Namun, takdir mempertemukannya dengan Sheryl Amanta Versha, gadis kecil yang dibuang oleh ibu kandungnya sendiri. Kehadiran Sheryl membawa harapan baru bagi Kala. Walau sempat menyangkal perasaannya, Kala kini harus menghadapi gejolak emosi baru yang menguji kekuatannya untuk bangkit kembali.

DICERAI KARENA MANDUL Bab 1

Sunyi terus menyelimuti ruang yang dihadiri empat orang itu. Satu di antaranya, seorang perempuan berambut lurus sebahu hanya menatap lurus ke depan, tanpa ekspresi. Sementara dua lainnya, menatap si perempuan itu dengan pandangan nelangsa seolah ikut merasakan segala sakit yang ia derita. Ah, masih ada seorang lagi yang sepertinya dia bahagia.

Buktinya, wajah tampan itu bisa menyungging senyum walau sedikit.

“Ini surat dari pengadilan. Saya ambil segera, biar semua urusan cepat beres," kata si pria.

Si perempuan tanpa ekspresi itu hanya mengangguk pelan. Melirik sekilas amplop putih berlogo Pengadilan Agama di salah satu wilayah tempat ia tinggal. Surabaya.

"Saya pamit kalau begitu. Masalah yang dibicarakan di pengadilan sebelumnya, sudah saya urus. Dua atau tiga hari lagi, akan ada yang datang untuk minta tanda tangan kamu."

Lagi-lagi si perempuan itu mengangguk.

"Bu, Pak, Janu pamit. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf Janu selama ini. Saya pulangkan Tari ke rumah kalian kembali."

Isakan kecil lolos dari bibir wanita paruh baya yang sedari tadi memperhatikan interaksi dua orang di depannya. Tak tahan, dia bangkit dari duduk dan memilih masuk ke kamar. Mengabaikan pria yang bernama Janu mengulurkan tangan untuk berjabat tangan yang terakhir kalinya.

"Janu pamit, Pak."

Tangan Janu ditepis pelan oleh orang yang dipanggil Bapak. Mungkin kecewa, marah, kesal dan benci terhadap Janu masih teramat tinggi. "Silakan jika sudah selesai."

Janu hanya mengangguk, "Saya pamit. Jaga diri baik-baik, Tari."

****

Sengaja ia memilih menempuh jarak puluhan kilo di malam ini. Doanya terperanjat penuh sembunyi. Besar harapnya pada sang waktu, agar keping sakitnya perlahan lepas satu per satu. Cukup baginya, dua tahun dibuang penuh sia-sia. Berkubang pedih dan meredupkan cahaya dirinya sendiri.

Masa lalu memang demikian hebat menggerus tingkat kewarasannya. Untuk itu lah, di sini ia sekarang. Mengambil satu keputusan besar bernama damai. Butuh tekad kuat, keinginan gigih, serta keyakinan penuh, kalau jalan yang ia pilih adalah yang terbaik.

Menurut versinya.

Lagu lawas era delapan puluhan mengiring sepanjang perjalanan darat yang dia jalani. Sengaja ia memilih menggunakan bus travel ketimbang kereta atau pesawat. Ia ingin menikmati setiap meter jarak yang dibentang oleh Sang Pencipta. Menaruh keping demi keping sakit yang dimiliki pada setiap pemberhentian bus yang dia tumpangi. Siapa tahu, keping itu dibawa oleh angin ke pusat badai lalu diremukkan hingga tak bersisa. Lalu ia terlahir kembali, mungkin selayaknya kupu-kupu yang menyudahi masa metamorfosisnya.

Semoga.

Dilirik jam tangan perak di pergelangan kirinya, sudah menunjuk waktu tengah malam. Matanya mengedar, sebagian penumpang sudah terlelap tidur. Hanya dirinya dan sang supir yang masih terjaga—mungkin. Diembuskan napas pelan, ia mencoba peruntungan sekali lagi untuk memejamkan mata yang demikian sulit baginya.

Benar saja. Matanya ternyata masih segar untuk memperhatikan sorot cahaya lampu dari arah berlawanan. Ponsel yang sedari tadi tergeletak di sandaran kursi, dia ambil. Mengecek sekali lagi pesan terakhir yang dikirim oleh sahabatnya. Membaca baris demi baris alamat yang sepertinya ia sudah hapal di luar kepala saking seringnya dibaca. Tempat tujuannya kali ini.

Jakarta.

"Mas, Jakarta itu seperti apa?" Tangan si perempuan dengan terampil menata piring dan juga lauk di meja makan.

Pria yang menjadi lawan bicaranya tertawa. "Kota yang enggak pernah tidur. Sumpek."

Perempuan itu hanya menanggapi dengan ber-o-ria.

"Makanya aku pilih buat usaha di Surabaya. Walau sama-sama kota besar, enggak sesumpek Jakarta. Lagian, aku bisa ketemu kamu kan, Nduk."

Alih-alih tersipu, si perempuan berambut sebahu itu malah menepuk pelan bahu suaminya. "Sudah, makan saja. Gombalmu enggak laku."

"Tari, aku serius lho."

Perempuan bernama Tari itu hanya tersenyum menanggapi. "Iya, aku juga serius. Sekarang waktunya makan, bukan gombal."

Gelembung ingatan itu pecah, membuat si perempuan merengap. Mengambil napas buru-buru sebanyak yang ia bisa. Meneguk dengan kasar air mineral yang selalu ia sediakan di dekatnya. Sudah sejauh ini malah ia mengingat hal sepele yang dulu hanya dianggap obrolan selingan menjelang makan malam.

Hanya mengingat hal itu saja, tetes air mata kembali membasahi pipi. Cukup, Tari. Cukup!

***

"Mau kamu apa, sih, Nak?" Seorang wanita paruh baya melemparkan dirinya ke sofa empuk begitu tiba di rumah yang cukup besar itu.

"Dia enggak becus, Ma. Masa iya aku pertahanin."

"Iya, Mama tahu. Tapi hari Senin kamu sudah mulai kerja. Mama bukan enggak mau dititipi anak kamu. Mama sayang banget sama Sheryl, Nak. Sayang banget. Tapi Mama enggak sanggup ngikutin gerak Sheryl. Dia butuh pengasuh. Mama yang ngawasin kerja mereka."

Pria yang diajak bicara sama frustrasinya dengan wanita yang sudah lebih dulu memijat pangkal hidungnya. Raut lelahnya jelas tercetak di wajahnya yang kini menatap sang ibu dengan pandangan prihatin.

"Maafin, Aria, ya Ma. Ini salah Aria."

Wanita paruh baya itu terenyuh. Di hadapannya, bersimpuh anak lelaki kebanggaannya sampai kapan pun. Anak yang kini benar-benar menjadi sosok yang mampu membuatnya kagum. Bukan sekadar pencapaian dalam karir, bukan. Wanita itu tidak terlalu mengharap hal itu. Akan tetapi, sikap dan juga perbuatannya yang membuat sisi lembut sang wanita yang usianya tak lagi muda itu bangga.

"Setiap orang punya masa lalu, Nak."

"Tapi karena Aria, Mama jadi ikutan susah. Harusnya Aria membahagiakan Mama."

"Mama sudah sangat bahagia, Nak." Diusapnya kepala pria yang sudah duduk bertumpu pada pangkuannya itu.

"Sheryl jangan dijaga oleh wanita tadi. Cari yang lainnya aja, ya, Ma. Kali ini, Aria janji lebih kooperatif."

"Benar, ya. Jangan bikin Mama pusing sama kamu yang banyak mau, lho."

Pria itu terkekeh. "Iya, Ma."

Lanjut Membaca

Daftar Isi DICERAI KARENA MANDUL

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dendam Istri Yang Dikhianati
8.7
Kehidupan Amora runtuh seketika saat memergoki suaminya, Aries, berselingkuh dengan Arin, adik tirinya, tepat di kamar mereka. Rasa sakit akibat pengkhianatan ini kian mendalam karena ulah Resti, ibu tirinya, yang menjadi dalang di balik konspirasi keji tersebut. Menyadari ketulusannya dibalas dengan kekejaman, Amora menolak pasrah. Dengan amarah yang kini berubah menjadi tekad membara, ia merancang pembalasan terencana untuk menghancurkan Aries, Arin, dan Resti.
Sampul Novel Gairah panas my Daddy
8.6
Meskipun telah memasuki usia matang untuk berkeluarga, Aldo Bimantara tetap tampil menawan dan awet muda. Sebagai putra dari keluarga konglomerat yang sangat terpandang, pria sukses ini memimpin dua cabang restoran besar di Semarang dan Medan. Di tengah gemerlap kariernya yang gemilang, ia harus berjuang keras menyeimbangkan tuntutan hidupnya. Kisah ini menyoroti perjalanan sang pengusaha kaya raya dalam mengarungi dinamika percintaan modern yang penuh warna.
Sampul Novel Istri Simpanan Itu Akan Menyesal
8.7
Rumah tangga Nayla Azzura dan Rafka Dirgantara yang tampak sempurna hancur seketika saat rahasia tentang istri simpanan Rafka terbongkar. Alih-alih meratap, Nayla memilih merancang aksi balas dendam yang cerdik dan penuh kejutan tak terduga. Namun, situasi menjadi rumit ketika sosok pria lain hadir dan memicu percikan baru di antara mereka. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang dalam intrik penuh pengkhianatan dan misteri ini?
Sampul Novel Ngaku-ngaku Jadi Istri Konglomerat
9.5
Tekanan sosial untuk segera berpasangan membuat Kejora Salsabila, seorang wanita karier berusia 27 tahun, merasa sangat terbebani. Akibat terlalu fokus bekerja, kehidupan pribadinya terabaikan hingga ia terperosok ke dalam masalah rumit. Di tengah keputusasaan tersebut, Kejora mengambil keputusan nekat demi jalan pintas. Kini, ia berjuang keras mencari seseorang yang dapat menyelamatkannya dari keterpurukan dan membantunya menata kembali hidupnya.
Sampul Novel The Trued of Love
9.1
Kehidupan keras sebagai yatim piatu membentuk Aubrey Calandre menjadi wanita tomboy yang sangat tertutup. Ia mengira takdirnya akan selalu sepi, hingga Dominique Hameed hadir di hidupnya. Karakter Dominique yang kaku sangat mirip dengan dirinya. Berbagai kejadian tak terduga terus mendekatkan mereka, perlahan meruntuhkan dinding pertahanan Aubrey. Akankah pria sedingin es ini mampu menyembuhkan luka masa lalu Aubrey dan menghadirkan kehangatan cinta sejati?
Sampul Novel Wilhem Village
9.7
Sepuluh tahun lalu, sahabat karib Ilya Irise yang bernama Elias lenyap tanpa jejak. Kini, saat bekerja di Desa Wilhem, Ilya terkejut melihat Vincent Valore, seorang CEO kaya raya yang wajahnya sangat serupa dengan Elias. Penasaran, ia pun mulai menyelidiki sosok sang miliarder. Namun, situasi menjadi mengerikan saat seorang rekan kerjanya ditemukan tewas mengenaskan. Warga desa pun mulai ketakutan dan mengaitkan pembunuhan sadis ini dengan legenda kuno vampir yang kembali bangkit.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan