APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Enemy Is My Husband

My Enemy Is My Husband

Niat Joana menghibur diri di kelab malam hancur saat memergoki sang kekasih berselingkuh dengan empat wanita sekaligus. Dalam keadaan mabuk berat karena patah hati, ia malah terlibat cinta satu malam dengan pria asing. Keadaan kian kacau ketika ia mengetahui bahwa lelaki misterius yang kini mengklaim dirinya adalah kakak kandung mantan kekasihnya itu. Kini, Joana terjebak dalam cengkeraman kekuasaan pria tersebut dan tidak bisa meloloskan diri dari takdir rumit ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Joana memandang dua kaki dengan jari-jari besar yang berada tepat di depan wajahnya. Posisinya kini masih merayap di lantai, sedang pria asing itu berdiri menjulang di depan mukanya.

"Siapa kau?!" pertanyaan kedua itu kembali terdengar. Namun, Joana belum juga menjawab.

"Uhuk!"

Joana justru tersenyum dan tertawa kecil begitu mendengar suara batuk pria asing itu. Namun, senyumannya hanya bertahan dalam hitungan detik. Sebelum ekspresi mukanya berubah drastis menjadi murung. Tatapan matanya pun ikut meredup.

"Berdiri!" seru pria itu lagi.

Alih-alih bangkit dan meminta maaf. Joana justru semakin menumpahkan tangisnya dengan pipi yang melengket ke lantai.

Alkohol itu benar-benar merenggut kesadaran Joana sampai ketitik terakhir pertahanannya. Dia bukan peminum yang andal seperti Vinka. Maka jangan heran, jika keadaannya sudah seperti orang gila sekarang.

Joana menangis sesegukan sambil kedua kakinya terentak ke lantai. Gerakan kakinya yang liar, tidak sengaja menendang pintu hingga ruangan itu tertutup sepenuhnya.

Pria yang sejak tadi memandangi Joana dengan tatapan aneh, langsung melangkah pergi tanpa berkata apapun. Ia tetap membiarkan Joana berguling di sana, tanpa ada niatan untuk melempar tubuh molek itu ke luar.

Tidak! Pria itu bukannya tidak terganggu dengan suara entakan kaki dan tangisan Joana. Namun, karena pria itu pun sama telernya seperti Joana.

Perbedaannya, kesadaran pria itu masih ada sedikit, dan mampu berjalan walaupun kondisi pencahayaan ruangan yang minim. Tidak seperti Joana yang seperti orang gila, hanya bisa menangis di lantai.

Pria itu kembali duduk di kursi empuk. Berhadapan dengan meja bundar tinggi berisi beberapa botol minuman berkelas, yang diambil langsung di gudang khusus minuman.

Minuman berkelas itu biasanya dipersiapkan bagi orang-orang berkantong tebal dan kebanyakan disediakan untuk bos eksekutif yang datang berkunjung.

Entah pria itu berada di kategori mana. Joana tidak ingin peduli, karena yang diinginkan wanita itu sekarang hanyalah menangis sepuasnya sambil melayangkan makian untuk Levin, yang sudah membuatnya terluka dan kecewa malam ini.

"Apa kau akan terus menangis di situ?"

Joana seolah tuli dan tidak mendengar pertanyaan pria asing itu.

"Be-rengsek, dia pikir hanya di-dia saja, yang bisa se-lingkuh?" Joana meracau tidak jelas. Bagaimana bisa seorang wanita berkelas dan anggun sepertinya berakhir di lantai kamar kelab dengan rambut awut-awutan seperti ini?

"Hei, bangun! Daripada kau menggila di situ. Lebih baik temani aku."

Indera pendengaran Joana menangkap suara pria asing itu untuk kesekian kalinya.

Joana mengangkat kepala pelan-pelan. Manik hijaunya mengarah pada siluet pria bertubuh tegap, yang hanya mengenakan celana kain panjang dengan tubuh atas yang polos.

Sejenak Joana terpaku menatap bentuk tubuh yang indah itu. Abdomen yang terbentuk dari latihan berat. Sering kali membuat Joana terpaku lama.

'Tampan sekali,' batin Joana setelah melihat wajah pria asing itu. Meski pencahayaan minim, tetapi karena pria itu duduk di samping jendela kaca, di mana cahaya lampu dari luar masuk melalui jendela kaca itu. Joana mampu melihatnya sedikit jelas.

Dalam hati Joana berpikir. Bukan hanya Levin saja yang bisa mendapatkan penggantinya. Dia pun bisa melakukan itu. Dengan wajah cantiknya, siapa yang akan menolaknya?

Jika sebelumnya Joana tidak mengakui dirinya bisa menjerat pria dengan wajahnya. Maka malam ini, dia akan membuktikan pada dirinya sendiri. Jika ucapan orang-orang di luar sana benar.

Demi membuktikan jika dia mampu. Joana perlahan bangkit dari lantai. Saat berhasil berdiri. Saat itu pula Joana merasakan kepalanya seperti berputar-putar.

Pandangannya tidak fokus. Meski begitu, ia tetap melangkah ke arah sosok pria asing itu.

Brak!

"Pelan-pelan! Kalau sampai botol ini pecah. Kupecahkan pula kepalamu."

Joana memang tidak sengaja menabrak meja berisi botol minuman kelas mahal itu.

Jika saja Joana tidak sedang mabuk. Ia bisa membeku di tempat setelah mendengar ancaman yang terdengar serius itu.

Tanpa dipersilakan, Joana langsung mengambil tempat di depan pria asing itu, sembari tangannya meraih gelas bekas yang masih terisi setengah.

Langsung saja Joana meneguk isi cairannya hingga tandas.

Buk!

"Argh ... nikmat!" Joana meletakkan gelas sloki di atas meja dengan kekuatan penuh. Untung saja gelas itu tidak pecah.

Selang beberapa detik kemudian, Joana menjulurkan sloki ke depan pria itu. Meminta untuk dituangkan.

Pria asing dengan wajah setampan Dewa Yunani itu menuangkannya hingga penuh.

Meski toleransi alkohol Joana sangat payah. Namun, gadis itu sama sekali tidak berniat berhenti.

"Sudah cukup. Kau akan mati." Pria asing itu menahan pergelangan tangan Joana, yang hendak meraih botol lainnya.

Joana mengangkat pandangan. Hingga keduanya bertatapan dalam jarak yang dekat.

"Mati? Hahaha ... kalau begitu biarkan aku mati." Joana meracau sembari menunjuk bola mata pria itu dengan telunjuk kirinya.

"Owwh, matamu cantik sekali," gumam Joana sambil mencondongkan wajahnya lebih dekat. Hanya untuk melihat netra hazel terang milik pria tampan itu.

"Alis yang menukik indah. Bola mata terang. Kelopak mata yang terbentuk sempurna. Hidung mancungmu juga bagus sekali. Rahangmu tegas, dan ini ... kenapa lembut sekali?"

Joana rupanya sudah benar-benar gila. Dia tidak hanya memuji biasa. Namun, jemarinya mengelus lembut setiap inci wajah pria itu.

"Kenapa ... kau ... tampan sekali? Kau ma-manusia?"

Pria yang sejak tadi mendapat sentuhan lembut itu, menangkap pergelangan tangan Joana yang hendak bergerak ke lehernya.

"Otakmu sudah tidak berfungsi dengan baik," ujar pria itu sembari menunduk dengan posisi menopang kepala menggunakan telapak tangan kirinya. Sejak tadi kepalanya juga terasa berat. Meski kesadarannya sedikit tertarik. Namun, ia masih bisa berucap jelas dan tidak tersendat-sendat seperti Joana.

Joana mendesah kasar sembari mengalihkan pandangan ke arah jendela kaca. Menatap kendaraan yang berlalu-lalang di luar sana. Sedetik kemudian kepalanya rubuh ke atas meja. Ekspresi sedih itu kembali hadir--melunturkan senyum yang sempat timbul saat memuji pria tadi.

"A-aku memang sudah gila. Bisa-bisanya terluka hanya karena melihat si berengsek itu selingkuh?! Ke-napa? Kenapa aku harus sedih karenanya, sedangkan dia baru saja bersenang-senang dengan wanita lain? Ini tidak adil .... seharusnya dia juga ikut terluka. Tapi kenyataannya, kenapa hanya aku?"

Joana meluapkan kekesalan yang menumpuk dalam hati.

"Aku ... sangat menyedihkan." Lanjut Joana. Kini suaranya terdengar semakin lirih.

"Balas si berengsek itu, bodoh! Dunia belum kiamat, dan hidupmu tidak akan hancur, hanya karena dia menyakitimu. Kau ... jangan hancur sendirian."

Mendengar nasehat itu. Sesak di dada Joana seolah terangkat begitu saja.

'Benar! Aku tidak akan hancur hanya karena dia selingkuh. Bukankah tadi aku ingin membuktikan kalau tidak hanya dia yang bisa mendapatkan selingkuhan? Aku pun bisa!'

Kedua telapak tangan Joana terangkat cepat, lalu menangkup dua pipi pria asing itu.

Tatapan keduanya kembali bertemu. Joana dengan gilanya berucap, "Habiskan malam ini bersamaku."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Penyesalan Dan Pembebasan
8.6
Setelah sepuluh tahun menanggung kebencian Irfan pasca-pernikahan paksa mereka, sang protagonis akhirnya kehilangan pria itu dalam misi penyelamatan yang tragis. Diiringi penyesalan keluarga dan tuduhan sebagai pembawa sial, ia memilih mengakhiri hidupnya dengan racun. Namun, sebuah keajaiban membawanya terbangun kembali di malam sebelum hari pernikahan mereka. Sadar akan penderitaan masa lalu, kali ini ia bertekad untuk merelakan hubungan mereka dan memilih jalan hidup yang berbeda.
Sampul Novel Dipaksa Menjadi Istri Pengganti
9.5
Liburan semester seorang gadis hancur saat dipaksa Sabda Ahmad dan istrinya menjadi pengantin pengganti. Kakaknya, Asma, mendadak kabur misterius menjelang pernikahan. Tanpa pilihan, ia harus menikahi Adam Kusuma Wardana, cucu tunggal dari Juragan Zein. Di tengah ketidakpastian dan tanda tanya besar mengenai alasan hilangnya sang kakak, sanggupkah ia menjalani pernikahan yang diawali keterpaksaan ini?
Sampul Novel Diuber Janda
8.8
Amin, seorang montir, mendambakan cinta dari gadis perawan. Namun, takdir justru membawanya ke situasi kocak yang tak terduga. Bukannya mendapatkan wanita impian, ia malah menjadi target buruan para janda di lingkungannya. Mereka bersaing ketat demi memikat hatinya, membuat perjalanan asmara sang montir menjadi sangat rumit dan penuh dengan rintangan jenaka.
Sampul Novel Kaca yang Pecah
9.6
Setelah delapan tahun perjuangan dan ribuan alat tes kehamilan, penantian itu akhirnya membuahkan hasil. Suwanto, sang suami yang selalu mencintainya tanpa syarat, sangat bahagia hingga berjanji memberikan segalanya. Ibu mertuanya pun kini berbalik memperlakukannya bagai permata demi kelangsungan bisnis Keluarga Hadi. Namun, di tengah kegembiraan keluarga besar ini, sebuah keputusan mengejutkan telah diambil. Sang istri sama sekali tidak berniat untuk melahirkan anak di dalam kandungannya.
Sampul Novel Mas Brewok
8.8
Menyamar demi menjadi sosok impian Yusuf Muhammad justru merenggut kesucian Nur akibat ketidaksengajaan. Di balik pesona Yusuf yang memikat, Nur didera penyesalan mendalam lantaran kepalsuan yang ia bangun. Hatinya kian tersiksa menyadari dirinya hanyalah pengganti sementara. Saat rahasia ini terbongkar, akankah Yusuf tulus menerima cintanya, atau malah membalas dendam atas dusta tersebut? Simak kisah asmara penuh risiko dalam drama dewasa ini.
Sampul Novel Menaklukan CEO Mesum
8.2
Demi menyelamatkan sang ibu dari jeruji besi akibat penggelapan dana satu juta dolar, Bianca nekat menemui CEO pusat di Singapura, Steve Dvalton. Namun, Steve justru menawarkan kesepakatan gelap yang menuntut Bianca menjadi pemuas nafsunya. Terjebak dalam dilema besar antara kesetiaan pada sang kekasih dan keselamatan ibunya, Bianca terpaksa masuk ke dalam hubungan intim yang penuh tipu muslihat. Di sisi lain, Steve merasa sangat tertantang oleh keliaran Bianca di ranjang.