APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Absurd CEO

My Absurd CEO

CEO berusia 28 tahun, Enzo Delwyn, membuat heboh karena mendekati Aylin, siswi kelas XI SMA. Berbeda dari bos korporat biasa, Enzo berpenampilan sangat tidak lazim. Namun, di balik keunikannya, ia dan sang kakak membawa misi terselubung untuk membalas dendam kepada Aylin atas peristiwa masa lalu. Kini, Enzo pun terjebak dalam dilema besar antara menuntaskan rencana pembalasan tersebut atau menyerah pada perasaannya. Apakah ia akan tetap melanjutkan ambisi dendamnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Ay tidak mau Pa!”

Sangkal gadis bertubuh mungil dengan rambut kuncir kuda khas anak seusianya. Bibirnya yang berwarna merah ranum pun sudah maju beberapa centi. Menandakan Aylin memang sedang tidak bercanda.

“Dengerin Papa dulu Nak.”

Dengan terpaksa Aylin menghentikan langkah kakinya yang sudah menaiki tangga. Meski begitu ia tetap enggan memutar tubuhnya menghadap sang Ayah.

“Enzo itu rekan bisnis terbaik Papamu Ay,” ungkap Sekar, Ibu Aylin yang masih terlihat awet muda.

Apa hubungannya semua itu? Aylin bertanya-tanya dalam hati. Pemuda slengean yang sering nongkrong di depan gerbang sekolahnya berniat ingin menikahi dirinya. Benar-benar diluar dugaan Enzo adalah rekan bisnis Rendy, Ayah Aylin.

“Tapi Ay masih bocil Ma. Baru juga kelas XI,” protes gadis remaja itu tidak terima.

Respon yang normal untuk remaja SMA seperti Aylin. Sebenarnya Rendy juga cukup menyayangkan jika gadis kecilnya menikah secepat itu. Tapi melihat keseriusan Enzo perihal putrinya. Akhirnya ia memilih untuk mengalah. Toh ia yakin Enzo bisa menjaga Aylin layaknya ia yang sudah menjaga gadis itu selama 16 tahun.

“Dia laki-laki yang bertanggung jawab Ay. Sudah turuti saja kemauan Papamu.”

Mutlak. Mau menyangkal sekuat apapun Aylin tetaplah anak kecil yang tidak bisa menyanggah orang tua. Ia juga teramat takut jika dikatakan menjadi anak yang durhaka kepada orang tua. Tapi ia baru kelas XI?

“Tapi Pa, Aylin mau melanjutkan sekolah.”

Bukan Aylin namanya jika tidak bisa membuat alibi. Bukan ingin melawan tapi ia hanya mencoba untuk mencari alasan. Sungguh ia tidak ingin masa depannya suram seperti remaja yang terjebak pernikahan dini yang pernah ia baca di berita.

“Ay, dia berjanji pada Papa. Dia akan menjagamu dengan baik. Lagipula nikahnya kalau kamu udah lulus SMA kok.”

Hanya beberapa kalimat namun berhasil membuat Aylin mengatupkan bibir rapat. Iya, Aylin tidak pernah berani menyanggah perkataan sang Ayah. Ah sudahlah ia terlalu belum siap menerima tawaran menikah. Toh masih sekitar satu tahun lebih.

Sementara disebuah rumah bernuansa klasik namun berkelas, nampak seorang laki-laki berusia 28 tahun sedang merebahkan diri di sofa malas. Mata elangnya menatap daun yang berguguran diterpa angin. Enzo tidak bisa menghentikan bibirnya yang terus menyunggingkan lengkungan tipis.

“Sehat Mang?”

Reflek Enzo memutar kepala melihat suara familiar yang terdengar sedikit cempreng. Astaga bernyali sekali Enzo mengatai wanita paruh baya disampingnya cempreng. Wanita itu adalah Elena, ibu Enzo.

“Bunda mah gitu, anak seganteng seleb masak manggilnya Mamang,” protes Enzo kepada Elena.

Geli dengan ucapan pemuda di hadapannya Elena hanya bisa terkikik kaku. Bukan kali pertama putra semata wayangnya itu terlampaui percaya diri seperti itu. Tapi memang benar Enzo setampan seleb menurut Elena, entah menurut orang lain.

“Besok ikut Bunda ke petshop ya?” bujuk Elena. Pasalnya Enzo selalu menolak ajakannya.

Enzo memutar bola mata malas. Ia tahu ada maksud tersembunyi dari permintaan wanita yang ia panggil dengan sebutan Bunda itu. Bukan tanpa alasan, petshop adalah tempat Elena bertemu dengan kawan lamanya. Hal itulah yang membuat Enzo sangat malas jika diajak pergi menemani sang Ibu.

KRING!!!!!!

Tidak seperti hari-hari sebelumnya. Siang ini gadis bertubuh mungil dengan sweater oversize nampak murung di kursi taman sekolah. Sepoi angin dibawah pohon rindang ternyata tidak bisa menyejukkan hatinya sama sekali. Pikirannya terus berkelana mengingat perkataan kedua orang tuanya perihal perjodohan.

“Arrrgghhh!! Kenapa aku terus memikirkan om-om itu?? Toh dia juga tidak menemuiku lagi.”

Monolog Aylin memerutuki dirinya sendiri.

“Cie, mikirin pangeran norak ya Ay?”

Demi apa, Aylin terkejut setengah mati melihat Sesil yang entah sejak kapan duduk disampingnya.

“Sejak kapan kamu disini hah??” tanya Aylin kebakaran jenggot.

Sesil mengedipkan sebelah matamya, “10 menit yang lalu.”

Ya Tuhan, bagaimana bisa aku tidak sadar sama sekali? Batin Aylin mengutuk diirnya sendiri. Apa mungkin virus pangeran norak itu sungguh membuatnya terlena? Membayangkannya saja ia sudah merinding.

“Om itu beneran gebetanmu ya Ay?” tanya Sesil penuh selidik. Tak lupa ia memasang wajah curiga.

Secepat kilat Aylin menggelengkan kepala tanda tidak setuju dengan tuduhan itu.

“Yakali pacarku setua itu Sil!” sanggah Aylin.

“Oh pacar toh?” goda Sesil semgaja menekankan kata pacar kepada sahabatnya yang terlihat menggemaskan saat sedang menahan marah.

“Dih amit-amit!”

Deru mobil mewah menghentikan percakapan dua gadis remaja yang sama-sama sedang menunggu jemputan pulang sekolah. Tanpa aba-aba Aylin dan Sesil menatap seseorang yang keluar dari mobil mewah keluaran terbaru itu.

Bingo! Sudah lama sekali Enzo tidak melihat pemandangan yang paling ia sukai beberapa hari ini lantaran ia harus pergi keluar kota. Dan beruntungnya ia langsung disambut peri kecil cantik yang selalu memenuhi kepalanya.

“Hai tuan putri,” sapa Enzo seraya menghampiri Aylin yang duduk mematung.

“Om panjang umur baru juga diomongin udah nonggol aja,” celetuk Sesil.

Enzo mengernyitkan alis tak paham.

“Kamu ngomongin saya??”

“Aylin Om.”

Apa? Sesil benar-benar minta dibogem. Dengan sengit Aylin mencubit kecil pinggang sahabatnya yang sudah asal bicara.

“Tidak! Jangan percaya!”

“Serius Om. Tadi Aylin bilang kangen.”

Hah? Apa-apaan Sesil berkata seperti itu. Aylin sungguh tidak habis pikir.

Enzo mengedipkan sebelah mata menggoda gadis mungil yang pipinya tengah memerah. Dimata Enzo Aylin terlihat seperti buah tomat yang sudah masak. Cantik dan merah merona. Ia baru tahu Aylin seimut itu.

“Sesil!” bentak Aylin dengan galaknya kepada gadis bersweater sama persis dengan yang ia kenakan.

“Serius Om aku gak bohong. Tadi Aylin nglamunin Om, sumpah.”

Aylin merinding sekaligus mual melihat ekspresi laki-laki jangkung dihadapannya. Pasalnya Enzo memasang wajah yang sulit sekali diartikan karena terlalu norak bagi Aylin. Sungguh kentara sekali laki-laki itu sedang berbinar bahagia.

“HOEK ...!”

Celetukan Aylin menyadarkan Enzo yang sedang berbunga-bunga. Sekejap ia langsung tersadar dari perasaan terbangnya mendengar pernyataan teman Aylin.

“Ya sudah pulang yuk!” ajak Enzo seraya menggandengan tangan kecil Aylin.

“Ih jangan pegang-pegang!” protes Aylin menepis tangan Enzo dengan sengit.

Bukannya marah laki-laki bertubuh jangkung itu justru melempar senyum. Ia menghargai gadis kecilnya yang menolak bergandengan tangan dengan dirinya. Meski ketus Aylin tetap menurut masuk ke dalam mobil. Tentu saja dengan wajah datar nan dingin.

“Nih oleh-oleh,” ucap Enzo menyambar kado yang sudah ia siapkan sejak beberapa hari yang lalu.

Mendengar kata oleh-oleh ekor mata Aylin melirik sekilas kotak berwarna cream lengkap dengan pita diatasnya. Dengan rasa penasaran tingkat dewa Aylin membuka kotak yang diberikan Enzo.

“Hah??”

Aylin melongo menatap isi kotak berwarna cream itu.

“Gimana? Suka?” tanya Enzo tersenyum ceria.

Aylin mengerjapkan bulu matanya yang lentik berulang kali. Ia mencoba membaca buku yang ada didalam kotak cream itu berulang kali.

Namun ia yakin ia tidak sedang salah membaca.

“BUKU MEWARNAI??”

BERSAMBUNG

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Nerd
8.4
Alena Farron menjalani hidup ganda yang rumit. Di sekolah, ia dikenal sebagai siswi kutu buku biasa, namun di luar ia adalah model papan atas bernama Leanne Darrel. Rahasia besar ini terancam terbongkar saat Ray Dixon, teman sekelasnya yang pintar, tiba-tiba menjadi rekan kerjanya di industri model. Kehidupan tenang Alena seketika berubah drastis. Ia kini harus berjuang keras menjaga rahasianya dari Ray yang mulai mendekat dan mengusik dunianya di sekolah maupun di panggung mode.
Sampul Novel Hasrat Cinta Om Zafran
9.0
Tinggal bersama Zafran Anthony menumbuhkan cinta terlarang di hati Bella Eleya Zadik pada omnya sendiri. Ketika Bella berusaha mematikan perasaan itu, Zafran malah merasakan gejolak yang sama. Mereka pun menjalin hubungan asmara secara rahasia. Sayangnya, Bella terus didera kecemasan jika ayahnya sampai tahu. Situasi kian rumit saat kakak Zafran memaksanya bertunangan. Sanggupkah jalinan kasih rahasia ini bertahan menghadapi tekanan keluarga mereka?
Sampul Novel Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi
9.2
Di kamar utama vila Keluarga Andara, Natasha bersiap mengakhiri pernikahan kontraknya yang tersisa satu bulan lagi. Ia bahkan telah merencanakan kematian palsu untuk pergi. Meski ibu mertuanya memohon agar kesepakatan dibatalkan karena sangat menghargai jasa Natasha merawat Varo selama sepuluh tahun dan melahirkan keturunan mereka, Natasha dengan tegas menolak. Keputusannya sudah bulat untuk tetap menyelesaikan hubungan pernikahan tersebut sesuai dengan kontrak awal.
Sampul Novel Kawin Kontrak dengan CEO Kejam
8.3
Elle, gadis dua puluh dua tahun, tak pernah merasakan arti rumah yang aman. Ayahnya—sosok yang seharusnya melindungi—justru menjadikannya budak, memaksanya menari telanjang di klub demi memenuhi keinginan gila sang lelaki. Derita demi derita ia telan; permohonan tak pernah didengar, hanya caci maki dan pukulan yang ia terima. Namun malam ini, tekadnya membara: ia tak akan lagi menjual tubuhnya, tak akan lagi tunduk pada teror sang ayah. Malam ini adalah malam terakhir. Saat ia melangkah keluar dari klub, sebuah pertemuan tak terduga dengan CEO yang dikenal kejam dan dingin mengubah takdirnya. Pria itu menawarkan tawaran yang tak bisa ia tolak—sebuah pernikahan kontrak. Namun di balik perjanjian itu, tersembunyi permainan kuasa, obsesi, dan hasrat yang semakin dalam. Bisakah Elle lepas dari cengkeraman ayahnya, atau justru terjerat dalam bahaya baru yang lebih membara?
Sampul Novel Ku Lepas Kau Dengan Doa
9.6
Dalam sunyinya malam, Rianti merawat bayinya melewati masa nifas tanpa keluhan. Ketabahan menjadi pilihannya demi menutupi kesedihan dan kerinduan di balik tawa palsu. Namun, kesetiaan Rianti diuji berat ketika kepercayaannya dikhianati dan harapan manis berubah menjadi bualan belaka. Luka mendalam yang ia rasakan sendirian di tengah keheningan malam yang dingin membuatnya sadar bahwa janji suci pernikahan tak akan pernah terulang kembali.
Sampul Novel Wanita Incaran Sang Billionaire
9.2
Kehidupan Dylan Cassanova, miliarder berumur 27 tahun, selalu bergelimang kemewahan dan dikelilingi banyak wanita. Meski piawai memikat lawan jenis, hatinya tetap tak tersentuh oleh siapa pun. Segalanya berubah saat Serena Tanaya hadir. Serena tidak peduli pada kekayaan melimpah milik Dylan. Wanita ini justru mendambakan ketulusan di balik ambisi besar sang pria. Akankah Serena berhasil meluluhkan dinginnya hati Dylan yang selama ini membentenginya?