APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Absurd CEO

My Absurd CEO

CEO berusia 28 tahun, Enzo Delwyn, membuat heboh karena mendekati Aylin, siswi kelas XI SMA. Berbeda dari bos korporat biasa, Enzo berpenampilan sangat tidak lazim. Namun, di balik keunikannya, ia dan sang kakak membawa misi terselubung untuk membalas dendam kepada Aylin atas peristiwa masa lalu. Kini, Enzo pun terjebak dalam dilema besar antara menuntaskan rencana pembalasan tersebut atau menyerah pada perasaannya. Apakah ia akan tetap melanjutkan ambisi dendamnya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Kemeja rapi, jas necis, sepatu hitam mengkilap menjadi pekerjaan yang paling didamba sebagian besar manusia. Laki-laki berperawakan jangkung turun dari mobil. Ribuan karyawan yang sudah menanti sontak berdesakan untuk melihat sang CEO perusahaan WinEx Group.

Enzo Delwyn, semua mata tertuju padanya tanpa luput. Ada mata yang berbinar kagum hingga mata yang nampak penuh haru biru. Tatapan yang cukup beragam untuk menyambut kedatangan laki-laki berperawakan tinggi menjulang itu. Bukan jas dan kemeja rapi yang menyejukkan mata melainkan kaos oblong santai berwarna merah menyala. Dengan tidak matching Enzo mengenakan celana panjang warna kuning. Pun digulung sebatas lutut. Menampakkan kaki panjangnya yang dihiasi bulu kecil yang seolah malu untuk tumbuh. Hingga tiba-tiba datanglah laki-laki berjas hitam rapi nan necis menghampiri Enzo. Sekretaris perusahaan WinEx Group, Jayden.

"Bapak yakin hanya mengenakan sendal jepit saja?" tanya Jayden kepada bosnya. Pasalnya ia sendiri merasa gemas dengan tingkah Enzo yang terlampaui cuek soal penampilan.

Enzo nyengir kuda seraya berjalan acuh melintasi ribuan karyawan. Tidak peduli dengan pandangan seluruh mata yang enggan beralih darinya. Baru kali ini ia merasa menjadi seorang artis. Perasaan menyenangkan macam apa ini? Batin Enzo geli.

Dengan setengah berlari Jayden menyusul Enzo yang berjalan lebih dulu darinya. "Paling tidak tolong naikkan dulu resleting celana Bapak," ucap Jayden sukses membuat Enzo membeku.

Laki-laki Jangkung itu lantas menatap tubuhnya bagian bawah. Terpampanglah celana boxer berwarna pink terang dengan motif bulan dan bintang.

"Hehe, kelihatan ya?" ucap Enzo terkekeh. Lalu menaikkan resletingnya dengan santai.

Plak!

Karyawan diseluruh ruangan itu menepuk jidat serentak. Bisa-bisanya mereka memiliki CEO sembrono seperti Enzo.

"Tolong di jaga ya pak. Itu aset masa depan," ucap Jayden dengan wajah sendu ingin menangis. Ia sebagai laki-laki tulen merasa harga dirinya tercabik melihat perilaku bosnya.

Enzo tidak terlalu mendengarkan ucapan Jayden yang selalu bawel. Ketimbang sekretaris perusahaan, Jayden lebih cocok menjadi ibu untuk Enzo. Musabab laki-laki itu selalu melarang dan mencegah Enzo untuk melakukan ini dan itu. Persis seperti seorang ibu yang melarang anaknya bertindak ceroboh. Sungguh ironi.

Laki-laki berperawakan jangkung itu menghentikan langkahnya tepat di depan ruang khusus bertuliskan CEO WinEx Group.

"Astaga!" pekik Enzo mengerjapkan bulu matanya yang selentik bulu mata sapi. Panjang dan hitam alami.

"Ada apa pak?" tanya Jayden yang berada dibelakang Enzo.

Tanpa menjawab pertanyaan sekretarisnya. Enzo berlari kembali menuju mobil mewah miliknya yang bertengger di parkiran. Wajahnya yang terbiasa santai pun berubah menjadi kaku dan serius. Meliihat pantulan wajahnya sendiri dari cermin mobil Enzo terkikik geli.

“Ternyata aku bisa setampan ini. Bisa-bisanya seorang Aylin menolakku.”

HAACIWW!!!

“Busett ... pelan napa Neng. Cewek kok gak ada anggun-anggunnya,” celetuk gadis remaja berseragam putih abu-abu kepada gadis bersurai coklat disampingnya.

“Pasti ada yang ngomongin aku nih.”

“Emang iya Ay?” tanya Sesil gadis yang sejak tadi setia menemani Aylin dari Taman Kanak-Kanak hingga sekarang.

Gadis berwajah bulat yang sering di sapa dengan nama panggilan Aylin itu mengangguk singkat. Ia bahkan tidak yakin dengan jawaban ngasal itu. Tapi Sesil mudah percaya begitu saja.

“Ay udah ditungguin di gerbang.”

Aylin yang baru saja hendak menyantap tahu bulat yang sempat ia anggurkan hanya bisa mendengus kesal mendengar ucapan salah seorang siswa kelas XI. Tidak seperti biasanya ia dijemput secepat itu. Ia paham betul betapa sibuknya sang Ayah. Dengan terpaksa Aylin beranjak dari kursi kantin favoritnya. Berjalan malas menuju gerbang sekolah.

“Selamat siang tuan putri.”

Bukan suara barinton. Sejak kapan suara barinton berubah menjadi bass? Aylin yang kebingungan lantas mendongakkan kepala.

“HAHAHAHA!!”

Seketika Aylin ingin menghilang dari planet yang disebut bumi. Malu, ia sangat malu sekali. Entah datang darimana laki-laki berkaos merah mencolok mata yang akhir-akhir ini sering menemui dirinya.

“Cie ... Aylin dijemput pangeran,” ujar siswa kelas XI yang seangkatan dengan Aylin.

“Pangeran norak ups!” imbuh yang lain meledek Aylin tanpa segan.

Geram dengan ledekan dan cemooh yang berulang. Aylin berjalan cepat menghampiri seorang laki-laki jangkung yang tengah tersenyum lebar di depan pintu mobil. Keren? Norak!

“Pergi!!” usir Aylin dengan suara lantang khas remaja seusianya.

Bak bongkahan batu besar. Laki-laki yang berdiri tepat disamping Aylin tidak bergeser sama sekali. Bagaimana mungkin bisa bergerak. Tubuh Aylin saja tidak ada seperempatnya dari laki-laki itu.

“Tuan putri jangan kasar dong sama pangeran. Hahaha.”

Lagi-lagi ledekan itu menghujani Aylin. Sungguh ia frustasi dengan situasi yang menimpa dirinya saat ini. Ia bahkan tidak kenal sama sekali dengan laki-laki yang dipanggil dengan sebutan pangeran oleh teman-temannya. Pangeran norak, catat.

“Kenapa sih Om selalu kesini??” tanya Aylin tidak sabaran. Untuk apa juga ia bersabar dengan laki-laki tidak dikenal itu.

Enzo berbinar mendengar suara yang menurutnya sangat merdu. Ya, suara gadis mungil yang membuat jantungnya berdebar kencang. Ia juga tidak paham bagaimana mungkin ia jatuh hati pada gadis SMA yang lebih pantas menjadi keponakannya. Tapi bukankah cinta itu buta? Kalian mau apa.

“Woi!” seru Aylin seraya melambaikan tangan tepat di depan wajah laki-laki dihadapnnya. Untungnya laki-laki itu sudi sedikit menundukkan kepalanya. Sehingga Aylin tidak perlu terlalu berusaha untuk menyamai tingginya yang hanya standar.

“Aku disuruh Papamu,” sahut Enzo dengan senyum merekah.

Apa katanya? Papa? Dusta apalagi ini. Batin Aylin tidak habis pikir.

Melihat dari penampilan laki-laki itu yang super amburadul. Rasanya tidak mungkin laki-laki itu memiliki hubungan dengan perusahaan Ayahnya. Aylin menggelengkan kepala untuk yang kedua kalinya.

“Udah Ay buruan masuk mobil. Ntar keburu pergi pangerannya,” ledek Sesil yang entah mengapa ikut nimbrung. Seraya mendorong Aylin masuk mobil.

Aylin mengerjapkan bulu matanya dengan cepat. Hanya dalam hitungan detik saja ia sudah duduk di kursi mobil milik laki-laki aneh yang mengaku disuruh oleh papanya. Teman-temannya sungguh tidak berakhlak sudah membuat ia terjebak satu mobil dengan laki-laki itu.

“Jadi mau main dulu apa langsung pulang?” tanya Enzo dengan ceria seperti anak kecil yang mendapat gula-gula.

“Sebenernya Om siapa sih? Penculik??” cecar Aylin sewot. Kalaupun laki-laki itu seorang penculik anak dibawah umur Aylin tidak ciut. Toh ayahnya pasti akan menemukan dirinya kemana pun ia akan dibawa.

Sangat menggemaskan. Entah mengapa gadis mungil itu semakin terlihat menggemaskan saat sedang marah. Mungkin tuduhan Aylin ada benarnya. Enzo memang penculik. Penculik hati.

“Namaku Enzo.”

Melihat tidak ada respon dari gadis disampingnya Enzo mencoba melirik sekilas Aylin.

“Aku Enzo.”

“Yang tempat kebun binatang itu?”

Ya Tuhan pertanyaan macam apa itu? seketika Enzo ingin menggulung bocah disampingnya itu dengan tangannya sendiri.

“Enzo bukan Zoo!”

BERSAMBUNG

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Nerd
8.4
Alena Farron menjalani hidup ganda yang rumit. Di sekolah, ia dikenal sebagai siswi kutu buku biasa, namun di luar ia adalah model papan atas bernama Leanne Darrel. Rahasia besar ini terancam terbongkar saat Ray Dixon, teman sekelasnya yang pintar, tiba-tiba menjadi rekan kerjanya di industri model. Kehidupan tenang Alena seketika berubah drastis. Ia kini harus berjuang keras menjaga rahasianya dari Ray yang mulai mendekat dan mengusik dunianya di sekolah maupun di panggung mode.
Sampul Novel Hasrat Cinta Om Zafran
9.0
Tinggal bersama Zafran Anthony menumbuhkan cinta terlarang di hati Bella Eleya Zadik pada omnya sendiri. Ketika Bella berusaha mematikan perasaan itu, Zafran malah merasakan gejolak yang sama. Mereka pun menjalin hubungan asmara secara rahasia. Sayangnya, Bella terus didera kecemasan jika ayahnya sampai tahu. Situasi kian rumit saat kakak Zafran memaksanya bertunangan. Sanggupkah jalinan kasih rahasia ini bertahan menghadapi tekanan keluarga mereka?
Sampul Novel Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi
9.2
Di kamar utama vila Keluarga Andara, Natasha bersiap mengakhiri pernikahan kontraknya yang tersisa satu bulan lagi. Ia bahkan telah merencanakan kematian palsu untuk pergi. Meski ibu mertuanya memohon agar kesepakatan dibatalkan karena sangat menghargai jasa Natasha merawat Varo selama sepuluh tahun dan melahirkan keturunan mereka, Natasha dengan tegas menolak. Keputusannya sudah bulat untuk tetap menyelesaikan hubungan pernikahan tersebut sesuai dengan kontrak awal.
Sampul Novel Kawin Kontrak dengan CEO Kejam
8.3
Elle, gadis dua puluh dua tahun, tak pernah merasakan arti rumah yang aman. Ayahnya—sosok yang seharusnya melindungi—justru menjadikannya budak, memaksanya menari telanjang di klub demi memenuhi keinginan gila sang lelaki. Derita demi derita ia telan; permohonan tak pernah didengar, hanya caci maki dan pukulan yang ia terima. Namun malam ini, tekadnya membara: ia tak akan lagi menjual tubuhnya, tak akan lagi tunduk pada teror sang ayah. Malam ini adalah malam terakhir. Saat ia melangkah keluar dari klub, sebuah pertemuan tak terduga dengan CEO yang dikenal kejam dan dingin mengubah takdirnya. Pria itu menawarkan tawaran yang tak bisa ia tolak—sebuah pernikahan kontrak. Namun di balik perjanjian itu, tersembunyi permainan kuasa, obsesi, dan hasrat yang semakin dalam. Bisakah Elle lepas dari cengkeraman ayahnya, atau justru terjerat dalam bahaya baru yang lebih membara?
Sampul Novel Ku Lepas Kau Dengan Doa
9.6
Dalam sunyinya malam, Rianti merawat bayinya melewati masa nifas tanpa keluhan. Ketabahan menjadi pilihannya demi menutupi kesedihan dan kerinduan di balik tawa palsu. Namun, kesetiaan Rianti diuji berat ketika kepercayaannya dikhianati dan harapan manis berubah menjadi bualan belaka. Luka mendalam yang ia rasakan sendirian di tengah keheningan malam yang dingin membuatnya sadar bahwa janji suci pernikahan tak akan pernah terulang kembali.
Sampul Novel Wanita Incaran Sang Billionaire
9.2
Kehidupan Dylan Cassanova, miliarder berumur 27 tahun, selalu bergelimang kemewahan dan dikelilingi banyak wanita. Meski piawai memikat lawan jenis, hatinya tetap tak tersentuh oleh siapa pun. Segalanya berubah saat Serena Tanaya hadir. Serena tidak peduli pada kekayaan melimpah milik Dylan. Wanita ini justru mendambakan ketulusan di balik ambisi besar sang pria. Akankah Serena berhasil meluluhkan dinginnya hati Dylan yang selama ini membentenginya?