APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misteri Ular Xaver

Misteri Ular Xaver

Sepulang dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular yang diklaim bisa membuatnya awet muda jika disembah dengan darah menstruasi perawan. Aku dipaksa menyerahkan darahku, bahkan rambutku dipotong untuk dililitkan di kepala patung itu. Ibu tidak tahu bahwa aku menyimpan rahasia pernah menginap dengan pacarku saat kuliah. Dua bulan kemudian, kebohongan ini berbuah petaka saat kulit ibu mulai dipenuhi bercak biru mirip sisik dan mulai mengelupas layaknya ular asli.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ibuku pergi berwisata ke Kota Xaver dan pulang membawa patung dewa ular. Katanya, patung itu harus disembah dengan darah menstruasi gadis perawan agar bisa membuat awet muda.

Dia memaksaku memberikan darahku untuk patung itu, bahkan memotong rambutku dan melilitkannya di kepala ular.

Aku tak berani memberitahu ibuku kalau aku diam-diam pernah menginap di hotel bersama pacarku waktu kuliah.

Dua bulan kemudian, kulitnya mulai muncul bercak biru seperti sisik, bahkan dia mulai mengalami proses pergantian kulit seperti ular.

Setelah menginjak umur 45 tahun, ibuku menjadi sangat terobsesi dengan kecantikan.

Dia membeli skincare yang harganya jutaan, melakukan perawatan mahal seperti thermage ... tapi semua itu tak bisa menghentikan kulitnya yang semakin kendur dan kerutan yang mulai muncul.

Tahun lalu, dia ikut tur ke Xaver, aku dan ayah yang menjemputnya di bandara.

Namun, kami tak melihat kopernya, yang ada malah sebuah kotak kayu kecil yang dia pegang dengan hati-hati di tangannya.

Ibuku terlihat sangat semangat di mobil, mengatakan bahwa di dalam kotak itu ada benda berharga, yaitu Vasuki, yang dia beli dengan harga mahal. Katanya, patung itu bisa membuatnya semakin muda dan kulitnya menjadi halus seperti kulit gadis muda.

Aku sudah tidak kaget mendengar kata-kata seperti itu. jadi hanya menjawab seadanya.

Ayahku menghela napas, "Mahal? Aduh ... kamu membuang-buang uang lagi ... "

"Itu bukan buang-buang uang, kalau istrimu jadi lebih cantik, bukannya kamu juga yang ikut bangga?!"

Ujar ibuku, dia begitu marah dan ayahku pun tak berani berkomentar lagi.

Sesampainya di rumah, ibuku mulai menggumamkan beberapa kata dialek Xaver dengan suara pelan, mungkin sedang memanggil ... dewi ular atau semacamnya.

Lalu, dengan hormat dia meletakkan kotak itu di atas meja dan sujud tiga kali

Ketika ibu mengangkat kepalanya, setetes darah mengalir dari dahinya ke tulang hidungnya. Aku langsung panik dan mencari kotak P3K.

"Bu! Kepalamu berdarah, ayo pakai obat dulu!"

Namun, ibu malah dengan bersemangat memegang tanganku, seolah tidak merasakan sakit sama sekali pada luka di dahinya.

Dia berkata, "Luna, kamu harus bantu ibu, ya!"

"Bu, kita pakai obat dulu, itu nanti saja baru dibicarakan!"

Namun, ibu tetap menggenggam tanganku erat-erat dan saat ayah tidak melihat, dia menarikku ke kamar.

Setelah masuk kamar, ibuku menatapku dengan mata berbinar, lalu bertanya apakah aku sudah datang bulan.

Tanpa pikir panjang, mengira dia hanya perhatian padaku, jadi aku memegang perutku yang agak sakit dan mengangguk.

Ibu tersenyum dan berkata, "Pinjamkan sedikit darah padaku."

Aku terkejut.

Meskipun ibu tersenyum, kata-katanya membuatku merinding.

Pinjam darah? Darah apa? Apa yang dia maksud itu darah menstruasiku?"

Itu terdengar menjijikkan, untuk apa dia membutuhkan itu?

Ibu menjelaskan, agar patung Vasuki bisa memberi berkah, setiap bulan harus dipersembahkan dengan darah menstruasi gadis perawan. Selain itu, dia juga harus memotong sedikit rambutku dan mengikatnya pada patung, katanya itu untuk mengikat dewa, agar dewa itu selalu tinggal dan memberikan berkah.

Aku belum pernah mendengar cara pemujaan yang begitu aneh. Seketika, wajahku langsung memerah, malu dan marah sekaligus.

"Bu, jangan-jangan kamu dibohongi orang?! Mana ada dewa yang disembah pakai ... pakai hal seperti itu?! Aku nggak mau!"

Ibu marah dan mencubit keras lenganku, sampai aku merasa sakit dan hidungku terasa agak perih.

"Dasar kamu! Aku sudah melahirkan dan membesarkanmu, hanya meminta sedikit darahmu saja nggak mau, itu bahkan nggak menimbulkan rasa sakit! Dasar anak durhaka!"

Aku tidak berani memberitahu ibu bahwa alasan aku tak mau membantunya adalah karena aku punya alasan yang sulit diungkapkan.

Waktu kuliah, aku sudah pernah diam-diam menginap di hotel dengan pacarku.

Meskipun dia mengambil darahku, itu juga tak akan bisa digunakan.

Namun, setelah ibu memarahiku, dia tak mengatakan apa-apa lagi dan pergi begitu saja.

Malam itu, setelah makan malam, ibu membawa kotak berharga itu ke kamar.

Saat aku pergi ke kamar mandi untuk mengganti pembalut, aku baru sadar ada yang aneh ... tempat sampah di kamar mandi hilang.

Mengingat apa yang ibuku katakan tadi, aku mulai merasa cemas dan langsung masuk ke kamar ibu tanpa mengetuk pintu.

"Bu! Tempat sampah di kamar mandi ... "

Kalimatku terhenti.

Kosmetik berserakan di atas meja rias, digantikan oleh sebuah patung ular. Sisik-sisiknya berwarna ungu gelap dengan kilau metalik.

Yang paling aneh adalah kepala patung ular itu, meskipun berbentuk kepala ular segitiga, wajah ular itu justru terlihat seperti wajah manusia yang sangat mengganggu dan menjijikkan.

Ibuku sedang memeras darah dari pembalut yang dia ambil dari tempat sampah dan dengan hati-hati memasukkannya ke dalam sebuah mangkuk di depan patung ular tersebut.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK
9.7
Pernikahan Nagita Wangi Kuncoro dan Rusdi Pratama Habsy yang harusnya bahagia justru berubah mencekam akibat teror gaib misterius. Penasaran dengan kejanggalan ini, sahabat Rusdi mulai menyelidiki dalang di balik gangguan mistis tersebut. Penyelidikan mengungkap bahwa pelaku kiriman santet mematikan ini adalah Listiowati Dewi, mantan karyawan yang sakit hati karena cintanya ditolak. Kini, nyawa pasangan pengantin baru ini terancam dan mereka harus berjuang bertahan hidup.
Sampul Novel Living With The Devil
8.4
Sejak kecil, Alicia Lucero telah dijual oleh pamannya yang tamak kepada seorang pria bermata merah bernama Lucius Denovan. Setelah sekian lama diasingkan, Lucius kembali untuk mengambil Alicia yang kini telah dewasa. Kehidupan Alicia seketika berubah menjadi neraka penuh siksaan, karena Lucius sangat senang melihatnya menderita sebagai mainan. Namun, di balik segala kekejaman yang harus ia lalui, Alicia memilih bertahan demi menjaga sebuah rahasia besar yang tidak diketahui Lucius.
Sampul Novel Malam Panjang di Bus Terakhir
9.2
Malam mencekam di dalam bus menjadi awal mimpi buruk bagi seorang wanita. Empat pria yang merupakan rekan kerja suaminya menyudutkan dan menyerangnya secara brutal di atas kursi kendaraan yang melaju. Di bawah ancaman kekerasan fisik yang keji, korban tidak berdaya menghadapi tindakan paksa dari para pelaku. Peristiwa traumatis ini memicu misteri kelam dan aksi bertahan hidup yang menegangkan, mengungkap sisi gelap dari orang-orang terdekat yang seharusnya bisa dipercaya.
Sampul Novel Santet Pengantin
9.1
Kematian tragis kembaran Rasti dan gangguan jiwa ibunya memicu dendam membara. Ia nekat mengorbankan sahabat kecilnya lewat ilmu pengasihan. Murka atas pengkhianatan itu, sang sahabat membalas dengan menjadi pengabdi setan. Saling serang teror ilmu hitam pun menghancurkan hidup mereka. Saat Rasti kehilangan calon bayinya, seluruh aibnya terbongkar di hadapan sang suami. Di titik hancur ini, mereka mencoba bertaubat demi ampunan Sang Pencipta.
Sampul Novel Sosok Teman Khayalan
9.7
Sikap aneh teman sebangku dan pengucilan tiba-tiba dari seluruh sekolah membuat seorang murid kebingungan. Saat didesak untuk menjelaskan alasan di balik aksi menjauh tersebut, sang teman justru menunjukkan ketakutan luar biasa sebelum akhirnya memutuskan pindah ke kelas reguler. Enggan membiarkan misteri ini menggantung, ia menyusul ke kelas baru tersebut demi menuntut jawaban. Namun, kehadirannya justru memicu histeria dan permohonan putus asa agar dirinya tidak pernah dicari lagi.
Sampul Novel WARUNG TENGAH MALAM
9.7
Setelah lulus kuliah dan kesulitan mendapat kerja, Ujang memilih pulang ke Kampung Sepuh demi menuruti keinginan ibunya. Di sana, ia ditugaskan mengelola warung kelontong peninggalan almarhum ayahnya. Awalnya semua tampak biasa, hingga serangkaian peristiwa ganjil mulai menerornya. Mulai dari mati lampu mendadak, suara-suara misterius, hingga kejadian mistis di luar akal sehat. Ujang pun mulai mempertanyakan apakah keanehan ini bersumber dari warung tersebut atau justru dari desanya sendiri.