APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misteri Desa Purnama

Misteri Desa Purnama

Niat Aldi melepas penat kuliah di Desa Purnama yang sunyi berujung petaka. Kedatangannya di sana justru membangkitkan kekuatan supranatural misterius dari dalam dirinya. Kini, ia terjebak di tengah rentetan teror gaib mencekam yang berada di luar nalar manusia. Akankah Aldi berhasil selamat dari ancaman mistis di desa terpencil tersebut, ataukah perjalanan liburan ini akan selamanya menjadi mimpi buruk yang tiada akhir?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Sudah sampai, Dek! Ini rumah Pak Suwarno," ujar Pak Sarip sambil menunjuk dengan jempolnya ke sebuah rumah tua yang masih sangat terawat.

Pria tua ini adalah tukang ojek yang sudah dipesan oleh paman untuk mengantarku. Sejak awal, Pak Sarip begitu sopan saat menyambutku di pintu gapura desa. Senyumnya melebar dengan gigi depan yang ompong dimakan usia.

Di sepanjang perjalanan, beliau tak segan untuk memulai obrolan denganku. Aku hanya tersenyum dan menjawab seperlunya. Rasa lelah yang aku rasakan membuatku ingin segera sampai di rumah paman, terlebih lagi kami harus melewati jalan yang membelah hutan yang rimbun menuju desa paman. Entah karena merasa sangat lelah, atau hanya perasaanku saja, sejak tadi aku bahkan merasa sedang diawasi oleh seseorang dari jauh.

Kupikir itu mungkin hanya seekor binatang yang berkeliaran di malam hari. Maklum saja, desa ini melewati sebuah hutan yang cukup lebat dengan penerangan seadanya dari obor yang sepertinya sengaja dipasang warga sekitar untuk menerangi jalan masuk ke desa.

"Terima kasih, Pak!" ucapku sambil menyodorkan selembar uang 100 ribu padanya, "Ambil saja kembaliannya."

Suasana malam yang begitu sepi. Udara dingin kian menusuk sampai ke tulang. Aku berdiri di depan pagar sebuah rumah tua yang kosong. Perjalanan yang hampir enam jam aku lalui membuatku merasa sangat lelah. Badanku terasa ringkih.

Aku tidak menyangka bahwa perjalanannya akan begitu lama. Niatku dari kota ke desa ini sebenarnya untuk liburan cuti dari kuliahku. Mengingat rumah paman yang seorang perwira TNI ini sudah lama kosong karena harus untuk bertugas di daerah lain, aku akhirnya memberanikan diri ke sini sendirian.

Jalanan di sini penuh lobang dan sempit, sehingga sulit diakses kendaraan roda empat tidak bisa melewatinya. Kata paman, di desa ini sangat jarang sekali warga yang memiliki kendaraan pribadi, mereka lebih memilih menggunakan transportasi umum untuk bepergian ke kota. Selain karena jalan desa yang tidak memungkinkan, mereka juga tidak pernah kesulitan mencari bahan makanan karena hasil panen yang melimpah mereka dapatkan dari bercocok tanam.

Setelah selesai mengobservasi daerah sekitar, aku kemudian turun dari motor sambil menggendong tas ransel di pundakku. Aku ingin segera istirahat.

"Waduh! Ini banyak sekali, Dek!" ucap Pak Sarip heran ketika menyadari jumlah uang yang kusodorkan padanya.

"Tidak apa-apa, rejeki buat Bapak sekeluarga," ucapku.

"Ya sudah kalau begitu, terima kasih banyak ya, Dek. Semoga berkah." Pak Sarip segera memasukkan uang seratus ribu itu ke dalam saku jaketnya yang terlihat lusuh.

Tak lama kemudian, Pak Sarip pamit pergi dan berlalu secepat kilat. Kurasa tak sampai lima menit aku berpaling, Pak Sarip sudah lenyap dengan sepeda motornya melewati kegelapan malam.

Perlahan, aku mulai memindahkan barangku ke teras rumah. Aku melihat sekeliling, rumah-rumah yang masih jarang dengan jarak saling berjauhan, pohon- pohon rindang yang tinggi menjulang, ditambah suara-suara binatang malam yang bersaut-sautan membuat nyaliku semakin menciut.

Kupercepat langkahku menuju rumah, berharap seseorang ada dihadapanku untuk sekedar mengusir ketakutanku.

Kata paman, rumah ini dirawat oleh sepasang suami istri selama kurang lebih dua belas tahun ditinggalkan oleh paman. Mereka adalah Mbah Atmo dan Bi Sari.

Mbah Atmo dan Bi Sari sudah lebih dari dua puluh tahun tinggal bersama paman dan keluarganya. Sejak kepergian istri dan anaknya, paman memutuskan untuk tinggal jauh dari desa ini.

Kuketuk pintu dengan tergesa. Dengan perasaan takut, aku memberanikan diri melihat sekeliling rumah yang masih dikelilingi oleh pohon-pohon rindang yang gelap.

Tok ... tok ... tok ...

"Assalamualaikum! Permisi, apa ada orang?" ucapku setengah berteriak.

Dari dalam rumah, terdengar suara langkah kaki yang terdengar pelan. Langkah kaki itu perlahan mendekat ke arahku.

"Ya, tunggu sebentar!" ucap seseorang dari dalam rumah.

Seketika perasaanku menjadi lega, ternyata masih ada orang yang terjaga selarut ini.

Ceklek!

Suara pintu yang ditarik dari dalam.

Kulihat seorang nenek tua dengan rambut cepol yang penuh dengan uban membuka pintu dengan pelan.

"Malam, Bi. Saya Aldi, keponakan Pak Suwarno," ucapku memperkenalkan diri.

Nenek tua itu melihatku dari ujung kaki sampai ujung kepala.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel FAULT
8.7
Arista Lucy, sosok lembut yang berubah menjadi pembunuh bayaran dingin akibat trauma masa lalunya, kini hidup demi membalas dendam. Namun, segalanya mulai terusik sejak kehadiran Evan. Pria penuh misteri itu justru membawa ketenangan tak terduga yang perlahan mencairkan kepedihan di hati Arista. Di tengah dinginnya misi yang ia jalani, kini Arista terjebak dalam pergulatan batin yang hebat antara menuntaskan dendam membara atau menerima kedamaian baru yang ditawarkan oleh Evan.
Sampul Novel Istriku Sibuk, Hatiku Kosong
8.2
Rumah tangga Damien terasa hampa sejak Nadine Larasati naik jabatan. Nadine kini jarang pulang dan kerap menolak suaminya karena lelah bekerja. Sebagai pria berpenghasilan lebih rendah, Damien pun terpaksa mengurus rumah sepenuhnya. Namun, kecurigaan mulai muncul saat istrinya tiba-tiba membawa seorang asisten rumah tangga muda ke rumah mereka. Kehadiran gadis misterius tersebut membawa firasat buruk yang membuat hati Damien kian gelisah dan sesak.
Sampul Novel Menukar Putri yang Ditukar
9.3
Suami dan ibu mertuaku bersekongkol menukar putriku dengan adik iparku demi menyelamatkan anak mereka dari penderitaan. Tanpa mereka sadari, aku telah menukar kembali kedua bayi itu secara rahasia. Bertahun-tahun berlalu, putriku tumbuh dalam gelimang kasih sayang, sementara adik iparku melarikan diri karena tersiksa. Saat ibu mertuaku divonis kanker dan melakukan tes DNA demi menuntut bakti, kebenaran yang sesungguhnya siap kukembalikan ke hadapan mereka yang telah berkhianat.
Sampul Novel Rahasia Kafe Suamiku
9.5
Demi kebebasan, Dara Jelita terpaksa menikahi Raka Barawijaya atas tuntutan ayahnya. Remaja 18 tahun ini pun bertekad menyelidiki rahasia kelam di balik Kafe Nirwana, bisnis milik sang suami. Namun, penyelidikan tersebut justru menjebak Dara dalam misteri mendalam bersama sosok Raka yang buas. Kini, ia dihadapkan pada dilema besar: menghancurkan bisnis suaminya atau justru menyelamatkan pria itu dari ancaman berbahaya yang sedang mengintai.
Sampul Novel Transmigrasi Ke Buku Dan Menikahi Jenderal Iblis
7.8
Penulis bernama Cheryl terjebak di dalam buku buatannya sendiri dan harus menikahi Edgar Baldwin. Di balik kebahagiaan awal pernikahan mereka, tersimpan rahasia gelap yang mengerikan. Bagi Cheryl, ajal bukanlah akhir dari segalanya. Ia justru terjebak dalam siklus tanpa akhir, berpindah dimensi dan dipaksa menikahi pria tak dikenal. Melalui pertemuan mistis dengan sesosok dewa, Cheryl mulai menguak misteri di balik reinkarnasi tragis yang membelenggu jiwanya.
Sampul Novel Tunanganku Mendonor Ginjalku
8.6
Sebagai saudara kembar yang sama-sama menderita penyakit ginjal parah, harapan hidup muncul saat dua ginjal donor tersedia untuk kami berdua. Namun, adikku menuntut kedua organ tersebut demi dirinya sendiri. Saat aku menolak, tunanganku justru mengurungku di rumah dan membiarkan adikku mengambil paksa hak hidupku. Dia menuduhku egois tanpa menyadari bahwa keputusan kejamnya telah menutup kesempatanku untuk bertahan hidup, karena sisa waktuku di dunia ini tidak lama lagi.