APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misi Cinta: Dendam Mantan Istri

Misi Cinta: Dendam Mantan Istri

Akibat insiden tak terduga, Terence terpaksa menikahi Julia dan membatalkan pertunangannya dengan Jean. Selama tiga tahun pernikahan, Terence yang membenci Julia enggan menyentuhnya. Begitu Jean kembali, Terence langsung menceraikan Julia begitu saja. Merasa dikhianati oleh saudara sendiri dan suami yang dicintainya, Julia tidak tinggal diam. Ia kini bangkit membawa dendam membara untuk membalas rasa sakit hati kepada mereka berdua.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Sampai kapan kamu mau membuat masalah terus?" Ketika Julia sedang sibuk dengan pikirannya, Terence menatapnya dengan acuh tak acuh.

Saat Julia mencoba menjelaskan, Jean berkata dengan kepura-puraan, "Kak, tolong jangan salah paham. Terence dan aku tak melakukan apa-apa. Aku baru saja tiba di Kota H, dan aku kelelahan. Jadi, Terence datang ke bandara untuk menjemputku."

Julia ingin mempercayai adiknya – dia benar-benar ingin. Namun, karena melihat apa yang dikenakan Jean, Julia kehilangan akal sehatnya.

'Walaupun dia memang adikku, tapi dia tetaplah simpanan!'

"Cukup! Hentikan semua omong kosong ini!" Julia menyipitkan matanya dan berkata: "Terence itu suamiku. Lebih baik kamu menjauhinya."

"T-tidak, aku tidak..." sahut Jean dengan terpatah-patah sambil menundukkan kepalanya. Julia mau tak mau menaruh simpati pada Jean. Dengan melihatnya seperti ini, timbul rasa sakit yang terpendam dalam hatinya. Namun, ketika dia melihat kesedihan mata Terence, dia menjadi sangat geram.

"Lihat apa yang kamu kenakan," geramnya. "Dan lihat kamu sedang bersama siapa! Apa kamu tidak punya rasa malu?" Karena kata-katanya semakin lama semakin kasar, tanpa menunggu dia menyelesaikan perkataannya, Terence langsung mencubit dagu Julia dan menarik wajahnya ke arahnya. Dia menggertakkan giginya. "Kamu itu memang cari mati, ya?"

Julia tergagap ketika merasakan cengkramannya yang begitu keras.

"Lepaskan aku! Itu sakit!" Julia berjuang sekuat tenaga di bawah cengkeramannya, tetapi Terence tampak tak mempedulikannya. Malahan, amarah yang semakin membara meliputi matanya. "Sakit?'' Memangnya kamu tahu rasa sakit?" geramnya.

"Jadi kamu masih tetap menyalahkanku?" Senyum ironis muncul di wajah Julia. Dibandingkan dengan rasa sakit yang didagunya, rasa sakit di hatinya jauh lebih memilukan.

Tiga tahun lalu, Terence telah bertunangan dengan Jean. Namun, tanpa sebab yang jelas, Julia mabuk dan tidur dengan Terence.

Karena bencana ini, Terence menikah dengan Julia, sementara Jean pindah ke negara lain. Dan dia baru saja kembali sekarang setelah tiga tahun.

Namun ketika kembali, dia membuat pernikahan mereka yang sudah berantakan menjadi semakin berantakan.

"Menyalahkanmu?" tanyanya dengan tertawa sinis. "Aku ini membencimu. Aku sangat membencimu. Di saat-saat seperti inilah aku bertanya-tanya apakah aku buta tiga tahun lalu."

Jean langsung menarik lengan Terence sebelum dia menyelesaikan perkataannya. "Lepaskan dia," katanya. "Dia sudah tak tahan lagi."

Melihat wajah Julia yang terbata-bata, akhirnya Terence melepaskannya. Wanita itu terjatuh ke belakang.

Kemudian, Terence mengambil selembar tisu basah dan menyeka jari-jarinya dengan jijik, seolah-olah dia baru saja menyentuh orang kusta di jalanan.

"Kak, Terence, tolong berhenti," pinta Jean, dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya. "Ini semua karena aku sehingga kita menjadi seperti ini. Jika saja aku tahu," dia cegukan, "aku tidak akan kembali."

Julia hanya bisa menanggapinya dengan cibiran.

Namun, Terence segera pergi untuk menghiburnya. "Ini bukan salahmu. Dia dan aku yang salah sejak awal," katanya. "Sudah waktunya... sudah saatnya kita menebus apa yang sudah terjadi di masa lalu."

"Apakah kamu mengerti apa yang kamu katakan?" Julia mengepalkan tangannya.

"Aku sangat sadar." Terence menjawab dengan cemberut. "Karena kamu sudah di sini, kenapa aku tidak sekalian menjelaskannya? Besok jam delapan, kita akan menyelesaikan semua permasalahan ini. Ini semua akan berakhir."

"Kamu sudah tidak sabar, kan?" semprot Julia. "Bukankah aku sudah pernah menjelaskannya padamu? Aku tidak tahu apa yang terjadi malam itu."

"Kamu pikir aku akan mempercayaimu begitu saja? Tidak peduli apa yang akan kamu katakan, aku tetap akan menceraikanmu," potongnya.

Terence tidak ingin membuang waktunya lagi dengan Julia. Setiap kali melihatnya, dia selalu menjadi naik pitam. Dia menatap Jean dengan lembut dan berkata, "Selamat beristirahat. Sampai jumpa besok."

"Jelaskan apa maksudmu!" Julia mencoba dan berjuang untuk menggapai jaketnya, tetapi akhirnya dia tetap pergi meninggalkannya.

Hal ini selalu terjadi di antara mereka berdua.

Julia tetap ingin mengejarnya tapi kemudian Jean menghentikannya. "Berhenti," bentak Jean. "Dia sudah pergi."

Ketika Julia berbalik, dia hanya bisa melihat wajah Jean yang munafik. Dia meletakkan dirinya di tempat tidur. "Julia, bagaimana kabarmu?"

Jean sedari dulu selalu cantik. Sekarang setelah dia kembali, Julia menyadari bahwa kulitnya lebih kecokelatan dan pipinya jauh lebih cerah. Pergi ke luar negeri adalah hal yang baik baginya.

"Aku akui," mulai Julia, "itu memang salahku tiga tahun lalu, tapi sudah tiga tahun. Kami sudah menikah sekarang. Tidak bisakah kamu menerima itu?"

Jean mengejek seolah-olah dia mendengar lelucon.

"Terima itu?" Dia mengerutkan cemberutnya. "Kita tidak bertemu selama tiga tahun, dan kamu masih sangat naif."

Meskipun Jean mengatakannya dengan sangat akrab, tetapi Julia tahu dia sedang mengejeknya.

Jean membenci cara kakaknya bertindak, seolah-olah dunia hanya berputar di sekitar hatinya yang 'manis dan polos'.

"Apa? Apa maksudmu?" Julia mengerjap.

"Julia, kamu memang Nyonya Cataka, tapi apakah Terence bahkan mencintaimu?" Jean mengangkat alisnya. "Yang aku lakukan hanyalah memberi tahu dia bahwa aku akan kembali, dan dia langsung bertindak untuk menjemputku. Apakah menurutmu dia tidak semakin merindukanku setelah tiga tahun berlalu?"

"Langsung saja bicara ke intinya," bentak Julia.

"Kapan kamu berencana untuk meninggalkannya?"" Jean menyilangkan tangannya.

"Aku sudah memberimu tiga tahun untuk mendapatkan hati seorang pria, jadi jangan salahkan aku karena melakukan pekerjaan yang lebih baik darimu." ujarnya dengan senyum mengejek.

"Jadi maksudmu, kamu ingin mencoba merebutnya dariku?" Julia merasa seakan-akan dirinya tidak begitu mengenal Jean lagi. Apakah ini benar-benar dirinya?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO itu Tunanganku
8.8
Dua puluh tahun Melisa setia menunggu cinta pertamanya hingga ia hampir mati rasa. Ketika mencoba bangkit, ia malah dimanfaatkan pria licik. Sementara itu, Rommy pulang sebagai pria sukses yang mapan namun masih memendam kepedihan masa lalu. Rommy pun datang untuk meminang Melisa. Sayangnya, pinangan itu ditolak karena Melisa tidak tahu tentang perjodohan masa kecil mereka. Di tengah berbagai ujian hidup, akankah kebenaran takdir masa lalu ini sanggup menyatukan kembali cinta mereka?
Sampul Novel Dipatahkan Oleh Cinta
8.6
Maaf dari suami atas kata-kata kasarnya tak lagi berarti bagi sang istri. Kepedihan hatinya kian menjadi saat sang suami membawa Charissa, selingkuhannya yang sedang mengandung, untuk tinggal serumah. Atas nama kesehatan, ia terpaksa menerima kehadiran wanita itu. Di balik sikap penurutnya, ia menangisi takdir hidupnya yang kini hancur lebur. Ia merasa tak akan pernah sanggup berbagi cinta dan tempat tinggal dengan sosok yang telah merampas seluruh kebahagiaannya.
Sampul Novel Gelora Hasrat sang Presdir
8.7
Menjelang hari bahagianya, Laura merayakan pesta lajang bersama adik dan sahabat-sahabatnya. Namun, malam yang tak terkendali akibat alkohol membuatnya terbangun di kamar hotel asing di samping pria tak dikenal. Panik, Laura segera pulang, tanpa menyadari bahwa sang ayah telah mengetahui skandal tersebut. Akibatnya, pernikahan impiannya dibatalkan seketika dan ia diusir dari rumah. Bagaimana Laura menjalani lembaran baru hidupnya yang kini hancur tanpa arah?
Sampul Novel Kebohongan Manis Sang Tunangan Setia
9.7
Menjelang hari pernikahan, Habib meminta Lea mengizinkannya menghamili adik angkatnya yang sakit, Hanan, atas nama balas budi. Namun, Lea justru menemukan bukti bahwa Hanan telah mengandung selama dua bulan. Saat kedoknya terbongkar, Hanan memfitnah Lea hingga membuat Habib murka dan mencaci Lea. Sadar cintanya dikhianati demi menutupi aib, Lea membatalkan pernikahan mereka. Ia pun memilih pergi ke Singapura demi memulai lembaran baru dan meninggalkan sang tunangan yang culas.
Sampul Novel Petulangan Nikmat Kontraktor
9.1
Secara tiba-tiba, Neneng duduk di sofa lalu menyingkap roknya hingga pakaian dalam putihnya terlihat jelas oleh Suradi. Ia sengaja menggoda Suradi agar mendekat untuk menyaksikan kemolekannya. Begitu Suradi mengaku gemas dan ingin berbuat lebih, Neneng menolak halus lalu mengajaknya pindah ke kamar. Sambil terkikik manja, Neneng bergegas ke ranjang, menanggalkan seluruh pakaian bawahnya, dan berbaring dalam posisi terbuka menanti Suradi yang menyusul di belakangnya.
Sampul Novel To My Dear Mr. Huo
8.8
Yun Shang diam-diam puas melihat anjing liar mengacaukan istana, menyerang Permaisuri dan melukai Hua Jing. Di balik topeng cemasnya, ia sengaja menambah penderitaan sang kakak demi membalas dendam. Setelah menyingkirkan pendeta palsu, ia merancang taktik baru bersama Qin Yi, pelayan setianya. Mengingat pengkhianatan kejam pada upacara kedewasaannya dahulu, Yun Shang kini bertekad membalikkan situasi untuk menghancurkan semua musuh yang pernah menjatuhkannya.