APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjaga Jodoh Orang

Menjaga Jodoh Orang

Lima tahun menjalin hubungan tidak menjamin kesetiaan Terry pada Candice. Setelah menunda pernikahan mereka, Terry justru melamar Vivian dengan alasan memenuhi permintaan terakhir wanita yang sedang sakit itu. Terry sangat yakin Candice yang begitu mencintainya tidak akan pernah pergi. Namun, keyakinan itu runtuh di hari pernikahan Terry dan Vivian. Saat mencoba menyembunyikan pernikahannya, Terry justru mendapati kenyataan pahit bahwa Candice juga melangsungkan pernikahannya sendiri hari itu.
Bab
Bagikan

Bab 4

Terry masih ragu-ragu saat Candice tiba-tiba masuk ke dalam ruangan, "Lagi telepon siapa?"

"Ah, ini cuma Hugo dan yang lainnya, mereka ajak aku keluar untuk minum," jawab Terry, mencoba terdengar santai.

"Benarkah? Sudah lama aku nggak ketemu mereka. Kalau begitu, aku ikut saja. Aku juga ingin minum sedikit," balas Candice dengan senyum tipis.

Candice ingin melihat sejauh mana Terry dan teman-temannya mampu menyembunyikan rahasia jika dia hadir.

Terry mencoba berbagai cara untuk menolak sepanjang jalan, tetapi gagal menghentikan Candice. Dia hanya bisa cemas, sibuk dengan ponselnya untuk memberi peringatan kepada teman-temannya.

Setibanya di ruang VIP bar, Candice langsung melihat Terry dan teman-temannya. Empat pria itu duduk dengan sangat sopan dan masing-masing memegang segelas minuman, tanpa menunjukkan adanya tanda-tanda kehadiran wanita lain.

Melihat Candice, mereka semua berdiri serempak, "Halo, Kak. Tenang saja, Kak, malam ini cuma kami para pria di sini."

Candice mengangkat alis, "Maksudnya, aku sebagai seorang wanita nggak seharusnya datang?"

Keempatnya tertegun. Terry buru-buru menggenggam tangan Candice, "Bukan begitu maksudnya. Mereka cuma khawatir kamu merasa bosan."

Candice tersenyum kecil, "Aku juga nggak ada maksud apa-apa. Sudah lama nggak ketemu, aku cuma mau minum segelas. Kalau ini acara pria, aku minum dulu lalu pulang."

Dia mengambil segelas anggur di meja, meneguknya dalam sekali minum, dan berpura-pura tidak melihat senyum lega yang melintas di wajah mereka. Setelah itu, dia berbalik untuk pergi.

Terry berpura-pura tidak rela dengan memeluk dan mencium dahinya. "Baiklah, aku akan pulang lebih awal. Kalau kamu mengantuk, jangan tunggu aku."

Candice turun ke lantai bawah, kemudian bersembunyi di sudut yang agak tersembunyi. Tak lama kemudian, seperti yang sudah diduganya, Vivian muncul. Dengan sepatu hak tinggi dan pinggul bergoyang, Vivian berjalan cepat menuju ruang VIP.

Candice berdiri di dekat pintu yang cukup tersembunyi untuk mengamati isi ruangan.

Vivian langsung duduk di pangkuan Terry. "Kenapa kamu bawa dia ke sini? Gara-gara itu aku harus sembunyi! Sebagai ganti, aku mau tas yang aku tunjukkan tadi siang."

Terry memeluk Vivian dari belakang sambil tertawa, "Aku belikan dua buatmu."

Vivian tertawa manja sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Terry dan mencium bibirnya.

"Astaga! Kalian ini benar-benar bikin kami iri saja! Kakak Ipar, kalau begini terus, para lajang di sini bakal patah hati semua," salah satu teman Terry menggoda.

"Sudahlah, apa yang perlu diirikan? Kalian juga punya banyak wanita, 'kan? Panggil saja mereka, biar kita semua bersenang-senang!" seru Terry.

Tak lama kemudian, beberapa wanita datang ke ruangan. Ada yang melayani minuman, ada yang bermain tebak-tebakan dan bersenang-senang. Suasana menjadi semakin meriah ketika mereka memulai permainan truth or dare.

Kebetulan, orang pertama yang terkena hukuman adalah Terry.

Seorang teman bercanda sambil bertanya, "Terry, ngomong-ngomong, antara Vivian dan Candice, siapa yang lebih kamu sukai?"

Mendengar pertanyaan itu, Vivian tidak marah. Dia malah tersenyum penuh percaya diri sambil memandangnya, "Kamu harus jujur, ya. Jangan karena aku lagi sakit."

"Candice," jawab Terry tanpa ragu.

Wajah Vivian sedikit kaku, tapi dia segera menyembunyikan emosinya dan berpura-pura tenang. "Aku masih di sini, lho!"

Terry menjawab dengan santai, "Aku juga pernah menyukaimu, tapi itu masa lalu. Kamu yang memilih untuk pergi saat itu."

"Sekarang aku nikah sama kamu hanya untuk memenuhi keinginan terakhirmu karena sakit. Tapi yang akan menemani aku sampai akhir adalah Candice. Bukankah kita sudah sepakat?"

"Jangan sampai kejadian seperti hari ini terulang lagi. Tolong kalian semua pastikan Candice nggak tahu soal ini," lanjutnya.

Terry tahu Candice tidak bisa menerima kebohongan atau hubungan yang ambigu. Jika Candice mengetahui bahwa dirinya bersikap mesra dengan wanita lain, dia pasti akan meminta putus.

Namun, Vivian tidak bisa dia abaikan begitu saja. Vivian pulang ke negara ini dengan kondisi sakit parah dan keinginannya yang terakhir adalah menikah dengan Terry.

Sebagai wanita yang pernah dia cintai, mana mungkin Terry tega mengabaikannya? Selama Candice tidak tahu, semuanya akan baik-baik saja. Setelah Vivian meninggal, dia tetap akan menikahi Candice dan menjaganya seumur hidup.

Vivian menyandarkan diri di pelukan Terry dan menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit, lalu berkata dengan tenang, "Aku nggak keberatan. Aku yang meninggalkanmu duluan. Kamu bersedia memberikan waktu ini untukku, aku sudah sangat bersyukur."

"Aku mencintai Terry dan aku juga nggak ingin menyakiti pacarnya. Jadi kalian semua harus bantu Terry merahasiakan ini, ya!" lanjut Vivian sambil tersenyum.

Candice berdiri terpaku di luar pintu dengan wajahnya yang sudah sepucat kertas.

Kata-kata mereka seperti belati tajam yang menusuk hati Candice dan meninggalkan luka menganga. Setiap kalimat menorehkan luka baru, membuatnya merasakan sakit yang amat dalam hingga seolah-olah seluruh isi tubuhnya hancur berkeping-keping.

Mendengar pilihan Terry, Candice merasa jijik dan mual. Dia tidak pernah menyangka, pria yang telah dia cintai selama lima tahun ini ternyata sebusuk itu!

Candice bersandar di dinding, tubuhnya gemetar hebat dan kesakitan menyelimuti dirinya.

Tenaga dalam tubuhnya terasa habis, dia perlahan terduduk lemas di lantai. Entah setelah berapa lama berlalu, dia akhirnya berusaha bangkit dan berjalan menuju tangga dengan tatapan kosong.

Namun, sebelum sempat melangkah jauh, tubuhnya melemah. Akhirnya, dia terjatuh dan terguling dari tangga hingga kehilangan kesadaran.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Mengungkap Istriku yang Dijauhi: Dia Menyembunyikan Seribu Identitas
9.4
Kehilangan orang tua akibat pembunuhan, Kathryn kembali untuk menuntut hak warisnya. Dia kerap dicaci sebagai anak haram yang tak layak bersanding dengan Evan. Namun, sang suami justru sangat mencintai wanita misterius ini. Di balik keanggunannya, Kathryn menyimpan rahasia sebagai peretas andal, dukun legendaris, dan peracik parfum istana. Saat Evan memanjakannya di hadapan publik, satu per satu topeng Kathryn terbuka, memaksa para pembencinya tunduk.
Sampul Novel MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMIKU
7.9
Kehidupan pernikahan Amira hancur seketika saat perselingkuhan suaminya, Bagas, terungkap. Selama ini, wanita berusia 26 tahun tersebut selalu patuh dan setia mendampingi sang suami tanpa pernah mengeluh. Meski dikhianati dan terluka sangat dalam, Amira menolak untuk menjadi korban yang lemah. Ia mulai merancang strategi matang untuk membalas rasa sakit hatinya. Mampukah Amira melewati rintangan berat ini? Ikuti kisah perjuangannya menuntut keadilan atas pengkhianatan Bagas.
Sampul Novel Mencintai Dalam Luka
7.9
Selama lima tahun, Vanessa menyerahkan seluruh hidup dan cintanya demi mendampingi Clayton. Namun, kesetiaan itu diuji secara kejam saat sang miliarder dengan sengaja melempar tas Vanessa ke bendungan demi sebuah taruhan status. Tanpa ragu, Vanessa melompat ke dalam air dingin, memicu kepanikan langka di mata Clayton. Ia berhasil kembali ke darat dengan paha yang bersimbah darah dan gelang pemberian Clayton yang telah hancur di tangannya, menyisakan luka fisik dan batin yang mendalam.
Sampul Novel Mencintai dia
8.6
Mencari pasangan hidup sejati bukan sekadar tentang rupa yang menawan. Kisah romansa modern ini memberikan sudut pandang mendalam bahwa keindahan fisik tidak menjamin kebahagiaan sebuah keluarga di masa depan. Seorang pria dituntut menyadari bahwa anak-anaknya kelak membutuhkan figur ibu yang bijaksana, bukan sekadar cantik. Fokus utama dalam hubungan ini adalah menemukan sosok wanita yang mampu mendidik generasi penerus dengan limpahan kasih sayang tulus serta nilai moral yang kuat.
Sampul Novel Salah Melamar
9.7
Bagaimana jadinya jika suami Anda ternyata mencintai adik kandung Anda sendiri? Akibat kelalaian fatal orang tua saat proses lamaran, seorang wanita terjebak dalam pernikahan tanpa cinta. Ia harus menelan pil pahit kehidupan rumah tangga yang dipenuhi ketidakpastian, sembari menghadapi kenyataan bahwa hati suaminya milik wanita lain. Di tengah luka batin dan kekecewaan yang mendalam, ia terpaksa bertahan menjalani takdir pernikahan yang salah sasaran ini.
Sampul Novel Satu Talak Seribu Luka
8.4
Setahun menjalani pernikahan hampa, Aurelia Shanum langsung diceraikan Damian Revan Alveric begitu ayah mertuanya tiada. Dua tahun berlalu, kini Aurelia telah bangkit menjadi perempuan mandiri yang sukses memimpin bisnis EO pernikahannya sendiri. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali lewat cara yang tak terduga. Damian mendadak datang sebagai klien baru yang meminta Aurelia merancang hari bahagianya. Kini, ia dituntut profesional di hadapan mantan suami yang dahulu telah mematahkan hatinya.