APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel MENIKAHI CEO LUMPUH

MENIKAHI CEO LUMPUH

Demi membiayai pengobatan ayahnya, Sofia yang berusia 19 tahun terpaksa menerima pernikahan dengan Yesaya, seorang CEO lumpuh berumur 33 tahun. Hubungan yang semula penuh paksaan ini berubah menjadi cinta tulus setelah Sofia menemukan surat wasiat bunuh diri milik sang suami. Sayangnya, ketulusan tersebut berbalas penolakan. Demi melindungi rahasia dan masa depan Sofia, Yesaya memilih menjauh lewat tindakan ekstrem yang justru perlahan merusak kehidupan istri mudanya itu.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Sofia, maukah kamu menjadi pengantin pengganti untuk tuan Yesaya?”

“Apa…??!!”

“Kasihan tuan Yesaya ditinggal pergi oleh kekasihnya. Sedangkan, pernikahan mereka akan dilaksanakan 1 minggu lagi.”

“Ibu…” Sofia merengek kesal pada ibunya yan tiba-tiba saja ingin menikahkannya dengan seorang pria yang bahkan Sofia belum tahu seperti apa sosoknya. “Kok ibu tega sih mau nikah Sofia di usia Sofia yang masih sangat muda? Sofia baru lulus SMA lho, bu. Sofia kan masih ingin hidup bebas.”

“Tapi, tuan muda Yesaya akan memberikan kebebasan pada kamu setelah kalian menikah nanti. Keluarga Bratha hanya ingin kamu menikah dengan putranya saja, agar mereka tidak malu di depan publik, lantaran batalnya pernikahan putra mereka gara-gara mempelai wanitanya kabur.”

“Sudahlah, Nayu. Jangan kamu memaksa putrimu terus menerus seperti itu. Kalau Sofia memang tidak mau menikah dengan tuan muda Yesaya, jangan dipaksa.”

“Tapi, pak. Bagaimana dengan pengobatan bapak yang membutuhkan biaya banyak. Sedangkan, kita tidak punya uang lagi untuk membiayai pengobatan bapak. Belum lagi tunggakan biaya rumah sakit yang di luar asuransi Kesehatan. Semakin mempersulit untuk penyembuhan sakit bapak.”

“Ibu ini gimana sih? Wong bapak memang sudah sakit. Yo uwes, kalau Tuhan mau ambil bapak yon dak apa-apa.”

“Astaghfirullahalazim, bapak. Bapak jangan bicara seperti itu. Jangan mendoakan yang tidak baik.”

Mendengar ucapan kedua orang tuanya membuat hati Sofia berada dalam kebimbangan hebat. Dia meringis dalam diam. Di mana dia harus memutuskan cepat keputusan pahit atau manis dalam hidupnya. Tapi, jika dia memilih untuk menolak menikah dengan laki-laki bernama Yesaya, dia akan tetap mengalami kepahitan karena itu artinya pengobatan penyakit bapaknya harus dihentikan.

“Sebenarnya… siapa Yesaya? Kenapa… ibu sama bapak… sampai memanggil dia… dengan sebutan tuan muda?” Sofia bertanya dengan terbata, penuh gumpalan sesak di dadanya akibat kabar yang sangat memilukan ini.

“Tuan muda Yesaya adalah putra tunggal dari tuan Bratha. Dulunya, bapak pernah menjadi tangan Sofian tuan Bratha saat Sofia masih kecil. Tapi, setelah bapak jatuh sakit dan sering mangkir dari pekerjaan bapak. Akhirnya, bapak memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan bapak tersebut. Tapi, hubungan kami masih sangat baik. Terakhir, beliau mengabarkan mengenai kondisi putranya. Bapak pun mencoba memberikan solusi dengan memperkenalkan kamu dengan tuan muda Yesaya. Yang mungkn saja kalian bisa cocok nantinya. Tapi, kalau memang tidak cocok ya sudah, tidak usah dilanjutkan.”

“Iya, ndu. Bagaimana kalau kamu bertemu dulu dengan tuan muda Yesaya besok. Karena kalau memang kamu bersedia untuk bertemu dengan tuan muda Yesaya, pengawal dari kediaman keluarga tuan Bratha akan datang menjemput kamu ke sini.”

“Jadi… bapak dan ibu bermaksud untuk menjual Sofia?”

Mendengar tuduhan yang dikatakan secara terang-terangan oleh putrinya, membuat hati Nayu dan Banyu seperti teriris pisau. Mereka berdua hanya bisa memejamkan mata mereka demi menerima tuduhan tersebut.

“Sofia, kalau memang Sofia tidak bersedia. Bapak tidak akan memaksa kamu untuk menikah dengan tuan muda Yesaya. Tapi, demi Tuhan, Sofia. Bapak dan ibu tidak bermaksud untuk menjual kamu kepada keluarga tuan Bratha. Kalau alasan nyata kenapa bapak memperkenalkan kamu untuk menjadi pengganti calon pengantin tuan Yesaya, itu karena bapak pikir, kamu adalah anak yang ceria. Sedangkan, tuan muda Yesaya sudah kehilangan tawa dan senyumnya hampir 5 bulan belakangan ini, karena satu dan lain hal. Jadi, sekarang, keputusan berada di tangan kamu.”

“Jelas, pak, bu. Sofia menolak pernikahan ini. Kalau hanya karena masalah biaya pengobatan bapak, Sofia bisa kok minta pinjaman dari kantor tempat Sofia bekerja saat ini. Meskipun pinjaman itu tidak seberapa tapi setidaknya, pinjaman itu bisa melunasi tunggakan uang di rumah sakit. Lagipula, Sofia kan lagi berjuang biar bisa mendapatkan beasiswa masuk perguruan tinggi. Kalau Sofia harus menikah sekarang, itu artinya, Sofia harus kehilangan cita-cita Sofia.”

“Kamu salah Sofia. Tuan Bratha dan nyonya Lady sudah mengatakan pada bapak dan ibu kalau mereka tidak akan mengekang kehidupan kamu. Mereka akan tetap mengizinkan kamu kuliah nantinya.”

Mendengar hal tersebut, Sofia pun diam. Dia sedikit berpikir tentang privilege. Tapi, dengan cepat segera dia punahkan tentang pemikirannya yang picik itu.

“Aku masih waras untuk menjalani kehidupan aku sesuai dengan yang aku inginkan. Aku ingin berkarir sampai beberapa tahun ke depan, lalu menikah dengan pria yang aku cintai dan mencintai aku. Bukan dengan cara instan seperti ini yang tidak membuat aku merasa bahagia. Sadar, Sofia. Masa ini akan segera terlewati, asalkan kamu teguh pendirian untuk menolak keras pernikahan tersebut.” Batin Sofia berkata begitu kuat untuk menyadarkan dirinya agar dia tidak sampai bertindak gegabah.

“Aku… pergi ke kamar dulu ya bu, pak.” Sofia pamit untuk kemudian dia bangkit dari sofa dengan tubuh lemas dan berjalan dengan sangat lambat menuju kamarnya.

Cklek,

Brak!

Sofia sedikit membanting pintu kamarnya karena rasa kesal yang tengah menderanya saat ini. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan pemikiran kedua orang tuanya yang begitu kolot di zaman teknologi seperti sekarang ini. Bak Siti Nurbaya yang akan dikawinkan dengan Datuk Maringgi. Itulah yang gambara keadaan dirinya saat ini yang Sofia rasakan.

“Ya ampun, kak Sofia! Ngagetin aku banget deh!” Decak Sasha yang tengah asik menjelajah dunia internet di laptop jadulnya.

Tapi, ocehan kesal adiknya Sofia abaikan. Dia langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur dan membentuk bintang besar. sembari menghembuskan nafas kasar, Sofia menatap langit-langit kamarnya yang penuh dengan taburan bintang.

“Kak Sof, kakak mau dijodohin sama laki-laki yang namanya Yesaya ya?” tanya Sasha dengan antusias. Dia sampai memutar kursinya agar bisa mendapatkan info itu langsung dari Sofia.

“Tau dari mana kamu? Ibu? Bapak?”

“Ngupinglah…” Jawabnya dengan tawa cekikikan tanpa dosa.

Mendengar jawaban adiknya, Sofia langsung tersenyum sinis.

“Kan yang namanya Yesaya manis banget orangnya. Badannya atletis, cerdas, multitalenta. Eh, malah ada cewek bego yang ninggalin dia. Tapi… wajar saja sih kalau calon istrinya ninggalin Yesaya. Soalnya…” Sasha menahan kalimatnya, yang semula penuh semangat namun perlahan memelan. Dia ragu untuk melanjutkan kalimatnya pada kakaknya, yang digadang-gadang akan menjadi calon pengantin pengganti.

“Soalnya, kenapa?” Sofia jelas penasaran dengan lanjutan dari kalimat adiknya itu. Dia segera membangunkan badannya dan mengubahnya menjadi posisi duduk.

Dengan wajah mengekrut dan sedikit cengiran kaku di bibirnya, Sasha menjawab, “Yesaya— lumpuh.”

“Apa…??!! Lum- puh???”

“Iya, kak. Yesaya, laki-laki tampan, manis, tajir, cerdas, dan multitalenta itu lumpuh. Sudah lama dia berada di kursi roda. Tapi, aku tidak tahu alasannya kenapa. Karena sepertinya media tidak diizinkan untuk memberitakan mengenai kelumpuhan yang dialami oleh putra tunggal Bratha. Salah satu orang terkaya se-Asia.”

“That’s not point.” Sofia syok bukan main begitu mengetahui kondisi laki-laki yang akan dijodohkan dengannya itu. Dia semakin tidak mengerti dengan jalan pemikiran bapak dan ibunya yang malah sengaja ingin menjodohkannya dengan laki-laki lumpuh.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Camelia Sinesis
8.3
Pertemuan Jean dan Camila pada tahun 1941 membawa kehangatan baru bagi Jean, seorang mantan narapidana kasus pembunuhan. Camila, janda dari pria Belanda, menerima kehadiran Jean dengan tulus hingga pria itu merasa dihargai lagi. Namun, sebuah rahasia gelap tersimpan rapat: korban pembunuhan Jean sebenarnya adalah mantan suami Camila. Ketika kebenaran akhirnya terkuak, segalanya telah berubah rumit. Jean terlanjur mencintai Camila, sementara Camila telanjur menganggap Jean sebagai figur ayah terbaik bagi anak-anaknya.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai dari Laurence Andrews untuk ke-99 kalinya. Bukannya peduli, Laurence malah mengusir Josie dari mobil demi menerima telepon dari sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan pernah pergi. Namun, ia tidak sadar bahwa kesabaran Josie telah habis akibat terus diabaikan. Di saat yang sama, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera bercerai dan pergi dari negara itu selamanya.
Sampul Novel Istri Rahasia Sang Miliarder
9.4
Harapan Arabella Balqis untuk hidup penuh kasih sirna seketika sejak Leonard Abraham hadir demi membalas dendam. Pria itu menyusup ke kediamannya dan memanipulasi situasi, memicu fitnah yang membuat warga memaksa mereka menikah siri. Kini, Arabella yang sebatang kara terperangkap dalam ikatan pernikahan tanpa cinta yang menyiksa. Mampukah perempuan yatim piatu ini bertahan melewati segala kekejaman sang suami demi meraih kebahagiaan impiannya?
Sampul Novel Nafkah dua puluh ribu darisuamiku
8.4
Kehidupan rumah tangga yang tampak sempurna dengan suami mapan dan bergelimang harta ternyata menyimpan kepedihan mendalam. Di balik fasilitas serbakecukupan yang tersedia, seorang istri justru harus berjuang sendiri demi bertahan hidup tanpa nafkah yang layak. Kemewahan yang kasat mata tidak menjamin kebahagiaannya. Ini adalah kisah tentang keteguhan hati dan perjuangan seorang wanita dalam menemukan kemandirian di tengah dinginnya pernikahan yang semu.
Sampul Novel Perjalanan Cinta Alena
8.5
Alena Kinara Lee sukses membangun karier mandiri sebagai manajer keuangan di Hamburg. Namun, hidupnya berubah setelah satu malam bersama Devin Abraham, CEO arogan yang kemudian bertekad mempertanggungjawabkan perbuatannya. Meski Alena menolak mentah-mentah, takdir justru mendekatkan mereka karena Alena bekerja di perusahaan keluarga Devin. Pria itu terus mengejar dan mengusik ketenangannya setiap hari. Sanggupkah keteguhan Devin meluluhkan hati Alena yang merasa terganggu?
Sampul Novel SUAMI BLANGSAKKU TERNYATA PENGUSAHA
8.5
Dio harus menelan pil pahit setiap hari akibat perlakuan buruk mertuanya. Meski dicap miskin karena hanya berprofesi sebagai pedagang cendol, Marisa sang istri tetap setia mendampinginya dengan tulus. Namun, di balik penderitaan tersebut, Dio sebenarnya adalah pewaris tunggal dari dinasti keluarga paling kaya raya. Akankah ia terus bersabar menghadapi hinaan mertuanya, ataukah rahasia besar mengenai identitas aslinya akan segera terungkap dan membalikkan keadaan?