APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel MENGEJAR CINTA GADIS BERCADAR

MENGEJAR CINTA GADIS BERCADAR

Sekembalinya dari Arab Saudi, Dhafa Akmarul Dzauri siap memimpin bisnis travel sang ayah. Namun, ambisinya terusik oleh kehadiran Salma Azzahra, mantan teman SMA yang dulu sering merundungnya sampai menangis. Walau kini Salma telah berhijrah dan mengenakan cadar, luka lama Dhafa belum juga sembuh. Didorong rasa sakit masa lalu, ia berniat melancarkan aksi balas dendam kepada gadis yang pernah menjadi mimpi buruknya itu. Akankah kebencian mendalam ini perlahan terkikis menjadi cinta?
Bab
Bagikan

Bab 3

Tok, tok, tok!

Terdengar suara pintu kamar Dhafa diketuk. Dhafa masih bersimpuh di atas sajadah, baru saja menyelesaikan sholat sunnah ba'da Isya.

"Iya sebentar Ma," sahut Dhafa sambil merapikan sajadahnya.

"Waktunya makan malam, Nak. Papa sudah menunggu di meja makan." Suara sang Mama memanggil Dhafa.

Dhafa meletakkan sajadah yang sudah dilipatnya ke atas meja yang berada tepat di samping pembaringan, kemudian buru-buru membuka pintu kamarnya. Ia mendapatkan wajah lembut dengan sebaris senyum hangat menyambutnya.

"Papamu sudah menunggu di meja makan, Nak," ulang mamanya.

"Iya ma, Dhafa mau ganti baju sebentar saja, baru ke ruang makan."

"Ok. Oh iya Nak, Mama kok tidak melihat kamu berangkat sholat berjamaah ke masjid tadi, hmm...?" Mama Dhafa bertanya dengan kening mengkerut.

"Ke masjid kok Ma, tapi Mama tadi sedang sibuk sekali di dapur, sementara waktu Isya sudah mepet, jadi Dhafa tidak sempat pamitan. Untuk sholat Sunnahnya, Dhafa tunaikan di rumah saja tadi."

"Tidak apa-apa Nak, yang penting kamu selalu ingat kewajibanmu sebagai seorang muslim. Kalau begitu Mama turun duluan, Papa dan Mama tunggu di bawah."

"Iya, Ma." Dhafa memperhatikan wanita kesayangannya itu beranjak menjauh, wanita yang selalu ia rindukan selama berada di Universitas King Abdul Azis, Jeddah.

Setelah selesai mengganti pakaiannya dengan style yang lebih nyaman dan santai, Dhafa segera bergegas menuju ke ruang makan di lantai satu. Ia berlari kecil menuruni anak  tangga karena tak ingin Papa dan Mamanya terlalu lama menunggu.

"Assalamualaykum, maaf kalau Dhafa sedikit lama Pa, Ma." tukas Dhafa sembari menarik kursi pada posisi yang berseberangan dengan kedua orang tuanya. Lalu Ia duduk perlahan dengan menyodorkan sebaris senyum dan wajah yang hangat.

"Waalaykumsalam warohmatullah," jawab Papa dan mamanya serentak.

"Wah, wah..., para tetangga bilang kamu sudah berbeda sekarang. Tubuhmu bagus dan wajahmu jauh lebih Ngguanteng, ternyata itu benar. Masyaa Allah anak papa," ucap Bapak Ahmad Fachri Dzauri, yang biasa dipanggil Pak Fachri dengan bangga.

"Papa bisa aja, Alhamdulillah di kampus ada gym center gratis, aku usahakan buat excercise rutin," sahut Dhafa dengan wajah sedikit tersipu malu.

"Nah, sekarang disantap dulu makanannya, ngobrolnya nanti dilanjut lagi," sela Nyonya Fachri.

Dhafa mulai menyantap hidangan favoritnya dengan lahap dan bersemangat, begitu juga Papa dan Mamanya makan dengan perasaan bahagia, sebab bisa berkumpul kembali dengan Putra mereka satu-satunya.

"Dhafa, mulai pekan depan kamu yang ambil alih tugas Papa di kantor. Papa ingin merasakan liburan yang santai dan lama," ujar Pak Fachri setelah acara makan usai.

"Hmm..., sebenarnya Dhafa ingin cari peluang kerja di tempat lain, Pa. Tapi, boleh juga usul Papa. Pekan depan mulai hari Senin, kan? Berarti tiga hari lagi," gumam Dhafa.

"Iya benar sekali, kamu tidak keberatan kan, Nak? Nanti ayah kirimkan data terbaru  perusahaan dan karyawan ke alamat email-mu."

"Dhafa justru sangat berterima kasih sebab Papa berkenan memberikan kepercayaan yang besar, tapi Papa tahu sendiri kan kalau jurusanku Teknik Komputer. Pastinya Dhafa masih perlu bimbingan dari Papa, hehe.... "

"Aaah, itu hal gampang. Papa sesekali akan pantau  perkembangan kamu nanti. Toh juga di kantor ada Bibi Halimah yang jadi sekretarismu, Pak Yusuf yang pegang Manajerial, dan Om Hibban di bagian Personalia," jelas Pak Fachri dengan sorot mata bahagia melihat antusiasme Sang putra.

"O ya, ada lagi  pegawai baru di bagian Akuntansi, dia ahli Akuntansi  yang jago Bahasa Inggris. Jadi, dia sesekali bisa menjadi pengganti penerjemah utama kita saat berhalangan, orangnya supel dan smart, Masyaa Allah. Dan ingat mereka  semua yang Papa sebutkan tadi, akan jadi barisan penyokongmu di perusahaan."

"Baik, Pa. Insyaa Allah Dhafa siap masuk kantor hari Senin," tukas Dhafa menutup percakapan itu sembari menyempatkan diri mengelus ponselnya, membuka pesan dari Amar.

"Ok Nak, besok Papa akan beritahukan  hal ini kepada jajaran petinggi perusahaan."

"Baik Pa, terima kasih. Pa, Ma, Dhafa pamit dulu. Assalamualaykum."

"Waalaykumussalam warohmatullah," jawab  pasangan suami istri itu dengan sebaris senyum, mereka faham akan sikap terburu-buru Dhafa, pasti sudah banyak sahabat karibnya yang menghubungi Dhafa via ponsel di tangannya itu.

Sesampainya di kamar, Dhafa cukup terkejut melihat notifikasi dari Grup Alumni yang sudah mencapai dua ratusan lebih. Dhafa malas untuk membukanya, ia tak akan menghabiskan waktu untuk hal yang menurutnya tak penting. Ia hanya membuka pesan pribadi dari Amar, Wayan, dan Sahir, sahabat-sahabat dekatnya.

Dhafa mulai berbalas pesan dengan Amar.

Bro, ane jemput ente besok, okey? Kita datang samaan ke acara reuni SMAN 1 Gondang Alumni 2018. (Amar)

Belum tahu nih mau datang atau tidak. Besok ane kabari, Bro. (Dhafa) 

Payah ente kalau absen besok, udah lama ngilang  ke luar negeri, tidak sekalipun ente pernah ikut reuni! Pokoknya besok ane jemput. (Amar)

Ane males lihat muka tembok si Salma, ente tahu kan kelakuannya gimana. (Dhafa).

Iya sih, memang dia dulu keterlaluan sama ente, Fa. Tapi mana ada si Salma pernah hadir di acara reuni, ia menghilang bagai di telan bumi. Kita semua penasaran ingin tahu kabar dia, tapi jarang banget yang pernah ketemu langsung sama dia, kan aneh. (Amar)

Baguslah kalau begitu, dunia aman kalau tanpa nenek sihir..., ya udah ane tunggu besok. (Dhafa) 

Ok, bro. jam sembilan udah siap! (Amar)

Siiip, bro. (Dhafa)

Dhafa mengakhiri percakapan online-nya dengan Amar. Dia baru mengerti mengapa begitu banyak notifikasi dari Grup Alumni , ternyata besok ada acara reuni.

Hmm..., beneran aneh sih kalau seorang gila popularitas, sok ngartis, sok cantik, dan  narsis level tinggi seperti Salma Azzahra tiba-tiba menghilang dari peredaran, bahkan tidak pernah hadir di acara reuni sekolah. Pasti ada yang tidak beres atau ada sesuatu yang terjadi padanya.

'Akh, kenapa juga aku harus perduli dan memikirkannya. Yang penting besok aman dan nyaman tanpa kehadiran si biang kerok Salma Azzahra.' Dhafa terus saja berkutat dalam pikirannya sendiri setelah mendengar cerita Amar tentang Salma.

"Hissh, nggak penting!" desisnya, mengingatkan dirinya sendiri. Bagaimanapun ia akan selalu benci gadis itu.

***

Mariana Hotel, Senggigi Beach, Lombok.

Reuni Alumni SMA 1 Gondang Tahun 2018.

Dhafa, Amar, Wayan dan Sahir turun dari mobil Pajero Sport milik Amar. Mereka memang Sultan, tapi bukan sultan dari kalangan Sultan seperti Reino Barrack suami penyanyi Syahrini atau Harvey Moeis suami Sandra Dewi. Mereka, bisa dibilang Sultan untuk wilayah Lombok Utara, bahkan setara Sultan tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, lumayanlah!

"Bro, ane yakin semua akan kaget lihat ente yang sekarang, Rafi Ahmad, Rizky Billar, Oppa-oppa korea, lewaaat...," celetuk Sahir karena melihat perubahan besar dalam diri Dhafa. Tak ada lagi Dhafa yang dulu cupu, wajah tak terawat dan bertubuh pendek. Sepertinya dulu Dhafa hanya mengalami keterlambatan pertumbuhan, bukan masalah genetis, pikir Sahir.

"Ente, jauh lebih keren bro. Dari dulu sampai sekarang ente paling keren," balas Dhafa. Ia sedikit tegang begitu memasuki pintu utama hotel.

"Bener, Fa. Ane juga kaget sama perubahan ente yang luar biasa," tukas Amar yang menjadi pemandu jalan.

"Nah, itu aulanya sebelah kanan," tukas Amar lagi sebelum Dhafa sempat menanggapi kalimat Amar sebelumnya.

Akhirnya mereka sampai di aula besar tempat acara reuni diselenggarakan. Seketika itu juga semua mata tertuju ke arah mereka.

"Dhafa..., itu kamu kan?"

"Siapa sih yang pakai kemeja soft blue, cakep  bener."

"Itu kan si Dhafa."

"Ow em jie, masa sih?!"

Suasana jadi sedikit ribut oleh suara para gadis yang mengomentari kehadiran empat sekawan yang sejak SMA memang sudah sangat dikenal karena prestasi mereka. Berbanding terbalik dengan Salma dan kawan-kawannya,  paling populer di sekoleh melebihi kepopuleran empat sekawan ini. Namun, Salma and The Gangs dikenal karena berbagai skandal dan keributan yang dibuatnya di sekolah.

Tanpa sadar, Dhafa terus mengedarkan pandangannya ke seluruh aula untuk memastikan ketidakhadiran Salma. Ia tak kan bisa bernafas lega jika gadis itu ternyata hadir di sini.

#Berambung

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istrimu, Bukan Bonekamu
8.3
Demi wasiat sang ayah yang terbaring sakit, Ariana terpaksa menikahi Daniel Aldrigham tanpa dasar cinta. Kehidupan pernikahannya kian rumit karena Daniel memiliki kekasih gelap, sementara ayah mertuanya justru memanfaatkan Ariana demi memisahkan hubungan terlarang tersebut. Terjebak dalam intrik dan manipulasi keluarga konglomerat ini, Ariana dihadapkan pada pilihan sulit: tunduk bagai boneka atau melawan demi harga diri. Mampukah ia melunakkan hati Daniel yang dingin, atau justru hancur?
Sampul Novel (bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
9.6
Kehidupan mapan Davina Hadinata runtuh usai menjalin kasih dengan Aria Wardana yang ternyata telah beristri. Tak cukup difitnah Aria hingga kehilangan pekerjaan, bisnis ayah Vina pun hancur akibat skandal kakaknya. Petaka kian memuncak ketika istri Aria nekat mengakhiri hidup. Hal ini memicu murka Rajata Bagaskara yang ingin membalas dendam atas kematian keponakannya. Rajata menodai Vina hingga hamil. Di tengah kemiskinan dan penderitaan mendalam, Vina harus berjuang bertahan hidup.
Sampul Novel Falling for him
9.1
Masa lalu yang kelam membuat Theo yakin bahwa perasaan manusia akan selalu berubah-ubah. Namun, keyakinan tersebut goyah ketika ia berhadapan dengan Jaane Kim. Jaane adalah sosok perempuan berpendirian kokoh yang telah mengunci rapat hatinya dari asmara. Keteguhan sikap Jaane justru menjadi tantangan baru yang memikat bagi Theo. Akankah pesona sang 'Pied Piper' ini berhasil meluluhkan hati Jaane? Simak kisah cinta musim semi yang siap menghadirkan keajaiban dan debaran manis.
Sampul Novel Sandiwara Cinta Sang CEO
9.2
Nayla mengira rumah tangganya bersama Bayu, seorang miliarder sukses, sangat bahagia. Namun, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa suaminya telah berpoligami secara rahasia dengan Indri. Selama ini, Bayu dan ibu mertuanya berbohong dengan menyebut Indri sebagai sepupu mereka. Di tengah pengkhianatan keji ini, keluarga Bayu justru terus menyudutkan Nayla dan menganggapnya benalu. Sanggupkah Nayla bertahan ketika kepalsuan cinta sang suami akhirnya terbongkar?
Sampul Novel Terjebak Cinta, CEO Arogan
8.8
Saat menghindari pria hidung belang pilihan pamannya, Zee tidak sengaja terlibat cinta satu malam dengan Nevan Aditama. CEO dingin tersebut menuduh Zee sebagai mata-mata musuh, memicu pengejaran yang memaksa Zee melarikan diri. Takdir kembali mempertemukan mereka saat Zee bekerja menjadi asisten pribadi Nevan. Kini, di hadapan sang miliarder yang kejam, ia harus berpura-pura dan menyembunyikan identitas aslinya agar rahasia masa lalu mereka tidak terbongkar.
Sampul Novel Terjebak Dalam Janji Miliarder
8.5
Akibat kondisi mental ibunya, Nadira terus-menerus menghadapi cemoohan orang. Demi melunasi biaya medis sang ibu, ia terpaksa mengambil jalan pintas dengan bekerja di dunia malam yang keras. Di saat terdesak, seorang miliarder datang menawarkan kesepakatan besar yang bisa mengubah hidupnya. Namun, harga dari kesuksesan baru ini ternyata sangat mahal. Nadira kini terjebak dalam dilema besar, meragukan keputusannya sendiri sambil terus mencari jalan menuju kebahagiaan sejati.