APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mengandung Anak Dari Musuhku

Mengandung Anak Dari Musuhku

Dylan Callahan bertekad menghancurkan hidup Alaina Sinclair yang ia tuduh sebagai penyebab runtuhnya keluarganya. Reputasi dan karier Alaina pun hancur akibat pembalasan kejam Dylan. Namun, situasi menjadi pelik ketika Alaina tiba-tiba mengandung setelah tak sadarkan diri akibat obat bius. Meski menjadi dalang penderitaan wanita itu, Dylan membantah keterlibatannya. Perlahan, rahasia masa lalu terungkap dan memaksa Dylan menyadari bahwa dendamnya salah alamat.
Bab
Bagikan

Bab 2

Alaina masih berdiri terpaku di tempatnya, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Ada sesuatu dalam sorot mata Dylan Callahan yang membuatnya gelisah-sebuah ancaman yang terselubung dalam kata-kata manis yang tajam seperti belati.

Namun, ia menepis perasaan itu. Dylan selalu membencinya. Sejak dulu, pria itu tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menyindir atau menatapnya dengan kebencian yang mendalam. Tapi itu hanya kemarahan masa lalu, bukan? Dylan Callahan adalah pria yang berbahaya, tapi ia tidak akan berani menyentuhnya secara langsung.

Atau setidaknya, itulah yang Alaina pikirkan.

Saat pesta berlanjut, Alaina memutuskan untuk menjauh dari keramaian. Ia membutuhkan udara segar untuk menenangkan pikirannya. Dengan langkah ringan, ia menyelinap keluar menuju balkon yang menghadap taman belakang. Angin malam yang dingin menerpa kulitnya, membuatnya sedikit menggigil.

Ia memejamkan mata sejenak, menikmati ketenangan sesaat. Tapi ketenangan itu tidak bertahan lama.

"Terlalu mudah menebak ke mana kau akan pergi," suara rendah dan dalam itu terdengar dari belakangnya.

Alaina tersentak dan menoleh. Dylan berdiri di ambang pintu balkon, bersandar santai pada kusen dengan tangan di sakunya. Matanya yang tajam memperhatikannya, seolah menelanjangi setiap gerakan dan ekspresinya.

"Apa yang kau lakukan di sini?" suara Alaina terdengar lebih tegang dari yang ia inginkan.

Dylan melangkah mendekat, membiarkan bayangan tingginya menelan Alaina dalam kegelapan. "Aku bisa bertanya hal yang sama padamu."

"Aku hanya ingin udara segar," Alaina mencoba terdengar tenang, meskipun perasaannya mengatakan ia harus segera meninggalkan tempat itu.

Dylan menyeringai, sebuah senyuman yang tidak benar-benar menunjukkan kebahagiaan. "Kau tahu, Alaina, kau tidak seharusnya terlalu percaya diri. Tidak semua orang di sini menginginkan yang terbaik untukmu."

Alaina menegang. "Apa maksudmu?"

Dylan tidak menjawab. Ia hanya mengeluarkan sesuatu dari sakunya-sebuah gelas kristal berisi anggur merah yang berkilauan di bawah cahaya bulan.

"Minumlah," katanya, mengulurkan gelas itu padanya.

Alaina menatapnya curiga. "Aku sudah cukup minum."

Dylan tertawa kecil. "Hanya seteguk. Anggur terbaik dari koleksi ayahmu. Akan sangat disayangkan jika kau menolaknya."

Ada sesuatu dalam suaranya yang membuat Alaina ragu. Tapi ia tidak ingin terlihat pengecut di hadapan pria itu. Ia mengambil gelas itu dan meneguk sedikit, merasakan rasa anggur yang kaya dan pahit di lidahnya.

Beberapa detik berlalu.

Lalu tiba-tiba, dunia di sekelilingnya mulai berputar.

Alaina merasakan kepalanya menjadi berat, kelopak matanya semakin sulit terbuka. Nafasnya tersengal, dan kakinya melemas.

"Dylan..." suaranya nyaris tak terdengar saat tubuhnya kehilangan keseimbangan.

Dylan menangkapnya sebelum tubuhnya menyentuh lantai.

"Kau seharusnya lebih berhati-hati, Alaina," bisiknya di telinganya sebelum semuanya menjadi gelap.

Alaina terbangun dengan kepala yang berdenyut hebat. Tubuhnya terasa lemah, setiap sendi terasa berat seolah terikat oleh sesuatu yang tak terlihat. Ia mencoba menggerakkan tangannya, tapi gerakan itu terasa lemah dan sia-sia.

Matanya terbuka perlahan, dan yang pertama kali ia lihat adalah langit-langit kamar yang asing. Cahaya redup dari lampu meja menyinari ruangan yang terasa dingin dan kosong.

Ketakutan mulai merayapi dirinya.

Di mana dia?

Apa yang terjadi?

Pakaian yang dikenakannya masih sama dengan gaun malamnya, tapi ada sesuatu yang terasa salah. Perasaannya mengabur antara mimpi dan kenyataan. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum semuanya menjadi gelap-Dylan, anggur, dan kemudian... kekosongan.

Jantungnya berdetak kencang.

Pintu kamar tiba-tiba terbuka, dan Dylan muncul. Ia berdiri di ambang pintu dengan ekspresi yang sulit ditebak, matanya gelap dan tak terbaca.

"Akhirnya kau bangun," katanya dengan nada datar.

Alaina merasakan ketakutan yang tidak bisa ia jelaskan. "Apa yang kau lakukan padaku?"

Dylan tidak menjawab. Ia hanya menatapnya lama sebelum akhirnya berkata dengan suara yang begitu dingin hingga menusuk tulangnya.

"Kau sudah mendapatkan apa yang pantas kau terima."

Dunia Alaina runtuh saat kata-kata itu menggema di kepalanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 100 Hari Menikah Dengan Si BOS
9.7
Xavi Alonso, pengusaha tangguh berhati dingin, mengikat wanita pilihannya dalam ikatan pernikahan. Merasa terjebak oleh sikap Xavi yang sangat dominan, sang istri pun meminta cerai. Namun, sang taipan justru membalasnya dengan menyerahkan seluruh kekayaan, bisnis, serta raganya demi memanjakan sang istri. Di balik keangkuhannya, sosok penguasa ini ternyata menyimpan sisi lain layaknya iblis yang memiliki cinta tanpa batas bagi pasangannya.
Sampul Novel CINTA TAK PERNAH SALAH
8.0
Terpikat pesona Tania, Lian rela mengakhiri hubungannya dengan Yasmin demi menerima perjodohan dari Bu Nurma. Namun setelah menikah, Lian hanya mendapati sikap dingin Tania yang masih tenggelam dalam duka atas kepergian mendiang suaminya, Brian. Kehangatan di antara keduanya baru tercipta saat badai melanda. Sayangnya, momen intim itu terancam sirna ketika Brian, yang selama ini diyakini telah tewas dalam kecelakaan kapal, tiba-tiba muncul kembali hidup-hidup.
Sampul Novel Mimpi yang Mengubah Hidup: Si Malaikat
9.0
Sebuah pengalaman tidak biasa terjadi saat aku pertama kali harus berbagi ranjang dengan seorang pria, dengan posisi sahabatku yang tidur tepat di antara kami. Keadaan menjadi semakin mengejutkan ketika pagi hari tiba. Secara sembunyi-sembunyi, pria tersebut memberikan sebuah ciuman hangat kepadaku. Kejadian tak terduga itu berlanjut dengan sebuah komitmen darinya, di mana ia berjanji akan bertanggung jawab sepenuhnya atas diriku setelah momen intim yang terjadi di pagi itu.
Sampul Novel Pasutri Jadi-Jadian
8.0
Jaka dan Nuning telah bersahabat sejak kecil meski kepribadian mereka bertolak belakang. Jaka selalu menolak menikahi Nuning yang dinilainya aneh. Suatu hari, Nuning tiba-tiba meminta Jaka menikahinya demi bisa merantau bersama ke Jakarta. Jaka sempat menghindar hingga Nuning nyaris putus asa, namun Jaka mendadak berubah pikiran dan setuju. Bagi Nuning yang ambisius, alasan Jaka tidaklah penting; baginya yang utama adalah menikah dulu, sedangkan urusan cinta bisa dipikirkan nanti.
Sampul Novel Perawatan Khusus untuk Ibu Hamil
9.4
Terjebak dalam pelukan hangat seorang pria misterius, protagonis wanita dalam novel modern ini tidak berani bergerak sedikit pun saat sentuhan intim mulai membakar gairahnya. Di saat yang sama, majikannya dan sang kekasih sedang bermesraan di kamar sebelah. Suara bisikan menggoda di telinganya memicu hasrat terlarang yang sulit dikendalikan. Di tengah situasi yang menegangkan ini, ia mulai mempertanyakan kewarasannya saat keinginan serupa mulai tumbuh dalam dirinya.
Sampul Novel Rahasia Sang Suami Muda
9.3
Keysa Andini tak berdaya ketika ibu tirinya memaksa dirinya menikahi Steven, seorang pemuda desa tanpa masa depan yang jelas. Awalnya Keysa berniat langsung bercerai, namun segalanya berubah saat mereka tinggal bersama. Kehadiran suami mudanya itu justru memberikan kenyamanan tak terduga. Perlahan, keyakinan Keysa goyah setelah melihat sisi menarik Steven. Ada rahasia besar yang tersembunyi, siap memberi kejutan yang akan mengubah takdir serta masa depannya.