APKDock Logo
Sampul Novel Shadow Under The Light

Shadow Under The Light

8.3 / 10.0
Bagi diriku, kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan. Takdir ironis dimulai saat aku berjumpa Axel, pembunuh berwajah tampan yang mengancam nyawaku. Alih-alih takut, aku malah terpikat olehnya. Axel menyukai mataku yang tenang menghadapi ajal, lalu memberiku kasih sayang tulus di balik kekejamannya. Namun kini, kecemasan mulai membayangi. Aku terus bertanya-tanya, kapankah ajalku akan tiba jika suatu saat nanti mataku ini tidak lagi terlihat memikat di hadapannya?

Shadow Under The Light Bab 1

Mati. Kata itu mungkin akan membuat sebagian besar umat manusia ketakutan, tetapi tidak untukku.

Aku berdiri di atas gedung tujuh lantai. Merentangkan kedua tangan untuk merasakan angin yang menerpa tubuh.

Cuaca hari ini cerah, senja menerpa dan membiaskan cahaya jingga indah. Mungkin … ini akan menjadi kali terakhirku menatap cakrawala.

Aku menerka, apa rasanya saat tubuh ini menghantam trotoar di bawah gedung. Apa tubuhku akan terburai? Darah memercik estetik, melengkapi senja dengan rona merahnya?

Aku tersedak tangis, lebih dari itu, adakah yang bersedih untuk kematianku?

Aku rasa tidak ada. Menyedihkan bukan?

Embusan napas terdengar keras, beban menyesakkan dada membuatku kesulitan meraup udara.

Kurasa inilah saatnya.

Menatap dengan hampa ke bawah bangunan lantai tujuh ini.

Bersiap melangkahkan kakiku ke bawah, kupejamkan mata ini.

Bersiap untuk mati.

Saat sebelah kakiku sudah terayun di udara, siap melangkahkan kaki satunya lagi, aku dikejutkan oleh suara isak tangis, antara ada dan tiada, suara yang terbekap.

Aku memutar tubuh dan mendapati seorang wanita terikat di sudut atap gedung.

Sejak kapan dia ada di sana? Aku sama sekali tidak menyadari kehadirannya sedari tadi.

Gadis itu menangis, air mata melunturkan maskara hitamnya, membentuk jalur menakutkan layaknya badut dalam film horor. Mataku mengedip bingung, betapa lambannya otakku bekerja sewaktu menyadari gadis ini adalah Lyra.

Si cantik berambut pirang yang menghancurkan karirku dan membuatku dipecat setelah bertahun-tahun bekerja keras.

Bola mata besarnya menatapku penuh permohonan, kedua tangan dan kaki gadis itu terikat kuat oleh tali dan bibir si jalang ditutup dengan lakban.

Jika kau mengira aku akan terkejut melihat kondisi Lyra, kau salah besar ... hatiku hampa dan pikiranku kosong. Semua menjadi tak bermakna, dunia berputar dalam warna monokrom. Monoton.

Tatapanku tertuju padanya tanpa asa, air mata Lyra semakin deras mengalir bak anak sungai, tetapi hatiku sama sekali tidak tersentuh dan tanganku tak mau bergerak untuk menolongnya.

Dia memang pantas menerima semua ini ... dia pantas diperlakukan buruk. Tawa gadis itu, pandangan meremehkannya dulu, juga kalimat fitnah yang ia lontarkan mengeraskan hatiku.

Namun, siapa yang melakukan semua ini?

Jawabannya datang secepat kedipan mata, pintu atap gedung terbuka. Seorang pria melangkah ke arah Lyra. Memasuki bidang pandang kami.

Dia belum menyadari kehadiranku karena aku berdiri di samping belakangnya, sudut mati pandangan pria itu.

Pria bersetelan kasual dengan kemeja dan celana jeans itu menarik Lyra berdiri diiringi oleh pemberontakan si gadis.

Lyra menoleh ke arahku, saat itulah sang pria sadar. Ia lalu berbalik ....

Seraut wajah tampan menatapku dengan ekspresi terkejut. Mungkin bisa kukatakan, pertama kali berjumpa dengannya adalah saat paling sial dan paling beruntung dalam hidupku.

Karena dialah ... hidupku benar-benar berubah.

Ia menatapku, kemudian tersenyum culas. Senyum yang tak akan pernah kulupakan seumur hidup, menawan. Menarikku ke dalam dimensi lain penuh pesona memabukkan.

Aku tahu, dan instingku mengatakan bahwa dia bukanlah orang baik-baik. Tapi kadang-kadang, iblis pun bisa terlihat seperti malaikat.

"Matamu cantik." Adalah kalimat pertama yang diucapkannya saat kami bertemu.

Mungkin ia melihatnya, ketakutan memudar bersama sembilu pilu mencengkeram jiwa rapuh.

Ya! Dia benar ... untuk saat ini ... semua rasa telah diambil dari ragaku, menyisakan kepingan jiwa retak yang akan hancur kapan saja.

"Ikutlah denganku," ajaknya.

Pria itu menarik tanganku, kemudian menyeret Lyra menggunakan troli laundri. Dan aku membiarkan saja semua itu terjadi, seolah kehendak bebas dalam diriku sudah dicabut.

Aku bagaikan boneka tanpa kemauan yang bisa dibawa ke mana saja.

Aku tahu, otakku sedang sakit dan aku ingin mengakhiri semuanya. Hati kecilku berharap, pria asing ini akan mengakhirinya untukku.

Semua menjadi bayang-bayang semu, dunia terdistorsi sementara anganku melayang bebas, ketika ragaku dijamah tangan asing, aku terpejam pasrah.

Tidak apa-apa, semua akan berakhir, batinku membisikkan kegelapan.

Suara mesin menjadi alunan musik, pepohonan berkejar-kejaran, memintaku berhenti sejenak untuk bernapas, langit berubah gelap sementara mobil sang lelaki membawa kami menuju antah berantah.

Waktu menjadi misteri alam, ketika kesadaranku terkumpul, kami telah tiba di sebuah ruang bawah tanah.

Ruang bawah tanah itu pengap dan bau. Kedua alisku bertaut mengenali bau besi bercampur amis. Bau likuid merah kental yang mengalir dalam pembuluh darah manusia, ya … darah.

Darah? Bagus ... akhiri saja semuanya.

Pria itu melemparkan Lyra begitu saja, si gadis pirang menubruk dinding bagai sekarung sampah. Ia kemudian menarik sebuah kursi dan mendudukkanku dengan lembut.

"Aku suka sekali dengan tatapanmu," ucapnya lagi sambil membelai wajahku. Mata cokelat menawan itu berpendar oleh euforia.

"Tapi kau harus kuikat agar tidak pergi."

Dia mengambil seutas tali di meja satu-satunya dalam ruangan ini, lalu mengikatku ke kursi dengan erat. Dan seperti tadi, kubiarkan ia melakukannya begitu saja, tanpa perlawanan sama sekali.

Mati, mati, mati, otakku memutar kata tunggal itu.

"Lihat baik-baik, Manis! Karena kita punya tatapan yang sama." Pria itu memutar kursiku menghadap ke arah Lyra.

Dengan tangan terikat, Lyra berusaha menyeret tubuhnya menjauh sewaktu pria itu mendatanginya. Si pria berpakaian kasual itu melepas lakban yang membekap mulut Lyra, membuat si gadis langsung menjerit nyaring.

Pria itu bereaksi dengan cepat, menampar Lyra keras hingga gadis itu terdiam. Bisa kulihat dari sudut bibir Lyra mengalir darah segar karena bibirnya pecah akibat tamparan kuat.

Lyra menangis sambil memohon-mohon, belum pernah aku melihat gadis jahat itu selemah ini.

“Dia menjual rahasia perusahaan pada mereka.”  Ingatan suara Lyra kembali menjamah benakku. Aku tertawa sinis. Biasanya gadis ini selalu membuat orang memohon-mohon padanya, tetapi lihat sekarang, keadaan berbalik drastis. Ingin sekali aku menyoraki si pria atas perbuatannya.

Si pria mengeluarkan pisaunya."Showtime!" ucapnya sambil menoleh ke arahku.

Aku membalas tatapannya dengan hampa, sekali sabetan cepat ia melukai wajah cantik Lyra.

"Ini untuk wajah cantik," ujarnya.

Lyra melolong kesakitan, darah segar membanjiri pipinya, lalu turun menghampiri leher.

Jika kau mengira aku akan syok melihat darah sebanyak itu, kau salah lagi. Otakku masih sakit, dengan respon yang sangat lambat. Aku sama sekali tidak terpengaruh oleh pemandangan mengerikan di hadapanku.

Pria itu lalu melanjutkan aksinya. Ia merobek kemeja yang dipakai Lyra, kancing-kancing putih berhamburan, mengelinding tanpa daya dan berhenti tepat di dekat kakiku. Lyra menggeleng kuat, ketakutan mengambil alih kehendak tubuh, membuat Lyra mengalami tonic immobility. Ia membeku, pria itu berhasil melepas sisa kain di tubuh Lyra, menampilkan bra hitam bermotif renda dan mutiara.

Mungkin saja … ia akan melakukan hal yang keji dengan memperkosa gadis ini.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Shadow Under The Light

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Calamity Of Love
9.4
Camilio Danielle Osvaldo, pemuda ber-IQ 150 berprestasi militer tinggi, terpuruk akibat patah hati mendalam. Di tengah keputusasaan, Mike menawarinya bergabung dengan sindikat mafia global, Black Nostra. Walau sempat menolak demi hati nurani, keteguhan Camilio runtuh saat menyaksikan solidaritas luar biasa di kelompok tersebut. Di balik dunia kriminal yang keras, ia justru menemukan kehangatan sebuah keluarga yang tak pernah ia duga sebelumnya.
Sampul Novel Cinta Sang Lady Killer
9.8
Daniel Millard, CEO berkuasa dari Millard Corporation, dikenal sebagai penakluk wanita ulung. Namun, takdirnya berubah drastis setelah ia bertemu dengan Anya. Sosok Anya membangkitkan sisi lain diri Daniel yang selama ini tersembunyi, terutama saat ia menyadari bahwa perempuan itu terikat dengan masa lalunya yang kelam. Daniel pun bertekad untuk terus menggenggam Anya, sosok istimewa yang sangat berbeda dari wanita mana pun di hidupnya.
Sampul Novel Kepentok cinta om cupu
8.4
Akibat kalah taruhan, Zoya Raveena terpaksa menembak Danu Atmadja. Ia tidak tahu bahwa pria berpenampilan kuno itu sebenarnya pewaris takhta bisnis yang sangat tampan. Saat benih cinta yang tulus mulai tumbuh di antara keduanya, bayang-bayang masa lalu mendadak hadir dan mengancam kebersamaan mereka. Kini, Zoya dan Danu harus bersatu demi mempertahankan hubungan yang baru terjalin dari rintangan besar yang siap menghancurkan segalanya.
Sampul Novel Kompilasi Cerpen Dewasa
9.1
Antologi fiksi romantis modern ini merangkum deretan kisah cinta dewasa yang penuh gairah dan emosi mendalam. Melalui sudut pandang berbagai karakter lintas profesi, pembaca diajak menelusuri hubungan intim yang sarat konflik tajam antara protagonis dan antagonis. Selain menyajikan ketegangan yang memikat, setiap cerita pendek di dalamnya juga dirancang untuk memberikan wawasan berharga mengenai dinamika asmara sekaligus menyampaikan pesan moral yang mendalam bagi pembaca.
Sampul Novel Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian
9.8
Hidup Angga berubah total setelah patah hati menyerangnya. Akibat rencana gila Doni, ia harus menemani Riri, sepupu temannya sendiri, hingga kehilangan keperjakaannya dalam sebuah malam tak terduga. Menyadari potensi besar Angga, Doni menawarinya pekerjaan sebagai penghibur para wanita kesepian. Walau awalnya Angga menolak karena merasa tak berbeda dengan gigolo, bayaran yang melimpah serta bakatnya sebagai pemuas hasrat membuatnya tak mampu mundur dari dunia baru tersebut.
Sampul Novel Tersegel Dalam Dunia Palsu
8.6
Akibat kelicikan ibu tiri dan saudarinya, Vivienne terjebak dalam pernikahan paksa dengan pria yang tampak tak berdaya. Namun, di balik kelemahannya, sang suami ternyata seorang presiden direktur yang sangat berkuasa. Begitu kedok tersebut terbongkar, Vivienne menyadari adanya kebohongan besar. Kini, ia harus menghadapi berbagai rahasia gelap sang suami serta intrik berbahaya yang mulai mengancam kehidupan pernikahan mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan