APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menantu Dari Kota

Menantu Dari Kota

Dunia mewah Shafiyah runtuh setelah suaminya terkena PHK akibat skandal korupsi saham di tempat kerja. Kehilangan segalanya, mereka terpaksa memulai hidup baru dari nol di sebuah desa. Di sana, Shafiyah harus tinggal bersama mertua yang sangat kolot. Saat suaminya bekerja keras sebagai petani, ia pun berjuang keras menyesuaikan diri dengan kehidupan pedesaan yang sederhana. Sanggupkah Shafiyah bertahan melewati segala tekanan di lingkungan barunya ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Jam setengah enam pagi, Shafiya pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur. Mertuanya sibuk di sawah, sementara Gandi menemui Marwan--juragan sawah di desa ini.

Agak rempong, say. Shafiya memakai baju sabrina crop top lengan panjang warna hitam. Untuk bawahan dia memakai jeans biru, sepatu sneakers putih dan tak lupa topi anti badai motif bunga. Semprot parfum ke seluruh tubuh, selesai deh. Tinggal cus jalan kaki melewati gang menuju jalan raya. Last, menunggu angkot atau bis bersama penumpang lainnya.

Kenapa enggak pakai motor?

Udah dipakai sama Gandi. Motor mertua ada sih ... tapi Shafiya gak bisa bawa motornya. Yang ada nabrak orang nanti, atau masuk selokan. Tolong dong jemput Shafiya pakai mobil lamborghini. Ngelunjak dikit gak ngaruh.

"Anjir, gue lupa bawa kacamata," gumamnya pelan.

Shafiya menggerutu setelah memeriksa tas sling bag miliknya tidak ditemui benda tersebut. Kacamata oh ... kacamata. Di mana kah engkau berada?

Walah, mau ke pasar atau pantai, Neng? Ribet bener.

Ibu-ibu di sebelahnya berbisik satu sama lain. Shafiya tebak, mereka tengah membicarakannya. You know lah warga Konoha ini. Kagak afdol tanpa gibah, guys.

Mungkin dalam benak mereka, Shafiya mau ke pasar aja rempongnya minta ampun. Ya, masa mereka tau sih semisal dirinya mau ke pasar?

Tring

Suara notifikasi pesan berasal dari ponselnya.

Mas Gandi.

Huh, kebetulan sekali.

[Pulangnya telepon Mas, ya? Biar tak susulin langsung ke pasar.]

Uwuw, so sweet nya suami Shafiya.

Tin tin

"Eh, Kun*u*," ceplos Shafiya dikarenakan kaget ketika Pak supir angkot membunyikan klakson mobilnya.

"Geulis-geulis latah ai si Eneng," tawa supir angkot mengudara membuat Shafiya mengerucutkan bibirnya.

Berusaha jadi perempuan cool, Shafiya mengibaskan rambutnya. Dengan tubuh dibuat lenggak-lenggok, dia membuka pintu depan, duduk sampingan sama supir. Kebetulan masih kosong.

"Berangkat, Bang. Keburu panas nih," keluh Shafiya sambil menyeka keningnya menggunakan tisu.

"Siap Neng geulis," jawabnya seraya hormat. Lucu deh Abangnya. Tapi, masih gantengan Gandi--suaminya.

Baru satu menit, Shafiya mengoceh tiada henti. Sang supir mengucap istighfar dalam batinnya sebab bukan Shafiya saja yang rempongnya kebangetan.

"AC nya mana dah, Bang?" Shafiya celingukan kesana-kemari.

Dia berdecak pelan, "Lih, kok enggak pakai pengharum kendaraannya?"

"Sebel ih, Bang supirnya diem aja. Malah cuekin gue," cebiknya sambil bersedekap dada.

"Eits, kursi depan khusus Shafiya seorang. Enggak boleh ada yang naik lagi," tegasnya kala ada penumpang mau membuka pintu depan.

Enak saja.

Shafiya gak mau dempet-dempetan.

Yang bener aja, rugi dong.

***

"Ada ayam, Bu?" tanya Shafiya saat baru sampai di pasar.

Pertama kali, dia mendatangi tukang penjual ayam.

"Aya, Neng. Meni seer kie pan. Mangga bade naona? Pimping, sirah atanapi dada montok?" cerocos Ibu tersebut tanpa jeda.

Shafiya senyum kikuk. Menggaruk alisnya yang tidak gatal karena tidak paham ucapan Ibu penjual ayam.

"Just speak Indonesian, please?"

Anjir lah, gue sok Inggris.

"Oke, sorry Miss,"

Ups, Shafiya mau ngabrut alias ngakak brutal.

"Mau paha, dada?" tanyanya lagi.

"Hem," dehem Shafiya seraya mengetuk dagunya dengan jari telunjuk, "bahu aja, Bu. Lagi butuh sandaran soalnya,"

"Waduh, bisa aja si enengnya,"

"Bercanda, Bu," sahut Shafiya, "itu aja deh, bagian paha dua puluh kilo. Terus dadanya lima kilo,"

Ibunya melotot sebab terkejut, "Masya Allah tabarakallah. Mau ada acara apa emangnya? Meni seer pisan?"

Bertanya sembari memotong daging ayang begitu lihainya.

"Hajatan tah?" sambungnya.

"Bukan. Buat persediaan selama satu bulan," jawab Shafiya enteng juga polos.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aisyah (Kisah Pilu Gadis tak Beribu)
8.7
Dunia Aisyah runtuh sejak ibunya tiada dan sang ayah bersikap dingin. Di tengah impitan ekonomi dan hampa kasih sayang, gadis piatu ini harus berjuang mandiri demi menggapai impiannya. Beruntung, sebuah pesan penyemangat di buku harian peninggalan sang ibu menjadi pelita yang menguatkan langkahnya. Aisyah yakin masa-masa sulit ini akan berganti keindahan. Ikuti kisah perjuangan menyentuh hati Aisyah dalam menjemput kebahagiaan hidupnya.
Sampul Novel Amnesia
7.9
Saat tersadar, aku hanya merasakan kekosongan yang membingungkan. Kamar tempatku berada dan orang-orang di sekitarku yang memandang penuh cemas terasa sangat asing. Ingatanku benar-benar terhapus tanpa menyisakan petunjuk tentang lokasi ini atau siapa mereka sebenarnya. Bahkan ketika menatap cermin, aku tidak mengenali sosok yang terpantul di sana. Aku telah kehilangan jati diriku sepenuhnya dan terjebak dalam misteri identitas yang lenyap.
Sampul Novel Balas Dendamnya Adalah Kecerdasannya
9.4
Evelin kerap dikucilkan keluarganya bagai itik buruk rupa. Namun, takdir berbalik saat CEO Carlos justru memilih menikahinya, bukan sang saudari tiri yang sempurna, Paramita. Di balik cemoohan khalayak, Evelin membuktikan dirinya bukan gadis biasa dengan mengungkap rahasia besar bahwa ia adalah pakar keuangan, genius AI, sekaligus penyembuh ajaib. Saat para pembenci berlutut meminta maaf, Carlos pun menunjukkan pesona sejati Evelin yang memikat dunia.
Sampul Novel Cinta Kita Sudah Sampai Ujung
8.5
Vanesa akhirnya menyadari pernikahan kontrak lima tahunnya dengan Steven adalah kebohongan besar setelah mengetahui anak yang diasuhnya merupakan anak kandung suaminya dengan wanita lain. Saat sang madu membawa surat cerai di tengah kabar kehamilannya, Vanesa memilih pergi dan mengembalikan anak itu. Mengabaikan masa lalu, ia bangkit menjadi wanita mandiri yang kaya raya. Penyesalan pun datang dari keluarga pencela hingga Steven yang mabuk dan menolak meresmikan perceraian mereka.
Sampul Novel Impian untuk Rian
9.5
Bagi Rian, eksistensi Anara yang periang dan bermata binar adalah poros kebahagiaan hidupnya. Kehadiran gadis itu kini telah menjadi sandaran utama yang amat ia butuhkan. Namun, sebuah keraguan besar mulai membayangi hubungan mereka. Apabila takdir membuat Anara pergi dari sisinya, sanggupkah Rian bertahan dan melangkah maju secara normal, atau ia justru akan selamanya terperangkap dalam kepedihan memori masa lalu?
Sampul Novel Kau Tak Pernah Mencintaiku
9.3
Pernikahan Aurora dengan Leandro, seorang pengusaha sawit kaya raya, terasa hampa tanpa cinta. Di balik kemewahan hidupnya, Aurora harus menahan siksaan dari ibu mertua yang dominan serta kekejaman adik iparnya, tanpa pernah dibela oleh sang suami. Kepedihan ini kian mendalam saat kakak kandungnya sendiri, Ravela, datang dan merayu Leandro. Jiwa Aurora benar-benar hancur ketika ia memergoki Ravela keluar dari kamar suaminya di suatu malam.