APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menaklukan CEO tampan

Menaklukan CEO tampan

Sejak kepergian sang ayah, Clara harus membanting tulang sebagai admin demi menghidupi ibu dan kakaknya sembari tetap kuliah. Beban hidupnya kian berat akibat tekanan dari CEO yang arogan serta kepedihan mendalam setelah dikhianati oleh kekasihnya yang playboy. Bertekad mengubah takdir keuangan keluarga, Clara iseng mendaftar ke biro jodoh untuk mencari pria mapan. Mengejutkan, sosok yang ia temui di sana justru bosnya sendiri. Clara pun kini bertekad memikat hati sang CEO tampan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab 3.

Mobil CEO tadi sudah pergi meninggalkan halaman parkir. Enak banget jadi Direktur, makan siang boleh keluar gedung. Pergi ke tempat mana saja yang di sukainya.

Baru saja CEO tadi meninggalkan kantor, datang seorang wanita seksi berdandan menor. Ia menegur Mbak Caterine, lalu menanyakan keberadaan CEO tersebut.

"Permisi, saya ingin bertemu dengan Tuan Calvin! Dia ada di mana ya?" tanya wanita itu padaku.

"Oh, maaf, Mbak! Tuan Calvin baru saja keluar untuk makan siang," jawabku.

"Oh-shiitt!" wanita itu langsung menggerutu.

"Kamu karyawan baru, ya?" selidiknya.

"Iya, Mbak," jawabku.

"Cla ... yuk ke kantin, di tunggui dari tadi kok malah ngobrol di sini!" Miss Caterine menarik tanganku sambil menyimpan hape di kantong roknya.

"Iya, Miss," sahutku lalu berlari kecil di belakangnya.

"Ngapain sih kamu ladeni wanita itu?" Miss Caterine sewot.

"Memangnya siapa wanita itu, Miss?" tanyaku sambil mensejajari langkahnya.

"Dia itu wanita penggoda! Mantan pacar Tuan Calvin," jelasnya.

"Oh-kira-in mantan istri," celetukku pelan.

"Enggak-lah, Tuan Calvin itu masih muda. Kan sudah Miss bilang usia-nya lebih sedikit dari kamu," jelasnya panjang lebar.

"Udah-ah, yuk, makan! Dari tadi membahas tentang dia terus!" ucapku.

Aku dan Miss Caterine memesan dua porsi nasi ayam sambal ijo plus dua gelas es lemon tea. Tak sampai sepuluh menit, pesanan sudah datang, kami makan dengan lahapnya.

Kali ini entah kenapa napsu makanku jadi mengebu-gebu. Kalau sedang banyak tugas atau pikiran, tak biasanya aku seperti ini. Sekarang aku sedang sibuk menyusun skripsi.

Butuh waktu khusus untuk menyelesaikan tugas akhir. Kadang sampai di rumah, sudah lelah dan mengantuk sekali. Tak sempat lagi memegang makalah untuk di ketik melalui laptop. Memang benar kata Mama, jangan sampai kuliahku terabaikan karena bekerja.

Habisnya hendak bagaimana lagi, kalau mengharapkan hasil dari toko peninggalan Papa saja, tak mencukupi. Belum lagi Kak Roy yang sering ambil uang seenaknya di toko.

Sejak Papa pergi untuk selamanya, sifat kakakku berubah drastis. Ia sering mabuk dan jarang pulang. Mobil butut peninggalan Papa sempat di gadaikannya karena kalah berjudi.

"Hey, Cla, makan kok sambil melamun sih?"

"Eh-oh iya, saya minta maaf, Miss!"

Miss Caterin membuyarkan lamunanku, ia heran, kenapa sekarang aku sering melamun.

Aku jelaskan padanya perihal Kakakku, yang sering menyusahkan Mama. Seenaknya minta uang untuk mentraktir pacarnya.

"Yuk, waktu istirahat kita sudah habis!" ingat Miss Caterine. Setelah membayar makanan yang kami makan, aku dan Mbak Caterine meninggalkan kantin.

******

Ketika berjalan menuju lift, dari jauh ku lihat di depan pintu masuk, terdengar suara berisik

Aku berhenti melihat ke arah suara tersebut. Ternyata wanita seksi dan CEO angkuh itu sedang berbicara, sepertinya mereka sedang berdebat. Miss Caterine mencolek lenganku sambil berbisik, "CLBK!"

"Apa-an CLBK, Miss?" tanyaku kepo.

"Cinta Lama Belum Kelar!" sahutnya sambil cekikikan menutup mulut.

Aku mendengar berdebatan mereka, karena jarak kami hanya dua meter dari pintu depan.

"Lebih baik kamu pulang sekarang, Elsa! Gak malu di dengar orang!" usir CEO tersebut.

"Aku gak mau pulang! Sebelum kamu terima aku lagi!" jawab wanita itu sewot.

"Hubungan kita udah selesai, Elsa!" ucap CEO itu dengan tegas.

"Kamu sendiri yang meninggalkan aku, demi lelaki lain! Kamu lupaa!" teriak CEO di telinga wanita itu. Wanita yang bernama Elsa itu langsung terdiam. Ia mengeluarkan tisu kecil dari tas brandednya, lalu mengusap sudut matanya yang basah. Ia mulai menangis terisak-isak.

"Ma-afkan aku, Calvin! Aku me-mang sa-lah!" iba-nya dengan suara terbata-bata.

"Sudah-lah, lebih baik kamu pulang! Aku sedang banyak kerjaan!" ucap CEO itu dengan suara pelan.

Begitu CEO  meninggalkan wanita itu, kami langsung balik badan, pura-pura mengantri di depan lift. Pintu lift terbuka kami segera masuk dan CEO itu sudah ada di belakang kami, ia ikutan masuk. Aku menyapanya sambil menundukkan kepala.

Seperti biasa Miss Caterine sibuk dengan hape di tangannya. Kami saling diam, sampai tombol di pintu lift terbuka menunjukkan lantai tiga. CEO tersebut menyimpan hape ke dalam sakunya kemudian berlalu seiring tercium wangi parfum khas lelaki.

Diam-diam, aku mulai mengagumi pribadi CEO yang sombong ini. Walaupun gayanya angkuh, tapi mendengar pertengkarannya dengan wanita tadi, aku jadi terenyuh.

Cowok sekaya dan setampan ini, masih bisa di sakiti oleh wanita tersebut. Ia tak punya waktu untuk memanjakan dan menuruti semua keinginan wanitanya. Itu cerita yang ku dengar dari Miss Caterine.

Wanita seksi itu sering datang ke kantor untuk melepas kangen. Profesinya sebagai model membuatnya banyak di gandrungi kaum lelaki. Baik di dunia maya maupun dunia nyata.

Sementara CEO ganteng ini, lebih suka menghabiskan waktu di kantor hingga menjelang Magrib. Padahal jam pulang kantor sampai pukul lima sore saja.

*******

Semua karyawan tak ada yang berani mengusik wanita seksi itu. Miss Caterine sering menemani wanita tersebut menunggu CEO, kalau beliau sedang keluar kantor. Dan mengalirlah cerita dari mulut wanita itu tentang hubungan percintaan mereka.

Sampai wanita itu digosipkan selingkuh dengan seorang model senior. CEO yang sombong ini langsung murka. Ia menangkap basah wanita bernama Elsa ini di sebuah hotel. Ia terlibat kasus prostitusi online. Aku menarik napas dalam, mendengar semua cerita Miss Caterine.

"Seperti kisah di sinetron, ya, Miss!" ucapku.

"Miss yakin, CEO tersebut masih cinta dengan kekasihnya. Tapi kasus prostitusi itu sudah mencoreng nama baik keluarga CEO. Hubungan mereka tak mungkin di teruskan!"

"Kasus yang memalukan, pasti di kenang seumur hidup oleh masyarakat," ucapku.

"Padahal penghasilan sebagai model, sudah lebih dari cukup. Tapi kenapa wanita jaman sekarang lebih memilih cari selingan sebagai wanita panggilan," celetukku.

"Gaya hidup wanita sosialita seperti itulah. Berapa saja uang yang mereka punya, tak pernah bisa menutupi kebutuhan hidup yang glamour," cecar Miss Caterine.

"Cla ... kalau nanti, kamu jadi orang kaya dan terkenal, hiduplah sederhana, bergayalah sewajarnya. Jangan ikuti napsu dunia," pesan partner sekaligus atasanku ini.

"Iya, Miss," sahutku pelan.

"Memang benar kata Mama Saya, Miss! Demi uang orang sering menghalalkan segala cara."

"Aihh, kita kok jadi membahas masalah pribadi mereka, ya," kata Miss Caterine sambil tepuk jidat.

"Habisnya mereka bertengkar di lingkungan kantor. Gimana gak jadi bahan rumpi-an kita!"

"Hati-hati, Cla! Entar kamu jatuh cinta beneran loo, dengan CEO galak itu." ingatnya.

"Haa-haa, emang CEO itu tipe-nya seperti saya ya, Miss?" Aku ingin dengar penilaiannya.

"Ihh, siapa tau CEO merasa cocok! Kamu kan gadis pintar!" pujinya.

"Ahh, Miss bisa aja deh," aku tersipu malu.

"Harusnya kamu aminkan doa saya, jangan ragu seperti itu," ucapnya sambil terkekeh.

Tiba-tiba aku jadi optimis dengan ucapan Miss Caterine. Walaupun aku hanya gadis sederhana, ekonomi keluarga juga pas-pasan. Mama seorang single parents. Jauh banget di bandingkan dengan kehidupan CEO ini.

Akan tetapi, aku berhak punya mimpi seperti wanita di luar sana. Ingin punya masa depan yang tinggi, setinggi cinta yang ingin kugapai. Apa mungkin semua itu berjalan sesuai harapan.

Bersambung ....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 10 Miliar Menjadi Pelakor
8.3
Demi membiayai operasi ginjal sang ayah, Calla terpaksa mendatangi sebuah klub malam. Di sana, ia bertemu Lucian Donovan yang menawarkan uang 10 miliar rupiah. Syaratnya, Calla harus merusak pernikahan Caspian Hawthorne. Calla terkejut saat tahu Caspian adalah pria culun yang dulu ia abaikan sewaktu SMP. Kini, Caspian telah menjelma menjadi miliarder dingin yang berkuasa. Terdesak kemiskinan, Calla pun bimbang memilih antara harga diri atau menjadi pelakor demi bertahan hidup.
Sampul Novel Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat
9.6
Setelah kembali ke keluarga konglomeratnya, sang putri kandung mendedikasikan lima tahun hidupnya untuk mengejar Julian Jetarsa, pria yang pernah membelanya. Meski berhasil menjadi tunangannya, ia justru terus direndahkan karena dianggap tidak memiliki tata krama kelas atas. Puncaknya, saat kakek yang membesarkannya sekarat, Julian menolak membantu demi memberinya pelajaran agar bersikap lebih baik. Kematian tragis sang kakek dalam kondisi tak berdaya akhirnya memadamkan seluruh rasa cintanya.
Sampul Novel Menantu Hina Ternyata Kaya Raya
8.5
Randi kerap direndahkan dan diperlakukan buruk oleh mertuanya yang buta akan jati dirinya. Di balik kesederhanaannya, ia sebenarnya adalah seorang miliarder dengan kekayaan melimpah yang tak terduga. Ketika status aslinya perlahan terbongkar, akankah kebencian keluarga sang istri berubah menjadi penyesalan mendalam? Simak perjuangan menantu yang tertindas ini membuktikan kuasa dan harta melimpah miliknya.
Sampul Novel Moments And Memories
9.6
Evelina, siswi pintar dan menawan yang menutup rapat hatinya, dipertemukan kembali dengan Nox Cyril. Meski Nox adalah pemuda kaya yang trauma masa kecilnya belum sembuh, Evelina justru hilang ingatan tentangnya. Hubungan mereka kian rumit dengan kehadiran Lucas si model top, Frans sang ahli IT, serta Owen pewaris medis. Dapatkah ingatan masa lalu Evelina kembali? Akankah perasaan terpendam mereka terungkap di balik rahasia lama?
Sampul Novel Perselingkuhan Liar Istriku
8.0
Bayu mengerahkan seluruh kemampuannya demi memicu gairah Dokter Mirza. Usai menanggalkan pakaian bawah sang dokter, jemari dan lidah Bayu mulai menjelajahi area sensitif wanita itu. Walau sempat merasa sesak akibat posisi yang menyulitkan, ia pantang menyerah demi menyuguhkan kepuasan tertinggi. Dokter Mirza yang terus mengerang hebat kini tak sanggup lagi membendung hasratnya. Bayu pun bergegas mempercepat ritme gerakannya demi mengantar sang dokter menuju puncak kenikmatan.
Sampul Novel The Letter I Wrote For You
8.4
Arshaka Januar memendam rasa cinta mendalam pada sahabatnya, Earlyta Camille, walau tahu perasaan itu salah dan tak berbalas. Namun, melihat Earlyta sangat menderita dalam pernikahan yang menyiksa memicu hasrat Arshaka untuk merebutnya. Meski yakin mampu memberikan kehidupan yang jauh lebih membahagiakan, Arshaka didera kenyataan pahit bahwa dirinya mungkin bukanlah sosok yang bisa menjadi sumber kebahagiaan sejati bagi wanita tersebut.