APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Memikat Hati Pangeran Kelas

Memikat Hati Pangeran Kelas

Vindreya Sanjaya, gadis ceria berusia 17 tahun yang sedikit urakan, bertekad memikat dua pangeran kelasnya. Mereka adalah Kenzo yang dingin dan antisosial, serta Elvano yang populer dan berbakat seni. Perjuangan cinta Vindreya diwarnai aksi jenaka hingga situasi berbahaya yang mengancam nyawa. Saat takdir mendekatkan mereka, Kenzo dan Elvano justru jatuh hati padanya. Terjebak cinta segitiga rumit, mereka harus memilih antara pengorbanan atau kebahagiaan.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Si--siapa lagi kamu? Argh! Kenapa banyak banget orang asing di sini?” Vindreya mulai frustasi.

Gadis di balik cermin itu tersenyum menahan tawa. “Tenang, Vindreya. Jangan sampai semua keanehan ini buat kamu jadi gila. Sebelumnya perkenalkan nama aku Hansa.”

“Hansa? Siapa lagi itu?”

“Aku akan jadi kunci dari semua memori masa lalu kamu.”

“Hah? Maksud kamu?”

“Aku yang akan ngasih tau kamu siapa sebenarnya orang-orang asing yang kamu temui di sini. Aku akan ngasih tau kamu apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa kamu nggak bisa ingat apapun.”

“Jadi, kamu tau semuanya? Ya, udah. Ayo, kasih tau aku sekarang.”

Gadis di balik cermin yang bernama Hansa itu tertawa manis. “Ini belum saatnya, Vindreya. Masih terlalu cepat bagi kamu untuk mengetahui semua kebenarannya.”

Vindreya mulai kesal. “Kalo ini belum waktunya kamu ngasih tau yang sebenarnya sama aku, kenapa kamu muncul sekarang? Kenapa kamu bilang bahwa kamu tau semuanya sekarang? Kenapa nggak nanti aja saat waktu yang tepat itu tiba?”

“Supaya kamu tau bahwa ada seseorang yaitu aku yang bisa bantu kamu suatu saat nanti. Supaya kamu ngerasa lebih tenang dan nggak keburu depresi ada di dunia asing ini.”

“Jadi, kamu tau ‘kan siapa itu Kenzo sebenarnya?”

Hansa mengangguk sambil tersenyum.

“Siapa dia? Dia beneran suami aku? Tapi, coba kamu liat wajah aku ini. Kok kayaknya masih terlalu muda untuk jadi seorang istri? Begitu pun dengan Kenzo. Bukannya kami lebih cocok jadi siswa SMA? Iya, ‘kan? Bahkan kamu juga kayaknya seumuran sama kami.”

“Vindreya, udah aku bilang ini belum saatnya kamu tau yang sebenarnya. Cukup nikmati aja. Menjadi istri Kenzo adalah kemauan kamu.”

“Hah? Kemauan aku? Tapi gimana bisa ….”

Tiba-tiba Hansa menghilang dari balik cermin, entah ke mana perginya. Sekarang yang bisa Vindreya lihat di cermin hanyalah wajahnya. Wajah itu tampak begitu gelisah dan bingung ketika kembali teringat bagaimana gadis bernama Hansa secara ajaib muncul dari balik cermin. Apakah Hansa adalah makhluk halus? Atau justru malaikat?

“Menjadi istri Kenzo adalah kemauan aku?” tanya Vindreya.

Jika memang menjadi istri Kenzo adalah keinginan Vindreya, lalu mengapa dia tidak bisa mengingat sedikit pun tentang Kenzo? Ah, ya sudahlah. Itu artinya untuk saat ini Kenzo memang benar bahwa Vindreya baru saja mengalami kecelakaan dan kehilangan ingatannya.

Setelah dibuat bingung oleh kehadiran Hansa, Vindreya keluar dari kamar mandi lalu berjalan menuju dapur. Di sana, dia melihat Kenzo tampak sedang terburu-buru menyajikan makanan di atas meja.

Merasa ada seseorang di dekatnya, Kenzo mendongakkan kepalanya dan mendapati Vindreya sedang berjalan ke arahnya.

“Hai, Sayang,” sapa Kenzo ramah.

Kenzo berjalan cepat menghampiri Vindreya yang masih sekitar 1 meter lagi untuk tiba di meja makan. Laki-laki itu berdiri di belakang Vindreya lalu memegang lembut pundaknya dan mendorongnya hingga akhirnya duduk di depan makanan yang masih sedikit berasap itu.

“Ayo, dimakan,” suruh Kenzo, masih dengan senyum ramahnya.

Vindreya mengangguk pelan. Dia melihat ada yang aneh dengan suaminya itu yang tampak terburu-buru seperti ada sesuatu yang sedang dikejar.

Vindreya mulai memasukkan suapan pertama ke mulutnya. Dia mengunyahnya dengan pelan sambil beberapa kali melihat Kenzo yang terus saja memandangnya.

“Kamu nggak makan?” tanya Vindreya.

Kenzo tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

Vindreya masih belum berani berbicara banyak pada Kenzo. Gadis itu kemudian kembali memasukkan suapan kedua ke dalam mulutnya. Di sisi lain, Kenzo melihat jam tangannya lalu melihat dengan khawatir ke luar jendela.

“Ada apa, Kenzo?” tanya Vindreya.

Kenzo kembali melihat Vindreya lalu tertawa kecil. “Liat ini jam berapa. Jam setengah 9 pagi.”

“Hm? Jadi?”

Kenzo tertawa kecil lagi. “Aku kerja, Sayang.”

“Oh, ya udah. Kalo gitu kamu berangkat aja sekarang.”

“Setelah kamu makan baru aku berangkat.”

“Eh, nggak apa-apa. Kamu berangkat aja sekarang. Aku ngerasa nggak enak kalo kamu telat.”

Kenzo tersenyum hangat. “Ya, udah kalo kamu udah nyuruh gitu.”

Kenzo beranjak dari kursinya lalu berjalan ke sebelah Vindreya kemudian mengecup kening istrinya itu. “Aku berangkat, ya.”

Vindreya agak terkejut lalu mengangguk pelan dengan perasaan kikuk.

Sudah sekitar 4 jam yang lalu Kenzo pergi dan masih belum pulang hingga sekarang. Vindreya duduk di sofa sendirian sambil menonton TV, tentunya masih dengan perasaan asing pada sekitarnya.

Bugh!

Vindreya terperanjat kaget dengan kepalanya yang spontan menoleh ke sisi kanannya, asal suara itu. Sepertinya ada sesuatu di halaman rumahnya.

“Apa itu Kenzo?” tanya Vindreya pelan.

Vindreya beranjak dari sofa lalu berjalan pelan keluar dari rumah. Di luar, alisnya tiba-tiba merapat mendapati seorang lelaki asing yang tampaknya baru saja melompat dari atas pagarnya dan kini sedang membersihkan telapak tangannya yang tadi menyentuh tanah untuk menahan tubuhnya.

Vindreya lagi-lagi ketakutan. Dia berjalan mundur dengan pelan, mencoba tidak menciptakan sedikit pun suara.

“Hai, Vindreya,” sapa laki-laki asing yang rupanya sudah lebih dulu melihat Vindreya itu.

Vindreya refleks menghentikan langkah kakinya lalu melihat dengan kaku pada laki-laki asing itu.

Laki-laki itu berjalan sampai akhirnya dia tiba tepat di depan Vindreya. “Kenzo nggak ada di rumah, ‘kan?” tanyanya sambil mendongakkan kepalanya ke dalam rumah Vindreya.

Vindreya hanya mengangguk kaku.

“Huh. Bagus, deh. Jadinya, kita bisa berduaan tanpa perlu ada yang ganggu.”

“Ka--kamu siapa?”

Laki-laki itu tersenyum getir. “Kamu jadi nggak ingat sama aku kayak gini gara-gara dia, Vin. Apa aja yang tersisa di ingatan kamu?”

Vindreya menatap bingung sampai akhirnya dia menggeleng.

“Nggak ada apapun yang bisa kamu ingat, ya? Kenzo itu bener-bener kejam.”

Alis Vindreya merapat. Bagaimana bisa Kenzo yang selalu bersikap ramah dan hangat itu disebut kejam oleh laki-laki asing ini?

Laki-laki itu meraih kedua tangan Vindreya dan menggenggamnya erat. “Vindreya, aku adalah Elvano, tunangan kamu.”

Deg!

Vindreya spontan menarik tangannya. Keanehan apa lagi ini? Setelah suami, sekarang tunangan?

“Ta--tapi aku udah bersuami. Nggak mungkin aku punya tunangan lagi,” elak Vindreya yang memang saat ini sedang mencoba untuk percaya bahwa Kenzo adalah suaminya.

“Bersuami? Oh, aku tau. Pasti Kenzo bilang ke kamu kalo dia adalah suami kamu, ya?”

Vindreya mengangguk.

“Vin, cowok itu bohong. Dia bukan suami kamu. Satu-satunya kekasih kamu adalah aku. Kenzo bukan siapa-siapa kamu.”

“Kenzo bilang aku kecelakaan dan hilang ingatan.”

“Dia bohong, Vin. Nggak ada satu pun tentang Kenzo yang bener. Kamu tau? Dia adalah orang jahat yang sengaja nyulik kamu dari aku, cuci otak kamu sampai kamu lupa semuanya, dan mengaku bahwa kalian adalah sepasang suami istri. Tapi, kayak yang aku bilang tadi bahwa dia bohong.”

“Gimana caranya aku percaya sama kamu? Apa buktinya kalo semua yang kamu bilang itu adalah kebenarannya?”

“Nggak ada satu pun bukti yang bisa ngasih tau kamu kebenarannya kecuali perasaan kamu sendiri.”

“Berarti yang bener adalah Kenzo.”

“Hah? Kok bisa dia yang bener? Udah aku bilang dia itu pembohong, Vin.”

“Tadi kamu bilang aku harus percaya sama perasaan aku karena itu adalah satu-satunya bukti kebenarannya, ‘kan? Meskipun masih ngerasa asing, tapi ada perasaan nyaman yang aku rasain saat ada di deket Kenzo.”

“Kalo hanya tentang perasaan nyaman, aku juga bisa kasih itu untuk kamu, Vin. Ayo, ikut aku. Kita buktiin bahwa kamu juga akan ngerasa nyaman sama aku.”

Elvano tiba-tiba menarik tangan Vindreya lalu membawanya masuk ke dalam rumah kemudian mengunci pintunya.

“Lho. Kamu mau ngapain?” tanya Vindreya kaget.

~bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Mengunci Keluarga Suamiku
9.0
Di hari jadi pernikahan mereka, sebuah rahasia kelam terungkap. Sang istri menemukan draf catatan kehamilan penuh kasih sayang di ponsel lama suamiku, James Vance, padahal dirinya tak pernah hamil. Meski James berdalih itu milik temannya, bukti foto USG atas nama Amelia Harper di folder sampah tak bisa berdusta. Menahan perihnya pengkhianatan ini, ia mencoba tenang dan langsung menelepon Margaret, sang ibu mertua. Kini, tabir misteri keluarga mereka mulai terbuka.
Sampul Novel Antara Aku, Dia, dan Masa Lalu
7.9
Saat Tia Lestari, teman masa kecil Andre Sonata, kembali dan mengambil tempat di kursi depan, aku memilih mengalah tanpa perlawanan. Aku duduk di baris belakang bersama Jimmy Tanusubrata, sahabat Andre. Guncangan mobil membuat lututku bersentuhan dengan paha Jimmy, tetapi kami berdua memilih diam. Ketika Andre menemani Tia ke toilet di area peristirahatan, pintu mobil tertutup dan Jimmy segera menciumku dengan intens. Momen intim ini membuatku menyadari kebenaran tak terbantahkan tentang pria.
Sampul Novel Bayangan Cinta di Kota Tua
9.7
Mencari inspirasi di kota tua bersejarah, fotografer Sofia yang patah hati bertemu Adrian, penulis misteri yang duka akibat kematian istrinya. Meski dibayangi masa lalu masing-masing, ikatan emosional mulai tumbuh di antara mereka. Namun, kehadiran mantan kekasih Sofia serta rasa bersalah Adrian mengancam hubungan tersebut. Melalui keintiman dan pengorbanan, keduanya belajar menyembuhkan luka lama demi membangun masa depan baru bersama.
Sampul Novel Malam Panas Bersama Mafia Dingin
9.6
Akibat pilih kasih ibunya, Amora Nouline selalu tersisih dari kakaknya, Alana. Ketika sang ayah jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar, ibu dan Alana justru tega memaksa Amora menjual dirinya. Demi menyelamatkan sang ayah, ia terpaksa menerima keputusan pahit itu. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang bos mafia yang dingin dan berkuasa. Di balik ketampanan pria tersebut, aura kejamnya membuat Amora dilingkupi ketakutan luar biasa malam itu.
Sampul Novel Pernikahan Berbayar Si Gadis Culun
7.8
Silia yang hamil di luar rencana mengambil langkah nekat dengan membayar kekasih sahabatnya agar mau menikahinya. Di luar dugaan, Roby yang tampan dan penuh perhatian menyetujui kesepakatan tersebut. Saat mulai hidup bersama, perasaan cinta perlahan tumbuh di antara keduanya. Namun, pernikahan ini menghadapi ujian berat saat Yesika, pacar asli Roby, serta Vatra yang merupakan cinta pertama Silia, hadir kembali dan mengacaukan hubungan mereka.
Sampul Novel Pilihan Yang Membawa Petaka
8.9
Kehidupan Nerissa, mahasiswi S2 berprestasi, runtuh seketika setelah tabungannya digondol oleh saudara tirinya sendiri. Terdesak kebutuhan kuliah dan magang, ia mengambil langkah ekstrem dengan mendekati miliarder sekaligus CEO berkuasa, Leonard Alaric. Kesepakatan awal yang hanya untuk satu malam berubah menjadi petaka saat Leonard terobsesi dan mulai mendominasi hidupnya. Kini, Nerissa terjebak dalam kemewahan yang mengekang dan harus memilih: tunduk atau berjuang bebas.