APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Melepas Masa Lalu

Melepas Masa Lalu

Hubungan lima tahun Lisa Garta mendadak berubah setelah ia menagih utang kepada Kelly, keponakan tunangannya sendiri. Keesokan harinya, sang tunangan justru menyodorkan buku catatan pengeluaran yang merinci setiap biaya selama mereka berpacaran, mulai dari es krim murah hingga barang mewah dan akomodasi hotel. Setelah dikurangi pinjaman Kelly sebesar 200 juta, Lisa dituntut untuk melunasi sisa utang sebesar 4,16 miliar rupiah dalam waktu satu bulan saja.
Bab
Bagikan

Bab 4

Lisa bermimpi panjang.

Dalam mimpinya, Kelly belum pulang, dia dan Gavin masih adalah sepasang kekasih muda yang sedang dimabuk cinta.

Gavin mengajaknya bertemu dengan teman-teman, memamerkan keberadaannya, seolah-olah dia adalah segalanya bagi Gavin.

Bahkan menemaninya pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi ibunya, berusaha untuk menyenangkan ibunya dan memantaskan diri sebagai seorang menantu.

Melalui begitu banyak hal yang dilakukan oleh Gavin, dia pun hanyut dalam cinta.

Lisa mengira hubungan mereka akan membuahkan hasil.

Hingga sebaskom air es mengguyurnya dan membasahi pakaian tipisnya, rasa dingin menjalar ke sekujur tubuhnya dan membuatnya merinding.

Dia terbangun dari mimpi.

Gavin duduk di kursi sambil menatapnya dengan tajam. "Kamu harus bersyukur Kakek sudah terbebas dari bahaya. Kalau nggak, nyawamu sudah melayang di meja operasi."

"Tapi, sebelum Kakek sadar, renungkan kesalahanmu di sini dan siap-siap untuk donor darah kapan saja."

Kepalanya berdengung dan bulu kuduknya berdiri.

Ruang isolasi ini adalah tempat di mana Gavin menangani musuh-musuhnya. Banyak nyawa yang terkubur di sini, tidak terlihat sedikit pun paparan sinar matahari, bahkan udara dipenuhi dengan bau darah.

Lisa pernah bercanda dengan Gavin. "Kalau suatu hari kita bermusuhan, kamu akan mengurungku dan menyiksaku di sini?"

Saat itu, Gavin menjawab dengan tegas, "Nggak akan, kita nggak akan bermusuhan."

Namun sekarang, hanya karena sebuah kebohongan konyol, Gavin memasukkannya ke tempat yang penuh dengan siksaan ini!

Lisa kecewa. Hatinya seolah-olah disayat dengan pisau.

Dia mengangkat wajah mungilnya sambil berkata, "Bukan aku yang dorong Kakek. Aku nggak pernah melakukannya, aku nggak salah, juga nggak perlu renungkan kesalahan di sini."

Lisa berusaha untuk bangkit, tetapi tubuhnya sangat lemas dan dia tidak sanggup bangun.

Gavin mendengus dingin. "Lisa, lempar batu sembunyi tangan, kamu memang hebat dalam hal ini. Tapi, aku nggak akan percaya pada omonganmu lagi!"

Setelah berkata demikian, dia berbalik pergi.

Lampu dimatikan, Lisa terperangkap dalam ruangan gelap yang dipenuhi dengan bau darah.

Rasa takut yang luar biasa memenuhi hatinya, Lisa berteriak dengan putus asa.

Saat tenggorokannya kering dan tidak sanggup berteriak lagi, pintu ruang isolasi dibuka dengan kuat.

Kelly menatap Lisa sambil berkata dengan nada menghina, "Wanita sialan!"

"Kalau bukan karena wajah kita mirip, Gavin bahkan nggak akan melirikmu!"

"Tapi, nggak apa-apa. Kalau aku menghancurkan wajahmu, kamu nggak akan bisa menggoda Gavin lagi!"

Kelly menggenggam erat pisau di tangannya, matanya dipenuhi dengan kecemburuan dan kebencian atas cinta yang tidak direstui. Dia mengayunkan pisau ke wajah Lisa.

Keinginan untuk bertahan hidup membuat mata Lisa memerah. Dia mengangkat tangannya untuk menangkis pisau itu, tetapi dia malah merasakan rasa sakit yang luar biasa.

"Lisa!"

Terdengar teriakan marah dari pintu.

Detik berikutnya, Lisa didorong ke tanah dengan kuat dan keningnya terbentur ke sudut dinding.

Hal yang lebih menakutkan adalah dia menimpa sesosok tengkorak. Suara tulang yang hancur membuat kulit kepalanya kesemutan, dia langsung berteriak ketakutan.

Namun, hal yang sulit dipercaya adalah Kelly menusukkan pisau ke bahu kirinya dan berbaring di genangan darah.

"Lisa, aku datang selamatkan kamu, kamu malah ingin membunuhku ...."

Lisa tercengang.

Dia ingin menjelaskan pada Gavin bahwa dia tidak menyakiti Kelly.

Namun, Gavin lebih panik darinya. Gavin langsung membawa Kelly yang berlumuran darah ke rumah sakit dan memanggil dokter-dokter ternama untuk mengoperasi Kelly.

Kemeja putihnya terkena noda darah, lengannya berdarah karena bergesekan dengan pintu besi yang berkarat dan matanya memerah.

Dia panik, lemas dan tidak bertenaga ....

Dia bahkan mengusir sahabatnya yang datang untuk menghiburnya. "Pergi!"

Dia berlutut di dekat jendela sambil berdoa dengan tulus, "Kalau Kelly mati, aku nggak mau hidup lagi!"

Inilah Gavin yang belum pernah dilihat oleh Lisa.

Pintu ruang operasi tiba-tiba terbuka, perawat bergegas keluar. "Pasien mengalami pendarahan hebat, tapi persediaan darah di rumah sakit terbatas ...."

Gavin langsung menyisingkan lengan bajunya. "Ambil darahku! Golongan darah kami sama, aku bisa meyelamatkannya!"

"Kak Gavin, kamu gila?" Sahabatnya menghentikannya dengan kaget. "Cuma seorang wanita. Sekalipun kamu sangat mencintainya, pantaskah kamu berkorban untuknya?"

Tatapan Gavin sangat dingin dan menakutkan. "Kelly adalah orang yang paling kucintai, dia adalah nyawaku! Aku nggak bisa hidup tanpa dia!"

Operasi berlangsung selama satu hari satu malam, akhirnya Kelly berhasil diselamatkan.

Meski Gavin kehilangan banyak darah, dia sangat lega.

Dia mengosongkan seluruh rumah sakit dan meminta semua dokter untuk melayani Kelly seorang. Selain itu, dia juga terus berada di sisi Kelly.

Semuanya terharu melihat betapa mulianya cinta mereka.

Namun, Lisa malah teringat akan kematian ibunya yang tragis.

Ternyata Gavin dapat menentukan hidup dan mati seseorang.

Ironis sekali!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arrogant Husband
8.4
Demi menyelamatkan aset peninggalan ibunya dari kebangkrutan akibat utang besar, Alexa terpaksa menerima syarat gila Damian. Pria arogan yang membencinya itu bersedia membantu keuangan asalkan Alexa memberinya seorang anak. Meski diliputi kebencian, Damian tak mampu menahan obsesi gelap pada Alexa. Kini, Alexa yang keras kepala terjebak dalam hubungan penuh gairah dengan pria temperamental tersebut. Akankah pernikahan paksa ini berjalan sesuai rencana mereka?
Sampul Novel Dendam Anak Tiri
9.1
Kemiskinan dan hinaan masa kecil mengubah Alena menjadi sosok ambisius yang haus balas dendam. Ia bertekad menghancurkan keluarga ayah kandungnya yang kaya raya karena telah menelantarkannya. Di sisi lain, Alyssa, adik tirinya yang manja, tidak menyadari bahwa kehidupan mewahnya akan segera terusik. Pertemuan mereka memicu konflik besar saat rahasia persaudaraan terungkap. Akankah misi Alena berhasil atau justru berakhir duka bagi keduanya?
Sampul Novel KEPINCUT PAPA MUDA
8.2
Althea, dokter mandiri ahli waris kakeknya, iba pada anak kembar yang mengiranya ibu mereka karena sama-sama tumbuh dari orang tua tunggal. Saat terjerat konflik warisan dengan tantenya, Althea malah terpikat oleh Evander, ayah duda si kembar yang awalnya dingin. Hubungan unik mereka pun tumbuh penuh rintangan dan romansa manis.
Sampul Novel Mr. Right
8.8
Kehadiran Dean Carter dalam hidup Angelina Bale memicu dilema besar yang mengancam kedekatannya dengan Raquel Scott. Walau tahu persahabatan mereka dipertaruhkan, Angie tak kuasa membendung perasaan cintanya. Kini, ia berada di persimpangan jalan yang rumit, harus memilih antara loyalitas pada sang sahabat atau memperjuangkan belahan jiwanya. Langkah apa pun yang ia ambil kelak dipastikan akan menggoreskan luka mendalam bagi mereka bertiga.
Sampul Novel Ritual Birahi Digunung Keramat
8.5
Di puncak Gunung Keramat, Ujang terdiam saat Mbak Wati merapalkan mantra terakhir. Jantungnya berdegup kencang ketika tubuhnya direbahkan secara paksa. Inilah saat yang dinanti: sebuah upacara gaib yang menjadikan keperjakaannya sebagai persembahan. Tanpa ragu, ia rela mengorbankan kesuciannya demi imbalan kepuasan duniawi. Sambil tersenyum penuh damba, Mbak Wati merayap di atas tubuh Ujang yang kaku, memulai ritual penuh gairah dan misteri.
Sampul Novel Satu Malam, Dua Anak
8.8
Lima tahun usai keluarganya bangkrut, Melita terpaksa memisahkan putra kembarnya. Satu anak ia bawa, sementara yang lain ditinggal bersama sang ayah. Kini, Melita kembali sebagai influencer sukses, namun bayang masa lalu belum hilang. Mantan kekasihnya menyambutnya dengan dingin dan provokatif. Ketika bertemu anak di rumah pria itu yang sangat mirip putranya, Melita malah ditegur dengan ketus. Ia pun bertekad merebut anaknya dari pola asuh kaku sang mantan.