APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Melepas Masa Lalu

Melepas Masa Lalu

Hubungan lima tahun Lisa Garta mendadak berubah setelah ia menagih utang kepada Kelly, keponakan tunangannya sendiri. Keesokan harinya, sang tunangan justru menyodorkan buku catatan pengeluaran yang merinci setiap biaya selama mereka berpacaran, mulai dari es krim murah hingga barang mewah dan akomodasi hotel. Setelah dikurangi pinjaman Kelly sebesar 200 juta, Lisa dituntut untuk melunasi sisa utang sebesar 4,16 miliar rupiah dalam waktu satu bulan saja.
Bab
Bagikan

Bab 1

Setelah menagih utang dari keponakan tunangannya, keesokan harinya tunangannya memberikan sebuah buku catatan utang yang tidak pernah dilihat oleh Lisa Garta sebelumnya.

Buku itu mencatat setiap pengeluaran mereka selama lima tahun berpacaran.

Dimulai dari es krim seharga empat ribu hingga tas-tas mewah yang diberikan olehnya.

Bahkan biaya kamar hotel dan kondom pun tercatat di dalamnya.

"Aku akan menanggung separuh biaya kamar hotel. Setelah dikurangi 200 juta yang kamu pinjamkan untuk Kelly, kamu masih berutang 4,16 miliar padaku. Kukasih kamu waktu satu bulan untuk mentransfer uang ini ke rekeningku."

Gavin Sanjaya bersandar santai di sofa sambil menatap Lisa dengan sinis. Tatapannya yang asing membuat hati Lisa bergetar. "Kenapa? Nggak bisa bayar?"

"Waktu kamu tagih utang dari Kelly, waktu kamu mengancam dan menghinanya, kenapa kamu nggak berpikir begitu?"

Seketika, seluruh ruangan pribadi menjadi sunyi. Mata semua orang tertuju pada Lisa.

Kemudian, seseorang tertawa terbahak-bahak.

"Kak Gavin, Lisa begitu miskin, bagaimana mungkin bisa membayar 4,16 miliar padamu?"

"Dulu, dia nggak ragu untuk naik ke kasurmu. Menurutmu kali ini, dia akan menjual diri ke siapa untuk melunasi utangnya? Hahaha!"

"Bukannya cuma 4,16 miliar? Lisa, malam ini kalau kamu melayaniku dengan baik, aku akan memberimu 5 miliar!"

...

Gavin tersenyum tipis, dia menggoyangkan gelasnya dengan santai sambil berkata, "Itu bukan urusanku."

"Lisa, kalau kamu nggak bisa melunasi utangmu tepat waktu, aku akan menututmu."

Mendengar ucapan ini, wajah Lisa sontak memucat, hatinya seolah-olah ditusuk dengan pisau. Saking sakitnya, dia hampir berlutut di lantai.

Ini bukan pertama kalinya Gavin mempersulitnya karena Kelly Suwandi, keponakan Gavin yang baru pulang dari luar negeri.

Pertama kali, karena dia tidak menyiapkan makanan untuk Kelly tepat waktu, Gavin melarangnya makan selama tiga hari.

Kedua kali, karena dia tidak sengaja memecahkan tablet Kelly, Gavin memukul tangannya hingga patah.

Ketiga kali, karena Kelly kesal, Gavin menyuruhnya memakai kostum badut dan memecahkan batu dengan dadanya. Nyawanya hampir melayang.

...

Sekarang, hanya karena dia menagih utang 200 juta yang dipinjam Kelly, Gavin membawanya datang ke sini dan menghukumnya di depan banyak orang. Bahkan membiarkannya dipermalukan oleh sekelompok anak sultan.

Semua orang sangat menantikan adegan dia dipermalukan.

Namun, mengingat biaya pengobatan ibunya yang mahal, Lisa tersenyum dan menatap pria di samping Gavin.

"Selama aku melayanimu dengan baik, kamu akan memberiku 5 miliar?"

Pria itu sangat bersemangat. Dengan persetujuan Gavin, dia memanggil pelayan untuk membuka sepuluh botol minuman keras.

"Lisa, kalau hari ini kamu menghabiskan sepuluh botol minum keras ini, aku akan memberimu 5 miliar!"

Tanpa ragu-ragu, Lisa langsung meneguk sebotol minum keras. Kadar alkohol yang tinggi hampir membakar perutnya. Dia kesakitan hingga mengerutkan kening dan bercucuran keringat dingin.

Semua orang menatapnya dengan tatapan merendahkan, terutama Gavin.

Namun, Lisa tidak peduli.

Dia sangat kekurangan uang.

Bisa dibilang harga dirinya bukanlah apa-apa kalau dibandingkan dengan uang.

Setelah menghabiskan sepuluh botol minuman keras, mata Lisa sangat merah.

Dia mengulurkan tangannya pada pria itu sambil berkata, "Uang."

Pria itu menoleh ke arah Gavin sambil bertanya, "Kak Gavin, haruskah aku memberikan uang ini?"

"Tentu saja." Gavin mengangkat alisnya sambil tersenyum tipis. "Cuma uang kecil, anggap saja disedekahkan pada pengemis di jalanan."

Selembar kartu bank dilemparkan ke samping kaki Lisa. Dia membungkuk untuk mengambil kartu itu, lalu bergegas ke rumah sakit.

Dengan uang ini, operasi ibunya bisa segera dilangsungkan.

Namun, ketika dia tiba di rumah sakit untuk membayar biaya operasi, dokter berkata dengan nada menyesal, "Nona Lisa, Pak Gavin sudah perintahkan kami untuk menghentikan semua pengobatan ibumu, kami juga nggak berdaya."

Lisa merasa dunianya seolah-olah runtuh. Dia segera menelepon Gavin dan ingin memohon pada Gavin untuk menyelamatkan ibunya.

Namun, terdengar suara sinis dari sambungan telepon. "Bukannya dia baru dioperasi minggu lalu? Cuma melewatkan satu operasi, dia nggak akan mati."

"Anggaplah ini hukuman karena kamu membuat Kelly sedih."

Ketika panggilan diakhiri, terdengar suara nyaring dari dalam bangsal.

Garis di monitor yang semula bergelombang, tiba-tiba berubah menjadi garis lurus.

"Plak!"

Ponselnya jatuh ke lantai.

Mata Lisa memerah, dia menerjang ke samping ranjang.

Dia memegang tangan ibunya dengan gemetaran. Saking dinginnya, dia merasa sekujur tubuhnya diselimuti oleh es.

"Ibu ...."

"Ibu!"

Teriakan putus asa itu memecah keheningan di malam hari. Lisa berlutut semalaman dengan tatapan kosong.

Setelah sinar matahari menyinari bangsal, dia baru menerima kenyataan bahwa ibunya sudah meninggal.

Dokter menyerahkan sepucuk surat kepadanya sambil berkata, "Nona Lisa, ini adalah surat yang dituliskan oleh ibumu sebelum meninggal, harap tabah."

Isi surat itu sangat singkat, tetapi Lisa malah menangis terisak-isak.

[Lisa, lari! Hidupmu baru dimulai.]

Hadiah terakhir yang diberikan ibunya adalah kebebasan.

Setelah menyelesaikan pemakaman ibunya dengan berat hati, Lisa langsung menghubungi Badan Riset dan Inovasi Nasional.

"Profesor Juan, sudah kuputuskan. Aku ingin bergabung dengan proyek penelitian kali ini."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
8.6
Baru seminggu bekerja di kediaman Arsanta, nasib tragis menimpa Alesha Devandra. Reiner yang mabuk akibat dikhianati kekasihnya melampiaskan amarah padanya. Trauma mendalam membuat Alesha melarikan diri ke desa, namun ia justru mendapati dirinya tengah mengandung. Kini, ia terjebak dalam pilihan sulit: menuntut pertanggungjawaban dari Reiner yang mungkin telah lupa kejadian itu, atau membesarkan sang anak sendirian di tengah gunjingan orang-orang sekitar.
Sampul Novel Dendamku Pada CEO Berujung Pelaminan
8.8
Dahulu Aruna diusir dan dihina sebagai pembawa sial. Luka batinnya kian perih ketika ketulusannya pada Nathan justru dijadikan bahan taruhan yang merendahkan. Bertahun-tahun berlalu, Aruna kembali membawa identitas baru dan kepribadian yang berubah total. Takdir kembali mempertemukannya dengan CEO yang dahulu mencampakkannya. Kini, Aruna bersiap menuntut balas demi menghancurkan pria yang pernah merusak hidupnya.
Sampul Novel Derita Cinta Sang Pelakor
8.7
Via tega meninggalkan Jason demi mengejar kemewahan bersama Dimas, seorang miliarder yang telah beristri. Meski Dimas berdalih pernikahannya tanpa cinta, ia tetap panik saat Via menuntut kejelasan hubungan. Rumitnya jalinan asmara terlarang ini kian memuncak ketika sebuah rahasia besar terbongkar: Dimas ternyata kakak ipar Via sendiri. Kenyataan pahit ini memicu pergolakan batin hebat yang siap menghancurkan hidup mereka.
Sampul Novel Dulu Kau Buang Aku, Kini Aku Milik Pamanmu!
9.8
Silvia mengorbankan segalanya demi menikahi Sienzo Gunawan lewat investasi 20 triliun. Namun, di malam pernikahan, ia justru dijebak dan ditiduri belasan teman Sienzo hingga hamil dan tewas saat bersalin di ruang bawah tanah. Terbangun kembali di masa lalu tepat saat keluarga Gunawan memohon investasi dan pernikahan bisnis tersebut, Silvia memutuskan untuk mengubah takdirnya. Kali ini, ia tidak akan menjadi korban lagi, melainkan membuat Sienzo membayar semua kekejamannya di masa lalu.
Sampul Novel Gadis Nakal Miliarder
8.4
Serafhine Ariana menjalani pekerjaan unik di ranah digital dengan menyediakan layanan khusus bagi pria tanpa melanggar batas kesuciannya. Walau jasanya sangat diminati hingga para pelanggan rela membayar tinggi, ia memegang aturan kerja yang amat ketat. Serafhine hanya bersedia menemani satu klien untuk satu kali pertemuan saja. Ia selalu menolak keras permintaan pesanan berulang dari siapa pun, terlepas dari seberapa besar tawaran uang yang diajukan kepadanya.
Sampul Novel Habis Manis Sepah Dibuang
9.3
Setelah disiram air dan dihina oleh seorang klien, Jocelyn tidak mendapatkan pembelaan dari atasannya, Michael. Pria itu malah memeluk asisten pribadinya dan memecat Jocelyn dengan dingin karena dianggap tidak becus bekerja. Enggan menerima perlakuan semena-mena tersebut, Jocelyn menyeka wajahnya, menenggak segelas alkohol, lalu menyiram balik wajah Michael sebelum akhirnya menyatakan keluar dari perusahaan. Kisah dalam novel modern ini berfokus pada harga diri Jocelyn yang menolak ditindas.