APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Marriage Life

Marriage Life

Kehidupan pernikahan Andara Jeo hancur setelah dikhianati oleh suaminya sendiri, Vante Adinan. Vante, yang dahulu berjanji selalu memprioritaskan Andara, justru melanggar komitmen tersebut demi kembali bersama Dena Adisti. Pengkhianatan ini meremukkan hati Andara yang telah menaruh kepercayaan penuh pada sang suami. Apa sebenarnya alasan di balik keputusan Vante berpaling dari istrinya? Temukan kisah pilu tentang keretakan rumah tangga dan janji suci yang ternoda di sini.
Bab
Bagikan

Bab 1

Selamat membaca....

••

Sore itu, Vante Adinan membawa langkah kakinya memasuki kediamannya yang terbilang mewah. Kendatinya, pria itu seperti tergesa-gesa dan langsung menuju kamar utamanya untuk menemui sang istri, Andara Jeo. Tadi siang, dia mendengar dari Renan yang merupakan sekretaris pribadinya, bahwa Andara sedang tidak enak badan dan mengalami gejala demam.

"Kau sudah tidur?" tanya Vante, dia berjalan mendekati istrinya yang sedang berbaring di pinggiran ranjang. Tepat, memunggungi Vante.

Enggan menanggapi perkataan Vante, Andara terus mengunci mulutnya. Dirinya malas untuk sekedar berbincang dengan Vante sore ini. Terlalu muak dengan perlakuan pria itu yang selalu manis dan mengatakan cinta, namun masih kembali pada masa lalu.

"Aku tahu, kau belum tidur," bisik Vante lembut di telinga Andara. Dia membawa bahu Andara untuk berbalik menghadapnya. Dadanya sedikit dibusungkan dan mendaratkan kecupan singkat di surai hitam panjang milik sang istri. Aroma stroberi terkuak dan membuat Vante selalu ketagihan.

"Jangan ganggu aku, aku benci aromamu," celetuk Andara masih dalam posisi mata yang terpejam. Ingin sekali menampar pipi pria yang selalu menyakiti hatinya ini. Namun, rasa cintanya juga besar untuk Vante Adinan. Ya, Andara tahu bahwa dirinya bodoh.

Vante menghela nafas pelan, rasa bersalahnya selalu datang belakangan. Kini, bibirnya bergerak mencium bibir istrinya. Si manis yang selalu ia sakiti, namun dia tidak bisa melepaskan Dena juga.

"Jangan menciumku seperti ini, aku tidak suka berbagi bibir suamiku dengan wanita lain," sela Andara. Tangan kanannya menjolak bahu Vante dengan kuat. Menyuruh pria itu untuk menjauhinya, Andara marah.

Oh, jelas saja, Andara adalah istrinya.

Vante pun dengan pelan membuka kancing bajunya satu persatu. Sedari awal pulang tadi, baju pria itu bahkan sudah berantakan. Kemudian, dengan beraninya dia menaiki tubuh sang istri sehingga membuat mata Andara terbuka dan terbelalak karena kaget.

Manik kelam milik Vante yang tulus dan dalam itu tengah memandang istrinya yang selalu terlihat cantik dan manis di saat yang bersamaan. Tidak ada fakta yang berbohong, Andara memang telak jauh-jauh lebih cantik dan disayang Vante daripada Dena.

"Maaf." Kini, Vante bersuara. Dia tulus meminta maaf karena selalu menaruh duri pada luka Andara yang terus menganga karenanya.

"Aku tidak peduli," balas Andara dengan ketus. Maaf saja tidak cukup, sampai saat ini Andara masih sabar untuk menunggu Vante menyadari semuanya. Sadar, bahwa hanya Andara yang boleh dibahagiakan sebagai istri. Dena hanyalah pengganggu dalam hubungan mereka.

Vante memejamkan matanya sebentar, menetralisir perkataan istrinya yang kesal tersebut. Setelah itu, ia mulai melepas piyama Andara dengan perlahan. Tanpa menggunakan bra, Vante dapat melihat jelas aset berharga milik istrinya, dimana pemandangan itu akan selalu membuat jantung Vante berdebar tidak karuan.

Mata Andara berkaca-kaca saat diperlakukan seperti itu. Vante seolah-olah hanya datang di saat dia menginginkan tubuh Andara. Selebihnya, dia hanya terus-menerus datang ke Dena. "Kau terus saja seperti ini, kau tidak peduli dengan perasaanku…," lirih Andara, dia meluruhkan air matanya begitu saja dan menangis terisak namun tidak pecah.

"Maafkan aku, kau istriku. Tentu saja, aku menyayangimu, sayang," ujar Vante dengan deru nafasnya menerpa kulit permukaan wajah Andara. Pria itu melanjutkan perkataannya lagi, "tapi, aku juga milik Dena jauh sebelum kau memilikiku."

Tanpa melihat ekspresi dari istrinya lagi, Vante dengan lembut mencium bibir kemerahan milik Andara. Dia juga menggigiti bibir ranum milik wanita itu. Bagi Vante, bibir Andara adalah yang terbaik, mungil dan manis, membuat Vante selalu ketagihan saat menyesapnya.

Selanjutnya, jari-jari Vante yang panjang mulai menelusuri tubuh Andara, mengabsen tiap inchi seluk beluk tubuh si kesayangan. Kebiasaan yang membuat istrinya tergoda agar menginginkan lebih jauh dari ini. Tapi, sepertinya Andara tidak menikmati sama sekali.

"Sayang. Tolong cintai aku tanpa melihat lelaki lain. Aku benar-benar menyayangimu, Andara," kilah Vante sembari mencium telinga Andara.

"Aku akan tinggalkan Mas Raihan, asalkan kau juga melepaskan Dena," balasnya dengan tatapan tajam dan penuh penekanan. Dia tidak berselingkuh dengan Raihan, Vante sendiri yang mempekerjakan Raihan sebagai bodyguard Andara. Sehingga, Andara merasa lebih dekat dengan Raihan Atmadja daripada suaminya sendiri.

Vante terdiam. Ini kesalahannya yang fatal, dia tidak menyangka bahwa efek Raihan begitu besar sebagai obat penawar luka hati Andara.

Lalu, Andara melanjutkan lagi ucapannya dengan terkekeh kecil. "Kau tidak mau? Baik, aku juga tidak akan meninggalkan Mas Raihan. Dia laki-laki yang tulus memberikan perasaannya padaku. Dia menjagaku seperti ratu dan memperlakukanku bagai wanita yang tidak boleh disakiti. Sudahlah, aku benci padamu, Te."

***

"Sedari awal, Vante Adinan adalah milikku. Dia hanya gadis aneh yang datang ke kehidupan Vante dan membuat hati ibunya Vante luluh. Tapi, lebih dari itu, aku jauh-jauh lebih cantik dari Andara. Semua orang tahu itu, aku lebih dari segala-galanya dan Vante tidak akan bisa lepas dariku."

"Dena, kau yakin? Tapi, Vante sepertinya hanya mencintai Andara dan merasa kasihan padamu saja," balas Lia dengan memandang Dena.

Dena pun mengalihkan perhatiannya pada Lia. "Kau, tutup saja mulutmu. Kau tidak akan tahu seberapa banyak Vante memanjakan aku lebih daripada Andara!" sela Dena dengan begitu percaya diri. Dia yakin sekali, Vante akan kembali padanya seutuhnya dan segera menceraikan Andara.

Lia, lalu berdiri dan membuka kulkan untuk mengambil minuman bersoda. "Terserah kau sajalah, aku tidak tahu lagi harus memberikan komentar seperti apa," celetuk Lia sembari membuka kaleng minuman sodanya dan meneguk sebanyak tiga kali.

Kemudian, Dena kembali terlarut dalam pikirannya untuk membuat suatu rencana agar Vante segera membuang Andara dan menjadikan dirinya sebagai nyonya Adinan satu-satunya. Tentu, dia akan membuat hidupnya sendiri bahagia dan hidup tenang bersama Vante. Persetan dengan perasaan perempaun lain, dia tidak peduli dan bukan salahnya juga, karena sedari awal dirinya jauh lebih dulu memiliki Vante daripada Andara.

"Oh, iya. Bagaimana dengan keadaanmu ibumu? Apa dia sudah mulai membaik? Kudengar, dia menjalani berbagai terapi mahal, semoga ibumu lekas sembuh." Lia kembali duduk di kursinya dan bergabung bersama Dena lagi.

"Vante yang membiayainya, dia sendiri yang menawarkan."

Lia tampak menaikkan dua alisnya karena sedikit terkejut. "Benarkah?" tanyanya dengan serius.

"Sudah kubilang, Vante terlalu mencintaiku. Jadi, dia tidak ingin melihat ibuku juga menderita. Apa hal ini sudah cukup untukmu, sebagai bukti bahwa Vante mencintaiku lebih dari Andara?"

Lia tampak mangut-mangut dan menatap Dena sembari memicingkan kedua matanya. "Apa kau yakin? Aku jadi berpikir kalau Vante sebenarnya hanya kasihan padamu."

"LIA!"

Tentu, Dena sangat marah dengan kalimat yang dilontarkan Lia. Itu terkesan menghina dan merendahkan harga dirinya.

••

Bersambung....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Adegan Panas Malam Pertama
8.7
Malam pengantin yang semestinya menjadi momen sakral bersama suami justru berakhir mengejutkan. Aku malah menghabiskan malam penuh gairah yang begitu intim dengan sosok pria perkasa lain yang misterius. Begitu pagi menjelang, kekacauan hidup yang rumit mulai menerpa diriku. Pengalaman tak terduga yang memabukkan itu seketika menjungkirbalikkan duniaku, membawa konsekuensi besar yang akan mengubah seluruh alur takdir masa depanku selamanya.
Sampul Novel Bukan Wanita Kedua
8.2
Dulu dibutakan cinta, Aulia kini hancur karena pengkhianatan Dimas yang diam-diam menikah lagi. Tak hanya itu, ia didepak dan dihapus dari keluarga suaminya. Bertekad bangkit dari kepedihan, Aulia menemui Rina demi mencari pekerjaan baru. Ia lalu bekerja pada Sagas untuk membalas budi masa lalu. Meski hatinya sering goyah, dukungan para sahabat menguatkan Aulia agar tidak goyah kembali pada Dimas yang kejam. Sanggupkah ia tegar?
Sampul Novel GAIRAH PAPA MERTUAKU
8.5
Dua tahun membina rumah tangga, Tessa Willson didera kesepian akibat Leonil, sang suami, yang terlalu sibuk bekerja. Rasa frustrasi karena kebutuhan batinnya terabaikan kian memuncak. Di situasi rapuh ini, Arnold Caldwell, ayah tiri suaminya, datang untuk urusan bisnis. Daya tarik Tessa menyulut perselingkuhan terlarang yang membakar gairahnya. Saat Tessa ingin menyudahi hubungan gelap tersebut, ia justru terjebak dalam muslihat licik Arnold. Mampukah ia menyelamatkan pernikahannya?
Sampul Novel Gara-Gara Taruhan
7.9
Tekanan besar melanda delapan pria lajang rupawan saat orang tua mereka menuntut pernikahan segera. Tanpa kekasih dan dikejar tenggat waktu kawin paksa yang sepihak, mereka harus bergerak cepat. Sebagian mulai berjuang memburu cinta sejati dalam waktu singkat, sementara yang lain menyusun taktik cerdik demi lolos dari perjodohan. Saksikan keseruan perjuangan unik kedelapan pria ini dalam menghadapi kemelut drama kehidupan mereka.
Sampul Novel Istri Gendutku Berubah Jadi Cinderella
7.9
Sering dihina karena penampilannya, Reina hancur akibat dikhianati sang suami. Didorong rasa dendam pada mantan suami dan selingkuhannya, ia nekat ke Korea untuk operasi plastik. Di tengah jalan, ia bertemu Rendy, CEO kaya raya yang ternyata sudah lama menyukainya. Rendy pun membantu Reina membalas dendam dengan cara menikahinya dan menjadikannya ratu. Akankah perubahan fisik Reina ini mampu menghancurkan orang-orang yang dulu menyakitinya?
Sampul Novel KECELAKAAN SEMPURNA
8.9
Demi membiayai pengobatan kanker sang ibu, Qarletta Averly yang berumur 21 tahun melamar sebagai fotografer di Heston Corporation. Namun, harapan Arlett pupus setelah berurusan dengan sang CEO, Carl Heston. Sebuah kecelakaan fatal justru menyeretnya ke dalam skandal besar yang telah direncanakan oleh Carl. Kini, Arlett terjebak dalam pusaran masalah rumit bersama pria berkuasa tersebut, yang membuat seluruh kehidupannya berubah total.