APKDock Logo
Sampul Novel Bukan Wanita Kedua

Bukan Wanita Kedua

8.2 / 10.0
Dulu dibutakan cinta, Aulia kini hancur karena pengkhianatan Dimas yang diam-diam menikah lagi. Tak hanya itu, ia didepak dan dihapus dari keluarga suaminya. Bertekad bangkit dari kepedihan, Aulia menemui Rina demi mencari pekerjaan baru. Ia lalu bekerja pada Sagas untuk membalas budi masa lalu. Meski hatinya sering goyah, dukungan para sahabat menguatkan Aulia agar tidak goyah kembali pada Dimas yang kejam. Sanggupkah ia tegar?

Bukan Wanita Kedua Bab 1

“Ini apa Mas?” tanya Aulia yang baru saja diberikan oleh Dimas ketika selesai memasangkan dasinya.

“Baca saja, kamu bisa, kan?” ketus dari Dimas dengan suara yang galak tanpa melirik ke arahnya.

Aulia melihat ke arah kertas tersebut, bertuliskan undangan pernikahan. Dirinya tentu saja bingung. Sempat melirik ke arah sang suami, hendak bertanya apakah maksud dari dia memberikan ini. Tapi, dirinya berusaha berpikir positif, paling juga undangan temannya, kan?

Tanpa merasa curiga, Aulia langsung membuka kertas undangan tersebut, dan melihat siapa yang hendak menikah. Matanya tertuju kepada nama pengantin wanitanya terlebih dahulu. Di sana, tertera nama Melia.

‘Hmmm? Aku tidak punya teman bernama demikian,’ batinnya.

Matanya berubah pandang, melihat ke arah nama pengantin prianya. Seketika matanya langsung terbelalak, melotot rasanya mau keluar ketika melihat nama prianya. Dimas Afganis? Berubah kembali matanya melihat ke arah sang suami. Syok rasanya ketika dirinya melihat nama tersebut.

Hati kecilnya sudah terasa terporak-porandakan. Pikirannya sudah kacau balau hanya baru membaca namanya saja. Tetapi, hatinya mencoba untuk berpikir positif. Lalu dirinya menanyakan kepada sang suami perihal nama tersebut.

“Namanya sama kayak Mas, ya?” ucap Aulia sambil tersenyum tipis.

“Memang itu aku,” Langsung sang suami menjawab tanpa memberikan jeda.

Jantung Aulia seolah mau berhenti berdegup dan tidak sanggup menerima pengakuan dari sang suami yang dengan jelas-jelas mengatakan bahwa orang yang tertulis itu memang namanya, dan bukan orang lain. Tangan Aulia sudah gemetar sambil memegang kertas undangan.

Dimas selesai bercermin, dia memutar badan untuk melihat ke arah Aulia dengan wajahnya yang tidak merasa bersalah dan juga seperti sudah tidak akan kaget dengan reaksi dari Aulia sendiri.

“Lusa, kalau kamu datang. Jangan mengaku bahwa kamu adalah istriku! Aku tidak ingin pesta yang aku inginkan ini hancur karena egomu sendiri!” tegasnya.

Dimas berjalan melewatinya, tanpa mencoba menjelaskan lebih detail maksud yang dia lakukan ini, dan juga mengenai keputusannya yang menikah kembali tanpa memberitahu kepada Aulia terlebih dahulu. Dirinya masih terguncang, bahkan suaranya sedikit pun tidak mau keluar.

Mendengar bahwa pintu rumah telah ditutup, menandakan kalau Dimas telah keluar, langsung terjatuh dirinya kala tersebut. Menangis pun Aulia tidak sanggup. Air matanya seolah juga ikut membeku di dalam dirinya. Napasnya sesak. Ia memegang dada dan berusaha mengatur napasnya.

“HuHHHH, HUHHHHHH,” Ia merasa benar-benar sesak.

Tertatih-tatih, dirinya mengambil air dan juga langsung meneguknya. Merasa sedikit lebih baik, Aulia hanya bisa bersadar di badan kasur sembari sesekali menepuk dadanya sendiri. Kurang bisa ia percaya, bahwa suaminya akan menikah lagi.

‘Jadi…, aku dimadu?’

Benar saja. Lusanya, dengan pakaian yang formal, Aulia memberanikan diri datang ke alamat yang telah tertera pada undangan tersebut. Betapa megah dan juga ramainya tamu undangan yang dirinya lihat. Bahkan, ada orang-orang yang tidak pernah dirinya lihat juga datang ke pesta pernikahan dirinya.

Tampaknya, Dimas lebih menghargai pernikahannya kali ini, sampai melakukan pesta besar dan juga membuat pesta ini tampak sangat mewah. Apa ini yang sangat ia inginkan dari dulu? Lalu kenapa malah menikah dengan dirinya kalau begitu?

Pernikahan mulai berlangsung, hingga dimana mempelai mulai disatukan, dan mengucapkan janji mereka. Mata Aulia tidak bisa lepas dari pandangan wajah Dimas, yang tampak sangat bahagia dan juga penuh dengan seluruh suka cita yang ada. Hingga dirinya mendengar janji Dimas.

“Untuk istriku satu-satunya…, aku berjanji akan selalu berada di sisimu,” ucapnya sembari tersenyum dengan sangat dan amat lebar sekali.

Nyuttt. Hati dari dirinya ini sakit mendengar. Aulia merasa langsung lemas seketika. Dirinya sudah dikhianati, tapi malah nekat datang ke pesta pernikahan ini. Air matanya yang mulai terasa mengambang membuat Aulia tidak kuat. Ia segera keluar dari aula, meninggalkan gedung.

Air matanya sudah membasahi pipinya tersebut. Malam makin dingin, dan suasana makin sepi. Rasanya sesak sekali. Di dalam sana terdengar suara riang gembira, dimana mereka seolah merayakannya dengan sangat bahagia sekali. Yang tidak habis pikir adalah, keluarga Dimas tidak mengatakan apa-apa kepadanya, dan mereka sekarang berada di dalam sana seolah dirinya ini tidak pernah ada.

Rasanya ingin marah, dan juga mengamuk sebesar yang dirinya bisa, memikirkan bahwa ia hanyalah seorang wanita biasa. Kenapa…, apa kurangnya dirinya sampai akhirnya Dimas memilih wanita tersebut daripada dirinya ini?

Aulia pulang ke rumahnya, meski masih lemas dan juga tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Dia masuk ke dalam rumah dengan wajah yang murung dan juga suasana hati yang sangat tidak nyaman sama sekali. Saat baru masuk kamar, Aulia menemukan selembar surat yang tertempel dengan jelas di sana.

‘Keluar dari rumahku. Sekarang ini adalan tempatku dan juga istriku saat ini. Sebaiknya segera kemasi barangmu dan jangan berada di rumah sebelum ukul 11 malam ini!’

Isi surat tersebut benar-benar snagat to the point. Akal sehat Aulia seolah sudah hilang seketika. Ia langsung menangis meraung dengan sangat keras sekali. Ia sama sekali tidak suka dengan cara orang ini memperlakukannya. Sangat tidak sopan!

Ia mengeluarkan koper dan mengambil semua bajunya. Memasukkan semuanya menjadi satu dan tidak meninggalkan satu pun barangnya di sana.

“Dasar pria brengsek! Mulutnya saja yang manis mengatakan bahwa dia akan setia! Nyatanya dia juga buaya!” kesalnya sambil memasukkan semua barangnya.

Keluar dari rumahnya. Aulia menuju ke mobil dan langsung memasukkan seluruh barangnya ke dalam bagasi. Masih dalam keadaan emosi, dirinya mengendarai mobil dengan perasaan benar-benar kalut sekali. Aulia menuju ke salah satu rumah sahabatnya, yang sudah lama tidak ia datangi.

Di depan rumahnya, berat sekali rasanya langkah dari Aulia untuk sekedar mengetuk dahulu. Bayangan soal sang sahabat yang dari dulu memperingati dirinya bahwa Dimas tak sebaik yang ia kira, terus terasa. Dirinya saja yang terlalu bebal dan menganggap ucapan sang sahabat hanya hasutan belaka.

TOK… TOK… ToK…. Bunyi dari pintu yang telah diketuk oleh Aulia.

“Ya? Siapa?” sahut suara sahabatnya dari dalam.

Kriett. Pintu terbuka dengan sangat lebar. Sang sahabat sedang memakan roti kembang yang dimana itu adalah makanan yang biasa dirinya beli dahulu saat masih berkuliah. Sang sahabat, Rina, menatapnya dengan kosong dan juga tidak kaget melihat kedatangannya.

Rina menghabiskan rotinya, menatap tajam kepada Aulia yang baru saja tiba di rumahnya tersebut, “Kenapa kamu datang? Sudah tahu sifat suamimu yang tidak pernah kamu percaya dari mulutku ini?" celetuknya dengan sangat ketus.

Mendengar ucapan tersebut, kembali membuat Aulia merasa sedih. Air matanya tetap mengalir, namun sunyi dari mulut Aulia hendak mengeluarkan isakannya. Rina hanya bisa menghela napas setelah melihat bagaimana dirinya ini merespon.

“Sudah lah,” ucapnya sambil menepuk pundah Aulia, “Ayo masuk, di luar sudah mulai hujan.”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Bukan Wanita Kedua

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Collateral Fate
9.5
Dalam misi penyelamatan berisiko tinggi, Letnan Arya Pradipta dari pasukan khusus berjuang membebaskan Alana Weston, relawan yang ditawan teroris internasional. Namun, situasi berubah mencekam saat keduanya terjebak di wilayah musuh yang mematikan. Di tengah pelarian yang mengancam nyawa, Arya menyadari bahwa penculikan Alana bukanlah kriminalitas biasa, melainkan bagian dari konspirasi politik skala besar yang kini mengincar keselamatan mereka.
Sampul Novel JALAN PULANG
8.0
Dua puluh tahun merantau hingga sukses, seorang wanita karier memutuskan kembali ke kampung halamannya. Keputusan ini membawanya bernostalgia dengan kenangan pahit masa lalu, mulai dari luka masa kecil hingga cinta pertamanya. Di tanah kelahirannya, ia dipertemukan lagi dengan sang mantan kekasih. Kini, ia harus menghadapi konflik batin dan mengambil keputusan krusial demi masa depannya. Ini adalah kisah perjuangan emosional untuk berdamai dengan sejarah hidupnya sendiri.
Sampul Novel Karma Masalalu
9.0
Hidupku runtuh saat Barikli ingkar janji dan mencampakkanku yang sedang mengandung demi mengejar mimpi menjadi TNI. Enam tahun kemudian, wasiat mendiang ayah memaksaku bersuami Yusuf. Di balik penampilannya, Yusuf rupanya psikopat berkepribadian ganda yang kerap menyiksaku. Kala aku berusaha menata hidup bersama Adza yang tulus menunggu, rahasia besar yang kurahasiakan selama lima tahun terancam terkuak. Kebenaran tersebut bisa menjadi akhir dari segalanya.
Sampul Novel Melangkah Keluar dari Masa Lalu
9.1
Setelah terlahir kembali, Vivi bertekad menjauhi Jacky Halim demi menghindari nasib tragis disiksa hingga tewas seperti di kehidupan lalu. Ia menuruti semua penolakan Jacky dengan pindah rumah, pergi ke Hawaii, hingga meninggalkan kota setelah lulus. Demi ketenangan hidup, Vivi bahkan mencari kekasih baru agar wanita idaman Jacky tidak salah paham. Namun, saat Vivi telah melangkah maju bersama pacar barunya, Jacky justru datang menghadang dan memintanya kembali.
Sampul Novel Menipu Penipu Asmara
8.3
Niat baik Cassidy Belgenza menyelamatkan Sophie Marigold dari pelecehan justru berujung salah paham. Ternyata, Sophie adalah selingkuhan dari suami Angelica, mantan pacar Cassidy. Demi membantu Angelica yang tersiksa, Cassidy bersedia menjauhkan Sophie dari pernikahan mantannya itu. Didorong cinta masa lalu, ia merancang siasat balas dendam untuk menjatuhkan Sophie. Namun, akankah Cassidy berhasil mengelabui Sophie, atau malah dirinya sendiri yang terjerat dalam perangkap?
Sampul Novel VELIN SEAN
8.4
Kehidupan Velin, seorang penjual bunga, berubah drastis menjadi mimpi buruk setelah bertemu kembali dengan Sean di acara reuni SMA. Sean yang sempat menghilang selama lima tahun kini kembali dengan obsesi gelap yang sangat berbahaya. Ia mengklaim Velin secara sepihak, memicu ancaman nyata bagi keselamatan wanita itu. Bagi Sean, obsesi ekstrem ini adalah cinta, tetapi bagi Velin, pria itu merupakan petaka yang siap menghancurkan hidup dan nyawanya jika ia menolak untuk dimiliki.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan