APKDock Logo
Sampul Novel Mantan Suamiku

Mantan Suamiku

9.7 / 10.0
Dua tahun berpisah, Aurora kembali berhadapan dengan Henry. Sang mantan suami rupanya enggan merelakan hubungan mereka kandas begitu saja. Lewat beragam strategi cerdik, Henry berambisi merebut kembali hati Aurora seutuhnya. Di tengah deburan ombak, getaran asmara yang membara menyeret keduanya ke dalam momen keintiman yang mendalam. Walau rintangan menghadang, Henry tiada henti memikat Aurora agar kembali terjerat dalam dekapan cintanya yang tak mungkin terhindarkan.

Mantan Suamiku Bab 1

Pukul tujuh pagi, Aurora Stockwell mengantri di depan konter kedai kopi.  

Perusahaan tempatnya bekerja yang juga merupakan perusahaan milik  kakaknya kini berada di ambang kebangkrutan. Itu berarti dirinya mungkin akan kehilangan  pekerjaan dan kakaknya akan kehilangan mata pencaharian yang menghidupi banyak keluarga.  

"Ini adalah salah Henry," gumamnya yang hanya terdengar oleh batinnya sendiri.  

Bagaimana tidak? Aurora dulu adalah seorang staf ahli keuangan dengan karier yang bisa dibilang bagus dan stabil. Tetapi, semua berubah setelah tidak sengaja bertemu dengan putra pemilik perusahaan yang ditabraknya di depan pintu lift. Sialnya saat itu Aurora membuat kopi di tangannya mengenai setelah jas mahal yang dikenakan Henry.  

Bukannya marah Henry Wilmington  justru jatuh cinta pada pandangan pertama. Dia menyukai mata Aurora yang tajam dan berwarna biru cerah.  

Aurora teringat dengan semua bualan dan rayuan Henry.  Pria itu menikahinya hanya setelah beberapa pekan Aurora menerima cinta pria itu. Mendadak menjadi istri seorang miliarder ternyata tidak semudah yang ia bayangkan. Kehidupan mewah justru menjadi penghalang cinta mereka, bahkan mendorong mereka ke dalam jurang perpisahan. 

Aurora menyangka kehidupan rumah tangganya akan manis seperti yang ia inginkan. Ia akan bangun dan menikmati sarapan bersama suaminya, kemudian di malam hari mereka akan berbincang-bincang tentang hari yang telah mereka lewati, lalu di akhir pekan dapat memanfaatkan waktu luang bersama.  

Namun, pada kenyataannya hanya beberapa pekan Aurora merasakan manisnya kehidupannya rumah tangga, karena suaminya tidak seperti yang diinginkannya. Saat Aurora membuka mata di pagi hari, suaminya telah pergi ke kantornya dan ketika malam suaminya pulang dengan keadaan lelah. Saat ia tidur sengaja membelakangi Henry. Suaminya itu tidak berusaha memeluknya dari belakang ataupun berusaha membalikkan tubuhnya apa lagi bertanya. 

"Ah, panas!" pekik Aurora, kulit tangannya tersiram kopi panas. "Bisakah kau ber....," tanyanya ketus seraya mendongak.  

Aurora bahkan tidak mampu menyelesaikan kalimatnya. Orang yang menumpahkan kopi ke kulitnya adalah Henry. Jadi, sejak tadi ia berdiri di belakang orang yang sedang dipikirkannya? 

"Kau baik-baik saja?" tanya pria tinggi berambut cokelat setinggi 190 cm. 

"Bukan masalah. Ini bisa diatasi dengan salep luka bakar." Mungkin itu jawaban yang masuk akal pikir Aurora. "Hai, lama tidak berjumpa." Atau mungkin jawaban itu lebih tepat.  

Tidak. Aurora tidak ingin memulai percakapan, ia ingin menjauh secepatnya. Tetapi, ia benar-benar menginginkan kopi sehingga kakinya tidak bergeser sedikit pun dari tempatnya. 

"Senang bertubrukan denganmu," ucap Aurora dengan sinis.  

"Cantik, sedang apa kau di sini?" tanya Henry dengan suara beratnya yang seksi dan matanya yang berwarna cokelat terang seperti lelehan cokelat panas yang lezat menatap Aurora seperti tidak kalah terkejutnya dengan Aurora.  

Aurora mengernyit. Apa dia tidak lihat bahwa dirinya akan membeli kopi bukan untuk menguntit mantan suaminya yang sudah dua tahun tidak pernah terdengar lagi kabarnya. Terakhir mereka bertemu adalah saat Aurora memutuskan meninggalkan rumah Henry.  

Rasa kecewa melingkupi batin Aurora mengingat Henry tidak pernah mengejarnya. Pria itu juga tidak datang pada mediasi perceraian mereka. Bahkan tidak menghadiri saat hakim membacakan putusan perceraian mereka, selalu saja Henry hanya mengirimkan pengacaranya.  

Aurora dengan jengkel mendengus. "Bisa kau menyingkir? Aku mau memesan kopi."  

Henry tersenyum miring. "Seingatku kau tidak pernah minum kopi."  

Memang tidak, tetapi beberapa bulan ini semuanya berubah, karena kakak laki-lakinya membuatnya sakit kepala dengan memberikan tumpukan berkas yang tidak ada habisnya dan membuatnya mulai ketergantungan pada kopi.  

"Seleraku sudah berubah," kata Aurora kemudian mendekati konter barista. "Satu caramel macchiato panas," ucapnya pada barista.  

"Cukup mengejutkan," ucap Henry terdengar menggoda. "Kudengar perusahaan kakakmu kini mengalami defisit keuangan."  

Aurora melotot ke arah Henry yang mengucapkannya dengan sangat santai dan suaranya tidaklah pelan. Cukup bisa didengar oleh orang-orang di sekitar mereka.  

"Kurasa kau akan segera kehilangan pekerjaan jika perusahaan itu benar-benar bangkrut," lanjut Henry. 

Aurora melemparkannya senyum sinis. "Henry Wilmington, kau rupanya punya waktu ya untuk memata-matai perusahan kami?"  

Henry tersenyum miring dan berucap, "Di Liverpool, semua orang sudah tahu kalau Blue Sea Corps bahkan menjual murah saham mereka dan peminatnya tidak ada."  

Ucapan Henry memang benar adanya. Aurora seharusnya tidak marah. Tetapi, cara Henry berbicara yang sombong seolah-olah  meremehkan kemampuan kakak laki-lakinya membuat Aurora jengkel.  

"Kurasa kau sudah terlalu banyak mengomentari perusahaan tempatku bekerja."  

Henry  tersenyum. "Terakhir saat kita bercerai, aku memberikan kau saham perusahaan dan kau menolaknya. Begitu juga rumah dan...."  

Aurora menyipitkan matanya menatap Henry dan pria itu tidak melanjutkan ucapannya. Ia memang melakukan itu, karena tidak ingin menerima apa pun dari Henry, kedengarannya  bodoh, tetapi yang ia lakukan  adalah semata-mata,  karena ingin memberitahu jika yang ia inginkan adalah Henry bukan harta pria itu.  

Henry berdehem lalu berkata, "Aku bisa saja membantu perusahaan itu." 

"Aku tidak  perlu bantuanmu," ucap Aurora seraya menatap mata Henry dengan tatapan dingin, tetapi jantungnya berdesir hebat manakala tatapannya beradu dengan tatapan Henry. 

"Ya. Aurora yang kukenal tidak perlu bantuan siapa pun," ucap Henry disertai senyum manis yang mampu meluruhkan seluruh hati Aurora.  

Senyum Henry masih manis seperti dulu. Wajahnya semakin tampan dan tidak ada tanda-tanda penyesalan bahwa mereka kini tidak lagi bersama. Memikirkan itu membuat jantung Aurora seperti tertusuk jarum.  

Aurora mendengus pelan. Ia mengulurkan kartu bank untuk membayar kopinya kemudian mengambil gelas kopinya kemudian berjalan melewati Henry. Secepatnya ia ingin segera menghindari mantan suaminya atau jika tidak ia mungkin akan menyesali jika dirinya pernah membuat keputusan untuk bercerai. Namun, Henry mengejarnya dan berhasil meraih sikunya.  

"Cantik, aku serius ingin menolong perusahaan peninggalan ayahmu."  

Aurora diam-diam menelan ludah. Perusahaan itu memang peninggalan ayahnya yang sangat berharga dan kakak lelaki satu-satunya Aurora-lah yang kini meneruskan perusahaan peninggalan mendiang ayahnya.  

"Pertimbangkan tawaranku," lanjut Henry. "Jika kau bersedia, kau tahu di mana kau harus menemuiku." 

Lanjut Membaca

Daftar Isi Mantan Suamiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai setelah tiga tahun menikah. Ia memohon kepada istrinya agar diizinkan memiliki anak lagi dengan sang mantan pacar demi mendapatkan sel pengobatan, berjanji akan kembali setelah semuanya usai. Namun, di balik tangis pilu suaminya, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang menuntut Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa terus mendampingi pria yang dahulu hidupnya telah ia hancurkan. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, akankah ketulusan Nada mampu meluluhkan amarah di hati Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf hanya akan berujung sia-sia?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki pacarku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris tunggal Grup Nelson. Berbekal harta melimpah yang tak terbatas, aku bangkit untuk membalas dendam. Mantan kekasihku kini bersujud memohon maaf, tetapi aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang hanyalah angka yang siap kuhabiskan sesuka hati.
Sampul Novel Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
9.5
Nadia terpaksa menerima tawaran licik Satria, ibu dari miliarder Reza Azhar, untuk menjadi ibu pengganti demi biaya pengobatan sang adik. Namun, setelah adiknya wafat, kepedihan mendalam mendorong Nadia melarikan diri dalam kondisi mengandung anak Reza. Di tengah pelarian dari kejaran Satria dan bayang-bayang kebenaran yang mulai tersingkap, mampukah Nadia bertahan menyembunyikan diri dari takdir serta pusaran intrik kekuasaan keluarga konglomerat tersebut?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan