APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

Dua tahun lamanya Aulia terjebak dalam pernikahan dingin bersama Arya, pria yang terus membayangi masa lalunya bersama Dinda, sang mantan istri. Lelah karena selalu dikesampingkan, Aulia akhirnya memutuskan untuk bercerai. Namun, setelah resmi berpisah, Arya justru berbalik mengejarnya dan meminta kesempatan kedua demi memperbaiki segalanya. Kini, Aulia didera keraguan: benarkah Arya telah berubah karena cinta, ataukah ini hanya sekadar ego belaka?
Bab
Bagikan

Bab 1

Aulia duduk di sudut kafe kecil yang hangat, dengan sebuah cangkir kopi yang hampir dingin di hadapannya. Waktu terasa lambat, seolah setiap detik berlalu dengan berat. Matanya kosong, menatap permukaan kopi yang berwarna hitam pekat, namun tidak mampu mengusir kekosongan di dalam dirinya. Hatinya sudah terlalu lama terkoyak, seperti selembar kertas yang dipaksa disobek berulang kali, dan kini tinggal serpihan-serpihan yang sulit untuk disatukan lagi.

Dua bulan sudah berlalu sejak perceraian itu. Dua bulan yang memberikan Aulia sedikit ruang untuk bernafas, meski setiap malam ia masih terjaga, terjaga dari mimpi buruk yang terus menghantuinya. Mimpi yang sama: Arya, suaminya yang dulu, dan Dinda, mantan istri yang selalu menjadi bayangan tak terjangkau, berdiri berdampingan. Saling memandang, saling berbicara, saling tersenyum, sementara Aulia merasa seperti orang asing yang berdiri di sudut, tak pernah benar-benar ada di dunia mereka. Dan meskipun ia sudah bercerai, bayangan itu tidak pernah pergi.

"Aulia?"

Suara itu, lembut namun penuh tekanan, mengusik lamunannya. Aulia terkejut, tubuhnya langsung menegang. Ia tak perlu menoleh untuk tahu siapa yang baru saja memanggilnya. Hanya satu nama yang dapat membuatnya merasa cemas dan marah sekaligus: Arya.

Dengan hati yang berdegup kencang, Aulia mengangkat wajahnya perlahan. Di hadapannya berdiri Arya, mengenakan kemeja biru yang tampak pas di tubuhnya yang masih tegap. Namun kali ini, ada yang berbeda. Matanya lebih lelah, lebih gelap, dan ada kerut di dahinya yang menunjukkan betapa banyaknya pikiran yang mengganggu benaknya. Tak ada senyum di wajahnya, hanya ekspresi serius yang entah bagaimana membuat Aulia merasa semakin tidak nyaman.

"Arya," ucap Aulia, berusaha menahan getaran yang mulai menjalar di suaranya. Ia merasakan ada rasa sakit yang terpendam, namun ia tak ingin menunjukkannya. "Apa yang kau lakukan di sini?"

Arya menarik kursi di depannya tanpa meminta izin, duduk dengan sikap yang mencoba terlihat tenang. Namun Aulia tahu, ada sesuatu yang berbeda. Pria itu terlihat lebih rapuh, lebih memerlukan.

"Aulia, aku ingin bicara," kata Arya, nadanya rendah, hampir seperti permohonan.

Aulia mengalihkan pandangannya ke luar jendela, mencoba untuk menenangkan hatinya. "Untuk apa? Kita sudah tidak ada apa-apa lagi, Arya. Semua sudah selesai." Suaranya terdengar datar, meski hatinya berteriak sebaliknya. Bagaimana mungkin ia bisa berpura-pura tidak merasa apa-apa setelah dua tahun menikah dengan pria ini, setelah dua tahun merasa seperti bayangan dalam hidupnya?

"Aku tahu aku salah," kata Arya, suaranya terasa begitu dalam dan penuh penyesalan. "Aku tahu aku... aku telah mengabaikanmu, Aulia. Dan aku sangat menyesal."

Aulia menahan napas. Kata-kata itu terdengar familiar. Seperti mantra yang sudah terlalu sering ia dengar, tapi tak pernah benar-benar ia rasakan. Setiap kata itu terucap, namun tak pernah menyembuhkan luka yang semakin dalam. Ia hanya bisa memandang Arya dengan tatapan kosong. "Kau menyesal?" ucapnya pelan. "Kau menyesal karena kita berakhir? Atau karena kau kehilangan seseorang yang selalu ada untukmu, sementara yang kau inginkan sebenarnya adalah Dinda?"

Arya menundukkan kepala. "Aulia... aku tahu aku sudah membuat kesalahan besar. Aku terlalu lama terjebak di masa lalu. Aku belum siap melepas Dinda, dan aku menyakitimu, aku tahu itu."

Aulia tertawa pahit. "Masa lalu? Kau pikir aku ini apa, Arya? Apa aku hanya tempatmu berlabuh sementara, sampai kau selesai dengan bayangan masa lalumu?" Pertanyaan itu seperti pisau yang tajam, melukai tanpa ampun. "Aku selalu tahu, sejak awal, bahwa aku bukan pilihan utamamu. Dinda selalu lebih penting, dan aku hanya menjadi pengalih perhatian, seseorang yang ada di sana untuk mengisi kekosongan."

"Aulia, itu tidak benar!" Arya hampir berteriak, dan Aulia melihat matanya mulai berkaca-kaca. "Aku mencintaimu! Aku hanya... aku tidak tahu bagaimana caranya untuk menghapus Dinda dari pikiranku. Aku tidak tahu bagaimana caranya untuk mencintaimu sepenuhnya saat hatiku masih terikat pada masa lalu. Tapi aku sudah melupakan semuanya. Aku ingin memperbaiki segalanya. Aku ingin kita kembali bersama."

Seketika itu, Aulia merasa seperti dunia sekitarnya berputar begitu cepat. Kata-kata itu, permohonan itu, terdengar seperti kebohongan yang sudah terlalu sering didengar, tetapi kali ini, entah kenapa, terasa sangat nyata. "Kembali bersama?" ucapnya dengan suara yang nyaris tidak terdengar. "Setelah semuanya, kau datang dengan kata-kata itu? Kau pikir aku bisa begitu saja melupakan semua rasa sakit yang kau berikan? Kau pikir aku bisa menerima semua itu begitu saja?"

Arya terdiam. Ia menggigit bibirnya, mencoba menahan tangis yang sudah semakin dekat. "Aku tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi. Aku tahu itu. Aku hanya ingin kesempatan kedua, Aulia. Tolong beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku bisa lebih baik. Aku... aku mencintaimu."

Aulia merasa seolah-olah seluruh tubuhnya terhimpit oleh kata-kata itu. "Kau mencintaiku?" tanya Aulia, menatap Arya dengan mata yang mulai memerah. "Kau mencintaiku? Di saat aku merasa seperti bayangan dalam hidupmu? Saat kau selalu memprioritaskan Dinda? Kau baru sadar itu sekarang?"

Arya mengangguk, tetapi Aulia tidak bisa melihat lebih jauh. Ia merasa hatinya seperti teriris-iris. Ia tahu, mungkin ia tak akan pernah benar-benar bisa melepaskan Arya, meskipun ia ingin sekali. Mungkin ia akan selalu mencintainya, bahkan setelah semua yang telah terjadi. Tapi satu hal yang pasti, Aulia tidak bisa hidup dalam bayang-bayang. Ia tidak bisa mencintai seseorang yang tidak pernah benar-benar menghargainya.

"Aku tidak bisa, Arya," jawab Aulia, suara itu terdengar begitu lelah dan putus asa. "Aku sudah terlalu terluka. Aku tidak bisa kembali, dan aku tidak bisa memaafkan semua yang telah terjadi. Aku bukan pilihan kedua, dan aku tidak akan pernah bisa menjadi itu."

Arya menatapnya, matanya penuh dengan harapan yang semakin memudar. Tapi Aulia sudah membuat keputusan. Ia sudah cukup merasakan sakit itu. Kini, waktunya untuk pergi, untuk menutup bab ini dalam hidupnya.

Dengan satu tarikan napas panjang, Aulia berdiri dari kursinya, meninggalkan Arya yang masih terdiam di tempatnya. Langkahnya tegap, meski hatinya hancur. Saat pintu kafe itu tertutup di belakangnya, ia merasa sedikit lebih bebas, meski rasa sakit itu masih akan terus ada.

Namun satu hal yang pasti: ia tidak akan kembali menjadi bayangan dalam hidup seseorang yang tak pernah benar-benar melihatnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Melintasi Waktu
9.5
Sepuluh tahun pernikahan Lestari dipenuhi kebencian Atmaja yang berduka atas kematian cinta pertamanya. Namun, saat kebakaran melanda, Atmaja justru mengorbankan nyawa demi menyelamatkannya. Diiringi penyesalan mendalam dan tuduhan dari mertuanya yang berharap Atmaja menikahi Intan, Lestari memilih mengakhiri hidup dengan melompat dari Menara Bintang. Keajaiban membawanya kembali ke sepuluh tahun lalu. Kini, ia bertekad melepaskan Atmaja dan mengubah takdir mereka selamanya.
Sampul Novel Habis Manis Sepah Dibuang
9.3
Setelah disiram air dan dihina oleh seorang klien, Jocelyn tidak mendapatkan pembelaan dari atasannya, Michael. Pria itu malah memeluk asisten pribadinya dan memecat Jocelyn dengan dingin karena dianggap tidak becus bekerja. Enggan menerima perlakuan semena-mena tersebut, Jocelyn menyeka wajahnya, menenggak segelas alkohol, lalu menyiram balik wajah Michael sebelum akhirnya menyatakan keluar dari perusahaan. Kisah dalam novel modern ini berfokus pada harga diri Jocelyn yang menolak ditindas.
Sampul Novel Istri Di Atas Kertas
8.9
Queena Bulan Latief terperangkap dalam pernikahan perjodohan yang penuh kepedihan. Tepat setelah akad nikah, kenyataan pahit menghantamnya: sang suami ternyata telah mempunyai wanita lain. Walau hukum mencatat Bulan sebagai istri pertama yang sah, pada kenyataannya dia hanyalah yang kedua di hati sang suami. Impian Bulan untuk menjadi satu-satunya kini sirna. Ia pun terpaksa berjuang menjalani takdir yang rumit dan bertahan di tengah dilema berbagi cinta dengan madunya.
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menikah dan menjadi istri keempat Tuan Thakur, tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup, kecuali maut memisahkan atau suaminya sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?
Sampul Novel Janji yang Hancur, Cinta yang Tak Terucap
9.5
Bara mendedikasikan enam tahun hidupnya untuk Isabella dan sang ibu mertua. Sialnya, pengorbanan itu dibalas pengkhianatan saat Isabella menyebut pernikahan mereka cuma utang budi. Usai ibunya wafat, Isabella berpaling ke mantan kekasihnya hingga hamil. Badai konflik berujung pada keguguran dan perceraian keduanya. Namun, saat Bara terancam ditabrak, Isabella justru tamengnya hingga tewas. Di akhir hayatnya, terungkap fakta pilu bahwa bayi yang gugur itu sejatinya anak kandung Bara.
Sampul Novel Perpisahan Terakhir, Jejak Abadi
9.2
Setengah tahun aku menderita penyakit misterius demi menyokong Baskara, suamiku yang bekerja sebagai arsitek. Malang, ketulusanku dikhianati demi asistennya yang mengandung. Lebih perih lagi, ibu kandungku justru berpihak padanya dan menutup mata atas penderitaanku. Kini, vonis kanker otak stadium akhir memastikan ajalku kian dekat. Tanpa keluarga yang peduli, aku menolak terus tertindas. Sisa waktuku akan kuhabiskan untuk diri sendiri, membiarkan Baskara tenggelam dalam penyesalan selamanya.