APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

Dua tahun lamanya Aulia terjebak dalam pernikahan dingin bersama Arya, pria yang terus membayangi masa lalunya bersama Dinda, sang mantan istri. Lelah karena selalu dikesampingkan, Aulia akhirnya memutuskan untuk bercerai. Namun, setelah resmi berpisah, Arya justru berbalik mengejarnya dan meminta kesempatan kedua demi memperbaiki segalanya. Kini, Aulia didera keraguan: benarkah Arya telah berubah karena cinta, ataukah ini hanya sekadar ego belaka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Aulia berjalan keluar dari kafe dengan langkah yang terhuyung, seolah-olah dunia di sekitarnya tidak lagi berdiri kokoh. Setiap langkahnya terasa lebih berat, seperti ada batu besar yang mengikat kakinya. Udara di luar begitu dingin, dan meskipun musim panas baru saja berganti ke musim gugur, Aulia merasa seolah dunia ini telah membeku.

Ia berhenti di depan pintu kaca kafe, menatap refleksinya yang samar di dalamnya. Wajahnya terlihat lelah, matanya merah, dan bibirnya terasa kering. Mengapa ia merasa begitu rapuh setelah bertemu dengan Arya? Mengapa setiap kali pria itu datang, segala luka yang sudah hampir sembuh kembali terbuka begitu saja?

Seribu pertanyaan berputar di kepalanya. **Apa yang sebenarnya ia inginkan?** Apakah ia ingin kembali bersama Arya? Apakah ia masih bisa memaafkannya? Dan yang lebih penting lagi, apakah ia bisa melupakan semua rasa sakit yang sudah terlalu lama ia tahan?

"Sering-seringlah bertanya pada diri sendiri," kata suara itu dalam hatinya. **Apakah kau masih mencintainya?**

Namun jawabannya secepatnya datang-**ya**. Ia masih mencintainya. Bahkan setelah semua yang terjadi, ia tidak bisa menyangkal perasaan itu. Arya adalah pria yang pernah ia cintai dengan sepenuh hati. Mereka memiliki kenangan yang tidak bisa begitu saja dilupakan. Tetapi kenangan itu tidak cukup untuk menghapus luka yang menganga di hatinya.

Aulia berjalan perlahan, melewati jalanan yang sibuk dengan orang-orang yang tak ia kenal, tapi semuanya tampak seperti bayangan yang jauh. Begitu jauh, begitu asing. Ketika ia sampai di rumahnya, ia merasa semakin terasing. Rumah itu-yang dulunya penuh dengan tawa, canda, dan harapan-sekarang hanya terasa sepi. Ruang tamunya yang luas kini terasa kosong. Semua barang-barang di rumah itu tampak seperti pengingat akan kebahagiaan yang tak pernah benar-benar ada.

Aulia duduk di sofa, menarik napas dalam-dalam, dan meletakkan tasnya di samping. Matanya menatap pemandangan luar jendela, namun tak ada yang ia lihat, selain bayangannya sendiri yang terlihat buram. Ia teringat bagaimana dulu Arya begitu peduli, bagaimana setiap pagi mereka saling berbicara tentang segala hal, bahkan hal-hal terkecil. Mereka berbagi mimpi dan tawa. Tapi semua itu kini terasa seperti dusta.

Tiba-tiba, ponselnya bergetar. Aulia menatap layar dengan ragu. Nama itu muncul, Arya. Jantungnya berdegup lebih cepat, namun ia tahu, ia tidak boleh menjawabnya. Ia tidak boleh memberi kesempatan lagi pada pria yang sudah membuat hatinya hancur.

Namun, detik demi detik berlalu, dan Aulia merasa semakin lelah. Ia tahu apa yang harus ia lakukan, tetapi sepertinya hatinya tidak bisa mengikuti akalnya. Ia membuka pesan itu.

**Arya:**

_"Aulia, aku masih tidak bisa berhenti memikirkanmu. Aku tahu ini tidak adil untukmu, dan aku sangat menyesal. Aku tahu aku tidak bisa memperbaiki semuanya begitu saja, tapi aku akan melakukan apa pun untuk membuktikan padamu bahwa aku serius. Tolong beri aku kesempatan. Aku tak ingin kehilanganmu."_

Aulia menatap pesan itu dengan hati yang terpecah. Kata-kata itu begitu familiar, begitu sering ia dengar, tetapi kali ini, ia tidak tahu apakah ia masih bisa mempercayainya. Arya mengatakan bahwa ia akan berusaha, tapi apakah itu cukup? Apakah usaha saja bisa mengembalikan semuanya seperti dulu?

Ia meletakkan ponselnya di sampingnya, menutup mata dan memijat pelipisnya yang mulai berdenyut. Berapa lama lagi ia harus hidup dengan kebingungan ini? Berapa lama lagi ia harus terperangkap dalam perasaan yang saling bertentangan?

**"Aulia..."**

Suara itu kembali terdengar di dalam hatinya, lebih lembut daripada sebelumnya. Suara yang hampir seperti bisikan angin. Ia teringat pada malam-malam yang ia habiskan bersama Arya-malam-malam yang dipenuhi dengan janji-janji, dengan ketulusan yang ia pikir tak akan pernah hilang. Tapi ternyata, Arya adalah seorang pria yang bisa dipengaruhi oleh masa lalunya. Masa lalu yang tak pernah bisa ia lepas, meskipun itu sudah mengkhianati mereka berdua.

Aulia berdiri, berjalan ke kamar tidur, dan berdiri di depan cermin. Ia menatap dirinya, seperti mencari jawaban dari sosok yang terpantul di sana. "Kau kuat, Aulia," bisiknya pada dirinya sendiri. "Kau bisa melalui ini. Kau sudah melewati terlalu banyak."

Tetapi, saat matanya menangkap bayangan dirinya yang lelah, hatinya mulai runtuh lagi. Ada sesuatu yang sangat dalam di hatinya yang ingin mengatakan, **kembali padanya**. Karena bagaimana pun, ia masih mencintai Arya.

Ponsel itu kembali bergetar. Kali ini lebih sering, lebih mendesak. Setiap getarannya seperti menyentuh jantungnya dengan rasa sakit yang tajam. Tanpa bisa menahan diri, Aulia mengambil ponsel dan membuka pesan itu.

**Arya:**

_"Aulia, aku di luar. Aku tahu ini mungkin terdengar gila, tapi aku harus bicara langsung. Tolong."_

Aulia menghempaskan ponselnya ke atas kasur, melangkah mundur ke dinding dengan napas yang terengah-engah. Bayangan Arya muncul di benaknya, pria yang pernah ia cintai dengan sepenuh hati, pria yang membuatnya merasa berarti meskipun sering kali diabaikan. Ia ingin mengabaikan pesan itu. Ia ingin melupakan semuanya, tetapi kenyataan bahwa ia masih mencintai Arya membuat semuanya menjadi begitu sulit.

Langkah kaki di luar pintu membuat Aulia berhenti. Ia mendengar suara pintu depan diketuk dengan lembut. Ada jeda, kemudian ketukan lagi. Dering teleponnya tak berhenti. Arya tidak menyerah. Lalu, tanpa bisa menahan diri lagi, Aulia membuka pintu.

Di depan pintu, berdiri Arya, dengan wajah yang penuh harap, mata yang dipenuhi penyesalan. "Aulia," suara itu penuh dengan kecemasan, dan ketika Aulia melihatnya, ia bisa melihat betapa beratnya perasaan Arya. Namun, apakah itu cukup?

"Aku datang, Aulia. Aku tahu aku sudah banyak membuat kesalahan, dan aku tahu aku tidak bisa meminta maaf untuk semuanya. Tapi aku ingin kau tahu satu hal, aku tidak ingin hidup tanpamu."

Aulia menatap Arya dengan mata yang basah. Ia tahu, ia tahu benar bahwa ia masih mencintai pria ini. Tetapi, apakah itu cukup untuk menghapus semua luka?

"Kau sudah pergi terlalu jauh, Arya," bisiknya, suara itu terdengar rapuh, seperti dinding yang hampir runtuh. "Kau tidak bisa kembali, tidak setelah semuanya."

Dan meskipun kata-kata itu terasa seperti belati yang menusuk, Aulia tahu ia benar. Ia harus melepaskan, meskipun hati ini sangat ingin tetap memeluknya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Melintasi Waktu
9.5
Sepuluh tahun pernikahan Lestari dipenuhi kebencian Atmaja yang berduka atas kematian cinta pertamanya. Namun, saat kebakaran melanda, Atmaja justru mengorbankan nyawa demi menyelamatkannya. Diiringi penyesalan mendalam dan tuduhan dari mertuanya yang berharap Atmaja menikahi Intan, Lestari memilih mengakhiri hidup dengan melompat dari Menara Bintang. Keajaiban membawanya kembali ke sepuluh tahun lalu. Kini, ia bertekad melepaskan Atmaja dan mengubah takdir mereka selamanya.
Sampul Novel Habis Manis Sepah Dibuang
9.3
Setelah disiram air dan dihina oleh seorang klien, Jocelyn tidak mendapatkan pembelaan dari atasannya, Michael. Pria itu malah memeluk asisten pribadinya dan memecat Jocelyn dengan dingin karena dianggap tidak becus bekerja. Enggan menerima perlakuan semena-mena tersebut, Jocelyn menyeka wajahnya, menenggak segelas alkohol, lalu menyiram balik wajah Michael sebelum akhirnya menyatakan keluar dari perusahaan. Kisah dalam novel modern ini berfokus pada harga diri Jocelyn yang menolak ditindas.
Sampul Novel Istri Di Atas Kertas
8.9
Queena Bulan Latief terperangkap dalam pernikahan perjodohan yang penuh kepedihan. Tepat setelah akad nikah, kenyataan pahit menghantamnya: sang suami ternyata telah mempunyai wanita lain. Walau hukum mencatat Bulan sebagai istri pertama yang sah, pada kenyataannya dia hanyalah yang kedua di hati sang suami. Impian Bulan untuk menjadi satu-satunya kini sirna. Ia pun terpaksa berjuang menjalani takdir yang rumit dan bertahan di tengah dilema berbagi cinta dengan madunya.
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menikah dan menjadi istri keempat Tuan Thakur, tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup, kecuali maut memisahkan atau suaminya sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?
Sampul Novel Janji yang Hancur, Cinta yang Tak Terucap
9.5
Bara mendedikasikan enam tahun hidupnya untuk Isabella dan sang ibu mertua. Sialnya, pengorbanan itu dibalas pengkhianatan saat Isabella menyebut pernikahan mereka cuma utang budi. Usai ibunya wafat, Isabella berpaling ke mantan kekasihnya hingga hamil. Badai konflik berujung pada keguguran dan perceraian keduanya. Namun, saat Bara terancam ditabrak, Isabella justru tamengnya hingga tewas. Di akhir hayatnya, terungkap fakta pilu bahwa bayi yang gugur itu sejatinya anak kandung Bara.
Sampul Novel Perpisahan Terakhir, Jejak Abadi
9.2
Setengah tahun aku menderita penyakit misterius demi menyokong Baskara, suamiku yang bekerja sebagai arsitek. Malang, ketulusanku dikhianati demi asistennya yang mengandung. Lebih perih lagi, ibu kandungku justru berpihak padanya dan menutup mata atas penderitaanku. Kini, vonis kanker otak stadium akhir memastikan ajalku kian dekat. Tanpa keluarga yang peduli, aku menolak terus tertindas. Sisa waktuku akan kuhabiskan untuk diri sendiri, membiarkan Baskara tenggelam dalam penyesalan selamanya.