APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mama, Tolong! Ayah Mengunciku di Mobil

Mama, Tolong! Ayah Mengunciku di Mobil

Sebuah panggilan darurat dari sang putri pada jam dua siang yang terik mengubah hari seorang ibu menjadi mimpi buruk. Anak perempuannya menangis ketakutan karena terkunci di dalam mobil yang panas. Di tengah kepanikan hebat, sang ibu segera menghubungi suaminya untuk meminta bantuan. Namun, pria itu justru menolak dengan ketus karena sibuk menemani anak Olivia di taman hiburan. Setelah telepon diputus sepihak, sang ibu bersumpah akan menuntut balas jika hal buruk menimpa putrinya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Bu Diana, mobil suamimu ada di parkiran kantor!"

"Diana, taman hiburan kota sudah minta bantuan teman-teman driver ojek online, tapi belum ada tanda-tanda."

"Diana, Olivia nggak ada di kantor. Katanya dia sedang perjalanan kerja di luar kota dengan laki-laki entah siapa."

"Bantu aku cari tahu mobilnya!" Aku hampir berteriak.

"Rara masih di dalam mobil!"

Pemandangan di depanku berbayang-bayang fatamorgana karena cahaya matahari terik.

Aku merasa seperti terjebak dalam fatamorgana juga. Aku sudah melaju kencang, tidak peduli pada apa pun.

Jangan khawatir, sayangku.

Mobilku semakin mendekati kota.

Tapi aku tidak santai sama sekali.

Ponsel Bisma masih mati.

Sama seperti dia tidak pulang di malam hari.

Rara tidak bisa tidur dan menangis ingin dipeluk ayahnya.

"Mungkin Ayah tersesat? Ma, ayo kita cari Ayah?"

Aku tidak tega mengatakan padanya bahwa ayahnya sedang berada di rumah orang lain saat ini ....

Aku mengelabuinya, mengatakan bahwa ayahnya bekerja lembur.

Dia lalu menangis-nangis ingin pergi ke kantor ayahnya untuk menemani ayahnya.

Ketika Bisma pulang keesokan paginya dan mengetahui kami sedang mencari-cari di luar, dia langsung marah.

"Bukannya sudah kubilang jangan bawa-bawa Rara dalam urusan kita?"

"Diana, bisakah kamu lebih dewasa."

Tangan kecil putriku memegangi wajahku yang kuyu.

"Mama, Rara sayang mama, jangan merokok lagi!"

Semenjak mengetahui tentang perubahan sikap Bisma, aku mulai merokok diam-diam di balkon.

Pergi atau bertahan, sebuah pertanyaan yang rumit.

Putriku seperti orang dewasa, diam-diam menyembunyikan rokokku.

Aku mencoba untuk tidak menunjukkan kesedihanku, tapi matanya tajam dan tetap bisa melihatnya.

Dia memegang kepalaku dan meniup untuk menghilangkan sakitku.

"Fuh, fuh, sakit Mama hilang."

Dia hanyalah seorang gadis kecil yang masih perlu perawatan orang lain.

Sebelum aku pergi dalam perjalanan kerjaku kali ini, dia bahkan berjinjit untuk memelukku.

"Rara sayang Mama!"

"Jangan lama-lama ya, ayo kita ke taman hiburan dan beri kejutan untuk Ayah."

...

Bruk!

Aku baru sadar bahwa mobilku menyerempet pagar pembatas.

Karena takut, aku mengabaikan kerusakan pada mobilku.

Lajuku tidak melambat.

Telepon berdering lagi.

Jantungku berdebar kencang saat melihat nama Bisma dan aku buru-buru menjawabnya.

Dia memberondongiku dengan pertanyaan.

Aku tidak peduli sama sekali.

"Bisma, dengarkan aku. Di mana kamu sekarang?"

"Di mana Rara?"

"Dia terkunci di dalam mobil. Kamu harus cepat-cepat menyelamatkannya ...."

Namun, dia seperti tidak mendengarkan sama sekali dan masih marah-marah.

"Diana, apa maksudmu?"

"Kamu ingin memata-matai kegiatanku?"

"Apa perlu sampai sejauh ini?"

Gadis kecil di sebelah juga tertawa. "Aku nggak suka Rara, dia rebut es krim Mama dariku."

Aku menahan amarah dan membendung teriakanku.

"Bisma, periksa Rara sebentar."

Pria itu terdiam sejenak.

"Kenapa bawa-bawa Rara lagi?"

"Lintang sedang ngambek, aku cuma menemaninya main di taman hiburan sebentar. Kamu malah bersekongkol dengan Rara cari-cari masalah?"

"Kamu terlalu memanjakan Rara."

Suara gadis sialan itu terdengar lagi.

"Rara jahat."

"Dia sedang nonton kartun di mobil!"

"Tidur seperti babi, ngok ngok."

Aku akhirnya mengerti.

Ternyata dia meninggalkan putrinya di dalam mobil dan memberinya tontonan kartun agar tidak mengganggu waktunya bersama putri pujaan hatinya.

Tapi Rara tidak suka karun sedikit pun. Dia hanya ingin ditemani mama dan ayahnya.

Tidak, tidak. Bisma kali ini mengunci Rara di dalam mobil saat Rara sedang tidur.

Aku ngeri membayangkan kepanikan Rara saat dia terbangun.

Suara teriakannya meminta tolong sekali lagi berputar-putar di kepalaku.

"Bisma, aku ulangi lagi, pergilah ke mobil sekarang juga dan keluarkan anakmu."

"Aku mohon padamu. Aku akan setuju bercerai, ambil semua hartanya."

"Aku nggak berharap apa-apa. Aku nggak peduli kamu ingin bersama Olivia."

"Aku cuma ingin Rara ...."

Tak disangka, bisikanku dan kerendahan diriku tidak membuatnya sadar.

"Kamu ingin memanfaatkan Rara untuk memaksaku lagi? Nggak bisakah kamu perhatian sedikit kepada Lintang?"

"Dia sudah kehilangan ayahnya ...."

"Olivia berjuang keras membesarkan Lintang ...."

Aku berteriak dengan suara terisak, "Aku sedang membicarakan Rara sekarang. Hidup dan mati Rara."

Dia juga tidak sabar. "Lagi-lagi Rara lagi. Kamu cuma peduli dengan Rara. Lintang menutup diri karena kehilangan ayahnya ...."

"Rara baik-baik saja di dalam mobil nonton kartun. AC-nya nyala."

Aku gemetar karena marah.

"Beraninya kamu meninggalkan dia sendirian di mobil!"

"Aku cuma mohon satu hal, beri tahu aku pelat nomornya."

Dia hanya mendengus.

"Lalu apa? Apa menurutmu aku nggak tahu niat jahatmu?"

"Memanfaatkan nama Rara lagi. Berhenti cari gara-gara."

"Kamu bahkan keterlaluan sampai menyuruh orang untuk mencari keberadaanku. Ya sudah, lanjut cari."

Telepon ditutup tanpa basa-basi lagi.

Ponselnya dimatikan lagi.

Aku sangat marah dan sangat menyesal, hanya bisa berteriak di dalam mobil.

Tanganku menghantam setir mobil dengan keras.

Aku benar-benar sudah tidak tahan. Aku hanya ingin lokasi Rara.

Ponselku tiba-tiba berdering. Suara rekan kerjaku, Vena.

"Diana, menepi dulu!"

"Cepat katakan!"

"Diana, tenangkan diri dulu. Kita sudah menemukan Rara, tapi ..."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B66726" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B66726
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asmara Panas JANDA MUDA
8.6
Saat berlibur di desa sang nenek, Bayu justru terpikat oleh pesona Lina, seorang janda muda yang sangat memikat. Kehadiran Lina membangkitkan gairah besar dalam diri Bayu, meskipun ia sebenarnya sudah mempunyai pacar yang menunggu di kota. Pertemuan ini memicu gejolak batin yang hebat pada diri Bayu. Haruskah ia mempertahankan kesetiaannya, atau justru menyerah pada godaan cinta terlarang yang begitu membara? Ikuti dinamika hubungan mereka yang penuh emosi.
Sampul Novel Gairah Membawa Petaka
8.3
Zakia ‘Kia’ Ananta Arman, remaja polos yang belum pernah merasakan cinta, terpesona pada Gus Beren, putra kyai pesantren. Demi mendapatkan perhatiannya, ia nekat mencampur obat perangsang dan alkohol ke dalam teh Gus Beren. Malam itu, nafsu yang ia picu justru menjadi bencana—ia mengandung anak pria yang sama sekali tak mau bertanggung jawab, bahkan saat tahu Gus Beren telah beristri siri. Kia mulai melihat karma di balik perbuatan papanya yang menyelingkuhi ibu dan kakaknya. Ketakutan masa lalu Arman pun kembali menghantui. Di tengah kehancurannya, ia harus memilih: memperjuangkan keadilan atau tenggelam dalam karma keluarganya.
Sampul Novel Guruku Suamiku
8.4
Demi menyelamatkan warisan keluarga Darmawan, Arjuna harus memenuhi wasiat mendiang ayahnya untuk menikahi Asmara, siswi SMK berumur 17 tahun. Penolakan akan membuatnya kehilangan segalanya, sementara ayah Asmara, Pak Banu, terancam bui akibat kasus kecurangan bisnis masa lalu. Kini, Arjuna harus membujuk gadis muda tersebut agar bersedia menikah demi masa depan mereka berdua. Mampukah pernikahan akibat paksaan ini berjalan dengan lancar?
Sampul Novel Jodoh Pilihan Oma
8.5
Kehidupan Dion berbalik arah setelah menolong Kayla dari ancaman bahaya bersama Nenek Melati. Kagum akan ketegaran Kayla, sang nenek bertekad menjodohkan mereka. Rencana ini ditentang keras oleh Bu Ratna yang lebih memilih Amara, sosok ambisius pengejar status, untuk Dion. Demi menyingkirkan Kayla, Amara merancang intrik licik untuk membongkar masa lalu kelam sang rival. Kini, Dion harus berjuang menghadapi tekanan keluarga dan konspirasi jahat demi melindungi cintanya.
Sampul Novel KANG CENDOL TERNYATA MILIARDER
8.4
Banyak orang meremehkan Irpan yang sehari-hari hanya terlihat sebagai penjual cendol biasa. Padahal, di balik kesederhanaan itu, ia adalah seorang miliarder yang menyembunyikan identitas aslinya. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Putri dalam sebuah kejadian tak terduga, memicu benih cinta di antara mereka. Akankah Putri menyadari kekayaan melimpah yang dimiliki Irpan? Mampukah Irpan terus menjaga rahasia besarnya di tengah kisah cinta mereka yang penuh kejutan?
Sampul Novel Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku
9.6
Saat ajal menjemput akibat mutilasi yang kejam, korban berusaha menghubungi kakaknya demi meminta pertolongan terakhir. Namun, panggilan telepon darurat itu justru disambut dengan kemarahan dan ancaman karena sang kakak lebih mementingkan pesta ulang tahun orang lain. Tanpa sempat menjelaskan situasi mengerikan yang sedang dihadapi, komunikasi diputus sepihak. Kisah tragis dalam novel horor modern ini menyajikan misteri memilukan tentang penyesalan yang terlambat setelah kematian menjemput.